முதல் 199 வரிகள்.
Kami mendapat informasi tentang seseorang yang menculik anak di bawah umur di area ini.
Bisakah kalian berdua ikut kami ke kantor polisi?
Hijiri Suenaga-san.
Kamu dicurigai melakukan penculikan terhadap anak di bawah umur.
"Penculikan"?
Tidak, ada kesalahpahaman.
Kami hanya bertemu untuk mengobrol.
Ibu anak laki-laki itu menuntutmu.
Jika ada urusan lagi di masa depan, aku akan mengambil tindakan yang sepantasnya.
Seandainya aku bisa bicara langsung dengan Kuroiwa-san,
- dia akan mengerti- - Sampai kami menyelesaikan penyelidikan kami, itu tidak mungkin.
Akulah yang menyeret Sensei ikut bersamaku.
Jika dia melihat kita sekarang...
Ibuku hampir saja melihat kami berduaan.
- Karena itulah aku- - Dia masih di bawah umur.
Penculikan anak di bawah umur dapat dihukum antara tiga bulan hingga tujuh tahun penjara.
Jika tindakan cabul ditambahkan pada kejahatan tersebut, maka hukumannya meningkat menjadi antara satu hingga sepuluh tahun.
Kami hanya...
Ngomong-ngomong, biarpun kamu dapat persetujuan dari anak di bawah umur,
kalau orang tuanya menentang, itu tetap dianggap tindak pidana.
Semua orang bilang itu atas dasar suka sama suka.
Kami sudah menceramahinya tentang betapa seriusnya situasi ini.
Tapi, kurasa kasus ini tidak cukup untuk dituntut.
Begitu ya.
Kalau Anda tidak puas, mungkin ada langkah lain yang bisa Anda ambil.
Akira-kun.
Apa yang terjadi pada Sensei?
Kenapa ini... Kalau cuma Sensei yang dihukum, aku-
Jangan khawatir. Setelah mereka selesai bicara, dia boleh pulang.
Sensei tidak salah. Aku-
Kamu benar. Kamu yang menariknya dan kabur.
Apa?
Ini semua salahmu jadinya begini.
Aku sudah memperingatkannya bahwa tidak akan ada kesempatan lagi.
Tapi, dia malah menemuimu di belakangku.
Aku tidak bisa memercayainya lagi, dan aku akan meminta pertanggungjawabannya atas hal ini.
- Sudah kubilang, aku yang akan bertanggung jawab- - Kamu itu anak di bawah umur.
Kamu tidak bisa bertanggung jawab.
Ponselmu.
Keluarkan ponselmu. Aku akan menghapus kontaknya.
Kalau terjadi sesuatu, kejahatannya cuma akan bertambah.
Apa kamu mau begitu?
Bisa tolong antar Akira pulang?
Tentu.
Bos, aku mengerti perasaanmu tapi,
kalau kamu mengambil tindakan ekstrem, itu akan jadi bumerang buatmu.
Akira-kun? Akira-kun!
Ini sudah cukup.
Kuroiwa-san, aku benar-benar minta maaf!
Aku pergi untuk menemui Kuroiwa-kun,
- tapi... aku tidak menculiknya atau semacamnya. - Karena ini bukan tempat yang pas, mari kita bicara besok.
Datanglah ke tempat ini jam 1 siang.
Aku mengerti.
Ibu? Kenapa-
Ini. Tadi ada di kamarmu.
Setelah kamu pindah dari apartemenmu sebelumnya, kukira kamu akan pulang ke rumah.
Tapi, sejak kapan kamu...
Aku... tidak ingin membebani kalian berdua lagi-
Apa kamu berencana menemui cowok itu di kamar ini?
Baru saja, Kuroiwa-san menghubungiku...
Aku tidak percaya bahkan polisi sampai ikut campur...
Aku akan bicara dengan Kuroiwa-san besok.
Kalau aku jelaskan kenapa ini terjadi, aku bisa meluruskan-
Lakukan sesukamu.
Aku tidak bisa memercayaimu.
Mulai sekarang, urus saja dirimu sendiri.
- Hijiri Suenaga-san? - Ya?
Namaku Isogai. Aku seorang pengacara.
Hari ini, aku datang mewakili Kuroiwa-san.
- Penyelesaian damai? - Setelah banyak pertimbangan dari pihak Kuroiwa-san,
dia memutuskan untuk menyelesaikan ini tanpa melanjutkan ke
tuntutan pidana atau melaporkannya ke Dewan Pendidikan.
Tapi, syaratnya kamu harus menandatangani surat pernyataan ini.
"Surat pernyataan"?
"Saya, Hijiri Suenaga, berjanji untuk memutuskan semua kontak"
"dengan Akira Kuroiwa-san."
"Jika aturan ini dilanggar,"
"diwajibkan kompensasi karena telah melanggar hak wali, Aiko Kuroiwa."
"Kompensasi uang sebesar lima juta yen."
"Selain itu, apa pun hukuman yang mungkin timbul dari kejadian ini,"
"saya berjanji tidak akan mengajukan keberatan."
Apa aku bisa bicara dengan Kuroiwa-san secara langsung?
Dia tidak ingin menemuimu.
Kamu punya waktu satu minggu. Kami akan menunggu balasanmu.
Ini. Aku menyerahkan ini.
Aku akan melakukan apa yang ibu bilang dan mengabdikan diriku untuk ujian masuk kuliah.
Tolong restui hubunganku dengan sensei suatu hari nanti.
Setelah semuanya selesai.
Untuk sekarang, fokuslah pada ujian masukmu.
Kita bicarakan itu nanti.
