İlk 200 satır.
Peraturan 1, kita makan secara terpisah.
Faktanya, bukankah akan terasa risi
harus duduk satu meja dengan orang asing?
Peraturan 2, menghemat listrik! Hemat air!
Apa kau tahu menghemat adalah pemasukan terbaik?
Peraturan 3,
ruang pribadi harus dihormati.
Jangan pernah lewati garis merah.
Kuning adalah area umum.
Warnamu adalah biru.
Na Moon-hee / Choi Woo-sung
My Perfect Roommate
Jangan seret kopermu.
Aku baru mengepel lantainya.
Dan ini sangat penting.
Aku merasa tak enak mengatakan ini, tapi...
Apakah ada lagi?
Tolong jangan buang air besar di rumah.
Dilarang buang air besar
Aku hanya tak bisa membayangkan
berbagi toilet dengan laki-laki.
Aku tinggal sendiri seumur hidupku.
Aku minta maaf.
Baiklah.
Berbagi Tempat Tinggal antara lansia dan pelajar
Cucu, apanya...
Lihat ini.
Nenek tahu karya seni itu.
Ruang tamunya terlihat seperti karya Mondrian.
Diam kau. Astaga.
Bagaimana kau bisa hidup seperti ini?
Tanya tempat lain ke balai kota.
- Kau lihat gerbang utamanya? - Ya.
Orang-orang mengantre kira-kira sejauh itu untuk menggantikanku.
Benarkah?
Jadi, sewanya lebih murah daripada apartemen studio?
Jendelanya dua kali lebih besar, tapi lebih murah.
Aku tak punya pilihan lain.
Orang yang terlahir kaya seperti kau mana mengerti.
Bisakah kau berhenti tertawa?
Sangat lucu
kau tak boleh buang air besar di rumah.
Terserah.
Aku harus bekerja dengan sendok kotorku.
Lagi?
Aku butuh setidaknya Rp7,5 juta sebulan hanya untuk bernapas.
Apa kau mau memberikannya?
- Jangan kelewatan. - Makanya aku pergi.
Tunggu aku.
Kau bekerja lima hari sepekan.
Ini akhir pekan, tak usah pergi.
Dia sudah di sana tiga bulan.
Kupikir ada penghuninya.
- Aku tak tahu. - Ceritakan kepadaku.
Tolong gunakan ini untuk membersihkan kamarku. Maaf
Hubungi Putra Kim Du-hong
- Selamat tinggal. - Terima kasih.
Tak bisa memakai toilet di rumah
membuat perutku gelisah.
Seharusnya pilih menu yang lain?
Tidak, aku bisa lari cukup cepat.
- Ini. - Terima kasih!
Bagaimana keadaannya?
Apa?
Dae-hun.
Masih suka muncul?
Tidak akhir-akhir ini.
Kalau dia meminta uang, tolak saja.
Kapan dia akan sadar?
Tak usah khawatir.
Baiklah, aku akan menghubungimu untuk pekerjaan selanjutnya.
- Ya. - Kau pasti lelah, pulanglah.
- Hati-hati di jalan! - Ya.
Kau pasti lebih lelah dariku, perjalanannya panjang.
Ada apa?
Area umumnya
harus dibersihkan bersama-sama.
Jadwal Bersih-Bersih
Seperti yang sudah kukatakan, jangan lewati garis merahnya.
Bersihkan area kuning dan birunya.
Baiklah.
Bersihkan kamar mandinya,
hari ini hari liburmu.
Baiklah.
Sebentar.
Ada apa?
Kenapa kau sering bolak-balik ke toilet?
Aku punya sindrom iritasi usus besar.
Iritasi apa?
Kambuh karena stres
atau tekanan psikologis.
Penyakitnya tak bisa disembuhkan.
Sepertinya aku merasa sangat stres di pagi hari.
Jelas sekali
kau tak mau bersih-bersih.
Bersihkan kamar mandinya!
Putar tuasnya ke dingin.
Jika tidak, pemanasnya akan terus menyala.
Terima kasih sudah bersih-bersih pagi ini.
