200 บรรทัดแรก
Goa tahun 1958.
India meraih kemerdekaan pada tahun 1947.
Tapi Goa masih dijajah Portugis hingga tahun 1961.
Ini kota Goa, Vasco.
Dan ini, Alberto Vasco.
Dia pemilik tanah terluas di sini.
Bisa dipandang, dia seperti seorang raja.
Karena itulah, kota ini dinamakan sesuai namanya.
Dan patungnya didirikan di alun-alun kota.
Sebelumnya, tak ada orang yang dihormati seperti itu.
Hari itu, peristiwanya amat meriah.
Seluruh warga kota berkumpul.
Semua orang bergembira.
Mereka tulus mengucapkan selamat padanya.
Kecuali seorang wanita.
Kau bedebah!
Babi busuk!
Sumpah! Aku membencimu, mengutukmu!
Aku akan membunuhmu!
Kau kira siapa kau? Moga tubuhmu dimakan belatung!
Dasar babi! Kubunuh kau!
Tak akan ada yang menuangmu seteguk air jika kau mati!
Keparat!
Kota Vasco, Goa - 1980.
Sudahlah. Kita jangan ke tempat itu!
Awas, kau nanti!
Bichoo keparat!
Ayo!
Ini patung Alberto Vasco, tuan tanah di sini.
Dia menguasai separuh lebih properti kota ini!
Itu sebabnya kota ini dinamakan Vasco.
Waktu Portugis tinggalkan Goa 20 tahun lalu..
..tuan-tuan tanahnya meninggalkan seluruh tanah dan bangunannya.
Mereka ini menyerobot semuanya.
Tapi itu bagus buat kita.
Kau akan mendapat tempat mana pun yang kau suka.
Karena pemilik aslinya sudah tidak ada.
Sopir, hentikan mobil!
Baik, aku ingin rumah itu.
Untuk losmen para tamu perusahaan. - Tentu, Pak! Kau akan mendapatkannya.
Bihari, hentikan berandal ini! Kenapa rumahku diacak-acak?
Lalu rumah ini milikmu, jika melanggar batas?
Kau penyewa, tanda-tangani dan terima 5.000 ini. Atau kau tak akan dapat apa-apa.
Baiklah.
Prakash!
Aku akan menemuimu di toko.
Paman, ini bangkumu.
Hei, Prakash!
Dia mencuri di wilayah sana tapi dihajar oleh geng Eagle (elang)!
Dasar idiot! Ayo, cepat!
Oh, sial!
Jojo, lari! Cepat!
Hei, Max!
Max, anggota geng Bichoo (scorpio) datang melibas kita!
Ayo, Michael!
Hei, anjing!
Bukankah kataku, geng kalian dilarang masuk ke wilayahku?
Cecunguk macam kalian sudah bercokol di sini selama 2 tahun.
Sejak itu, kota Vasco mulai banyak problem.
Kalian Kristiani, sebelum itu sudah menari dansa di sini!
Babi, kau sudah lupa kapan terakhir kali kena bogem?
Lolos karena Pastor Jacob turun tangan. Ingat apa kataku kemudian?
Lapangan di sini milik kami, dan di sebelah sana milik kalian.
Jadi, hidup matimu harus di sana. Cepat pindahkan rumah pasir anak-anakmu di situ!
Atau kakimu kupatahkan dan kupasang di lenganmu!
Kau pikir aku semudah itu?
Apa bapakmu yang punya Vasco?
Kenapa? Kau belum diberitahu ibumu?
Darah muda kami menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Darah muda kami menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Awas, kau jangan tatap kami! Yu Na Aankhe Dikha.
Kau bilang apa? Katakan lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Katakan sekali lagi! Kya Bola Phir Bol De.
Darah muda kami juga menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Darah muda kami juga menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Awas, jangan tatap kami begitu. Yu Na Aankhe Dikha.
Kau bilang apa? Bilang sekali lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Bilang sekali lagi itu! Kya Bola Phir Bol De.
Orang macam kau, sering kuhadapi! Dekhe Hai Tere Jaise.
Apa maksudmu, bilang saja! Tera Iraada Kya Hai Bata.
Enyah, jangan masuki wilayah kami! Jaare Yaha Na Aare.
Jangan buat gara-gara dengan kami. Na Humse Karna Koi Khata.
Orang macam kau, sering kuhadapi! Dekhe Hai Tere Jaise.
Apa maksudmu, bilang saja! Tera Iraada Kya Hai Bata.
Enyah, jangan masuki wilayah kami! Jaare Yaha Na Aare.
Jangan buat gara-gara dengan kami. Na Humse Karna Koi Khata.
Bilang saja, ayo kita sudahi ini! Tu Bolde Chal Bhoolja.
Jangan banyak bacot, kami tak takut! Baate Na Kar, Yun Na Dara.
Kalau punya nyali, jangan belagu! Sun Bekhabar, Jo Dum Hai Agar.
Maju hadapi aku, ayo kita tarung! Aa Roob Ru, Kare Jung Shuru.
Kau sudah mengerti? Samjha Hai Tune Kya!
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Katakan sekali lagi! Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Bilang sekali lagi! Kya Bola Phir Bol De.
Awas, berhati-hatilah! Bachke, Zarasa Bachke.
Kau menjauhlah dari kami dan wilayah kami! Tum Rehena Humse, Kya Re Yaha.
