முதல் 119 வரிகள்.
Di penghujung abad yang tanpa mimpi, tanpa harapan, dan tak ramah ini...
ada seorang pemuda bak malaikat dengan hati yang murni, jujur, dan sederhana.
Kalau begitu, aku berangkat!
Ayah.
Ibu.
Pagi yang indah.
Sekolah baru...
Alangkah baiknya kalau aku bisa mendapat banyak teman baru.
Ah!
Selamat pagi!
Terima kasih atas kerja kerasnya!
Ada apa?
Kitano Seiichirou...
Apa dia benar-benar murid pindahan yang luar biasa itu?
Ya, kepala sekolah dari sekolah lamanya bilang dia punya nilai dan karakter yang luar biasa.
Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya.
Sayang sekali mereka tidak bisa mengirimkan fotonya.
Benar.
Mereka pasti sedang sangat terburu-buru.
Sepertinya dia sudah datang.
Silakan masuk.
Permisi.
S-Siapa kau?
Apa kau tidak tahu ini ruang kepala sekolah, berandal?
Anu...
Aku murid pindahan yang baru, Kitano.
C-Cepat! Panggil polisi! Polisi!
Eh?
Namun...
Wajah pemuda itu sangat menakutkan.
Aku tak percaya ini.
Apa yang bisa mengubah seseorang sampai seburuk itu?
M-Mulai hari ini, K-Kitano Seiichirou-kun akan bergabung dengan kelas kita.
Semuanya, b-bersikaplah yang baik padanya.
Pokoknya, pertama-tama aku harus membuat mereka cepat mengerti kalau aku tidak menakutkan.
Eh...
Apa?
Anak kelas satu dengan wajah seram pindah ke sini?
Ya!
Dia sudah membuat semua anak kelas satu ketakutan padanya!
Kalau begini terus, orang-orang akan mulai meragukan kalau kau itu bosnya!
Meremehkanku...
Dia pikir dia bisa lolos tanpa menyapaku, ya?
Baiklah!
Banchou SMA Hieikiku ini, Kuroda Seikichi, akan mengajari bocah tengik kelas satu itu siapa bosnya dengan saksama.
Terima kasih atas makanannya.
Dia pergi...
Mungkin dia pulang?
Syukurlah!
Aku sempat khawatir dia takkan pernah pergi.
Benar-benar!
Aku gugup sekali, sampai-sampai aku tidak bisa menikmati makan siangku!
Kau benar sekali!
Sudah kuduga akan begini jadinya...
Kurasa keheningan ini memang salahku.
Di kelas ini, Kuroda-san!
Oi!
Kau dari kelas ini, kan?
Ya.
Katanya ada cowok berwajah seram yang pindah ke sini hari ini.
Aku penasaran orangnya seperti apa... maukah kau memperkenalkannya padaku?
Maksudmu aku?
Kuroda-san! Ini orangnya!
Itu dia! Dia cowok yang pindah itu!
S-Salah kelas!
B-Bodohnya aku!
Aku sangat terburu-buru sampai s-salah kelas!
Kuroda-san!
Itu tadi kelas yang benar!
Dia itu si murid pindahan!
Kuroda-san!
Kuroda-san, kenapa kau lari?
Dia kan murid pindahan itu!
Tolol kau!
Kau lihat matanya, kan?
Itu bukan mata orang normal.
Aku sering berkelahi, jadi aku bisa langsung tahu orang itu kuat atau lemah hanya dengan melihatnya.
Orang itu kuat.
Bukan cuma kuat, orang itu benar-benar penjahat!
Belum lagi...
Kalau instingku benar...
Yang lebih mengerikan... Orang itu pecandu narkoba!
Eh! Narkoba?
Tanpa ragu lagi.
Dengar... mulai sekarang kita tak boleh berurusan lagi dengannya.
Aku harus semangat.
Aku yakin semuanya akan segera mengerti.
Oke! Untuk merayakan hari pertamaku di sekolah baru, aku akan memungut sampah di sekitar kampus.
Tapi Kuroda-san...
Dia tidak punya alasan untuk mencoba mengincar kita, kan?
Jangan khawatir!
Kalau saatnya tiba, aku yang akan mengurusnya.
Tapi lawanmu itu pecandu narkoba!
Serahkan padaku!
Kita tidak akan memprovokasinya, tapi kalau dia mendatangi kita...
maka ceritanya akan berbeda!
Ah. Ini pasti tumbang saat ada topan waktu itu.
Yah, itu dua skenario yang sama sekali berbeda.
Kau luar biasa, Kuroda-san!
Seperti yang diharapkan dari Kuroda-san! Kau pria sejati!
Yah... begitulah.
Apa sih yang OSIS lakukan?
Membiarkan barang seperti ini tergeletak begitu saja...
Gawat.
Itu cowok-cowok menyeramkan tadi.
Aku harus lari.
Berat pohon ini menarikku ke depan!
K-Kuroda-san! Itu dia!
T-Tenanglah!
Kuroda-san! Apa omonganmu tadi cuma bohong!
Hajar dia, Kuroda-san!
I-Iblis...
MINGGIR!
A-Apa yang harus kulakukan?
Dia akan marah!
Nyawaku...
Tolong ampuni nyawaku!
Tolong jangan bunuh aku!
Aku akan memberikan gelar Banchou atau apa pun padamu!
No comments yet. Be the first to leave one.