Kau pasti lapar
karena sering bolak-balik ke toilet.
Makanlah sarapannya.
Tidak apa-apa, aku bisa pergi ke toko swalayan.
Ayo sini, duduklah.
Cobalah.
Baiklah kalau begitu.
Kalau kau tak makan,
kau akan menderita saat tua nanti.
Bagaimana kau biasanya makan?
Di toko swalayan atau kantin sekolah.
Harganya murah.
Berapa uang yang kau habiskan di toko swalayan?
Gimbap, ramyeon cangkir... Sekitar Rp50.000?
Benar, 'kan?
Aku akan membuat makanan lengkap untuk Rp62.500.
Apa?
Apakah kau bisa membandingkannya dengan ramyeon?
Kau bisa coba untuk hari ini, lalu beri tahu aku.
Kenapa makan di luar kalau kau bisa makan di rumah?
Bagaimana? Rp62.500 itu murah, 'kan?
Hari pertama ini gratis.
Sup untuk orang tua
Maaf aku terlambat. Ada kemacetan parah.
Selamat makan!
Selamat makan!
Selamat makan!
Nenek!
Ini untuk temanku yang terlambat.
Tetap tak boleh.
Ada orang yang terlambat.
Kenapa tak boleh?
Selamat makan.
Bu, kau sudah meminum obatnya beberapa hari yang lalu.
Seluruh tubuhku nyeri.
Setiap bagian tubuhku sakit ketika ada yang menyentuhku.
Tekan di sini.
Aku bilang tekan, bukan tusuk!
Sakit sekali.
Cepat berikan aku resep obatnya.
Kalau kau terus seperti ini,
obatnya tak akan cukup untuk yang lain.
Apa jadwalmu hari ini?
Bagaimana kalau kita pergi menonton film?
Ayo?
Sepakat? Oke.
Aku akan beli tiketnya sekarang.
Kau traktir makan, aku traktir minum.
- Sepakat? - Sepakat!
Oke!
Ponselku.
Halo?
Halo, ya.
Untuk tiga hari?
Tidak, bukan karena uang.
Ya, aku mengerti. Sampai jumpa.
Ada apa?
Pekerjaan menjaga hewan peliharaan.
Mereka sedang ada keadaan darurat.
Mereka memintaku menjaga anjingnya
selama tiga hari.
Aku sudah membeli tiketnya, kau seharusnya menolak.
Dan... Kau tak punya rumah.
Aku tahu!
Tapi dia salah satu dari sedikitnya langgananku.
Tapi kau baru saja mulai.
Itu membuatku lebih bersyukur.
Apa yang harus kulakukan?
Telepon dia kembali, bilang kau tak bisa!
Ayo pergi ke bioskop!
Ibunya kecelakaan, dia harus mengurusnya!
Ayo! Hei! Ayolah.
Aku tak jadi pergi juga.
Halo, aku Han Ji-woong.
Maafkan aku. Apa aku terlambat?
Tidak, kau tepat waktu.
Maaf aku menghubungimu tiba-tiba.
Kaki ibuku terluka,
tapi ayahku sedang dinas kerja.
Ayahku bilang dia pernah menyewa jasamu sekali.
Ya. Hai, Jing! Sini!
Terima kasih.
Jangan khawatir, silakan pergi.
Apa yang harus kita lakukan?
201!
Sini makan jagung.
Sepertinya dia sibuk.
Kenapa kau memanggil dia yang bahkan tak akan datang?
Dia akan bertemu suaminya di surga sebentar lagi.
Bagaimana bisa dia selalu bersikap dingin?
Apa kau masih mau bertemu suamimu
di akhirat?
Akan ada banyak pria lainnya!
Lihatlah, dia bahkan tak bisa menahan senyumannya.
Kenapa kita berjalan?
Tak pulang ke rumah?
Sebenarnya, aku...
Aku tinggal bersama seorang nenek yang menyeramkan.
Kalau dia melihatmu, kita bisa diusir!
Jing! Ayo bantu nenek itu.
Sedikit lagi!
No comments yet. Be the first to leave one.