Defiance

Defiance

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Defiance 2008 All BluRay
ความคิดเห็นโดย HeisenbergLab
Karya salah satu anggota El-Heisenberg. Terjemahan manual, selamat menikmati :)

แท็ก

BluRay
เผยแพร่เมื่อ: 2016-10-27
ดาวน์โหลด: 175
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Sebelum kami masuk ke Jerman...,

...kami berbaris tegap seperti Jerman, dengan kekuatan penuh!

Tembak!

Jangan ! Dia anakku !

Mama ! Mama !

Mama ! Mama ! Mama !

- Apa yang kita lakukan ini ? - Diam.

Kita harus pulang sekarang. Ayo !

Ya Tuhan !

Oh tidak !

Papa !

Aron

Kemarilah. Sudah aman sekarang.

Ayo.

Hentikan itu.

Asael ! Berhenti !

Berhenti ! Berhenti !

Kau mau terus menangis ? Hentikan ! Hentikan !

Ayo pergi dari sini. Aron. Ayo.

Tuvia ! Itu Tuvia.

Jika aku adalah tentara Jerman, kau pasti sudah mati.

- Papa dan Mama. Mereka membunuhnya! - Aku tahu.

Aron.

Kakak tertua sudah kembali rupanya.

Kau bertemu mereka ?

Kemana istri dan anakmu ?

Horodyszcze. Bersembunyi di sebuah gudang. Aku akan menjemput mereka ketika sudah aman.

- Dan Rifka ? - Novogrudok.

- Dia tidak akan pergi. - Kau masih...

- Dia masih istriku. - Istri yang kaya raya.

Beritahu aku, Tuvia, Mengapa kau kembali lagi ?

- Kau punya rencana ? - Tidak.

Kau ?

- Para polisi akan menemukan kita. - Kita telah berlari dari mereka sepanjang hidup.

- Kau pikir ini waktu yang tepat untuk menyerah ? - Kami tahu hutan ini.

Mereka tidak akan menemukan kita di sini.

Aron !

Aron !

Aku telah memberitahu nya untuk tetap diam di sini.

Aku rindu Papa.

Aku tak percaya dia telah meninggal.

- Bernicki. - Kita tidak tahu apa dia yang melakukannya.

- Kapten para polisi itu ? - Dia selalu berlaku buruk kepada Papa.

- Tapi kita tidak tahu apakah dia yang membunuhnya. - Jadi kita hanya perlu pergi dan menanyakannya.

Koscik punya pistol. Dia pernah menunjukkan padaku sekali.

Satu pistol itu tidak ada apa-apanya. Kita perlu senapan, senapan mesin.

- Senapan mesin ? Jadi kau akan mengambilnya di markas para tentara Jerman itu ? - Cuma karena..

- Anak ini terluka. - Tolong baringkan dia disini.

Tuvia.

Kita tidak bisa memberi mereka makanan itu.

- Aku akan meminta makanan ke Koscik. - Dan pistol juga.

Dan juga pistol.

Kau tidak perlu bantuanku kan ?

Aku hanya punya empat peluru.

Terima kasih.

Ayahmu adalah pria yang baik.

Dia juga bilang kau begitu.

Tidak usah pedulikan wanita itu. Mari bersulang.

Tuhan telah memanggil mereka.

Hei... Kau mau Vodka ?

Aku hidup dengan kondisi seperti ini. Bisa kau bayangkan ?

Ke gudang.

Ya Tuhan !

Kau bekerja sampai lembur, Bernicki.

Ya, berburu para Yahudi...

Para atasan kita yang baru benar-benar terorganisir.

Tenang sedikit !

Berburu pasti membuatmu haus.

Lima belas dalam sehari...

500 rouble untuk setiap orang yang berhasil dilumpuhkan.

Seorang Yahudi berharga semahal itu ?

Apakah ada bayaran lebih bagi orang yang agak gemuk ?

Aku temukan lima orang didalam parit. Baunya sangat jelek, Aku rasa Jerman tidak menginginkan mereka.

Mungkin harganya akan turun.

Kau tahu tentang Bielskis?

Kami kehilangan mereka ketika mengunjungi para orang tua.

Istriku tidak akan suka malam-malam yang panjang ini.

Simpanlah.

Kau mencoba menyuap seorang penegak hukum ?

Kau menyembunyikan lebih banyak vodka illegal ini didalam gudang ?

Silahkan, lihatlah sendiri.

Dan tolong bersihkan kotoran-kotoran sapi itu selagi kau disana.

Ah !

Pastikan matamu tetap terbuka !

Perburuan yang bagus.

- Maaf, mereka harus pergi bersamamu. - Lalu apa yang harus kulakukan dengan mereka ?

Para polisi yang tadi itu... Apakah mereka bagian dari pembunuh orang tuaku ?

Dasar kalian ini. Mengapa susah sekali untuk berteman dengan seorang Yahudi ?

Jadilah salah satunya.

- Siapa dia ? - Ayo.

Terima kasih. Ayolah. Ayo.

Kau orang yang duduk paling belakang, di sekolah. Aku Shimon H'aretz.

- Aku kira kau sudah meninggal. - Setidaknya aku sudah setengah mati.

Aku dengar kau berbicara tentang orang tuamu tadi. Aku turut prihatin.

Saudara-saudaramu yang lain. Siapa namanya, yang paling pembangkang itu ?

- Zus. Dia bersama dua saudaraku yang lain. - Kau bersembunyi didalam hutan ini ?

Apakah kau ada masalah sebelum ini ? Dengan polisi mungkin ?

Kemudian kau kabur ke hutan ini. Pilihan yang bijak.

Sebuah keputusan yang cerdas... Untuk seorang anak sekolahan yang bodoh.

