Evil Eye

Evil Eye

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

Evil Eye 2020 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-NTG
Një Komentar nga Putra14
Amazon Retail.

Etiketat

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Publikuar më: 2020-10-13
Shkarkime: 59
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Sayangku.

Tidak. Jangan dekati aku.

Aku minta baik-baik.

Ikutlah denganku!

Jangan melawan!

Halo?

Halo?

Kau tidur?

Ini pukul 07.00, Bu.

Baik. Nanti kutelepon lagi.

Tidak, tak apa. Ada apa?

Tadi Bibi Shobha menelepon.

Abhishek bertunangan.

Kau dengar Ibu?

Ya.

Sepupu termudamu bertunangan. Hanya kau yang belum.

Sangat disayangkan.

Harusnya Ibu tak tinggalkan Amerika.

Seharusnya Ibu pulang ke India setelah menemukan suami untukmu.

Apa maksudmu?

Sudahlah, Bu. Aku baik-baik saja.

- Aku tak dikutuk. Sudah kubilang. - Kenapa bilang begitu?

- Usiamu segera 29 tahun. - Ya, tahun lalu usia dua puluhanku.

Tidak. Kau tahu ramalan horoskopmu.

Jika tak menikah di usia 29, maka kau sama sekali tak bisa menikah.

Sama sekali tak menikah? Sungguh tragedi.

Katakan pada Pallavi apa pendapatmu.

Astrologi adalah omong kosong yang tak ilmiah.

Sayang kau.

Kalian akan menyiksaku hingga mati.

Pernikahan yang baik tak begitu saja terjadi.

Kau harus serius memikirkannya, oke, Pallu?

Jika tak berhati-hati...

hal buruk bisa terjadi.

Bu, kenapa selalu berprasangka buruk?

Bu? Halo?

Aku ibumu, ‘kan? Itu tugasku.

- Kau pakai gelangmu? - Ya, aku pakai.

Bagus. Itu akan melindungimu dari mata jahat, Sayang.

Bagus. Aku senang. Boleh aku tidur lagi?

Ya, maaf. Istirahatlah.

- Baiklah. Nanti bicara lagi. - Dah.

Lindungi anakku dari MATA JAHAT, agar dia bisa menikah

MATA JAHAT merusak dan mencelakakan, tetapi cinta bisa atasi semua rintangan

Saat MATA JAHAT merasukimu,

sangat berbahaya jika kau ABAIKAN

Biarkan jimat MATA JAHAT melindunginya dari bahaya yang MENGINTAI

- Sulit kupercaya kau akan jadi ibu. - Aku merasa sudah menjadi ibu.

Aku jatuh cinta pada bayi kecil ini. Akan kulakukan apa pun untuknya.

- Bisa kubantu, Malik? - Tak usah, aku bisa.

Bagus, karena aku tak bisa membuat chai.

IBU

Seolah ibuku mendengarku mengatakan kegagalanku sebagai wanita India.

Mau kuajari cara membuat chai ?

- Hai, Bu. - Halo, Sayang. Musik apa itu?

Ibu takkan tahu.

Ibu suka.

Lihat siapa yang bersamaku.

Halo, Kelly. Kau terlihat cantik.

Terima kasih, Ny. Khatri.

- Di mana Malik? - Di dapur membuat chai.

Hai, Ny. Khatri.

Anak manis. Pallavi saja tak bisa membuat teh.

Ada apa, Bu?

Pallu, baiklah, Ibu ingin...

Tidak. Tak mau lagi temui pria lain.

Bukan itu tujuanku menelepon.

Tentu.

Karena kita sedang bicara di telepon...

Lihat, Sayang. Dia tampan, 'kan?

Ya, dia sangat profesional.

Kau dengar? Kelly suka dia. Dia tinggal di Houston,

tetapi akhir pekan ini ke New Orleans,

dan dia bisa menemuimu.

Tunggu, Ibu sudah mengaturnya?

- Kita harus cepat. - Dia bahkan tak tinggal di sini.

Tak ada orang India di New Orleans. Ibu harus bagaimana?

Bu, kita sudah bicarakan ini.

Aku tak mau lagi dijodohkan.

Ibu tak menyuruhmu menikahinya. Hanya minum kopi saja.

- Apa? - Aku sedang bicara dengan putrimu.

Dia bilang apa?

Sedang mencarikan Pallavi pria yang bisa buat chai .

Bu, pertemuan ini tak pernah berhasil.

Bagaimana jika kali ini berhasil, dan kau menolak tanpa mencobanya?

Bagaimana chai- nya? Tak terlalu panas, 'kan?

Baiklah.

Ini kulakukan untuk Ibu.

Apa kata ibumu tentang yang satu ini?

Seperti biasa, insinyur, mendaki di akhir pekan,

menyukai musik.

Menyukai musik?

Baiklah.

Dia di dalam?

Seberapa buruk dia?

Astaga.

- Bagus. - Dia tampan.

Apa?

Itu bukan dia.

