Mistari 200 ya kwanza.
Maafkan aku, Skye.
Tumornya tidak merespon terhadap pengobatan.
Sebentar lagi kau akan merasa tenagamu cepat habis,
dan pergerakan tubuhmu mulai makin terbatas.
Saatnya untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik.
Kau kehilangan satu, kau dapat yang lain.
Apa penyakitnya Calvin?
Hasil tes'nya keluar besok.
Aku lihat kau melirik pilot berkacamata hitam itu.
Ya.
Kenapa semua pilot berpikir mereka itu bintang rock?
Aku dengar mereka memakainya sampai tidur.
Tugasmu untuk mencari tahu.
Dia bukan tipeku.
Aku mulai yakin kau tidak punya tipe.
- Nona, butuh tumpangan - Tidak, terima kasih.
Maafkan anakku ini. Dia sedang ribut dengan istrinya.
Hei, cowok yang satu itu, dia baik juga.
Ya.
Terima kasih sudah berbagi, Ann.
Dengar semuanya, kenapa kita tidak mengadakan latihan?
Santai saja. Ini bukan ujian.
Ini dia.
Sekarang buat daftar.
Buat daftar yang ingin kau lakukan.
Biarkan imajinasimu bebas.
Jika ingin mendaki Everest, silakan ditulis saja.
Bagaimana jika aku ingin merampok bank?
Aku tidak menyetujui itu,
tapi silakan tulis saja. Aku kenal pengacara yang handal.
Jangan sungkan untuk saling memberi inspirasi, oke?
Silakan saling mendukung.
Senang kau bergabung, Skye.
Kau kenal aku, Dan.
Aku akan telat untuk pemakamanku sendiri.
Kau selalu diterima disini tapi jangan ulangi kelakuanmu minggu lalu...
...karena aku harus menyuruhmu pergi.
Aku akan bersikap manis.
Baiklah.
Kau anak baru.
Aku Skye.
Calvin.
Kau sedang apa disini, Calvin?
Latihan mendaki gunung yang mengerikan atau sejenisnya?
Ya, itu sebenarnya.
Mau contek punyaku?
Aku agak sembarangan kalau tentang group sharing.
Ada apa denganmu?
Maaf.
Wajahmu...
Itu namanya mengedipkan mata, bodoh.
Masa bermain selesai. Saatnya kerja.
Apa lagi sekarang?
Aku tak tahu harus menulis apa.
Tulis apa saja. Tak ada yang peduli. Kau ini sekarat, kan?
Tapi jangan menulis sesuatu yang umum misalnya berenang dengan lumba-lumba.
Dan jangan tulis soal Disneyland. Aku pernah kesana. Rasanya tidak enak.
Lagipula ada 1000 anak sekarat disana jadi tak ada yang memperlakukanmu istimewa.
Bahkan untuk Mickey Mouse. Dia cuma sekedar lewat begitu saja.
Kau punya cewek?
- Hm? - Cowok?
Tidak.
Tapi ada yang kau suka, kan?
Mungkin kau sering memikirkan mereka saat kau sedang...
Ya ampun!
- Bagaimana? - Jangan ganggu aku. Oke?
- Katakan saja namanya, bodoh. - Jangan panggil aku seperti itu.
Maaf.
Maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakiti hatimu.
Kadang aku begitu marah. Tiba-tiba mengamuk.
Ini tidak adil. Seharusnya aku punya masa depan yang cerah.
Aku cuma bercanda.
Berikan itu.
Itu sebagai awalan.
TANYA NAMANYA SAAT BERKENCAN
Kerja yang hebat, teman-teman.
- Sampai ketemu, Calvin. - Terima kasih, Dan.
Terima kasih lagi.
Kerja bagus.
- Hei, Ayah. Bagaimana tadi? - Aku masih terkena kanker.
Ya aku tahu. Ini group sharing. Bukan ritual voodoo.
Oh, ayolah!
Kau menyebalkan!
Hei, Calvin. Bisa menolong seorang gadis?
- Aku akan terlambat kerja. - Ayolah, cuma sebentar saja.
Tinggal dorong saja atau terserah.
Bukan seperti itu.
Ayo lebih keras lagi!
- Ow! - Yay! Calvin hebat!
Kau mau?
Menyebalkan, ya?
Punya kanker.
Stadium'ku sudah tinggi sekali. Bagaimana denganmu?
Aku harus pergi.
Hei.
Hei, kau menjatuhkan ini.
Nama: Calvin Lewis Posisi: Pertugas Bagasi
KANKER TESTIKULER
Aku merasa ada sesuatu.
Tak ada masalah denganmu, Calvin.
Aku tak tahu harus bagaimana mengatakannya.
