A Tragedy Foretold: Flight 3054

A Tragedy Foretold: Flight 3054

Congonhas: Tragédia Anunciada

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

A Tragedy Foretold Flight 3054 S01 2025 NF WebDL 1080p VP9 DR1VEN
ความคิดเห็นโดย dr1ven
NF Retail

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2025-05-06
ดาวน์โหลด: 38
ผู้พิการทางการได้ยิน: No
FPS: 24

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

KECELAKAAN PESAWAT PALING MEMATIKAN DALAM SEJARAH AMERIKA LATIN

Sangat menyakitkan bagi kami untuk mengingat masa lalu itu,

tetapi kurasa penting membagikan kisah ini.

Dengan begitu, orang bisa tetap waspada dan keamanan dapat dianggap serius.

Uang sebanyak apa pun takkan bisa menghidupkan putriku.

Ini bukan soal kompensasi.

Aku tak mau kehilangan dua anakku yang tersisa.

Untuk itu,

sangat penting untuk meningkatkan keamanan dalam sistem transportasi udara kita.

Tanggal 17 Juli 2007.

Airbus A320 milik TAM…

…melintasi landasan Bandara Congonhas di São Paulo…

…dan meledak setelah menabrak gedung milik TAM.

Di pusat kota terbesar di Brasil.

Kecelakaan itu menewaskan seluruh 187 orang di dalamnya

dan 12 orang lain di darat.

Peluang menemukan korban selamat terus menipis.

Ada dua orang di jendela!

Pesawat menghancurkan gedung itu. Orang-orang meninggal seketika.

Mereka hancur.

Dalam kekacauan itu, apa yang dia lakukan?

Dia memeluk anak itu dan…

Kita berurusan dengan mayat yang hangus.

Ini pemakaman tanpa jasad.

Investigasi polisi telah dimulai untuk mencari tahu

penyebab kecelakaan itu.

Namun, penyelidikan polisi dilakukan secara rahasia.

Kenapa dirahasiakan?

Kami menuntut penjelasan!

Kami sering berpikir itu bukan kecelakaan.

Mereka dibunuh.

Semua orang sudah menduga itu akan terjadi.

- Tragedi yang terduga. - Terduga.

Tragedi yang terduga.

Sepuluh bulan sebelum kecelakaan yang melibatkan Airbus TAM,

krisis di sektor penerbangan sudah terjadi.

Pihak tertentu seharusnya bertindak, tetapi tidak. Itu pembunuhan.

Komisi Penyelidikan Senat memutuskan pembatalan kerahasiaan

Direktur Badan Penerbangan Sipil Nasional, Denise Abreu.

Aku juga korban!

Aku terpilih sebagai kambing hitam

atas sistem politik negara ini!

Kerjamu sudah bagus. Teruskan.

Kau bisa mengandalkanku.

Saat kubilang, "Olavo benar," itu karena dia benar!

Kita tak bisa menyalahkan atau menghapus tuntutan siapa pun

berdasarkan pendapat yang tergesa-gesa.

Keluarga percaya bahwa, akhirnya, keadilan akan ditegakkan.

Kami berharap hukuman maksimal.

Angkatan Udara sedang menyelidiki semua faktor yang mungkin berkontribusi

pada tragedi terbesar dalam penerbangan Brasil.

Kesaksian pilot sangat meyakinkan.

Mereka takut mendarat di Congonhas.

Sejak awal,

aku ingin mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawab

atas hal yang menimpa putriku.

PENYIDIK

Sejak malam pertama.

FLIGHT 3054

BANDARA CONGONHAS SÃO PAULO

Memahami cara kerja bandara yang ada di tengah kota itu sulit.

Pulau penuh pesawat terbang terimpit di antara rumah dan gedung hunian.

Kubandingkan Bandara Congonhas dengan kapal induk.

AMBANG LANDASAN DENGAN WILAYAH PERUMAHAN JABAQUARA

Bandara itu selalu menjadi tantangan besar bagi pilot mana pun.

Bandara itu selalu punya

reputasi yang buruk.

Reputasinya benar-benar yang terburuk. Anggap saja begitu.

Panjang landasan pacunya adalah salah satu kekhawatiran.

Congonhas tak punya area pengaman.

Di ujung landasan pacunya, tak ada tempat lagi.

Entah kau jatuh ke bawah atau ke samping.

Pesawat melewati jendelaku. Aku hampir bisa melambai ke kaptennya.

Bandara Congonhas São Paulo adalah yang tersibuk di Brasil.

Setiap menitnya, ada pesawat yang mendarat atau lepas landas.

Pesawat lewat silih berganti.

Itu absurd.

Tidak ada pengaman.

Ini menciptakan sebuah stigma,

kekhawatiran besar di antara kru,

membuat operasi lebih menantang.

Lalu pada 1985, Guarulhos dibangun, bandara internasional.

Namun, Congonhas tak pernah benar-benar ditinggalkan

karena jaraknya yang sangat dekat dengan pusat kota.

Saat itu, dunia penerbangan terus-menerus khawatir.

"Astaga."

"Congonhas mengerikan."

"Congonhas itu rumit."

"Itu selalu penuh."

Rasanya seperti ada sesuatu yang menunggu datang.

BANDARA CONGONHAS

Terlalu banyak orang dan pesawat untuk satu bandara.

Di Congonhas, bandara tersibuk di Amerika Latin…

Berengsek!

…kekacauan dimulai lebih awal, dengan 160 penerbangan tertunda.

