The Killer

The Killer (더 킬러: 죽어도 되는 아이)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

The Killer 2022 720p BluRay x264 AAC-[YTS MX]
ความคิดเห็นโดย habier

แท็ก

BluRay
x264
720p
720
TS
YTS
เผยแพร่เมื่อ: 2022-12-09
ดาวน์โหลด: 304
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Naik lift.

Kapak!

Astaga.

Brengsek kau!

Anak itu baik-baik saja. Jagalah. Aku percayakan padamu...

Ada apa?

Tidak ada apa-apa.

Bercerminlah.

Apa itu ekspresi tak ada apa-apa?

Jadi, apa yang aku bisa bantu?

Jaga seorang anak.

Anak siapa?

Aku dan Ibunya mau ke Pulau Jeju.

Putrinya....

tidak ada yang menjaganya.

Umurnya?

17 tahun.

Mana suaminya?

Dia tak pernah menjenguknya sejak perceraian.

Sangat sulit baginya membesarkan seorang anak sendirian.

Anak itu sudah besar.

Gadis itu tidak akan merasa enak. Biarkan saja dia tinggal sendirian di rumahnya.

Rumahnya sudah tua dan atapnya bocor.

Jadi perlu diperbaiki.

Berapa lama aku jaga?

3 minggu.

Tak mungkin, pikirkanlah.

Merehab rumah dan berlibur butuh 3 minggu lamanya.

Tidak ada suami lagi, meninggalkan anak sendirian dan berlibur,

bukankah ini sebuah konspirasi?

Lakukan saja.

Nanti kukirimkan alamat dan nomor HP-nya.

Antar aku di bandara besok.

Lalu jemput anak itu sepulang sekolah.

Dan tempatkan di kamar kosong lantai dua.

Tunggu.

Dirumahku.

Bukan di rumahmu, rumah kita.

Tidak.

Kau mau anak itu yang tak kukenal tinggal di rumahku.

Diamlah. Menjengkelkan.

Dia membesarkan anaknya penuh kasih sayang.

Jika dia terluka...

luka sekecil pun,

bisa gawat masalahnya.

Ini pemaksaan dan peringatan.

Sayang.

Kau mau pergi menembak lagi?

Ya. Aku mau menembak lagi.

Jika kau menjaganya dengan baik kali ini...

bulan depan aku akan memuaskanmu.

Ya ampun, lihat!

Kayaknya enak?

Pasti sangat enak.

Sudah lama tak liburan.

Dulu aku pernah kesitu. / Benarkah?

Tempat yang sangat indah.

Ada apa, lihat ke depan?

Terima kasih banyak.

Duluanlah, kakak.

Jagalah baik-baik.

Nanti aku telpon.

Aku pergi dulu.

Kakak, tunggu.

Cepatlah.

Kau paman Bang Wee-kang, kan?

Kau Kim Yoon Ji.

Masuk.

Apa mobil ini mahal?

Gak mahal juga.

Dia temanku. Boleh dia numpang?

Hai.

Tidak masalah. Kemana?

Ke Hongdae. Mau beli buku.

Hongdae.

Baiklah kita ke Hongdae.

Anak remaja biasanya mengalami pubertas di usia 17 tahun.

Rasa ingin tahu yang menggebu-gebu.

Dewasa secara fisik, tapi secara mental masih anak-anak.

Karena ketidakseimbangan antara perkembangan fisik dan mental.

Remaja sekarang ini sangat rentan terhadap kesalahan kognitif.

Makanya orang-orang takut pada anak remaja.

Artinya, mereka sendiri tak tahu yang mereka pikirkan. / Paman.

Boleh aku nginap di rumahnya?

- Justru bagus. - Tapi jangan beritahu ibuku, oke?

Takutnya dia akan khawatir.

Jika butuh sesuatu, hubungi aku.

Kau bisa nginap beberapa hari, oke?

Berikan dompetmu.

Tak usah.

Jangan malu-malu. Sini berikan.

Untuk kebutuhan mendesak.

Saat mau ke rumah seseorang, kau harus belikan sesuatu.

