Kickboxer

Kickboxer

Indonesian வசனம் பதிவிறக்கம்

வெளியீட்டு விவரம்

Kickboxer 1989 1080p BrRip x264 YIFY
கருத்துரை வழங்கியவர் stormich
Resync punya Artficial untuk Bluray 1080p

குறிச்சொற்கள்

brrip
x264
1080
வெளியிடப்பட்ட தேதி: 2014-01-22
பதிவிறக்கங்கள்: 224
காது கேளாதோருக்கானது: Yes

Indonesian வசனங்களின் மாதிரிக்காட்சி

முதல் 200 வரிகள்.

- Ayo, juara! - Wow!

Ke sudut netral!

Satu, dua, tiga, empat, lima-- baik.

Mulai!

- Kalahkan dia, juara! - Ayo!

- Pukul dia lagi, juara! - Istirahat! Bawa dia kesudutnya.

Sang juara benar-benar hebat.

Tidak ada yang bertahan sampai 5 ronde dalam 8 pertandingan terakhirnya.

Dia benar seorang penghancur.

Perhatikan dik. Dia akan kukalahkan di ronde ini.

- Kau pasti bisa, juara! - Ayo bertarung!

- Ya, juara! - Kau yang terbaik!

- Kau berhasil, juara! - Ya. selesai sudah.

Pemenang dalam 38 detik pada ronde ke-4...

dan masih juara dunia kelas berat...

Eric "Sang Penghancur" Stone!

Hey, juara, kenapa kau tidak menggunakan pelatih lagi?

Aku memiliki adik kecilku disudut kini. Dia bilang mau jadi dokter hewan.

Kubilang ia akan jadi pengacara, atau akan kutendang bokongnya!

Sekarang kau telah kalahkan semua lawan, apa berikutnya?

Menjadi yang terbaik sedunia. Tunjukan pada mereka siapa bos nya.

- Bagaimana dengan Thailand? - Bagaimana dengan itu?

Kudengar "Kickboxing" berasal dari sana, dan mereka "Yang Terbaik".

Oh, benarkah? Dik, pesan penerbangan ke Taiwan, lebih dulu.

- Bangkok. - Bangkok, Taiwan, Tokyo--

Apa bedanya? Aku mengalahkan orang dimananapun aku pergi.

GOOGLE TRANSLATE & MENCURI KARYA ORANG!

Sampai jumpa, dik.

Jangan lupa, minggu depan kau bertarung pertahankan gelar juara.

Aku tau. Aku siap. Jangan khawatir.

- Perhatikan dompetmu. - Wanita ini tidak inginkan dompetku.

Dia hanya mau bercinta dengan sang juara.

Kau yakin akan mudah, dengan ibu yang sedang di eropa.

Ayah tidak akan membiarkan.

Jika aku tidak jadi yang terbaik ditiap olah raga, dia menyebutku pecundang.

Ayah selalu jadi masalahku...

Tapi dia membuatku menjadi kuat.

Kau tau, Eric, Ibu, Dia adalah wanita yang spesial juga.

Dia ingin aku mempelajari 3 bahasa...

Kursus Balet, sebelum aku belajar Karate.

Aku sungguh rindu padanya.

Aku harap mereka ada disana untuk melihat ku menjadi juara.

Hmm, ka, mereka tak akan pernah "akur".

tapi aku lega kita berdua akrab.

- Mereka akan bangga. - Ya.

Kau benar, dik. Kurt!

Ayo.

Sialan, dik!

Berapa kali harus kukatakan? Kau tak akan menang dengan "omong kosong" itu.

Kekuatan. Tendangan kuat.

Lapaskan sarung tinjumu. Ayo latihan "sandsack".

Ayo.

Itu baru kekuatan, dik.

Wow! Santai.

Mengerti, dik. Ayo.

Hai. Selamat datang di Bangkok.

Terima kasih.

Bagaimana pendapatmu tentang petarungan melawan sang juara, Tong Po?

- Tidak ada apa-apanya. - Kau pikir begitu?

