200 บรรทัดแรก
Translate By Si Rais A member of IDFL(Trademark)
Maukah Kau Menjadi Temanku!
- Nona Devi, suka ada disini juga ya. - Aduh, kau jangan begitu.
Sampai kini aku masih belum mengerti apa alasanmu pergi Ke London.
Dikota Shimla ini kau seorang yang kaya dan terhormat?
- Ini bukan masalah uang kawan. - Lalu?
- Kawan! Kau pernah melihat gadis Inggris? - Lupakan gadis inggris.
Ini bukan masalah uang Arjun, ini mengenai Dot Com.
Kau lihat saja industri teknologi komputer yang semakin besar.
Dan semua ide yang aku ciptakan pasti akan sukses, kalau tidak untuk apa aku meninggalkan India?
- Jangan-jangan kau akan melupakan kami? - Apa yang kau katakan?
Tidak mungkin kami melupakan persahabatan kita.
Kau dengar, bila persahabatan orang tua kita tidak akan berkahir...
...maka persahabatan kita juga tidak ya. - Persahabatan kita tidak akan pernah berakhir Raj.
- Tina, kau akan menulis surat, kan? - Iya aku akan menulisnya.
- Setiap hari aku akan mengirim E-mail untukmu. - Tapi aku kan tidak punya Komputer.
Oh iya, kau tidak punya komputer ya.
- Tapi aku punya komputer. - Bagus!
Aku akan mengirim E-mail untukmu di komputer Puja.
Puja, kau memang sahabat yang baik.
Raj sudah waktunya berangkat.
Tina, London kota yang sangat besar
Tina, disini banyak gedung tinggi Big Ben disini lebih besar dari Menara Shimla.
Kami adalah salah satunya keluarga lndia di sini...
...dan sisanya keluarga inggris
Yang paling menyenangkan dari sekolah disini kita tidak memakai seragam.
Semuanya seperti buku komik. London sangat...
- Aku bosan. - Sangat indah dan kota yang besar...
- Tetapi aku merindukan kau dan India. - Dan kau.
Aku akan merindukan jawabanmu. Dibalas ya. Dari Raj.
Aku harus mengirim surat lewat email? Tidak mungkin.
- Hari itu kau bilang mau menulis surat untuknya - Iya mungkin.
Kau sangat jahat dan Raj sangat baik. Dan kau tidak pernah berhenti mengodanya.
Jadi aku harus menulis E-mail untuknya, begitu?
Jika kau suka, maka kau saja yang menjawabnya.
Dear Raj, kedengarannya london sangat menyenangkan. Shimla masih sama saja.
Tadi siang kami memasak Gobi Paratha. Kesukaanmu. Aku langsung mengingatmu.
Apa di London kau juga dapat Gobi Paratha? Sekarang aku mengerjakan PR dulu.
Tina, aku senang sekali kau menjawab E-mailku. Sekarang kita akan selalu menjadi teman.
Iya disini memang dapat Gobi paratha.
Ibu sudah melatih koki Italia untuk membuatnya.
Tapi rasanya tidak seperti di India.
Kau tahu aku jadi juara kelas.
Aku tidak tahu kau bisa belajar sangat giat seperti Puja.
Kau tahu, aku telah dipilih menjadi pemain kriket.
Mungkin suatu hari aku bisa menjadi pemain kriket terkenal.
Hari ini aku dapat sahabat baru, Ronnie Mendonca. Setiap hari minggu aku pergi ke Gereja dengan Ronnie
Tapi minggu ini ada sesuatu yang aneh.
Tiba-tiba di Gereja aku menyanyikan nada yang aneh.
Aku akan mengirimkan untukmu nada itu. Setiap kali aku di gereja.
- Nadamu menjadi kebiasaanku sepertimu. - Kini aku juga setiap kali pergi ke Gereja
Aku tidak akan bisa tidur dimalam hari bila aku tidak..
...menceritakan kejadian seharian padamu. - Kemudian aku memulai membaca sebuah kisah.
Love story adalah kisa cinta yang sangat indah.
Hai kau tahu sesuatu, aku punya foto 15 tahun yang lalu kau dan Puja.
Sudah berapa kali aku katakan, setidaknya kau kirimkan fotomu.
Kau selalu mengatakan kau selalu mengenalku denga baik.
Aku mau lihat saat kita berhadapan, apa kau akan berhasil mengenaliku atau tidak?
Ayolah, Siapa yang memerlukan foto? Aku akan mengenalmu dalam pandangan pertama.
