Mistari 200 ya kwanza.
-- Diterjemahkan oleh Juliana You -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)
MASTER YIN-YANG MENGGUNAKAN DOKTRIN 5 ELEMEN
UNTUK MEMISAHKAN MANUSIA DAN MONSTER.
PARA MANUSIA BERBUDI TERHIMPUN DALAM BIRO YIN-YANG
UNTUK BERLATIH MENANGKAP ROH JAHAT.
Qingming.
Apa yang kau lakukan?
Cimu…
telah tewas.
Cimu?
Kau apakan dia?
Bukan aku. Ada monster kabur dari Ruang Segel,
dan mencuri Batu Lin.
Ada banyak yang tewas.
Kenapa hanya kau yang hidup?
Bukan aku.
- Bukan aku pelakunya. - Mengubah tabiat itu sulit.
Kaulah monster sebenarnya!
Bukan…
Bukan aku!
Baini.
Apa yang terjadi?
Qingming membunuh Cimu dan mencoba mencuri Batu Lin.
Tidak mungkin.
- Pasti bukan dia. - Dia kabur karena takut.
Kau tak bisa menjadi ketua kalau tak bisa bedakan baik dan buruk.
Gelang bunga lonceng.
Saat Pangu membuka langit,
manusia dan monster hidup berdampingan dengan harmonis.
Sampai ada monster iblis, Xiangliu,
mengaku sebagai Kaisar Monster.
Dia ular berkepala sembilan
yang membujuk para monster lain untuk merusak dunia manusia.
Untunglah Master Yin-Yang bangkit melawannya.
Dengan menggunakan pedang yang ditempa di Gunung Tushan.
Mereka membunuh Xiangliu
dan memukul mundur semua monster.
Sejak itu, manusia dan monster terpisah.
Manusia tinggal di kota,
monster tinggal di Dunia Monster.
Hidup secara terpisah.
Jika ada monster yang melewati batas,
Master Yin-Yang menganggapnya sisa anak buah Kaisar Monster,
dan mereka akan segera ditangkap
untuk dikurung di Ruang Segel.
Beri jalan.
Pengawal Kerajaan diperintahkan mengantar upeti ke luar kota.
Beri jalan.
Pengawal Kerajaan diperintahkan mengantar upeti ke luar kota.
DUNIA MONSTER BERBAHAYA
KE LUAR KOTA DENGAN MEMAHAMI RISIKO
Sekarang masa Festival Hantu,
tapi Kapten bersikeras pergi mengirim upeti.
Ini sama saja mencari masalah.
Benar, kenapa kita harus melakukan ini?
Padahal ini tugas Biro Yin-Yang.
Ada sesuatu di hutan.
Siapa itu?
Ayo!
Lihat.
Jika berani cari masalah dengan Pengawal Kerajaan,
akan menjadi seperti ini.
Bagus!
Pedang!
Beri aku pedang!
Itu upeti kerajaan.
Lancangnya!
Aku hanya lewat.
Mari saling membantu.
Tuan Pengawal.
Terima kasih kembali.
Hei!
Sedang apa kau?
Hei!
Aku membantu mengusir monster. Ini bukan apa-apa.
Tak perlu memberiku imbalan.
Aku bisa mengambilnya sendiri.
Siapa mau beri imbalan?
- Siapa… - Tuan.
Sikapmu ini salah.
Mereka yang lolos dari monster
biasanya akan berterima kasih.
Aku sudah membantumu,
tapi kau begitu pelit.
Ini upeti kerajaan.
Tidak boleh kurang.
Ketiga monster cerpelai itu mengenalmu.
Mungkin…
kau pun monster berwujud manusia.
Tuan.
Kau sudah berprasangka buruk.
Masih mau menyangkal?
Terima hukuman matimu.
Jika terus mengoceh,
jika melangkah maju
kau pasti terjatuh.
Kau dari Biro Yin-Yang.
Kau terang-terangan melanggar hukum?
Monster pencuri!
Apa posisimu di Biro Yin-Yang?
Sebutkan namamu!
Namaku
Qingming.
Qingming?
Aku akan mengingatmu.
Melihat kau begitu kesulitan,
hari ini…
sampai di sini saja.
Ke mana
para pengawal kerajaan itu?
Master melarang kita menyimpannya sendiri.
Apa tak akan tertangkap mencuri sebanyak ini?
Kalian diam saja.
Jangan curang.
Masih ada?
Ada masalah di Ruang Segel.
Minggir.
Kembali kepada kemurnian, segel!
- Ada monster menyusup. - Ketua.
Siapa yang menjaga Batu Lin?
- Siang tanpa mentari, malam tanpa bulan. - Siang tanpa mentari, malam tanpa bulan.
- Semua cara demi memukul mundur dewa. - Semua cara demi memukul mundur dewa.
- Rusak segel pembatas. - Rusak segel pembatas.
Kembali ke jalan benar, kemurnian lahir batin.
Segel dipasang.
Arah timur laut, sekitar 4,5 km.
Keluarkan.
Apa itu?
Batu Lin.
Berkilau sekali.
Benda berharga.
Jangan sentuh Batu Lin.
Mau lari ke mana?
- Punyaku. - Aku melihatnya lebih dahulu.
Lepaskan!
Monster cerpelai. Jatuhkan itu!
Jangan!
Kenapa kau?
Aku gagal dan pantas mati.
Setelah mengambil Batu Lin dari Biro Yin-Yang,
aku bertemu 3 ekor monster cerpelai.
Entah di bawah perintah siapa,
tapi mereka mengambil Batu Lin.
"3 ekor monster cerpelai"?
Mereka pasti pelayan Qingming.
Apa dia mengetahui rencanaku?
Ini hal mudah.
Kenapa kau mengacaukannya?
Si kembar Gagak Pemburu.
Petarung terhebat di Dunia Monster.
Konon kalian tidak terkalahkan.
Namun, sepertinya
biasa saja.
Batu Lin telah dipindahkan dari Ruang Penjagaan.
Perjalanan Gagak Pemburu tak sia-sia.
Kini, beristirahatlah.
Sekali lagi.
Jangan berhenti.
Lebih tinggi.
Lurus.
Arah diagonal.
Jangan kira mencuri upeti akan dapat imbalan.
Master mendidik kalian untuk melakukan hal besar.
Lebih tinggi.
Berbaris
dan berlatih bela diri
demi persiapan di masa depan.
Angkat tangan.
Kerahkan tenaga.
Kau membidik ke mana?
Kalau Master tak menerima kalian
sebagai roh pelindung
dan tinggal di sini,
kalian pasti masih ditindas
oleh manusia.
Ayo.
Lurus.
Sekali lagi.
Mau ke mana?
Kenapa dia?
Berhenti.
Ada yang jatuh? Siapa yang jatuh?
Dia memakan sesuatu.
Dan memukul seseorang.
Kita bertemu lagi, Qingming.
Batu Lin akhirnya lepas dari genggaman Biro Yin-Yang.
Kau harus membantuku kembali ke dunia.
Inilah takdirmu.
Kau mengerti, Qingming?
Cahaya Bintang Utara,
segel dipasang.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Awasi para cerpelai.
Ini soal Batu Lin.
Aku akan ke Dunia Monster.
Setelah Batu Lin hilang dari sini,
Ruang Segel terus mengalami kekacauan.
Para Penjaga berusaha menahannya
dan melakukannya semalaman.
Aku tidak percaya ini kebetulan.
No comments yet. Be the first to leave one.