முதல் 200 வரிகள்.
2006 Sebuah Pulau di Samudra Pasifik, Kota Doma, Sekolah Menengah Putri Jing Hwa
Mari kita heningkan cipta sejenak
untuk mereka yang tewas dalam tsunami
setahun yang lalu.
Di hadapan bencana yang menghancurkan,
kita diingatkan akan berharganya hidup.
Kita tumbuh bersama.
Dan kita maju bersama.
Tempat ini besar, tapi sekarang cuma separuhnya yang bisa dipakai.
Lihat itu?
Itu terus bocor.
Air hujan terus masuk.
Kau harus cari cara buat memperbaikinya.
Menurutku
kau sebaiknya renovasi seluruh tempat ini.
Renovasi?
Itu bakal makan biaya besar, jenius.
- Maaf. - Kepala Sekolah.
Aku tidak tahu Anda ada di sini.
Anda tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Anda tidak apa-apa?
Pakai ini.
Ini.
Tidak, tak apa, aku bisa sendiri.
Biar aku lap pakaian Anda.
Dan, Pak...
- Pak. - Aku tadi berpikir...
Kebocoran di sini malah lebih parah.
Permisi.
Ya.
Apa-apaan cuaca neraka ini?
Hujan terus, terus saja.
Tambal saja dulu.
Masalahnya hujan terus turun.
Beban beratnya bisa jadi masalah.
Bagaimana kalau atapnya runtuh?
Setidaknya tunggu sampai penggalangan dana selesai,
baru kita punya uang untuk renovasi.
Acara itu sudah dekat.
Sekarang dengan genangan air ini,
ini benar-benar tidak bisa diterima.
Pokoknya cari cara buat memperbaikinya dulu.
Tambal saja.
Tambal.
Zaifu.
Kapan kau potong rambut?
Belakangan ini kau kelihatan segar.
Permisi,
apa kalian melihat Tong?
Permisi,
apa kalian melihat Tong?
Bu Zhang.
Maaf.
Apa Anda melihat Tong?
Tong.
Dia pergi bersama beberapa teman sekelasnya buat mencari perahu kertas.
Terima kasih.
Sekarang, mari sambut
Direktur Kreatif kami, Gao Jingshu.
- Santai, santai. - Dan Penata Rambut,
Zhong Xiaoqing.
Xiaoqing.
Desainer Kostum, Huang Wenling.
Dan terakhir, bintang pertunjukan ini,
model kami,
Chen Yutong.
Chen Yutong.
Kelihatannya seru?
Atau kalian mau ikut?
Apa?
Pergi sana.
Kau kelihatan lebih bagus tanpa poni.
Kreatif sekali kau.
Iya, kan?
Bagus sekali kelihatannya.
Kau cantik sekali.
Katakan padaku.
Di mana ponselnya?
Tidak ketemu di mana-mana.
Di mana ponselku?
Di mana sih bangsat itu?
Di sini?
Atau di sini?
Lihat dia.
Ngomong dong. Dasar bisu jalang.
Kasih aku gelnya.
Menjijikkan.
Ibumu merayu ayahku.
Sekarang kau mau merayu siapa?
Kau tahu?
Mari kita pakaikan lipstik buatmu.
Cantik sekali.
Cantik banget.
Memukau.
Bicara.
Ngomong sesuatu.
Diam selamanya.
Ayo pergi.
Dadah.
Tong.
Nanti kita pergi ke kastel terbengkalai itu.
- Tong. - Aku akan bacakan ramalan buatmu.
Cari tahu di mana ponselmu.
Tong.
Tong.
Hujannya deras sekali.
Bagaimana kau bisa mengangkat kakimu setinggi itu?
Apa-apaan cuaca ini?
Astaga.
Hujan di mana-mana.
Semuanya basah.
Ayah Angie menangkapnya dan membawanya pulang lagi.
Kalau tidak, kami berempat bermain di sini
pasti bakal sangat menyenangkan.
Benar.
Teleponnya tersambung waktu itu.
Kau tahu?
Ibu si bisu dulu seorang akuntan.
Sekarang dia membersihkan gedung olahraga.
Iya.
Demi putri kesayangannya.
Aku tidak tahan melihatnya.
Menjijikkan.
Kenapa ponselnya menyala lagi setelah selama ini?
Jingshu.
Halo, Kepolisian Kota Doma.
Halo, Kepolisian Kota Doma.
Apa keadaan daruratmu?
Begitu mencium aroma teh kumquat,
aku langsung tahu Bu Li ada di sini.
Suamiku yang menanamnya.
Nanti akan kuselundupkan sedikit buatmu.
Terima kasih.
Orang tua mereka sudah melaporkan orang hilang.
Bisakah kau berhenti main-main?
Kali ini benar-benar tidak ada hubungannya denganku.
Menyebalkan sekali.
Ada yang bisa kubantu?
Kepala Sekolah.
Menurutku akan lebih baik kalau Tong
kembali ke kelas kebutuhan khusus.
Apa dia kesulitan beradaptasi di kelas biasa?
Dia bisu sejak lahir.
Menempatkannya di kelas biasa sekarang
terlalu berat untuknya.
Lagipula,
dia cukup akrab
dengan teman-temannya di kelas kebutuhan khusus.
Begini, Bu Li.
Dengan penampilan Anda,
bekerja di sini sebagai petugas kebersihan
untuk menghidupi anak Anda
sungguh menyedihkan untuk dilihat.
Pasti berat.
Aku cukup menyayangi Tong.
Itulah kenapa Bu Zhang memindahkannya ke kelas biasa.
Supaya dia bisa belajar
hidup di tengah orang normal lebih cepat.
Kalau sekarang kupindahkan dia kembali,
orang-orang akan mengira ada sesuatu
antara aku dan Anda.
Bahwa aku menyalahgunakan kekuasaan.
Aku tidak akan membahas detail
tentang bagaimana Angie memperlakukan Tong.
Kalau Anda tidak bisa menyelesaikan masalahnya,
setidaknya bisakah mereka dijauhkan?
Ini bagus untuk batuk.
Mari saling membantu.
Kadang, tidak berbicara
lebih baik daripada bicara omong kosong.
Aku akan langsung berkonsultasi dengan Bu Zhang.
Terima kasih, Pak.
Aku tidak akan mengganggu Anda lagi.
Terima kasih.
Terima kasih.
Anak-anak zaman sekarang
tidak takut pergi ke mana pun.
Kak Wen.
Ada rumor di sekolah.
Tentang
seorang pembunuh
yang berkeliaran di sekitar sini.
Katanya, setelah membunuh seseorang,
dia memakai minyak mayat
untuk membuat lilin.
Hilang selama dua hari itu sangat normal.
Aku juga sering menghilang saat seusia mereka.
Kak Wen.
Aku serius.
Mungkin pembunuh itu ada di dekat sini.
Lagipula,
yang paling penting adalah
Kak Dai.
Pak.
Sejak kapan Anda datang?
Sudah lama juga.
Aku sudah gelisah menunggu kalian.
Ada temuan?
Kami menemukan...
No comments yet. Be the first to leave one.