முதல் 200 வரிகள்.
Yoo Minho, tersangka pembunuhan Kim Sehee,
dibebaskan hari ini
setelah surat perintah penangkapan dibatalkan.
Pernikahan Yoo dengan putri dari Grup Nain, Lee Jiyeon,
menjadi berita utama,
tetapi dia dikatakan sudah berselingkuh
dengan Bu Kim yang terbunuh.
Penuntut berharap memperoleh lebih banyak barang bukti
dan mendapatkan surat perintah baru,
sementara Pak Yoo mempertimbangkan pilihannya menjadi pengacara.
Halo?
Ya. Aku akan segera pergi.
(Lanjutkan mengemudi ke Hotel Bellagio?)
(Ditulis dan Disutradarai oleh Yun Jong-seok)
(Catatan Waktu Masuk Kendaraan / Nomor Pelat)
(Dilarang Masuk / Properti Pribadi)
Anda sudah sampai tujuan.
Pak Yoo Minho? Aku Pengacara Yang Shinae.
Halo.
Pengacara Jang meneleponku.
Katanya kau sedang terburu-buru.
Aku sedang menuju ke hotel
saat menerima beberapa informasi baru.
Ini tak bisa menunggu sampai pertemuan kita besok pagi.
Boleh aku masuk?
Terima kasih.
Kurasa Pengacara Jang sedang sibuk.
Dia akan datang setelah selesai.
Lewat sini.
Jauh untuk mendatangi tempat ini
setelah interogasi semalaman.
Aku harus menghindari pers.
Namun, kau belum lolos dari tuntutan.
Polisi ditempatkan lima menit
dari sini.
Apa kau mau kopi?
Apa ini kabin keluarga Dirut?
Dahulu.
Makam keluarga istrinya dahulu di dekat sini,
tetapi sejak dipindahkan,
tak ada yang datang.
Hanya aku kadang-kadang, untuk menjernihkan pikiran.
Terima kasih sudah melakukan pembelaan.
Biar kuperjelas.
Aku akan memutuskan akan melakukannya atau tidak
setelah mendengar keseluruhan cerita dan
hal yang patut kau syukuri adalah Dirut.
Aku tak pernah membayangkan surat perintah itu dibatalkan.
Penuntut memperoleh barang bukti yang mengubah situasi.
Surat perintah penangkapan baru bisa dikeluarkan saat fajar.
Perintah penangkapan? Namun, aku tak membunuhnya.
Penuntut berpikir sebaliknya.
Bagaimana menurutmu?
Ada terlalu banyak celah dalam kesaksianmu.
Ayo, dengar dari awal.
Berapa lama kau menemui Kim Sehee?
Selama setahun,
tetapi berakhir musim gugur yang lalu.
Lalu, kenapa menemuinya lagi?
Aku menerima ancaman pemerasan pagi itu.
Aku harus bayar Rp12 miliar
atau perselingkuhannya diungkap.
Aku tak punya uang sebanyak itu,
tetapi aku mengambil apa yang kupunya.
Lapor masuk?
Tolong kamar 514.
Tamumu sudah naik ke kamar.
Aku tak menduga kami berdua mendapat ancaman yang sama.
Mereka menyuruh kami menunggu di kamar.
Jadi, kami melakukannya.
Apa kau pernah pergi ke sana dengan Kim Sehee?
Tidak.
Kenapa mereka memintamu
ke tempat yang begitu jauh?
Apa itu penting?
Kau harus menjelaskan semua detail
untuk dapat putusan tak bersalah.
Kenapa kau tak melaporkannya?
Perselingkuhan itu sudah berakhir
dan aku tak ingin istriku tahu.
Apa menurutmu
kau akan kehilangan banyak hal?
Aku tak pernah berpikir begitu.
Silakan lanjutkan.
Kami menunggu sekitar satu jam.
Apa yang terjadi?
Ada yang tak beres.
Ayo, pergi!