- Potretmu telah ada dalam hatiku. - Bohong.
Kita akan segera mengetahui kebenarannya. Ada kabar baik, aku akan kembali.
Aku akan kembali ke lndia. Aku akan kembali ke India.
Setelah sekian lama dan bertemu kalian. Andai aku bisa melihat betapa cantiknya kau Tina.
Aku yakin kau yang paling cantik!
Kau yang paling cantik, Hanya kau, hanya kau.
Dia bukan aku Raj, Bukan aku, dia orang lain.
- Tina dia datang kembali! - Siapa?
- Raj! - Raj Siapa?
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menulis surat atas namaku?
Yang aku lakukan itu kebodohanku. Tina dia akan kemari untuk 2 minggu.
Selama 2 minggu, kau harus pura-pura kalau kau yang menulis surat itu, hanya itu
- Gampang kan? - Tidak, aku tidak bisa melakukannya.
Tina, apa yang tidak kulalukan untukmu? Sejak kecil sampai kini...
Aku selalu mengerjakan PR mu. Setiap tahun kau selalu lulus karena aku.
Dan kau, kau tidak bisa melakukan ini untukku?
Cukup, seperti biasanya kau hentikan tangisanmu itu!
Serahkan saja pada Tina, sekarang katakan, Bagaimana wajahnya Raj?
- Dia sangat tampan, tingginya 6 kaki, mata biru, dan... - Sudah cukup. Biarkan dia datang dan aku ingin..
Melihat bagaimana wajahnya Raj.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila? Tak tahu bagaimana dia.
Diam-diam perlahan-lahan dia bersembunyi dalam hatiku.
Tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila? Tak tahu bagaimana dia.
Diam-diam perlahan-lahan dia bersembunyi dalam hatiku.
Tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila? Tak tahu bagaimana dia.
Tak tahu berapa banyak potret yang akan dia buat dalam kenanganku.
Coba saja uji aku, aku akan mencipatakan takdir kita.
Tanpa melihat bagaimana nasibku?
Ya Tuhan tak tahu apa yang kan terjadi?
Yang datang dalam mimpi dan mencuri tidurku.
Tak tahu bagaimana dia.
Dalam mataku, didalam detakan jantung.
Tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila? Tak tahu bagaimana dia.
Tak tahu apa yang akan terjadi dalam pandangan pertama.
Aku hanya akan membuka kerudung.
Aku akan memandang tidak akan bicara.
Ketidak tenangan ini, ketidak sabaran ini.
Tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila?
Tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila?
Aku tak tahu bagaimana dia.
Belum pernah aku melihatnya, apa dia gila?
Tak tahu bagaimana dia.
Itu yang namanya Raj? Lumayan. Berapa hari aku harus bersandiwara?
2 minggu kan? Tenang saja, aku akan melakukan ini untukmu.
Hai paman arjun, apa kabar?
Raj, kau tampan juga.
Inilah kawanku yang dari London. Bersenang-senanglah denganku.
Apa kabar kawanku yang dari London. Berikan salam padanya, ayo cepat.
- Halo kawan. - Hebat sekali.
- Halo kakak iparku. - Hai kenapa kau?
Aku sedang memeluk kakak iparku kau tidak lihat.
- Kau pasti Tina, kan? - Iya
Aku akan mengenalmu dalam pandangan pertama, potretmu selalu dalam hatiku.
Kau lebih cantik dari apa yang sering kubayangkan.
Memang seperti, dan kau juga tidak kelihatan jelek tuan Amerika.
- Amerika? Tetapi aku datang dari London. - London atau Amerika sama saja.
Sekali kukatakan maka tidak akan berubah. Mengerti tuan America?
- Hai, kau Puja kan? - Iya
Kau juga sudah sebesar ini tapi aku tidak bisa bayangkan
- Tina juga bisa sebesar ini. - Kau berpikir apa tentang aku?
Bagaimana harus kukatakan apa yang tidak kupikirkan.
Yang dipikir tidak perlu dilakukan, yang dilakukan tak perlu dipikirkan.
Hai anak-anak, sedang apa kalian disini? Ayo cepat kerumah.
Nak Raj, kau tahu sejak kedatangan kalian aku mengadakan pemujaan pada dewa mata.
- Pemujaan lagi? - Ya anakku, pemujaan lagi.
Ayo katakan hidup pada dewi mata,
Aku dengar orang yang sudah pergi keluar negeri akan melupakan negara dan tradisinya.
Aku memang keluar negeri tapi hatiku...
Wah budaya yang hebat Tuan Amerika mengedipkan matanya.
