முதல் 200 வரிகள்.
Ini dia.
-Bos. -Ayah.
Silahkan pergi.
Aku benci ayah.
Kau masih menyebut dirimu ayah!
Paman.
Jaga fotonya, yah?
Aku menaruhnya diamplop itu.
Aku pulang.
-Apa yang sedang kau cari? -Foto.
Foto?
Seharusnya ada foto disini.
Eh? Sa-chan menaruhnya disitu?
Iya, huh...
Tidak ada disini...
Mungkin aku menjatuhkannya dibelakang.
Hei...
Bagaimana hari ini?
Ayahnya...
Dia merobek kertas itu didepan anaknya.
Eh?
Ini dia.
Haruo ditangkap pada tanggal 13 April,
Kemudian Sa-chan lahir pada tanggal 25 Desember.
Kapan tukang roti itu dan ibunya bertemu?
Hei!
Apakah kau tahu kapan ayahnya Sa-chan's dan Mariko-san bertemu?
Tidak tahu.
Mengapa kau menanyakan itu kepadaku?
Tidak apa-apa.
Karena...
Mungkin memang tidak ada fotonya...
Kurasa begitu.
Sa-chan, waktunya makan.
Sa-chan.
Bibi...
Mengapa ayah melakukan itu?
Silahkan pergi.
Kenapa?
Itu karena...
Aku tidak ingin makan.
Apa yang akan kita lakukan terhadap Sa-chan?
Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya.
Lalu, apa yang akan kita lakukan mengenai foto itu?
Jika memang sudah berada ditangannya, tidak ada yang bisa kita lakukan.
Jangan khawatir.
-Lalu... -Apa?
Makan seperti itu memangnya tidak masalah bagimu.
Terserah.
Ahhh...ya Tuhan...
Kau jadi berantakan.
Geli!!
Mundurlah..
Kuharap tidak ada yang rusak...
Ada apa?
Ini punyaku.
Jangan pelit.
Aku tidak ingin berbagi!
Apa itu?
Mengapa kau menyembunyikan ini?
Aku hanya ingin menjahilimu.
Menjahili?
Bagaimana bisa kau menyimpan foto wanita lain selain aku.
Aku tidak paham...
Baiklah!
Bagaimana kalau kita taruh disini?
Ah! Lihat! Bagus kan disana.
-Aku pulang. -Selamat datang.
Eh? Kenapa dengan wajahmu?
Aku meminta perpanjangan waktu untuk membayar hutangnya lalu beginilah.
Kurasa ini tidak baik...
Jika akhir minggu ini kita tidak membayarnya mereka akan menenggelamkan kita di Teluk Tokyo.
Sampai jumpa.
Memangnya cuma aku?!
Mereka hanya ingin menakut-nakutimu, itu saja.
Jika mereka menenggelamkan orang karena berhutang 250k yen, Teluk Tokyo pasti sudah pasang (naik/luber).
Haruo, pikirkan apa yang harus aku lakukan.
Tenggelam saja.
Tenggelam saja? Baiklah...
"Kesempatan bekerja", yah.
Mereka juga memberikan bonus.
Mungkin aku harus mencobanya.
Walaupun kau sudah berumur 60 tidak masalah.
-Maksudmu aku sudah berumur 60? -Aku tidak berkata seperti itu!
Hei, apakah kau ingin mencobanya?
Tidak.
Kenapa?
Seharusnya kau bersyukur karena ada kesempatan seperti ini.
Tidak penting bagiku.
Apa kau baik-baik saja?
Orang itu yang melamun.
Kau terjatuh bukan karena salahku.
Iya. Jangan khawatirkan hal itu.
Sampai jumpa.
Padahal jelas dia yang menabrakmu...
Hati-hati, yah?
Orang-orang yang bekerja disini jahat-jahat.
Maaf, maaf, maaf, maaf...
Aku pulang..
"Hari ketiga setelah kelahiran Sachi."
28 Desember, 2000...
Aku tertangkap...