Kau pikir akan menang kali ini?

Dimana es nya di tempat kumuh ini?

- Ambilkan aku beberapa es, ayo? - Baiklah.

Hey, berapa lama yang kita punya?

Sekitar 30 menit.

Kau tak pernah melawan gaya seperti ini sebelumnya. Ini sangat berbeda.

Hey, pukulan tetap sebuah pukulan. Tendangan tetap sebuah tendangan. Kita datang untuk bertarung.

Ambilkan aku beberapa es, maukah? Ayo.

Darimana saja kau? Berikan es nya.

Eric, jangan lakukan ini.

Aku melihat tatapan matanya. Orang ini gila.

- Dia benar-benar tidak waras! - Bagus. Penonton akan suka.

- Kau tidak mengerti. - Tidak, kau yang tidak mengerti, dik.

Aku yang terbaik. Ini hanya kesempatan lain untuk aku buktikan.

Jadi lihat dan pelajari. Semua ada di kaki.

Kaki!

Dia menendang tiang itu dengan kakinya.

Debu berjatuhan.

Jadi kenapa? Dapatkah dia bergerak sepertiku?

Tidak. Kita kalahkan dia.

Eric, kumohon, Aku punya perasaan jelek tentang yang satu ini.

- Hey! - Percayalah padaku. Jangan melawan orang ini.

Hey! Kau disini untuk bekerja disisiku.

Apa masalahmu? Kau ikut aku, atau pulang kerumah.

Kita adalah keluarga. Saatnya beraksi. Ayo.

Oke. Maju, juara.

Tidak!

Hentikan!

-"Musik berengsek" ini membuatku gila. - Lupakanlah soal musiknya.

Apa kau lihat itu? Dia menyerangku dengan sikut.

Itu cara mereka bertarung disini. Aku kan sudah bilang.

Keparat itu ingin "pertarungan jalanan"? Akan kuperlihatkan padanya.

- Ayo batalkan. - Jangan.

Berengsek!

Kau tak boleh begitu!

Ya Tuhan, lepaskan aku! Kau bisa buat Amerika dapat reputasi buruk!

Mereka akan membunuhmu disini.

Itu saudara-ku!

- Aku coba menolongmu. - Bawa kami ke rumah sakit!

Masih 2 pertandingan lagi!

Hey, mau kemana kalian?

Dimana rumah sakitnya?

Kau mendengarku?

Tunggu disini.

Taksi!

Ke rumah sakit. Aku ingin ke rumah sakit.

Keparat itu mungkin akan membawamu ke "Rumah Bordil".

Dia terlihat parah. Ayo angkat.

Ayo cepat. Bawa dia ke rumah sakit.

Baik, kalian keluarlah. Nanti kita pesta lagi. Keluar!

Para pelacur "tidak pernah merasa cukup denganku".

Namaku Taylor, "Tentara Pasukan Khusus".

Pensiun, kira-kira begitu.

Bertahanlah, sobat. Kau sedang menaiki "Roda Tercepat di Bangkok".

- Dapatkah aku melihatnya sekarang? - Dokter bilang datang lagi besok.

- Besok? - Ya. Kami akan lakukan sebisanya.

Ini akan jadi malam yang panjang. Kau juga seharusnya istirahat.

Tidur? Aku tak bisa tidur!

Tolong cobalah. Itu lebih baik untukmu.

Maafkan aku. Tak ada yang dapat ku lakukan lagi.

Saudara mu menjadi lumpuh.

- Apa maksudmu, lumpuh? - Persendian utamanya rusak...

kira-kira 10 urat.

Aku khawatir dia tidak bisa berjalan lagi.

Kau harus membuatnya berjalan lagi.

Sabar, sabar!

Baiklah! sabar!

Ini keberuntungan...

dia masih selamat.

Dia harus dirawat sekitar 3 bulan sebelum dia bisa dibawa pulang.

Aku sangat menyesal.

Aku ingin--

Aku ingin balas dendam!

Lupakan itu. Aku tidak akan tandatangani surat kematianmu juga!