Kau mengagumkan, kau sungguh wanita yang cantik.
Andai aku bisa mengatakan itu juga.
Nak, kau akan berdoa atau berdiri saja?
Tak tahu bagaimana dia?
Bukannya aku tidak suka padanya, wajahnya lumayan.
Tapi aku harus tahu Puja, pria tampan suka bertingkah...
- dan sangat sombong, mereka harus dikendalikan. - Tidak dia tidak seperti itu.
Benarkah? kenapa kau selalu membela Raj? Jangan-jangan waktu menulis surat...
kau malah jatuh cinta padanya?
Aku juga sangat bodoh, mana mungkin kau jatuh cinta.
Kau selalu saja sibuk dengan buku dan komputermu. Orang tuamu beruntung punya anak sepertimu.
Kau hanya akan menikah dengan pemuda pilihan mereka kan?
- Lalu bagaimana kau menikah? - Aku?
Aku menikah setelah mendapat cinta.
- Apa kau jatuh cinta pada Raj? - Tidak, tidak mencintai pria.
- Tapi pria yang harus jatuh cinta pada Tina. - Jika membicarakan cinta.
- Kalian pasti membicarakanku, iya kan? - Terserah kau Raj.
Hai Tina, kau masih ingat waktu kita masih sekolah? Kita bermain ski di sini.
Dan Puja selalu membawakan PR untuk kita.
- Raj. - Aku? Apa?
Hai tuan Amerika, seperti dulu aku yang akan menang, iya kan?
Ya Tuhan dia gila, aku tergila-gila padanya. Hai Tina aku datang.
Kita liat saja siapa yang akan menang.
- Aku tidak akan pernah kalah, Raj. - Oh ya? Aku sangat suka bila aku kalah.
- Kau suka bila kau kalah? - Siapa yang membicarakan ski?
- Lalu? - Hatiku yang sudah kalah.
- Kenapa kau cepat sekali kalah? - Cepat apa? Aku sudah kalah.
Aku tidak berteman dengan orang kalah.
Hai pemenang, kini tolong bantu aku untuk berdiri.
- Inilah menang walapun kalah. - Pintar sekali.
- Siapa yang menang? - Sejak lama aku kalah, kini.
Kini?
Kini? Semua terserah dia.
Saat pertama kali aku merasakan sesuatu.
Tapi ini bukan cinta kan? Cinta tidak seperti ini,
Aku pikir ketika aku jatuh cinta maka aku akan merasa terbang dilangit.
Aku akan malu saat melihatnya. Semua itu tidak terjadi,
Tetapi aku menyukainya. Bermain dengan pemudah sangatlah mudah..
Tetapi kalau masalah cinta, aku tidak tahu apa-apa. Aku juga bingung
Kalian berdua harus membantuku dalam hal ini.
Sekarang aku mengantuk.
- Maaf, apa aku menganggumu? - Tidak, masuk saja.
- Ini kamar yang itu kan? - Apa?
Ini kamar dimana Tina suka menulis surat padaku?
Kamar ini, komputer, dan pemiliknya masih sama.
Lima belas tahun.
Yang selalu aku pikirkan semuanya masih sama.
- Kenapa kau masih bekerja di komputer? - Aku akan mendaftar ke universities di London.
London? kau akan ke London dan aku tidak tahu?
Aku ingin memberikan kejutan.
- Kau mau belajar apa? - Seni?
Seni? Tina juga sangat suka seni. Kau daftar dimana?
- Universitas London. - Itu kan universitasku.
- Aku tahu. - Kenapa kau tidak pernah menyuratiku?
Bila aku menyuratimu, apa kau mau menjawabnya seperti kau menjawab surat Tina?
- Apa? Kau ini bicara apa? - Kalau begitu lupakan saja semuanya.
- Kau cinta pada Tina? - Kau ini temannya, kau yang bisa katakan.
Dengar Puja, tanpa saling melihat kami.
- Kami. - Kalian sudah mengenal dengan baik kan?
Bukan hanya itu.
- Mungkin kami sudah saling jatuh cinta. - Tanpa bertemu.
- Tanpa melihat - Hubungan yang sangat indah.
Dan dia sempurna. Dia sangat cantik.
Ya, memang benar.
Puja kelihatannya kita bisa cocok, kau tahu aku tidak punya teman wanita.
Kau akan jadi teman wanita pertamaku. Kau mau menjadi temanku?
Apa kau tidak malu masuk ke kamar seorang gadis seperti itu?
No comments yet. Be the first to leave one.