முதல் 200 வரிகள்.
Engine Episode 1 "Kedatangan anak ke 13"
Kau seharusnya tidak menghalanginya.
Perkelahian tidak akan menyelesaikan masalah.
Itulah yang selalu diajarkan Tuhan pada kita.
Jika kau ditampar di pipi kirimu, tersenyumlah dan berikanlah pipi kananmu.
Ini lagi??
Seharusnya dia mengajarkan sesuatu yang baru dong...
Berapa menit lagi??
Tunggu saja, sebentar lagi.
Ada yang datang.
Aku berharap dia memberikan kita uang.
Aku maunya mayones.
Mayones lagi?
Tidak, jangan!
Dia tidak mungkin memberi kita uang. Aku dengar pastur itu sedang terlibat utang!
Benarkah?
Tentu saja tidak.
Berapa menit lagi??
Ada yang datang.
Hah?
Apakah kalian semua mendengarkan?
Iya.
Benarkah?
Benar, jadi cepatlah diselesaikan.
Baiklah.
Kalian semua sudah melewati kesulitan dan telah terpisah dari keluarga kalian.
Sekarang kalian semua tinggal di rumah ini bersama dengan "orang-orang asing."
Kalian semua telah melewati ujian terberat.
Aku berharap kalian mengandalkan suara Bapa di Surga untuk melanjutkan kehidupan kalian...
Iya?
Aku merasakan sesuatu.
Ada apa?
Apakah itu firasat cenayangmu lagi?
Firasat cenayang?
Iya. Ada orang yang datang.
Disini? Siapa?
Anak kecil... seorang anak laki-laki!
Benarkah?
Mungkin kau terlalu mengharapkan untuk mendapatkan teman saja?
Iya!
Halo, halo Tn. Kura-kura...
Halo, halo Tn. Kura-kura...
Tidak ada seorangpun di dunia ini...
Yang lebih cepat dibandingkanmu...
Apa yang membuatmu sangat cepat...?
Sial.
Sial...jadi macet!
Ini serius?
Aku harap mereka tidak memintaku menggantinya.
Aku tidak mengerti apa yang kau katakan sama sekali!
Kau merasa dirimu siapa, supir bis?!
Tahan!
Aku kenapa?
Ada apa ini...?
Kau tidak apa-apa?
Apa-apaan ini?!
Apa yang harus aku lakukan...
Aku benci anak-anak...
Jangan ganggu aku!
Rumahnya cantik sekali!
Lihat bunga-bunga itu!
Ini mungkin berbeda dengan di kota, tapi disini sangat bagus ya!
Benar sekali.
Kita boleh masuk?
Kau pasti yang bernama Kusama Shuhei kan?
Iya.
Aku senang kau bisa sampai. Jaraknya jauh dari stasiun, ya?
Tidak juga.
Masuklah!
Permisi.
Senang bertemu denganmu.
Silahkan masuk, masuklah.
Ini adalah semua barang bawaannya...
Biar saya yang urus.
Kami menginginkan yang terbaik baginya...
Saya boleh permisi keluar?
Apa?
Kalian pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan.
Kau ini sopan sekali.
Aku memang harus seperti ini, begitulah.
Biar aku yang menunjukkan kamarnya!
Ini adalah ruang makan.
Kamar mandinya di sebelah sana.
Kalau ada yang ingin kau tanyakan, tanyakan saja pada anak-anak yang lain saat mereka pulang nanti.
Tempatnya tidak terlalu besar ya?
Benarkah?
Sebelum aku tinggal dengan orang tuaku yang ini, aku pernah tinggal di panti asuhan yang isinya 100 anak.
Saat ini kami ada 12 anak.
Kami lebih merasa seperti keluarga.
Walaupun aku sendiri, baru berada disini selama 3 bulan.
Mari kita berteman, ya?
Baik...jadi dimana kamarku?
Maaf!
Aku akan membersihkannya dulu...
Dikamar ini nanti, kau akan berbagi dengan seorang anak laki-laki SMU.
Baiklah.
Ini mejamu.
Baik.
Jadwal membersihkan kamar ini dan waktu mematikan lampunya, kalian rundingkan saja.
Apa boleh aku mengganti pakaian dulu?
Aku rasa aku tidak akan bisa mengingat sebanyak itu dalam waktu sebentar.
Maaf! Baiklah, nikmatilah waktumu!
Saat kami pertama kali membawanya, kami sangat kagum karena kesopanannya.
Namun, setelah setengah tahun kemudian, dia tidak membuat kami nyaman sama sekali.
Kami merasa kami sudah tidak sanggup jika melanjutkan seperti itu terus...
