Fearless

Fearless

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Fearless [BluRay] -YIFY-
ความคิดเห็นโดย Ikude

แท็ก

BluRay
เผยแพร่เมื่อ: 2013-12-09
ดาวน์โหลด: 46
ผู้พิการทางการได้ยิน: Yes

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Hei! Masih ada lagi disini! Bawa tim yang lain.

Tim lain sebelah sini, ke ekor pesawat.

Kita butuh lebih banyak bantuan.

Kau tak apa? Bayinya baik-baik saja?

Tak apa-apa. Kau bisa tetap bersama ayahmu.

Aku bukan ayahnya. Dia sendirian.

- Pergilah. Kau akan baik-baik saja. - Aku mau bersamamu.

- Bawa dia. - Kumohon.

Aku akan cari ibu si bayi.

- Pergilah. - Ayo.

Ikutlah denganku. Kau akan baik-baik saja. Ayo.

Semuanya, tolong, tolong tetap di tempat.

Kami akan kesitu sebentar lagi.

Bawa mereka keluar dari sana. Itu akan meledak!

Bawa mereka keluar!

Tidak! Putraku!

Putraku ada di dalam sana!

Anakkku masih disana! Aku harus mengambil putraku!

Anakku di dalam sana!

Anakku...

Tidak! Tidak!

Ibu!

Kau tak apa?

Aku perlu pertolongan disini. Pindahkan.

Kau korban kecelakaan?

Tidak. Aku menemukan bayi ini.

- Aku harus mencari ibunya. - Oke.

Ada seorang wanita disana. Dia sedang mencari bayinya.

Ya.

Sebelah sana.

Apa ini bayimu?

Malaikat mungilku.

Aku mau ke hotel terdekat.

Kau pasti bercanda.

Kau tidak mati.

Juru bicara Intercity Air mengindikasikan...

...diperkirakan 200 penumpang--

60 dari Bakersfield.

Liputan lokal mengabarkan kecelakaan pesawat yang terjadi...

...di sebelah timur kota di rute 7 dekat danau. Saksi mata--

Orang-orang begitu ketakutan.

Meskipun, sangat mengguncang, para korban bisa menjaga diri mereka.

Kupikir mereka dapat melakukannya dalam situasi seperti itu...

dan kru penyelamatnya sangat profesional...

Max.

Max Klein.

Sedang apa kau disini?

- Cuma lewat saja. - Dasar bajingan, kau tak berubah sedikitpun.

- Usaha yang bagus. - Memang benar. Lihat dirimu.

Aku tak percaya ini, Max. Sudah 20 tahun.

Ini pancake stroberi?

Yap.

Aku mau...

- Kalian punya banyak stroberi? - Kurasa.

Tolong, bawakan aku semangkuk.

Aku tak ingat kau suka stroberi.

Bagaimana Bill? Sudah jadi ketua Dinas Teater?

Tidak, dia melewatkannya.

Dengar, kupercepat saja.

Aku tak tahan menghadapi cobaan demi cobaan.

- Hidupku seperti bencana. - Tidak, tak seperti itu.

- Ya, seperti itu. - Percayalah.

Hidupmu bukanlah bencana.

Aku gemuk. Aku tak menulis beberapa tahun ini.

Timmy, putra sulungku, tidak punya kemampuan belajar.

Aku sudah berusaha mengasihinya...

tapi tak seperti yang kuharapkan.

Si dua ini, James dan Sarah, iri dengan perhatian ekstra milik Timmy...

jadi mereka berulah di sekolah untuk membalas kami.

Mereka bikin suatu kelompok pendukung...

untuk saudara kandung yang tak mampu belajar.

Dan si bungsu, si cantik, Ellen...

yang akan jadi penari balet hebat...

mengalami cedera kaki saat bermain bola basket dengan kakaknya.

Dan si Bill, dia meniduri seorang pelajar.

Ini menyedihkan. Lebih dari tragis.

- Makanlah stroberinya. - Apa baiknya memakan itu?

Buah terlarang selalu baik.

Buah terlarang.

Aku kemari bukan untuk itu.

Payah.

- Kau selalu setia. - Dan kau?

Siapa yang harus kusetiakan?

Tunggu dulu.

Bukankah kau alergi dengan stroberi?

Kau hampir mati saat kecil dulu memakan stroberi.

Aku sudah lewati masa itu.

Lihat? Tak ada reaksi.

Tak ada reaksi sama sekali.

- Itu dia. - Ya, apa?

Selamat pagi, pak. Aku agen Parsons, ini Agen Smith.

Kami dari FBI.

Kau terdaftar sebagai Tn. Max Klein, 1147 Varennes di San Francisco.

Apa itu benar?

- Itu aku. - Bisa kami masuk?

Pak, kau ada di penerbangan dari San Francisco ke Houston...

- yang mengakibatkan situasi darurat--? - Ya, aku disana.

Kabur dari tempat kejadian? Pergi begitu saja?

- Jam berapa ini? - Jam 10, Kamis pagi.

Kau hilang hampir sehari.

- Hilang? - Tn. Klein, apa yang kau lakukan disini?

Kau meninggalkan kecelakaan, menyewa mobil, pergi ke L.A.

