200 บรรทัดแรก
Original Subs By koLESS.
Bagaimana dengan kondisi kepalamu?
Jae-kyung!
Aku ini orang kaya. Kau pasti tahu itu, 'kan?
Dan sejak tengah malam kemarin aku jadi semakin kaya.
Aku bisa menebus jalan keluarku dari semua ini.
Perhatikanlah, brengsek.
Sudah selesai.
Kenapa kau lama sekali? Ini bukan yang pertama kalinya.
Ada hal penting yang harus dibicarakan.
Hei, aku adalah sang ahli waris, oke?
Giatlah belajar dan pastikan kau mendapatkan diplomamu.
Pak guru, hubungi aku kapan saja, oke?
Kau! Apa yang kau lakukan?
Jangan menelponku di dalam kelas!
Hari ini adalah ulang tahunnya yang ke- 18.
Dia jutawan yang sah karena warisan yang di dapatnya.
Untuk KANG Jae-kyung!/ Bersulang!
Hei, aku sangat iri.
Kenapa Ayahku bisa sangat sehat sekali?
SHIN Jung-lim?
Apa aku mengenalmu?
Ke sini untuk menemui putraku?
Apa dia bolos sekolah lagi?
Dasar anak sialan itu!
Hei nona apa dia menghamilimu?
Aku tak percaya ini! Kenapa kau tak memakai kondom?
Kau harusnya tahu lebih baik.
Aku tak punya uang untukmu. Jadi pergilah!
Ini adalah hotel bintang lima.
Lalu kenapa?
Lupakanlah untuk bisa menjadi pelacur di sini.
Jangan khawatir dengan itu. Aku sedang hamil.
Apa?/ Apa ada motel di sekitar sini?
Tempat ini terlalu mahal untukku.
Omong kosong apa ini!
Anggap saja kau sedang beruntung. Aku sedang merasa senang.
Jangan di dalam hotelku, oke?
A Millionaire's First Love.
Sayang.
Apa yang kau lakukan di sini?/ Untuk tidur bersamamu.
Kau ini sangat mudah di tebak.
Password untuk membuka pintunya adalah tanggal lahirmu.
Maaf karena mudah di tebak. Kau punya 3 detik untuk pergi.
Ayolah, sayang./ Menjauh dariku!
Apa-apaan itu!
Ini bukan seperti yang kau pikirkan./ Oke.
Sungguh bukan seperti itu./ Oke.
Matilah aku.
Astaga, astaga!
Sial!
Hei!
Apa masalahmu? Kenapa kau masih di sini?
Untuk menemuimu./ Apa?
Lukisan di toilet wanita sedikit miring. Cepat perbaikilah.
Dan oh!
Ini uang tip untukmu.
Beginikah caramu mengelola hotelnya?/ Maaf, akan segera kuperbaiki.
Bukan itu, tapi pelacurnya!
Ah, sialan!
Ada hal yang harus dibicarakan.
Hal apa lagi yang harus dibicarakan?
Wasiat ini akan sah jika sang pewaris memenuhi persyaratan.
Seperti berikut./ Apa-apaan ini?
Apa ini lelucon? Aku berusia 18 tahun kemarin!
Sang pewaris harus pindah sekolah ke SMA Boram di Gangwondo.
Bisakah kau tak perlu mempersulitku begini, hei?
Dan dia harus lulus.
Semua harta kekayaan akan disumbangkan jika dikeluarkan.
Tetapi, jika dia mengundurkan diri maka pewaris hanya mendapat haknya sebesar 0.1%.
Sudah, sudah lupakan itu!
Kalian semua dipecat!
Kau akan segera pindah.
Dan ingatlah. Kau tak punya hak untuk memecatku.
Apa di sana dikatakan agar kau macam-macam denganku?
Apa tertulis seperti itu?
Apa-apaan ini? Kenapa kau melakukan ini?
Baiklah. Akan kulakukan. Dan kau akan sangat menyesalinya.
Lihatlah apa yang bisa kulakukan dengan uangmu.
Hei, segera siapkan mobilnya!
Kau tak bisa menggunakannya.
Apa?
Bukan hanya mobilnya tapi ruangan ini dan penginapannya.
Kau tak bisa menggunakan apapun yang menjadi miliknya.
Bukankah aku memecatmu? Ambil uang pensiunmu dan pergilah.
Hei, siapkan mobilnya!
Apa?
Hei, kau ingin kehilangan pekerjaanmu, juga?
Ini adalah alamatnya.
Jika kau butuh bantuan, hubungi aku.
Rumah yang jelek sekali.
Bukankah dia sudah tumbuh besar!
Apa?
Butuh sedikit dirapihkan.
Siapa kau ini?
Kenapa repot-repot berkebun? Tak ada yang tinggal di sini.
Kau di sini sekarang.
Lupakan. Aku tak butuh tukang kebun.
Dasar sialan!
Perbaiki pintunya.
Akan kulakukan. Biar aku selesaikan ini dulu.
