முதல் 191 வரிகள்.
Acara berikut mengandung konten dewasa. Mohon disikapi dengan bijak.
Nenekmu bisa melacak silsilahmu
sampai ke Choctaw pertama.
SEBELUMNYA
Kau harus belajar
untuk bepergian
di antara dua dunia.
Kau adalah keluargaku.
Maya ada di sini?
Biscuits, di mana Maya?
Wajahmu tak asing. Bagaimana bisa?
212-130-0827
Aku mungkin punya informasi soal pembunuh King.
Kalau imbalan itu masih tersedia.
Maya kembali.
Bujuk dia agar hanya singgah di kota tanpa menimbulkan masalah.
Kau mau memulai perang.
Perangnya sudah ada.
PADA AKHIR ABAD 1800-AN,
Wilayah Indian dipenuhi penjahat berbahaya,
yang mengancam keselamatan Para Penduduk Asli.
Suku-suku membentuk kepolisian sendiri untuk mengadili para penjahat ini.
Kepolisian suku ini disebut…
PASUKAN LIGHTHORSE
DOR!
Ayahnya seorang Lighthorse,
tapi Tuklo pun tak kalah hebatnya.
KERTAK!
"Waktunya tiba, Ayah. Aku siap bergabung dengan Ayah."
"Aku ingin menjadi seorang Lighthorse."
"Tidak. Wanita itu pemberi kehidupan. Laki-laki adalah pengambil nyawa."
"Memberi kehidupan tak ada artinya, jika aku tak bisa melindungi."
"Kepang itu untuk laki-laki, untuk prajurit Choctaw."
"Mereka akan melihatku. Bukan seperti yang mereka mau.
Mereka akan melihatku apa adanya."
Di seberang dataran, para Lighthorse dipanggil untuk bertindak!
"Ini para penjahat yang kita cari."
SEBUAH JEBAKAN!
DOR!
Sementara itu, Tuklo merasakan sesuatu…
MARVEL STUDIOS MEMPERSEMBAHKAN
PRODUKSI KEVIN FEIGE
BERDASARKAN KOMIK MARVEL
Yakoke.
Jangan tatap aku seperti itu.
Halo juga untukmu, Chula.
Apa kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Kau bisa lebih dari itu.
Bagaimana kalau kita
ke kantorku?
Kau mau makan?
Cukup basa-basinya.
Aku bukan ke sini untuk digombali manula reservasi sepertimu.
Dahulu hatimu luluh tiap aku bicara bahasa Indian kepadamu.
Itu dahulu sekali.
Tidak harus seperti itu sekarang.
Maya kembali.
Ya, aku sudah menduga ada hubungannya dengan itu.
Kemarilah.
Duduklah di sana.
Kursi tua itu membuat punggungku sakit, tahu?
Apa ini?
Biscuits hampir hancurkan pikapku entah melakukan apa.
Dia melindungi Maya.
Maya membawa masalah bersamanya.
Sekarang Biscuits terlibat.
Dia terlalu mirip ayahnya.
Kau tak tahu itu. Kau bahkan tak mengenalnya.
Kau mengenalnya?
Kita sama-sama tak pernah melihatnya dalam 20 tahun terakhir.
Serius?
Lalu, sedang apa dia?
Aku tak berhak katakan.
Kau saja yang tanya.
Tidak mungkin.
Kau tahu, kalian mirip sekali.
Kami tidak mirip.
Semua yang telah kulakukan itu demi melindungi keluargaku,
betapapun sakitnya.
Kau kehilangan putrimu.
Telanlah harga dirimu sebelum kau kehilangan cucumu juga.
Aku tak bisa bicara kepadanya.
Mau bicarakan apa?
Mungkin tak usah bicara kepadanya. Coba dengarkan saja dia.
PERHATIAN - MILIK PRIBADI DILARANG MASUK
Jangan kecewakan aku, Vickie.
Informasimu tidak akan ada harganya jika dia pergi.
Zane, aku berani sumpah. Maya ada di sini.
Beberapa jam lagi kami tiba.
Malam ini, siapkan dia. Tunggu telepon dariku.
- Ya, ampun, bantu aku. - Sudah.
- Salah satu dari kalian harus jaga dia. - Kau saja.