Aku mengerti.
Kamu punya waktu satu minggu. Kami akan menunggu balasanmu.
Chizuru-san?
Ini. Barang-barangmu dari ruang guru.
Terima kasih banyak.
Sudah kuduga, tidak mungkin semuanya akan berjalan lancar.
Semua orang menentang sementara kalian berdua saling jatuh cinta.
Inilah harga yang harus kamu bayar.
Kamu menuai apa yang kamu tabur.
Juniorku yang nakal.
Makan. Tidur. Bicara.
Saat kamu depresi dan tak sanggup lagi menahannya,
pastikan kamu makan dan tidur.
Bicaralah pada seseorang tentang apa pun yang kamu mau.
Kalau kamu tidak punya orang lain untuk diajak bicara, hubungi aku.
Kalau aku ada waktu, aku akan datang.
Terima kasih.
Berhenti menangis.
Kamu ini benar-benar cengeng!
Ya sudah. Menangislah.
Menangislah sepuasmu, Hijiri.
Lakukan sesukamu. Aku tidak bisa memercayaimu lagi.
Aku akan mengambil tindakan yang pantas.
Aku ingin berada di sisimu, Sensei.
Dari sekarang sampai selamanya.
Kenapa kamu buru-buru pergi seolah aku ini semacam wabah penyakit?
Lebih dari sekadar wabah... kamu adalah
pria yang mati-matian bergantung pada mantannya
dan membuat orang-orang di sekitarnya ketakutan.
Ikutlah denganku. Kemungkinan besar aku akan pindah ke Singapura.
Maafkan aku. Aku tidak bisa ikut denganmu.
Aku mengkhawatirkan Hijiri.
Tidak. Itu cuma karena harga dirimu terluka.
Untuk pertama kalinya dalam hidupmu, semuanya tidak berjalan sesuai keinginanmu.
Yah, siapa aku berhak menghakimi orang lain?
Hijiri...
Dia bermasalah dengan orang tuanya, dan terjadi keributan.
Soal apa?
Lalu mereka berdua...
Kuroiwa, apa terjadi sesuatu antara kamu dan Hijiri-chan?
- Oh, itu tidak bagus! - Iya, kan?
Insiden dengan Hijiri-chan dan kemarahan ibumu. Itu dobel buruk.
Sama buruknya dengan menggabungkan kentang goreng dengan kopi.
Lalu...
Apa artinya tumbuh dewasa?
Hah?
Lagipula, aku harus kuliah supaya ibuku bisa berhenti khawatir.
Setelah itu dia pasti akan menerima hubunganku dengan Sensei.
Aku tidak akan menyerah sampai saat itu tiba.
Diam-diam aku berharap kalian berdua pada akhirnya bisa bersama.
Apa?
Sebenarnya aku sangat suka cinta yang murni.
Apa-apaan sih?
Kuroiwa, pria yang tak pernah menyerah. Berjuanglah! Berjuanglah!
Kuroiwa, pria yang tak pernah menye-
- Oke. Aku mengerti. - Maafkan aku.
Maaf.
Ini, krim tubuh dari New York.
Ini hadiah dari seseorang, satu set kado sup.
Ini set deterjen. Dan ini selimut listrik.
Terima kasih. Tapi kenapa...
Aku tahu aku tidak bisa menebusnya dengan ini semua, tapi...
Karena perbuatanku, kamu jadi bermasalah dengan orang tuanya.
Bukan salahmu. Itu keputusanku sendiri.
Bagaimana kalau kalian berdua kawin lari?
Aku kenal pasangan yang mengelola rider house .
- Rider? - Bukan yang pahlawan super.
Mereka menampung para petualang motor.
Mereka sedang mencari pekerja.
Kurasa itu tidak cocok untukmu.
Maaf. Aku tahu ini masalah serius.
Aku disuruh berjanji untuk tidak menemui
Kuroiwa-kun sama sekali mulai sekarang.
Aku disuruh menandatangani surat pernyataan.
Maksudmu mereka akan mengambil tindakan hukum?
Aku sudah memutuskan untuk jujur pada diriku sendiri, tapi
aku jadi tidak tahu lagi.
Apa yang harus kulakukan
atau untuk siapa.
Setiap orang
merasakan hal yang sama.
Permisi.
Haraguchi-san, kamu tidak apa-apa?
Permisi, tolong panggil ambulans.
Haraguchi-san, kamu tidak apa-apa?
Tingkat kesadaran 200. Tekanan darah 169/98.
Denyut nadi 125. Saturasi 94%.
Bisa tolong ambilkan kartu asuransinya atau tanda terima dari kliniknya?
Tentu.
- Di mana Haraguchi-san? - Dia sedang dirawat.
Mereka juga sedang melakukan beberapa tes untuk berjaga-jaga.
Tes? Tes apa?
Ini.
Dia hamil tiga bulan.
Shotaro-san, apa kamu tidak tahu soal ini?
Sama sekali tidak.
Tidak sama sekali.
Kenapa Haraguchi-san...
Kami baru saja selesai melakukan tes.
Kami tidak menemukan masalah apa pun dari CT dan MRI.
Tekanan darahnya tidak stabil. Untuk amannya,
dia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
Haraguchi-san, bagaimana perasaanmu?
Aku membawakan baju ganti.
Hai, Hijiri-chan, terima kasih sudah datang.
- Aku baru saja mau keluar. - Kamu mau ke mana?
Aku akan mampir ke rumah, lalu berangkat kerja.
Tapi mereka menyuruhmu istirahat.
Aku harus mempersiapkan negosiasi hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.