Perbaikilah sekarang, oke?
Cucu macam apa yang dia punya ini. Sangat kasar sekali.
Sampai jumpa.
Kota ini punya selera yang sangat buruk.
Dan sebungkus rokok.
Tak ada rokok.
Apa?/ Tak ada rokok untuk pelajar.
Apa yang sedang kau...
Kau!
Apa kau memperbaiki lukisan itu?
Semuanya jadi $15.80
Kau tinggal di sini?
Berikanlah dengan sopan lain kali.
Kartu ini sudah diblokir.
Baca apa yang tercantum di sana.
Platinum Card. Tapi ini belum cukup.
Aku tak percaya ini.
Kau tahu berapa banyak yang kumiliki di rekeningku?
Bahkan aku sendiri tak tahu. Kenapa? Karena selalu meningkat setiap harinya.
Kau dengar itu?
Aku tak peduli. Kenapa tak bayar dengan tunai?
Tanganmu kotor sekali. Simpan kembaliannya.
Kenapa mewarnai kukumu dengan sari bunga?
Warnanya jadi menghitam.
Aku tak sabar menunggu untuk salju pertama.
Apa tujuannya? Kau tak pernah jatuh cinta.
Usiaku 19 tahun. Aku pasti akan jatuh cinta.
Mungkin itu akan datang lebih awal untukmu Eun-whan.
Tuhan, berisik sekali.
Diam, tolonglah!
Kampung halaman dari hatimu.
Payah sekali!
Apa yang kau inginkan?/ Aku khawatir denganmu.
Kau sebaiknya mulai mengkhawatirkan dirimu sendiri.
Kenapa aku harus.../ Kau akan segera dipecat.
Tn. pengacara, dalam wasiatnya disebutkan tak boleh DO.
Jadi jika dikeluarkan itu tak masalah.
Kau ada di mana pun. Di mana kepala sekolahnya?
Dia sedang mengambil alat pertukangan di kantornya.
Tidak, aku sedang mencari...
Aku senang kalian semua di sini. Saling berkenalanlah.
Siapa wali kelasku?/ Itu aku. Aku yang mengajar senior.
Senang sekali bisa jadi gurumu.
Aku punya naskah untuk kalian.
Ini musikal. Kita harus berlatih keras.
Tak ada kelas literatur./ Kenapa?
Sapi milik guru sedang melahirkan.
Apa dia dari Seoul?/ Datang ke sekolah setelat ini?
Dia datang dengan gaya.
Dia pindah ke sini dari Seoul.
Perkenalkan dirimu dan duduklah.
Duduklah di sini.
Tuhan, lihatlah dengan badut-badut ini.
Dia melihat ke arahmu. Tanyakan namanya.
Hei, yang berbadan besar itu, apa dia bisa berkelahi?
Namanya Myung-sik. Myung-sik itu kuat sekali.
Dia bisa menghancurkanmu jika dia mau.
Jangan cari masalah dengannya.
Ada apa dengan logatnya?
Aku hanya bilang dia kuat sekali sehingga kau tak ingin...
Lupakan. Pastikan kau tetap memakainya.
Apa terlihat bagus padaku?/ Seperti pelacur gila!
Dia sangat tak berperasaan.
Hei./ Ya?
Temui aku di luar!
Ada apa dengannya?
Aku tak percaya ini. Hanya dia yang di ajak main.
Benarkah? Teganya dia? Kita tak bisa biarkan ini.
Kau harusnya bilang padaku di mana kau berada.
Aku mencarimu kemana-mana.
Harusnya kau bisa menebak tempatnya di sini.
Kupikir itu adalah kantin.
Terserah. Ayo lakukan.
Apa? Lakukan apa? Bersih-bersih di sini?
Sial!
Apa yang kalian lakukan di sini?
Bagimana dengamu?
Kenapa hanya Myung-sik saja? Tak ingin berteman dengan kami?
Apa yang kau sukai darinya?
Dengar. Aku minta maaf.
Aku tahu aku brengsek. Tapi aku belum pernah lakukan ini sebelumnya.
Kau ingin memukul duluan?/ Apa? Memukulmu?
Untuk apa?
Baiklah kalau begitu. Aku duluan.
Kau melakukan ini padanya?
Kau menghajarnya dan merombak ulang wajahnya?
Ya./ Kenapa?
Salah apa dia padamu?/ Tidak, tak ada.
Bawalah dia ke rumah sakit. Dan proteslah ke pihak sekolah.
Boleh aku pergi sekarang?
Apa yang sedang kau lakukan? Kau lelet sekali!
Makanlah.
Begitulah cara anak lelaki tumbuh dewasa.
Saat lukanya sembuh pikiranmu akan semakin terbuka.
Dengar, Myung-sik.
Jangan coba untuk membalasnya. Jika kau lakukan, akan kubunuh kau.
Kau paham?
Kau tahu aku tak seperti itu.
Ayo, makanlah!
No comments yet. Be the first to leave one.