Tidak bisa. Aku harus ada di depan saat dia tiba.
Aku orang dalamnya.
Kau hanya perlu duduk di luar pintu. Kau takut?
Aku akan jaga dia karena kalian berdua terlalu penakut.
Bagus. Selamat bersenang-senang.
Halo?
Tutup mulutmu.
KHUSUS KARYAWAN PINTU MASUK PENGIRIMAN
Paman Henry?
Paman Henry?
- Hei. - Hei. Aku sudah coba dari depan.
Ya. Maaf.
Bukan saat yang tepat. Aku sedang sibuk.
Aku tidak akan lama.
Aku hanya mau tanya beberapa hal.
- Empat mata. - Bagaimana jika kau telepon besok?
Arena sedang diaudit Dirjen Pajak dan aku sibuk sekali dengan berkas-berkas.
PERGI SEKARANG.
Dirjen Pajak? Apa ada yang bisa kubantu?
PERGI.
Tidak usah. Aku bisa.
Mungkin seharusnya tidak kukurangi masa pakai semua sepatu roda itu.
Aku tidak akan ganggu.
Terima kasih. Selamat malam, Bonnie.
Apa-apaan itu? Kau tahu dia akan datang?
Apa ada lagi yang akan datang? Ayo.
Operator? Operator, ini…
Masuklah kemari.
Kau tak apa-apa?
Nanti iya.
Sedang kulakukan. Tunggu.
Kelihatannya mereka tidak terburu-buru.
Apa yang mereka tunggu?
Berhenti.
Berhenti mencari jalan keluar?
Kau tahu
apa maksudku.
Dengar. Aku hanya di sini untuk urusan pekerjaan.
Tak ada gunanya mengganggu hidupmu
kalau aku tak akan tinggal lama.
Omong kosong.
Kau bahkan tidak bisa
menatap mataku.
Aku menunggumu.
Setiap malam
selama bertahun-tahun.
Dan kau tetap tidak sudi
untuk mengirim satu pesan saja.
Kita saling menjauh.
Itu lazim.
Kita tidak menjauh.
Semua surel dan pesan teks itu.
Tidak pernah ada balasannya.
Kau tidak membalas
pesanku setelah
ayahmu meninggal.
Padahal aku pasti mendampingimu.
Ayolah, Vickie, biar aku bereskan dengan Maya.
Bilang kalau ini salah paham.
Dengan begitu, jika kau pergi sekarang,
kau tidak perlu khawatir.
Yang perlu khawatir di sini hanya Maya.
Kau berbuat apa?
Tidak. Maya sendiri penyebab ini, dengan pulang.
Aku hanya mempercepat prosesnya.
Kau telepon seseorang?
Ya. Begini, Henry.
Aku tak mau diperintah lagi. Tidak olehmu.
Masih ada peluang kau keluar dari ini hidup-hidup.
Kau pikir dia akan membayarmu dan membiarkanmu pergi begitu saja?
Andai aku kau, Henry,
aku sendiri yang akan serahkan dia, dan ambil imbalannya.
Kau biarkan peluang itu dan aku mengambilnya.
Vickie.
Ayo. Sumpah, aku dengar sesuatu.
Mereka mungkin bebas.
Baiklah. Namun, cepatlah. Dia hampir tiba.
Ikatannya. Sudah kubilang kudengar sesuatu.
Jangan tembak.
Kalau dia mati saat mereka tiba, kita tidak akan dibayar.
Hei. Turunkan pistolmu.
Aku bisa bujuk dia.
Aku mohon.
Turunkan pistolmu, Grace.
Ayo.
Suruh temanmu yang timpang untuk ikat dirinya lagi.
Ada yang datang.
Bayar mereka untuk serahkan kau.
Hei!
Jangan meremehkan…
Kita harus bagaimana?
Dia memberitahunya apa?
Aku akan memukulmu.
Mereka tidak seharusnya saling bertengkar.
- Ayo! - Kita butuh dia hidup.
Ayo pergi dari sini. Ayo.
Kita kembali dan ikat paksa dia.
Itu tak sebanding susahnya. Lagi pula pintunya terkunci.
No comments yet. Be the first to leave one.