- Katakan saja dimana dia. - Ya ampun, tidak!

Aku tidak mau terlibat soal ini! Pulanglah!

Tunggu selama 3 bulan dan Pulanglah dengan selamat!

Aku tak mau darahmu ada ditanganku. Aku sudah cukup merasakannya.

Dia akan membayar semua ini. Kau dengar aku?

Aku akan menemukannya. Aku tidak butuh bantuanmu.

Satu-satunya cara menemui-nya hanya di-"Arena", dan kau belum cukup baik untuk itu!

- Aku tidak tau dimana-- Aku akan mencarinya. - Kau tak mengerti juga.

Jika kau bertemu dengannya "diluar arena" kita akan mati- -kita semua!

Dia terlalu berharga bagi mereka!

Satu-satunya cara adalah "Didalam Arena".

Dan seperti yang kubilang, kau belum cukup baik!

Kita akan lihat. Oke?

Permisi, tuan. kami harus pergi.

Maaf, tuan.

- Halo. - Bisa kubantu?

Ya, aku ingin belajar "Muay Thai".

- Oh, benarkah? - Ya.

Aku ingin dia. Aku menginginkan Tong Po. Aku ingin melawannya.

- Kau? - Ya.

- Apa yang kau inginkan? - Apa kau serius mau belajar "Muay Thai".

- Apa yang kau pikirkan? - Aku pikir pikiranmu kacau.

Jika aku bisa menghentikanmu, aku tau seseorang yang bisa melatihmu.

- Seseorang? - Mungkin.

- Siapa? - Ada seseorang yang cukup gila...

untuk membawamu ke arena melawan Tong Po.

Namanya Xian.

- Tinggal diluar kota. - Maukah dia melakukannya?

Aku tidak tau. Itu masalahmu.

- Aku cuma tau bagaimana menemukannya. - Ayo.

- Bagaimana jika dia tidak mau mengajarmu? - Dia akan mau. Ayo.

- Sekarang. - Sekarang? Sekarang apanya. aku mau pergi 'minum'.

- Aku tidak mau minum. - Kau mau aku membawamu besok...

kita minum malam ini, dan itu perjanjiannya.

Setuju.

Jadi, Mau kemana kita? "Pink Pussy" atau "Klub Kitten Candy"?

Menurutku kita langsung kembali ke Hotel saja.

Tidak mau!

Santai. Tempat yang bagus dekat sini.

Sayang, ayo lakukan!

"Sakiti aku"! "Sakiti aku"!

- Ayolah. - Ini idemu tentang tempat yang bagus?

Oh, ya. Aku "tidak ketempat maksiat lagi".

Yang ditawarkan hanya "minuman soda".

Duduklah. Ayo.

Aku pesan "yang biasa". Kau mau minum apa?

- "Air putih". - Bawakan ia "Bir". Yeah!

Aku tidak temukan ada "alasan untuk kembali".

disana aku tak punya apa-apa lagi, jadi aku tetap disini.

Aku lebih baik disini saja. Hanya sedikit resiko untuk semuanya.

Mengapa? Apa kerjamu?

Senjata, granat, ranjau, mobil tentara, tank.

Apa saja yang aku mampu. Jangan cemas, kau aman denganku.

Aku "mampu bertahan hidup".

"Foya-foya", "jago bicara", "cepat kabur"...

dan "minuman enak" kawan.

Aku hanya suka menikmati hidup dalam banyak kenikmatan.

Kuberi tau soal Bos-nya Tong Po, "Freddy Li".

Itu baru "Bajingan Jahat".

Beda "budaya". Beda "dunia".

Kau harus bisa memahami hal itu atau kau akan "kehilangan nyawa".

Mengapa kau membantuku?

aku pernah punya sahabat di 'Nam-- seperti saudara sendiri.

Ia ajari aku segalanya.

Bagaimana "bertahan hidup" dan "keluar dengan selamat".

Suatu saat dia membutuhkan-ku...

dan aku tidak ada disana.

More Indonesian subtitles for Kickboxer

கருத்துகள்

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left