Minggir, menyingkirlah! Hatke, Zarasa Hatke.
Seluruh dunia takut pada kami! Hai Darta Humse, Saara Jaha.
Awas, berhati-hatilah! Bachke, Zarasa Bachke.
Kau menjauhlah dari kami dan wilayah kami! Tum Rehena Humse, Kya Re Yaha.
Minggir, menyingkirlah! Hatke, Zarasa Hatke.
Seluruh dunia takut pada kami! Hai Darta Humse, Saara Jaha.
Jangan gaduh, ayo tarung di tempat lain! Yun Chodkar Hai Ladna Agar.
Jika ciut ketemu di lapangan, tutup mukamu! To Maidan Mein Aa, Na Sar Ko Chupa.
Terima kasih saranmu, aku sudah bersiaga! Khabardaar Hoon, Mein Taiyyaar Hoon.
Siapa pula kau, keparat lahir di mana? Aukaat Kya, Teri Jaat Kya.
Katakan itu padaku! Yeh To Mujhe Bata!
Kau bilang apa? Katakan lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Bilang sekali lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Cukup! Tolong, pergilah!
Darah muda kami menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Darah muda kami menggelegak. Hum Bhi Hai Josh Mein.
Hati-hati bicara dengan kami. Baate Kar Hosh Mein.
Awas, jangan menatap kami begitu. Yu Na Aankhe Dikha.
Kau bilang apa? Katakan lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Bilang sekali lagi! Sailaru Sailare, Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Katakan sekali lagi! Kya Bola Phir Bol De.
Kau bilang apa? Sailaru Sailare.
Bilang sekali lagi! Kya Bola Phir Bol De.
Hei, hentikan itu! Berhenti!
Berhenti!
D'costa!
Tangkap semua anak-anak muda ini!
Apa salahku, Pak? Aku hanya beradu panco dengan saudaraku. - Diam!
Pak, aku bilang dia akan kuantar ke Calangute dengan motorku.
Benar, saudaraku? - Diam!
Ya Pak, dan aku bilang dia akan kuantar dengan mobilku Mercedes tempo.
Bagaimana, jadi ikut sobat?
Itu sebabnya kami pikir adu panco untuk memutuskannya. Benar,saudara?
Kau saksikan ini, D'costa?
Kadang berantem, kadang bermesraan.
Mereka sebaiknya kawin saja, bagaimana?
Menyebut perkawinan, kau langsung tertawa?
Kalajengking kawin dengan elang! Di mana? - Permisi!
Bercinta di dalam penjara!
Inspektur?
Anak-anak ini berkelahi lagi?
Anak-anak, Pastor? Inikah anak-anak?
Pekan lalu, mereka rusak 4 lampu jalanan, seluruh pasar sayuran..
..dan mobil baru Rodriquez.
Jahat. Sungguh jahat!
Aku akan memborgol mereka, termasuk di dalam penjara!
Prakash? Max?
Mengapa kalian adu jotos? Ingin saling unjuk kekuatan kalian?
Aku tahu kalian berdarah muda, penuh gejolak.
Daripada saling menghancurkan tulang, kalian berbuatlah sesuatu.
Hidup damai, saling bersaudara.
Ingat pesanku, nyawa ini berharga sekali.
Begitu dia lenyap, tak akan pernah kembali.
Ingat pesanku.
Inspektur, maafkan mereka kali ini. Mereka belum dewasa.
Mereka tak akan mengulangi ini.
Kau salah! Mereka bukan belum dewasa, tapi berbahaya!
Tapi karena keinginanmu, aku memaafkan mereka.
Tapi, di lain waktu?
Begitu kalian memetik sehelai daun di pohon..
Awas itu!
Ya, Pak!
Ayo, cepat! Minggir!
Baik! Kalian semua pergilah sekarang!
Ayo, lanjutkan pekerjaan kalian!
Ayo, teman-teman! Kita pergi.
Ya, Pastor? - Kemarilah.
Kau berkelahi lagi? - Tidak, Pastor! Mereka yang memulainya!
Dasar anjing!
Maaf Pastor, tapi jika mereka memulai perkelahian, kami tak bisa tinggal diam..
Max, anakku! Kekerasan dibalas kekerasan?
Pertumpahan darah tak akan membantu.
Pastor, mereka memulainya, kami hanya..
Hari minggu, aku ingin melihatmu di gereja.
Minggu ini, Pastor? - Setiap hari minggu.
Mengerti? - Ya, Pastor.
Shirley?
Kau datang terakhir, tapi pulang lebih awal?
Maaf, Pastor.
Ini salah Max!
Dia susah dibangunkan, Pastor! Dia masih mendengkur!
Selamat ulang tahun, Shirley! - Oh, terima kasih, Pastor.
Semoga Tuhan memberkatimu, anakku. - Terima kasih.
Hai, Shirley! - Hai, Tony! Alexi!
Kau mau bilang apa?
Kau sendirian, hari ini? - Ya.
Ada konser musik di kampus Sabtu ini. - Lalu?
Kau mau datang?
Kenapa? - Band dari Bombay, The Purple Riot sudah datang!
Band musik keras, bung!
Alamat sial!
Oh?
Astaga?! - Ada apa?
Coba lihat ini, kawan!
Lihat tangannya!
No comments yet. Be the first to leave one.