Ini bandara yang sudah usang, ketinggalan zaman, dan rusak.

Saatnya kita mengevaluasi kembali kelanjutan bandara ini.

Kecelakaan pesawat Congonhas terjadi dalam skenario ini.

Skenario yang rumit.

Seolah-olah udaranya lebih berat.

TANGGAL 17 JULI 2007 DUA JAM SEBELUM KECELAKAAN

PUKUL 17.00

BANDARA SALGADO FILHO PORTO ALEGRE

Bagaimana penerbangan 3054 lepas landas dari Porto Alegre?

AYAH THAIS

Aku melihat proses naiknya penumpang.

Thais hendak pergi ke São Paulo.

Itu kali keduanya naik pesawat sendiri.

Dia mendapat teman di sekolah baru,

jadi dia mengundang seorang temannya untuk berlibur musim panas di São Paulo.

Teman sekelasnya, Thais,

hendak mengunjungi kakek-neneknya di São Paulo dan mengajak Rebeca.

Aku sudah kenal orang tua Thais,

jadi tak ada masalah.

Kuantar Thais ke bandara, Rebeca diantar ibunya,

dan mereka bertemu di bandara, penuh semangat.

- Dia meneleponmu dari bandara? - Ya.

Dia meneleponku dan berkata,

"Terima kasih atas trip ini, Ayah. Aku sayang Ayah."

Itu masih dalam masa yang disebut Krisis Sistem Penerbangan,

dengan kekacauan sistem transportasi di bandara di mana-mana.

Kuantar seorang teman ke bandara dan dia berkata, "Bandara ini buruk."

Kataku, "Putriku akan terbang

dan dia tak tahu kekacauan yang menunggunya."

Aku tak pernah membayangkan apa yang akan menimpanya.

Kakeknya akan menjemput mereka di bandara di São Paulo.

Aku menunggu mereka naik pesawat.

Begitu banyak orang yang naik hingga kupikir,

"Pesawat itu bisa memuat banyak sekali orang."

Bisa jemput aku di Congonhas?

Itu akan jadi lepas landas terakhir pesawat itu.

…dua pilar…

Aku menunggu waktunya tiba.

Perjalanan terakhir orang-orang itu.

Lalu mimpi buruk dimulai.

DUA MENIT SEBELUM KECELAKAAN

Menara Kendali, São Paulo, TAM 3054.

Menara Kendali, TAM 3054 ingin tahu apa di Congonhas sedang hujan.

Hujan ringan tanpa henti.

Landasan basah, tetapi tak ada laporan terjadinya selip.

Berapa kecepatanmu, 3054?

Saat ini, 230 knot.

Kru, bersiap mendarat.

Hari itu dingin.

Saat itu Juli. Musim hujan.

Aku manajer proyek TI.

Banyak orang bekerja di gedung itu.

GEDUNG TAM EXPRESS

Mungkin ada 100-150 orang.

Namun, itu rutinitas kami. Pendaratan dan lepas landas seharian.

Kami terbiasa dengan kebisingan itu.

Kami mendengar suara mesin itu sepanjang hari.

Harap konfirmasi kondisi pendaratan.

TAM 3054, landasan basah dan licin.

Landasan pacu 35L aman. Pendaratan telah diizinkan.

Saat menyelesaikan giliran kerjaku,

aku menoleh ke Wanderlei dan berkata, "Aku sudah selesai."

Kami biasanya pergi bersama.

Kami mengobrol seperti biasa,

lalu tiba-tiba, ada suara mesin yang makin keras dan dekat.

Suaranya sangat keras.

Itu terus mendekat.

Lalu kecelakaan itu terjadi.

Itu terjadi sangat cepat.

- Apa itu pesawat di sana? - Pastinya!

Itu terbang tepat di atas kami saat kami makan!

- Hati-hati! - Ia tergelincir?

Tergelincir dari sana!

Orang-orang berteriak minta tolong!

Tenang! Ambil alat pemadam kebakaran!

Jangan melompat!

Tak ada waktu untuk mengatakan, "Apa itu? Apa yang terjadi?"

Tidak sempat.

Reaksi kami adalah lari ke tempat aman. Kami tak tahu apa yang terjadi.

POLISI MILITER

PEMADAM KEBAKARAN

Aku salah satu perespons pertama.

PAHLAWAN DAMKAR

Aku ingat hari mulai gelap.

Namun, saat aku makin dekat,

menjadi sangat terang.

Itu mirip matahari.

Aku tak melihat pesawat.

Bahan bakarnya sudah menyebar ke seluruh struktur gedung.

Panasnya begitu menyengat.

Air menguap bahkan sebelum mencapai inti dari kobaran api itu.

Tambah airnya! Kami butuh lebih banyak air!

Kami kehabisan air!

Petugas damkar lain memberitahuku, "Kami kehabisan air."

Aku tak peduli soal air.

Aku ingin menyelamatkan orang-orang yang melompat dari gedung itu.

Tolong, Operator,

cek apakah memungkinkan mengirim truk bertangga,

mengingat orang-orang mencoba melompat dari gedung yang terbakar.

Para pegawai di lantai satu coba melarikan diri dari kobaran api.

Wanita ini melompat dan diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Seseorang berkata, "Jangan lewat tangga. Mayoritas asapnya ada di sana."

Saat itulah…

Kulihat tak ada lagi oksigen.

Pada saat itu, seseorang berteriak, "Ayo berbaring agar bisa bernapas."

A Tragedy Foretold: Flight 3054 subtitles in other languages

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left