Saat sadar,
aku mendengar ketukan.
Permisi, Pak?
Apa kau di dalam?
Pak, ini polisi.
Tolong buka pintunya.
Ini polisi. Buka pintunya!
Kami merespons telepon.
Apa kau di dalam?
Sehee!
Sehee, bangun.
Tolong!
Tolong!
Sehee...
Jangan bergerak!
Tangan di atas!
Bergerak perlahan.
Perlahan, keluar dari sana.
Keluar!
Bukan aku.
- Aku tak melakukan ini. - Melangkah ke luar!
- Jangan bergerak! - Bukan aku.
- Jangan bergerak! - Ada orang lain di sini!
Diam!
Jangan bergerak!
Ada orang lain di sini!
Ada orang lain di sini!
Menurut catatan polisi,
seorang petugas kebersihan ada di luar Kamar 514 saat itu.
Tetapi dia tak melihat siapa pun keluar dari kamar.
Plus, mustahil keluar
dengan gantungan kunci terkunci.
Jadi, satu-satunya tempat tersisa adalah balkon,
tetapi itu juga dikunci dari dalam.
Mereka memeriksa setiap kemungkinan jalan masuk
dan tak menemukan apa pun.
Polisi melihat ini sebagai kejahatan tertutup,
jadi jika kesaksianmu benar,
apa penjahatnya menghilang begitu saja?
Entah.
Lalu, bagaimana dia bisa masuk?
Pasti sudah ada di dalam.
Ada yang menjebakku.
Siapa?
Entah.
Polisi harus menangkapnya.
Kau butuh lebih dari kecerdasan
untuk membuat kesaksian bagus.
Kau membutuhkan kreativitas.
Kesaksianmu tak punya kreativitas.
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Kenapa aku butuh kreativitas?
Dengan kesaksian itu,
hanya kau yang melihat orang ketiga.
Kau jelas penjahatnya.
Nona Yang.
Bukan aku.
Aku tak melakukannya.
Halo?
Apa sudah dikonfirmasi?
Ya.
Ya.
Baik kalau begitu.
Aku mengetahui apa bukti barunya.
Seorang saksi di TKP.
Apa itu mungkin?
Kau menyebutnya kejahatan tertutup.
Itu benar.
Mustahil ada saksi pembunuhan Kim Sehee.
Lalu, kejahatan apa yang dilihat
saksi baru ini?
Aku tak mengerti perkataanmu.
Klienku biasanya terbagi dalam dua kelompok.
Beberapa klien mengaku
dan bekerja sama.
Lalu, beberapa ingin bebas tanpa bertanggung jawab
atas kematian itu.
Jika tak mengenalinya,
kau harus melihat lebih dekat.
Kau menoleh dengan cepat,
jadi kau tahu orang ini.
Apa saksi baru itu terkait
dengan kasus orang hilang ini?
Jika pengacaramu tak tahu apa yang diketahui penuntut,
itu penyebab kekalahan.
Aku butuh tahu segalanya
untuk membantah kesaksian saksi.
Katakan kepadaku.
Jika kau membuang-buang waktu seperti ini,
kau pasti akan ditangkap.
Itu dua bulan lalu.
Hai, Sayang.
- Kau ada di mana? - Busan.
Apa semua baik-baik saja?
Konferensi semuanya sama.
Diskusi, pertemuan...
Kau terdengar lelah.
Semua akan baik-baik saja.
Ayah tak mengatakannya, tetapi dia berharap banyak.
Bukankah dia mengharapkan cucu
lebih dari segalanya?
Bagaimana jika berbicara langsung?
Apa kau datang ke pembukaan hari ini?
Apa persiapannya berjalan lancar?
Jangan mengalihkan pertanyaanku.
Kau akan pulang nanti, 'kan?
Halo?
Halo?
Maaf, apa yang kau katakan?
Kapan kau akan berangkat?
Begitu aku selesai di sini.
Cepat, aku merindukanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.