9-1-1

9-1-1

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

9-1-1 S01E03 Next of Kin 720p WEB-HD x264-Pahe in
ความคิดเห็นโดย wah_ibnu
Dilarang upload ulang, silahkan resnyc sendiri. Jangan lupa rate!

แท็ก

web
x264
720p
720
HD
เผยแพร่เมื่อ: 2021-03-06
ดาวน์โหลด: 151
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Hei, itu dia.

Keluar banyak biaya?

Ultahnya yang ke-10 hanya satu kali.

Anak 10 tahun mana yang tak mau ada koki sushi di pesta ultahnya?

Mungkin biayaku berlebihan.

Dia mengalami banyak hal belakangan ini.

Astaga, anginnya mengerikan, ya?

Santa Anas. Membuat alergiku parah.

Cam!

Kau senang?

Ibunya membuatnya membenciku. Merusaknya.

Sudah kubilang beri dia bayaran cerai lebih banyak.

- Uang membayarnya agar tenang. - Membayar siapa agar tenang?

Angin ini. Dan, bisa gendong putramu?

- Permisi. - Danny!

- Aku datang! - Ayah.

Ayah terlalu besar.

Ayo!

Ya!

- Lebih tinggi? - Ya.

- Siapa mau lagi? Kau mau lagi? - Ini menyenangkan. Kami mau.

Ya.

- Menjauh. - Astaga! Tolong!

- Kalian lihat itu? - Astaga, ada tiga anak di dalam.

911, apa keadaan darurat Anda?

Rumah balon kami melayang 31 meter di udara.

Rumah balon untuk pesta anak?

Ya. Kalian harus datang sekarang.

Masih ada anak-anak di dalamnya. Putra tiriku ada di dalamnya!

Suamiku terlontar. Astaga. Entah apa dia tewas!

- Di mana rumah balon sekarang? - Jatuh ke bukit.

Tergantung di tepi jurang! Tolong cepat datang! Tolong!

Pria dewasa di lereng bukit. Ada 3 anak dalam rumah balon.

Baik, taruh truk di bahu jalan.

Aku ingin Hen dan Buck turun pakai tali, kaitkan rumah balon.

Lihat keadaan anak-anak itu.

Naikkan mereka satu per satu dalam keranjang. Kuurus ayahnya.

Chimney tetap di atas, urus mesin derek.

Kenapa aku tak pernah melakukan hal yang menyenangkan?

Mengurus mesin derek menyenangkan.

- Tolong! - Siapa pun, tolong!

Tolong!

- Rumah balon terkait, Chim. - Baiklah.

- Satu, dua, perlahan. - Ya.

Tolong!

Hei, kalian. Kami damkar LA.

Kami akan keluarkan kalian dari sini, paham?

- Semuanya tetap tenang. - Apa teman kalian ini baik saja?

Dia masih hidup? Masih bernapas?

- Turunkan keranjangnya, Chim. - Baiklah.

Apa ayahku baik saja?

- Cameron. - Pak, jangan gerakkan kepalamu.

Jangan bergerak. Kami angkat kau secepatnya.

Cameron.

- Chim, lebih rendah lagi. - Baiklah.

Anak-anak, ayo. Cepat, sekarang!

Ya, begitu. Perlahan.

Baiklah, keranjang masuk, Hen.

Hen turun. Dia memegang satu anak. Ayo.

Baik. Chim, kami siap. Tarik aku!

Tekanan darah dan detak jantung stabil.

Ayah!

- Dan! - Kukira Ayah sudah tewas.

Ayah baik saja, Cam.

Kita berdua baik saja.

- Ayah sayang kau. - Aku juga sayang Ayah.

Tak apa.

Semua akan baik saja.

Kalian membuat kami cemas tadi. Tapi kini semua akan baik saja.

Kita sudah beres di sini. Kau bisa mengemasinya di atas.

Kerja yang bagus dengan dereknya.

Terima kasih.

911, apa keadaan darurat Anda?

Putriku.

Dia overdosis. Sepertinya dia...

Sepertinya dia meninggal.

May.

Sadarlah. Ayo.

Sadarlah! May!

Bu.

- Bu. Ada apa dengan May? - Apa?

Sayang, kakakmu tak sehat, paham?

Aku ingin kau pergi ke sebelah ke keluarga Johnson.

Telepon ayahmu, suruh temui Ibu di RS, paham?

- Kau bisa lakukan itu? Baiklah. - Ya.

Kunci pintu, Ibu harus pergi menemani kakakmu.

Detak jantung lemah dan halus. Apa yang dia minum?

Hydrocodone.

Kau tahu berapa pil yang dia minum? Dosisnya?

Itu milikku dari tahun lalu. Aku menjalani operasi gigi...

...tapi tak kuhabiskan sebotol.

Mungkin sisa enam atau tujuh pil, entahlah.

Pupil tak merespons. Tingkat kesadarannya enam dan melemah.

Ibu di sini, Sayang. Tak apa.

Ibu di sini. Kau bisa dengar Ibu?

Tetaplah bersama Ibu.

Kau akan baik saja.

Mereka akan merawatmu dengan baik.

Tegarlah untuk Ibu, paham?

Satu, dua, tiga, empat...

Satu, dua, tiga.