Agar kau bisa tinggal lebih lama lagi.

Dan belilah makanan enak, oke?

Terima kasih, paman.

Kuberikan uang agar kau tidak keluyuran.

Jika kau langgar aturannya, kembalikan uangnya 2 kali lipat.

Jangan khawatir.

Oke.

Halo.

Kenapa kau tak angkat?

Siapa juga mau angkat telpon subuh-subuh?

Ada apa?

Perutku sakit.

Konsultasikan ke dokter ahli pencernaan.

Tolong, bantu aku.

Kau lagi dimana?

Ayahmu.

Kau gila apa?

Pamanku.

Halo, Aku kakak kelasnya Yoon Ji.

Halo.

Yoon Ji, aku pergi dulu.

Di mana rumahmu?

Kami akan mengantarmu.

Tak usah, aku naik taksi saja.

Hei.

Apa?

Perutmu sudah tak sakit lagi?

Sudah gak terlalu sakit.

Terus kenapa kau nangis jika gak begitu sakit?

Aku mau ke rumahmu, Paman.

Sial!

Bagaimana dengan temanmu itu?

Katanya mau nginap di rumahnya? Dan belajar kelompok.

Hei.

Paman, pulanglah duluan.

Lihatlah, apa aku tertawa...

atau menangis?

Kau membohongiku?

Jadi aku pulang sekarang?

Pulanglah.

Yakin aku pulang sekarang.

Ya.

Baiklah, jaga dirimu.

Hubungi saja jika kau butuh sesuatu.

Kau tidak perlu khawatir.

Baiklah, kalau begitu.

Semuanya sudah ada, ayo pergi.

Ayo pergi!

Sayang, restoran di sini makanannya enak.

Aku baik-baik saja, kau bersama anak itu, kan?

Dompetmu.

Anggaplah pekerjaan sampingan.

Emang sulit kau bantu?

Tidak apa kok.

Jika kau tutup matamu sejam kuberi kau 200$.

Jika itu tak apa, kenapa kau tak lakukan sendiri.

Sial, aku tak bisa bayar sebanyak itu.

20 dollar sudah lumayan, kan?

Brengsek. Kau gila apa?

Akulah yang bernegosiasi dengan klien.

Negosiasi apanya, sialan?

Sial, kau mau cari mati!

Aku akan berikan 200$ untuk pertama kalinya.

Oleh karena itu, anak di bawah umur lebih dari 50$.

Tapi apa kau masih ABG?

Bodoh amat dia masih ABG?

Katanya dia suka ABG.

Dasar bodoh.

Dalam berbisnis, kualitas yang harus diutamakan.

Kebanyakan orang tua kecanduan main sama ABG.

Kau kira mereka tidak bisa membedakannya?

Kau tak tahu apa-apa, bodoh.

Hei.

Dia membohongimu.

Aku tidak pernah menyuruhnya.

Tapi gadis ini bilang, dia tahu caranya agar kau kemari.

Jadi aku menunggumu datang.

Dengar-dengar kau menyukainya?

Aku tak pernah bilang.

Gadis ini tidak sendirian saat itu.

Kenapa kau datang setelah dia menghubungimu?

Tolong, biarkan aku pergi.

Sialan, bisa diam gak?

Aku tahu apa yang harus dilakukan jika terpaksa.

Kau memang wanita gila.

Dasar jalang!

Hentikan.

Jangan sampai dia terluka.

Siapa kau?

Kok bisa tahu kami disini?

Kenapa diam saja, bodoh!

Bajingan.

Kalian berdua pergilah.

Sialan.

Paman.

Paman.

Aku lapar.

Makanlah.

Berapa umurmu, Paman?

Bukannya kuberikan uang kemarin?

Belilah makanan.

Berapa usiamu? Kenapa belum punya anak? / Aku tak bisa punya anak.

Tidak bisa punya anak?

Jadi berapa umurmu?

42, oke?

Lebih tua dari ibuku.

Tapi penampilan paman berusia 35 atau 36 tahun.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left