April 2000.
Hah?
Paman, apakah kau orang yang jahat?
Mau?
Paman!
Dia...
Tidak mungkin!
Sachi adalah...
Tidak mungkin...
Sachi adalah anakku dengan Mariko.
Dia tidak ada urusannya dengan orang asing sepertimu.
Orang itu...
Halo. Ini adalah toko roti Murakami.
Aku ingin keluar sebentar. Setelah selesai kau boleh pulang.
Hei.
Apa yang kau inginkan?
Mengapa kau menyembunyikannya?
Mengapa selama ini kau menyembunyikannya?
Dia adalah anakku, bukan?
Dia adalah anakku bersama Mariko, bukan?!
Dia bukan anakmu!
Kau berbohong saat mengatakan kalau kau adalah ayahnya!
Apakah kau sungguh menyukai Mariko?
Kau tidak hanya mempermainkannya bukan?
Kau ayah yang palsu.
Kau tidak pernah mengerti!
Kau tidak tahu bagaimana perasaan Mariko.
Apakah kau pernah tahu perasaan Sachi?
Kau berada dipenjara.
Seandainya saja kau tetap berada disana, Sachi akan tetap tumbuh dengan baik.
Saat Mariko meninggal,
Aku berjanji kepada diriku, kalau aku akan melindungi Sachi.
Selama 8 tahun!
Aku membesarkan Sachi.
Kau pikir hanya kau ayahnya?
Apa yang telah kau perbuat baginya?
Apa yang sudah kau ajarkan padanya?
Sachi adalah anakku.
Dia adalah anak yang telah kubesarkan dengan usahaku.
Kau tidak bisa berkata seperti itu.
Sial!
Kau pembunuh, bukan?
Tangan-tangan itu sudah ternoda, bukan?
Aku memohon padamu.
Tolong berhenti menemui Sachi.
Tolong jangan pernah menyentuh Sachi
dengan tangan-tangan itu.
Sial!!!!
Apa yang terjadi?
-Apakah ini perbuatannya? -Iya.
Sakit tidak?
-Ah...maaf. -Tidak apa-apa.
-Apakah kita perlu menghubungi polisi? -Tidak. Sekarang semuanya sudah berakhir.
Eh?
Sachi...
Apakah kau sudah tidur?
Aku bertemu dengan Haruo.
Sekarang dia sudah mengerti.
Hm?
Dia tidak akan kesini lagi.
Sachi...kau juga tidak akan bertemu dengannya lagi.
Jadi...Hari minggu ini, bagaimana kalau kita keluar bersama?
Yah, tapi aku-
Tidak apa-apa, sekali-kali.
Tidak apa-apa, bukan?
Yah, kurasa begitu. Tidak apa-apa.
Sa-chan, bagaimana denganmu?
Aku tidak ingin pergi.
Bawakan minuman yang lain.
Hei.
Pukulan tukang roti itu hebat juga, yah.
Hei hei hei...kau sudah minum terlalu banyak. Cukuplah.
Tinggalkan aku.
Sachi adalah anakku.
Dia adalah anak yang kubesarkan dengan usahaku.
Kau tidak bisa berkata demikian.
Hei.
Ada apa dengan Haruo?
Jangan perdulikan dia.
Haruo!
Ada apa?
Tidak ada apa-apa...
Tiiiidakk ada apa-apa.
Aku sudah melupakannya...
Cepat! Cepat!
Silahkan!
Ini!
Aw! Sakit sekali!
-Bercanda! -Kau cuma bercanda?!
Haruo...
Sa-chan saat ini...
Ayahnya saat ini bukanlah ayah kandungnya.
Ayahnya yang sesungguhnya ada disini. Mengapa kau tidak langsung memberitahunya?
Hubungan anak dengan orang tuanya tidaklah semudah itu.
Bagaimana dengan keluargamu?
Aku tidak punya.
Tidak mungkin kau tidak punya.
Dulu ada...tapi sudah tidak lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.