Memang agak sulit, bagi seorang anak untuk membuat nyaman orang tua...
Iya, kami paham itu, tapi dia terus berkata terlalu sopan pada kami, tidak seperti anak lainnya...
Kami merasa, kami sedang diamati olehnya.
Setelah dia tinggal bersama kami, kami jadi merasa seperti itu ...
Sebelum kami, orang tua angkatnya juga hanya sanggup 3 bulan saja dengannya...
Apakah kalian anggap dia hanya binatang peliharaan?
Maaf?
Aku sudah boleh masuk?
Aku akan melihat pakaian dalammu!
Saat kalian menginginkan anak, lalu kalian mengadopsi 1, lalu jika tidak sesuai harapan kalian.
Kalian akan mengembalikannya seperti kalian mengembalikan anak anjing ke toko binatang peliharaan.
Enchou (Ketua)...
Kami mengadopsinya memang karena kebaikkan hati kami!
Anda tidak hak berkata seperti ini.
Tidak ada hak? Kalian masih merasa benar??
Ayah!
Maafkan aku...apakah kalian melihat Shuhei??
Apakah anak itu akan datang hari ini?
Mungkin dia sudah sampai.
Aku benar kan!
Aku sudah memasukkan tiketnya...
Maaf pak, bisakah anda kesini sebentar?
Ada apa dengan mesin itu?
Anda harus membayar 20 yen lagi.
Aku rasa, aku punya 20 yen...
Terima kasih.
Maaf.
Permisi. Bolehkah aku meminjam uang anda, tolong?
Minta padaku?
Tolong?
Untuk apa?
Saat ini Ibuku berada di rumah sakit, dan aku ingin menjenguknya...
Tapi aku meninggalkan dompetku di rumah.
Kalau begitu, ambil dulu saja.
Aku akan ketinggalan kereta, dan tidak mungkin bisa menjenguk Ibuku.
Aku berjanji akan mengembalikannya!
Butuh berapa?
1,000 yen sudah cukup...
...Kau pikir aku perduli, bodoh!
Apa?
Kau pikir kau bisa membodohiku dengan gaya seperti itu?
Jangan meremehkan orang dewasa!
Tolong tunggu sebentar!
Memang benar, aku sudah berbohong tentang dompetku yang ketinggalan di rumah.
Tapi Ibuku memang benar sakit.
Ke dua orang tua ku sudah bercerai, tapi Ayahku sudah tidak mau mengurusi kami...
Owh, menyedihkan sekali ya...
Kumohon! Aku berjanji akan mengembalikannya!
Pergilah! Aku tidak suka anak kecil.
Dia tidak ada di sekitar rumah!
Apa mungkin kalian tahu, kemungkinan dia pergi kemana?
Apa kau bermaksud menyalahi kami?
Bukan itu maksud saya. Tapi anda kan sudah pernah tinggal bersamanya...
Jadi ini salah kami?!
Aku saja yang angkat.
Ini adalah Rumah Kaze no Oka (Bukit Berangin).
Halo?
Halo??
Ini aku.
Siapa itu?
Aku tidak tahu!
Apa?
Tidak ada yang bicara.
Aku tidak percaya dia langsung matikan.
Kenapa langsung dimatikan?
Bagaimana kalau itu Shuhei?
Halo? Ini rumah Kaze no Oka.
Halo?
Halo? Shuhei?
Halooo?? Ini aku, Jiro.
Apa?
Dimana kau saat ini? Di Rome?
Tidak, sesungguhnya...
Maaf, kita bicaranya lain kali saja ya?
Baiklah, terima kasih.
Maaf, barusan itu tidak penting.
Aku akan memeriksa di stasiun kereta api.
Aku akan menyisiri tepi sungai.
Ini bukan kesalahan kami, kan?
Ini bukan kesalahan kalian sama sekali. Kami yang akan menanggung resikonya.
Jadi, sekarang kalian pulanglah.
Kami tidak bermaksud ingin melarikan diri..!
Sudah pulang sana!
Biar aku ikut denganmu.
Maafkan aku, seharusnya aku...
Jangan khawatir, kita pasti akan menemukannya.
Dia pasti sedang menunggu kita di suatu tempat.
Menunggu?
Dia hanya sedang menguji kita, apakah kita akan mencarinya atau tidak.
Dia hanya ingin tahu, apakah kita mengkhawatirkan dia.
Kenapa aku selalu ceroboh seperti ini...?
Ada masalah?
Kalau kau hanya duduk disini saja, orang-orang akan curiga.
Kenapa kau tidak punya telpon genggam??
Diamlah. Apa gunanya aku berbicara denganmu?
No comments yet. Be the first to leave one.