Bagaimana dengan gejalaku?
Kau bilang merasakan sakit, tidak nyaman.
Aku percaya itu. Tapi itu bukan indikasi penyakit kanker.
Lalu bagaimana dengan tahi lalatku?
Ukurannya masih sama dengan minggu lalu.
Mungkin kita harus melakukan tes lagi. Untuk sekedar memastikan.
Tak ada tes lagi.
Masalah kesehatanmu bukan di fisik.
Aku kira dengan menyuruhmu ke group sharing...
...bisa memberimu pandangan baru.
Aku tidak mengada-ada.
Paham?
- Calvin... - Aku bukan hiperkondria.
Buku catatan gejalamu?
- Hei. - Oh.
Yang kemarin itu kamu, kan? Bersama Ayah dan saudaramu.
Mm-hm.
Maaf tentang hal itu.
Aku tahu semua itu.
Aku punya 4 saudara laki-laki.
Di Ohio sana.
Keren.
Jelas kau belum pernah ke Ohio.
Aku jarang bepergian.
Kau kerja di bandara.
- Aku tak pernah ikut terbang. - Apa? Sungguh?
Bagaimana mungkin?
Temanku, kau memalukan untuk industri penerbangan.
Jadi apa yang kau tulis itu?
Oh, bukan hal penting. Kau tahu lah.
Sepertinya buku laris.
Calvin Lewis ke meja informasi.
Calvin Lewis ke meja informasi.
- Itu aku. - Sepertinya kau harus pergi.
Aku Izzy.
- Um... - Um...
Oke.
Sampai ketemu.
Hai, aku Calvin Lewis.
- Hai, Calvin! - Hai.
- Hai. - Kau sedang apa disini?
Kau menjatuhkan ini saat pertemuan. Oh, kau punya yang lain.
- Apa kau tak sekolah? - Ini mobilmu?
- Wow. - Ya.
- Bisa bawa aku berkeliling? - Tidak.
- Ayolah. - Tidak.
Tapi aku sedang sekarat.
Ini tidak diasuransikan untuk orang sipil.
Orang sipil? Ayolah. Aku tak akan menuntut ganti rugi.
- Sumpah sampai mati... - Skye.
Jadi kau orang yang suka mogok dan merusak bawaan orang?
Tidak.
Apa kau pernah membongkar koper orang?
Benda teraneh apa yang pernah kau temukan?
Pasti ada sesuatu yang mesum, kan?
Ayo cerita saja. Aku pandai menjaga rahasia.
- Ini giliranku kerja jadi... - Oh, bagus. Aku ikut.
Apa? Jangan...
Apa itu ikan mas?
Ya, dia untukmu.
Namanya Boris.
Tapi kau bisa panggil sesukamu. Dia pasti lupa tiap 3 detik.
Astaga... ohh...
Kenapa kau kesini?
Kau separah Boris. Aku mengembalikan kartu pengenalmu.
Oke. Terima kasih.
Um... sekarang bisakah kau pergi?
Aku bisa sih...
Maaf aku bersikap kurang sopan, ya. Itulah aku.
Jika kau ingin mengalahkan penyakit ini, kau jangan pantang menyerah.
Kau tidak mengidap kanker penis, kan? Karena aku merasa tidak enak.
- Tidak, aku tak punya... - Oh, syukurlah.
Jadi kita mulai besok.
- Mulai apa? - Daftarku sebelum mati.
Seperti keinginan sebelum mati tapi tidak payah.
Jangan khawatir. Aku tak akan menyeretmu Amsterdam.
- Besok aku harus kerja, jadi... - Gunakan kankermu sebagai alasan.
Alasan kanker?
Aku punya kanker.
Kadang mereka memberimu uang.
Jadi bagaimana?
Kau mau ikut atau mau ikut? Ayo lakukan ini!
Um...
Kita ketemu di air mancur pukul 4.00.
Jaga Boris baik-baik!
Lucy, bagaimana menurutmu?
Tepat waktu, lebih awal, atau terlambat seminggu?
Jangan, jangan. Pilih hari saja.
- Tunggu, apa yang kalian lakukan? - Ini taruhan kaum pria.
Hanya ingin menebak kelahiran.
Bayinya akan lahir kalau sudah saatnya, Bob.
Sebagai info, semua anak-anak Lewis lahir terlambat.
Benar kan, Ellen?
Jadi, apa kau akan kembali kuliah tahun depan?
Aku tak tahu.
Aku belum memikirkan hal itu.
Aku pikir setelah kerja 6 bulan di bandara, kau jadi ingin kuliah lagi.
Aku tak keberatan kerja disana.
12 jam kerja. Kerja keras.
No comments yet. Be the first to leave one.