Mistari 154 ya kwanza.
Polos
Henriette, kau bawa peralatanku tidak?
Apa? Tidak dengar. / Kau bawa peralatanku?
Tidak. Aku tidak bawa.
Sepertinya masih ada di mobil.
Kau tahu bagaimana Anna itu. Dia takkan terbiasa dengan lingkungan baru.
Ayah di rumah bersama Anna. Sedangkan kita berdua pergi liburan.
Semua orang sedang liburan Musim Semi sekarang.
Ayah tidak bisa. Dia punya pekerjaan baru, jadi sulit cari cuti.
Kita juga baru pindah apartemen. Ayolah, ini pasti seru.
Nanti setelah liburan usai, kamu pasti punya teman baru.
Pasti seru, kan, kalau punya teman baru?
Tapi semua orang sedang pergi liburan.
Tidak. Tidak semua orang. Sekarang tidurlah.
Selamat malam.
Aku sedang tidak ingin tidur.
Baiklah. Tidak apa-apa.
Bisa duduk di sini lebih lama lagi?
Aku tidak bisa. Tapi pintunya akan kubuka.
Tak apa. Aku bisa mendengarmu. Selamat malam.
Hai.
Kau baru di sini? / Ya.
Mau kutunjukkan sesuatu?
Apa?
Di tempatku dulu, aku juga bangun rumah kayu sendiri.
Aku juga punya ketapel di sana.
Aku menembak orang yang tidak kusukai, orang jahat.
Kau pernah pindah rumah? / Ya, berkali-kali.
Sebentar. Coba berdiri di sana.
Begini.
Jadi, batunya kubuang? / Tidak, jatuhkan di depanku.
Sudah siap? / Ya.
Sekarang!
Kita harus cari benda lain yang lebih ringan.
Siap? / Ya.
Sekarang.
Hebat!
Bagaimana kau melakukannya?
Aku hanya sering latihan saja. / Kita coba sekali lagi.
Siap?
Sekarang.
Boleh aku coba? / Ya.
Konsentrasi penuh. OK?
Sekarang.
Tidak berhasil.
Coba lihat ini.
Hebat!
Kalau begitu, agak seram.
Kau bisa belokkan ini? / Tidak.
Aku bisa!
Tadi kalengnya bisa belok begini.
Dia pakai ketapel?
Tidak.
Tadi kalengnya belok sendiri.
Hati-hati kalau main dengan ketapel.
Dia bisa sulap? / Ya.
Keren. / Anna, ada apa?
Ada ada juga yang bermain sepak bola di sana.
Bagus! Sekarang coba letakkan.
Aku tidak boleh ikut main.
Tim mereka harus menang dulu, baru boleh.
Aku saja.
Mau ikut bantu?
Aku saja yang bawa bantalnya.
Kursi. Lihat, ada kursi.
Lihat! Ada meja.
Maju ke depan.
Bagus!
Ayo.
Ayah sudah menunggu kita. Kita harus berangkat.
Ya, kau juga.
Rambutku sepertinya lebih kuat rambutmu.
Dan rambutku juga lebih gelap dari rambutmu.
Akan kutunjukkan bedanya.
Rambutmu begini, punyaku begini.
Rambutku jauh lebih gelap darimu.
Seharusnya aku tak boleh begitu.
Baik-buruknya manusia tidak boleh dilihat dari warnanya.
Jangan bergerak, agar mudah disisir.
Ibu?
Kami ini profesional. Kami sudah terlatih sebagai perawat.
Jadi kami pasti akan tahu jika ada sesuatu.
Jadi dia tak bisa komunikasi? Bahasa ekspresi sekalipun?
Dia hanya keluarkan suara-suara. Tapi tidak bicara.
Seharusnya dia sudah bisa bicara.
Jadi, dia didiagnosa saat umur 4 tahun?
Ya, tapi sebelumnya normal saja.
Dia dulu banyak bicara, lalu tiba-tiba berhenti begitu saja.
Apa karena dia kurang perhatian?
Bukan. Umur 3 tahun, semua benda dia ajak bicara.
Sepertinya kau sudah tak sabar jalan-jalan, Anna.
Kau ingin bermain?
Waduh.
Darahnya banyak sekali! Duduk dulu.
Duduk dulu.
Anna? Kenapa bisa begini?
Ada pecahan kaca!
Susu!
Susu?
Bisa ajak Anna jalan-jalan sebentar? / Tidak.
Ke taman bermain depan Apartement. / Sudah kubilang, tidak mau.
Selamat malam. / Selamat malam.
Ibu? / Ya?
Saat aku berdo'a, boleh aku pakai bahasa sendiri?
Ya, boleh berdo'a pakai bahasa sendiri.
Mungkin kau ingin do'akan Ayah juga?
Boleh aku berdo'a dengan mendengar saja?
Apa maksudmu?
Hanya mendengar saja?
Ya. Tapi itu tidak sama dengan berdo'a.
Ya sudah. / OK.
Selamat malam. / Selamat malam.
Cepat tidur.
Kami pernah pergi ke banyak tempat. Kami juga pergi ke kota.
Bersama teman-temanku dan adik-adik mereka.
Jangan ucapkan itu!
Ini tidak baik!
Jangan bicara lagi.
Dia kakakmu?
Tapi dia Autis.
Jangan dimakan.
Coba lihat ini.
Dia bisa melihat?
Bisa. Hanya caranya sedikit berbeda.
Boleh kucubit keras?
Ya.
Kita pergi bermain lagi?
Bisa duduk di sini sebentar?
Kami takkan lama.
Dia biasa duduk seperti itu cukup lama.
Hai, apa kabar?
Kau ingin main bola?
Kau ingin main?
Hai.
Jabba.
Itu kucingmu? / Bukan, aku temukan dia kemarin.
Jabba.
Aku kasih nama Jabba.
Hai, Jabba.
Lebih tinggi lagi? / Ya.
Jabba.
Apa dia sudah mati?
Kita bunuh saja?
Apa maksudmu?
Jangan!
Kau dengar itu?
Badannya panas.
Kau mau ke mana? / Aku mau pulang.
Anna, ayo kita pulang.
Anna, ayo!
Dia ingin di sini.
Tapi kita harus pulang. Ayo!
Kau ingin aku ikut?
Bisa kau ajak dia main lagi besok?
No comments yet. Be the first to leave one.