Seumur hidupku, rasanya aku telah mengajarkan orang lain untuk hidup dengan cara yang benar.

Aku tidak pernah ragu. "Ini adalah jalan Tuhan, yang ini bukan."

Kau akan memaafkanku jika kejadian akhir-akhir ini agak menggoyahkan tekadku.

Persis seperti di sekolah. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau bicarakan.

Ayo kita berangkat.

Ini, ambillah. Kau tidak lapar ?

Adikmu tidak bisa bicara ?

Dia menyaksikan banyak hal buruk.

Aku menyuruhmu untuk mencari makanan Dan kau malah membawakan banyak mulut untuk diberi makan.

- Kau memerintahku ? - Oh, ya ampun.

Bernicki adalah orang yang membunuh Papa.

Setidaknya, apa kau telah mendapatkan pistol ?

Hanya ada empat peluru.

Jadi, kita harus bisa mengandalkan mereka.

Kau lembur lagi.

Besok adalah hari minggu. Apa kau libur ?

SS sialan itu tidak pernah tidur...

Kau tahu siapa aku ?

Duduk !

Kau pasti tahu kenapa aku disini.

- Apa maksudmu ? - Apa maksudku ?

Jika mereka memerintahku untuk mencari seseorang, Aku akan menemukannya. Itu kerjaku.

Membunuh para Yahudi.

Atau kehilangan pekerjaanku.

Dan kau menikmati pekerjaanmu.

Aku selalu adil pada keluargamu.

Semua orang tahu bahwa kau penyelundup. Sementara aku tidak memandangmu begitu.

Tanya saja ke bapakmu.

Bapakku ? Kau bisa tanyakan sendiri kepadanya.

Berlutut.

Berlutut !

Tolong... Aku mohon.

Demi orang tuaku, David dan Beila Bielski.

Demi para saudaraku, dan semua korban lainnya.

Bunuh aku juga ! Bunuh !

Sialan !

- Hanya tersisa satu. - Untuk anak laki-lakinya.

Bagaimana rasanya ?

- Bagaimana apanya ? - Membunuh mereka.

- Asyik kan ? - Tutup mulutmu.

- Bagaimana dengan orang-orang ini ? - Entahlah.

Para wanita akan memperlambat kita. Gurumu yang tua itu...

Kenapa, kau takut dia akan memukulmu karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah ?

Kita harus bisa pindah, Tuvia, secepatnya.

Aku setuju. Tapi mereka sudah disini sekarang.

Kita tidur saja sedikit jauh dari jalan ini. Jika ada yang datang, mereka akan ditemukan duluan,

dan tembakan-tembakan senapan seharusnya memberikan cukup waktu untuk kita kabur.

Baiklah... Tapi setelah ini tidak lagi.

Tidak lagi.

Aku tahu. Aku tahu !

Tamara, kau ingat sepupumu Zus. Silahkan, duduk dan hangatkan dirimu.

- Lazar. Dia adik bungsunya Isabel. - Halo.

- Dan ini Isaac Malbin. - Halo.

- Dia berasal dari Minsk. - Tuvia.

- Asael ! Carilah makanan untuk mereka. - Aku kasihan dengan mereka semua, tapi...

- Mereka keluarga kita ! - Dan bagaimana cara kita memberi makan keluarga ini ?

Kita akan membuat sup.

Dan yang satu itu... Dia keluarga kita juga ?

- Bukan. - Oh.

Wow !

Sialan kau !! Apa kau tidak pernah menggunakan palu sebelumnya ?

- Eeee... tidak pernah. - Jadi apa kerjamu ?

Aku rasa kalian layak menyebutku, seorang intelektual.

Apakah itu pekerjaan ?

Aku menerbitkan majalah.

- Ah. - Lebih tepatnya, sebuah jurnal.

- Hmm. - Atau lebih terlihat seperti Pamflet.

Tuvia ?

Ini Lila. Dia adalah istriku di hutan ini.

Oh, oke.

Selamat.

Konsep yang menarik.

Hanya selama istrinya yang di desa masih dalam persembunyian.

- Hai, anak muda. Ada yang bisa kami bantu ? - Makanan. Kami ingin makanan.

Bocah sialan ini sedang mencoba untuk menggertak kita. Apa kau punya peluru untuk menembakku ?

Kami punya makanan. Akan kami berikan.

Tunggu. Aku ingin lihat apakah bocah sialan ini punya peluru untuk menembakku.

Kau senang menembak orang-orang Yahudi, bocah sialan ? Huh ?

- Kalian Yahudi ? - Tidak, kami orang-orang Gestapo.

- Turunkan senjatamu. - Sebelum aku tusukkan ke bokongmu.

- Hei ! Lihat aku ! Darimana asalmu ? - Horodyszcze.

Kami belum makan dua hari. Namaku Paretz.

Dan ini Jacov.

Dua hari yang lalu ada 3000 orang Yahudi di Horodyszcze. Dan sekarang... hanya tersisa 50.

Aku dan dia, bersembunyi dibalik tembok.

Apa kau kenal seorang wanita... namanya Sonia Bielski ?

Kami kenal dia.

Punya seorang anak.

Anakku... Harusnya aku melindungi mereka !

- Hentikan. - Aku... Sonia !

Mama !

Papa !

- Banyak sekali yang meninggal ! - Aku tahu.

Mengapa bukan kita saja ?

Aku tidak tahu.

Lebih baik bersembunyi didalam hutan...

...seperti kelinci...

...yang diburu. Tidak.

Kami mencari para pengikut. Apa nama otriad-mu ?

- Apa itu otriad ? - Itu semacam pasukan bersenjata.

Kami dengar Rusia sedang mulai menyusun rencana.

More Indonesian subtitles for Defiance

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left