Konsultan saraf, ke ruang barat tiga.

Athena. Ada apa? Kau tak mengangkat ponselmu.

Aku bergegas pergi, aku lupa bawa ponsel.

Baik, apa yang terjadi?

Dia minum banyak pil.

- Sengaja? Apa yang diminumnya? - Hydrocodone.

- Baiklah, bisa kita melihatnya? - Tidak, dia masih di IGD.

Mereka bilang mungkin satu setengah jam. Aku mau duduk.

Astaga, ini salahku.

Kau benar.

Seharusnya tak kuberi tahu mereka. Mereka belum siap.

Apa dia tampak sesedih ini bagimu?

Maksudku, aku tahu ini berat, tapi seberat ini?

Kapan terakhir kali kita tak tahu bagaimana persis perasaan May?

Sial. Dia remaja sekarang.

Entahlah, mungkin kita kurang perhatian...

- Hanya... Entahlah. - Jangan lakukan ini sekarang.

Baiklah.

Baiklah. Ya.

Dia temanmu?

Kami makan malam tadi, lalu dia mengantarku kemari.

Maaf, dia hanya mencemaskanku.

Aku mau ambil secangkir kopi.

Ya, baiklah.

Terakhir kali dia di RS,...

...aku berbaring bersamanya.

- Memberinya makan. - Dia...

Ya, persalinannya hanya satu setengah jam.

Kita hampir tak sampai ke RS.

Dia begitu ingin lahir ke dunia ini.

- Ibu? - Sayangku.

Hei. Ayah juga di sini.

- Hei, Sayang. - Maaf, aku bodoh.

Kau tak bodoh, Sayang. Kau gadis muda.

Menjadi muda itu berat, Sayang.

Ayah yang harus minta maaf.

Ayah tak melihat betapa kau menderita.

Dengan semua masalah di rumah. Tentang Ayah.

Ini bukan karena Ayah.

Banyak hal telah terjadi.

Aku tak mau cerita karena mencoba mengatasinya sendiri.

Hal macam apa, Sayang? Di sekolah? Pemuda?

Bukan. Sekelompok gadis.

Terutama yang satu itu, Laila. Entah kenapa mereka memilihku.

Kupikir karena aku bicara dengan pemuda yang disukainya.

Mereka memutuskan untuk melawanku.

Mereka terus bilang, "Kau tak berarti, kau yang terburuk."

"Kau harus bunuh diri."

"Tak ada yang peduli jika kau lakukan itu, kau harus mati."

Kau tahu semua itu tak benar, 'kan, Sayang?

Kau spesial, membawa cahaya bagi dunia.

Aku tak seperti itu.

Kalian harus bilang begitu karena kalian orang tuaku.

Aku benci hidupku.

Aku aneh, aku tak punya teman.

Bagaimana dengan Gina-mu? Kalian sangat akrab.

Tidak lagi. Kini dia teman Laila.

Aku tak mau mati. Itu sangat menyakitkan.

Tapi aku bersumpah, aku tak mau mati.

Tidak.

Dengarkan Ibu.

Kau kuat, berani, seorang juara. Kau adalah May Grant.

Kau dipenuhi api suci, tak ada yang boleh cari masalah denganmu.

Kau tak sendirian lagi. Dan para gadis itu?

Mereka memilih keluarga yang salah.

Keluarga yang salah.

Permisi. Tuan dan Nyonya Grant?

Aku Karen Williams, aku bekerja di Layanan Perlindungan Anak.

Aku harus minta kalian tak bicara apa pun lagi pada putri kalian.

Athena, ada apa ini?

Saat anak mencoba bunuh diri...

Mereka harus jalani protokol penilaian mandiri...

...untuk menentukan penyebabnya, dan apa berisiko mengulanginya.

Baiklah, tapi kami bisa beri tahu kau apa penyebabnya.

Tidak, mereka harus bicara berdua saja dengannya.

Mencari tahu apa itu berkaitan dengan kita.

Dia akan dirawat inap malam ini.

Diawasi 24 jam dan dievaluasi besok paginya.

Aku tak mau menginap di sini, aku mau pulang.

Evaluasi mungkin butuh dua hari.

Kami akan beri tahu kalian jika harus memindahkan dia...

...dan dia akan ditempatkan di fasilitas apa.

Fasilitas? Dengar.

Dia baru mengalami trauma yang mengubah hidupnya.

Dia harus di rumah bersama keluarganya.

Kau tak perlu melakukan ini.

Kau seorang polisi.

Kau tahu aku berhak lakukan apa, jika kau cegah pekerjaanku.

- Bu, tolong. Jangan tinggal aku. - Baiklah.

- Jangan pergi. - Dengar, tenanglah.

Kita harus ikuti peraturan. Mereka...

Mereka hanya ingin tahu bahwa kau baik saja, paham?

Ceritakan semuanya kepada mereka, mengerti?

Kau aman. Kau akan segera pulang bersama kami.

Bisa tegar untuk Ibu?

Baik, Ibu minta kau lebih tegar daripada selama ini.

Bisa? Itu baru putri Ibu. Ibu sayang kau.

- Baiklah. Ibu sayang kau. - Aku juga sayang Ibu.

Ayah sayang kau, Sayang.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left