Kenapa?

Mereka tak membutuhkanku lagi.

Membutuhkanmu untuk apa?

Apa aku ditahan?

Tidak. Kau tak melakukan apapun.

Apa kau...?

Kau kenal pria ini?

Tn. Klein, aku Cindy Dickens dari Intercity Air...

aku disini untuk mengantarmu pulang ke rumah.

Baik sekali. Tak ada yang mengantarku ke rumah sejak kelas 1.

Aku punya tiket dari Amtrak untuk membawamu ke San Francisco.

- Dan keretamu akan tiba sejam lagi. - Aku mau terbang.

Maaf?

Kau akan menerbangkanku ke San Francisco secara gratis, kan?

Tentu saja.

Saat aku bicara dengan istrimu dan mengabarkannya lewat telepon...

dia bilang, sebelum kejadian tak menyenangkan...

- Kecelakaan. - Ya, benar.

Sebelum, itu, kau takut terbang.

Aku mau pulang dengan maskapaimu, tapi aku punya permintaan.

- Ya, pak? - Aku mau yang kelas pertama.

Ya, super. dengan pelayanannya, pak.

- Persiapan Kokpit? - Selesai.

- Tes cahaya? - Cek.

- Oksigen dan interfon? - Sudah.

- Peredam yaw? - Aktif.

- Hidrolik? - Aktif.

Pak, bisa kulihat boarding passmu?

Baik, kursi anda ada di lorong sana.

- Baik. - Dia sudah di pesawat?

Ya, dia duduk di sebelah sana.

Baik. Aku mengerti.

Aku baru sampai.

Hai. Aku Bill Perlman. Hai.

Mau pulang, kan? Senang bisa pulang lagi.

Kau psikolog.

Itu benar.

Aku fokus pada pengobatan gangguan stres pasca-trauma.

Aku menulis buku tentang itu, dan beberapa maskapai menyewaku--

Kita baru saja meninggalkan pintu gerbang.

--Sebagai konsultan dan bekerja untuk korban kecelakaan.

Tentunya, salah satu tunjanganku memberikan tiket gratis.

Sabuk pengaman, kurasa kau harus memakainya.

Sering bepergian demi pekerjaan yang kuanggap sudah seperti liburan...

Itu normal. Cukup tenang saja.

Aku tidak takut.

Tapi aku mau minuman lainnya saat kita mengudara.

Harus kubilang, jika kita mengudara.

- Ibu, dia disini. - Kau kelihatan baik.

Aku tahu kau pasti baik-baik saja.

Max, Max. Oh.

Kami sungguh khawatir. Ini mukjizat.

Kamu masih hidup.

Aku tak bisa kehilanganmu.

- Kopi? - Ya kopi.

- Lihat dirimu. Dia sempurna. - Ya. Dia baik saja.

Masuklah.

- Ayah takut? - Tidak. Tidak sama sekali.

- Permisi. Aku Steven Brillstein. - Nan suruh ia menunggu disini.

Dia pengacara.

Maaf mengganggu, tapi Ny. Gordon frustrasi.

Maskapainya tak bisa memastikan.

- Jeff sudah mati. - Oh, ya Tuhan.

- Astaga, Max. - Max bukan dirinya yang sekarang.

- Bagaimana kau tahu? Kita baru saja bertemu. - Aku Bill Perlman.

Dia ahli terapi, bekerja untuk maskapai.

Aku disini untukmu, Max.

Jika maskapai membayar tagihanmu, bisa jadi itu konflik kepentingan.

Aku harus memperingatkan Tn. Klein apapun yang ia katakan padamu--

Aku percaya. Perjanjianku--

Kita bahas itu nanti.

Dengar, Nan tidak tahu. Dia kira kalau kau masih hidup--

Tidak, aku akan mengabarinya.

- Bisa kita bicara empat mata? - Ini bukan tempatnya.

Baiklah, keluar. Keluar!

Kita harus bicara.

- Max, tenanglah. - Ayah!

- Kau tak apa? - Aku tak apa-apa.

Aku tak memukulnya terlalu keras.

Aku tak bisa membantumu sekarang.

Jika kau butuh sesuatu, telepon saja, oke?

- Kurasa dia masih syok. - Tidak apa-apa.

Kita semua disini.

Sejujurnya Ny. Gordon, aku harus tahu rinciannya.

- Kau yakin tak apa? - Aku baik saja, terima kasih banyak.

- Keberatan kalau aku bicara jujur? - Aku lebih suka itu.

Kau sudah lihat jasad Tn. Gordon.

Biar kuberi saran.

Saat kau bicara pada pengacaramu, sebaiknya pastikan kau melihat...

jasad rekanmu, dan berpikir kuat apalagi yang kau lihat.

Tak masalah kau sudah cerita pada orang lain.

Di kecelakaan ada reaksi yang tertunda.

Ingatan apa yang terjadi kembali secara bertahap.

Aku tahu, aku tak pandai bicara soal itu...

tapi ini penting yang kau ingat...

jika kau melihat Tn. Gordon dibunuh.

Satu hal lagi, jika ia tak tewas seketika...

jika ia merasa kesakitan--

More Indonesian subtitles for Fearless

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left