Pasti dia. Mungkin dia.

Hei, lakukan saja.

Salah itu biasa.

Semua pria berkulit cokelat tampak serupa, ya?

Ayolah.

DIA MASIH MENATAPKU PRIA HOUSTON TERJEBAK MACET

KEJAR YANG TAMPAN! KATAKAN KAU MENGINGINKAN...

Hei.

Kita pernah bertemu?

Wah, kau sering mengatakan itu?

Maaf.

- Kau menunggu kencan butamu, 'kan? - Apa?

Kau sering melihat ke luar jendela, menunggu seseorang.

Namun, jika ini kencan biasa, kau mungkin sudah pergi.

Jadi, kau pasti harus melapor pada orang tuamu,

makanya kau masih di sini. Benar, 'kan?

Astaga, kencan buta itu paling menyebalkan, ya?

- Ya. - Ya.

Namun, aku tak bermaksud...

- Tak apa. Ya. - Maaf.

Ya. Sampai jumpa.

Ya, tetapi...

dia belum datang.

Ya, dia belum datang.

- Aku Sandeep. - Pallavi.

Nama yang cantik.

Terima kasih.

Maaf. Apakah tadi ada seorang gadis India yang menunggu di sini?

Oh, ya. Dia sudah pergi beberapa menit lalu.

Dia terlambat lebih dari sejam, Bu. Tentu aku pergi.

Begitu saja? Di mana kau sekarang?

- Bersama Sonia. - Kau bisa temui Sonia kapan saja.

Kenapa kau lakukan ini, Pallu? Dia pria baik dari keluarga yang baik.

Sejak awal aku tak mau menemuinya.

- Itu tak masalah. - Kenapa tak masalah?

Karena ini demi kebahagiaanmu,

masa depanmu. Saat komandan menyuruhmu menyerah, maka lakukanlah.

Bu, ini bukan angkatan darat. Kau bukan komandanku.

Aku tak perlu begitu saja mematuhimu.

Ibu memintamu untuk percaya.

Kenapa kau tak...

Kenapa tak boleh cari jodohku sendiri?

Bu?

Halo?

- Halo? - Ya.

Tentu kau boleh mencari jodohmu sendiri.

Ibu hanya tak mau kau...

mencintai pria yang salah.

Ibu ingin aku percaya, tetapi Ibu sama sekali tak percaya aku.

- Bukan begitu? - Pallavi...

Nanti kita bicara lagi, ya?

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Ibuku sedikit keterlaluan.

Maaf.

Ini kami di pesta pernikahan beberapa tahun lalu di Edison.

Sebelum orang tuaku pulang ke Delhi.

Ayahku dapat pekerjaan bagus di universitas,

dan sungguh wajar jika mereka pulang.

Pasti sangat sulit, terpisah jauh.

Aku juga jarang bertemu orang tuaku.

Dengar, ini menyenangkan, tetapi aku harus pergi...

Ada kencan buta lainnya?

Ya, siapa tahu pria itu masih menungguku di kedai kopi.

Boleh aku menemuimu lagi?

Mungkin.

Silakan.

Sudah hampir sebulan kau mengidap migrain.

- Jadi, biarkan aku di sini membantumu. - Tidak. Jika sendiri, ini akan berlalu.

- Kau yakin? - Tak apa. Pergilah. Aku baik-baik saja.

Aku khawatir.

Aku harus bilang apa pada semua orang?

Aku akan bawa manisan.

Kau percaya? Mereka bertemu di Skype sebulan lalu,

dan saat itu juga pernikahan pun diputuskan.

Aku tak mengerti. Para anak muda ini begitu modern.

- Oh, tidak. - Hari ini hari curangku.

Di mana Usha? Sepanjang hari aku mencarinya.

Dia sakit sebelum kami hendak pergi,

jadi, dia akan berkunjung lain waktu.

Dia masih terobsesi dengan mata jahat?

- Ya. - Pallavi tak dikutuk.

Itu konyol. Sudah bawa dia ke dokter?

Bawa dia temui dokterku. Dia bisa meresepkan segalanya.

Dia akan baik-baik saja.

Kularang kau ambil apa pun, kau malah ambil sepiring.

- Besok mati. - Maaf.

- Biar kumakan. - Hari kebalikan?

Biar aku makan. Besok mati.

- Hari ini? - Besok mati. Ayolah.

Halo?

Hai, Bu. Kau baik-baik saja?

- Ya, tentu. - Tunggu. Apa aku membangunkanmu?

Tidak, Ibu hanya berbaring.

Bu, bukankah malam ini pertunangan Abhishek?

Apa Ibu begitu kesal hingga melewatkan pertunangannya?

Omong-omong...

- Aku bertemu seseorang. - Kau bertemu seseorang?

Apa artinya? Kau punya pacar?

Kami sudah berkencan selama tiga atau empat pekan.

Kau menyukainya?

Aku takkan cerita jika tak suka.

More Indonesian subtitles for Evil Eye

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left