200 rreshtat e parë.
Semua kejadian maupun tokoh yang diceritakan dalam film ini adalah fiksi. Adanya kesamaan terhadap orang yang sebenarnya, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal adalah murni kebetulan.
Bagi para pemberani yang menyeberangi lautan untuk menjadi mata dan telinga Amerika....
Bagi orang-orang yang menyaksikan lebih dulu awan peperangan selagi mayoritas di antara kita berada di rumah menyaksikan pelangi....
Bagi orang-orang yang sanggup berpikir dengan jernih yang berdiri seperti malaikat pencatat di tengah-tengah orang yang meninggal dan menderita....
Kepada para koresponden luar negeri, Film ini didedikasikan.
- Ada kabar apa? - Kabar yang sama dari koboi tua.
Mr. Powers bilang kalau dia ingin bertemu koresponden itu begitu dia datang.
Jangan nyatakan perang dulu.
"Berdasarkan pejabat tinggi, ini diyakini..."
Koresponden luar negeri!
Aku bisa dapatkan lebih banyak berita di luar Eropa dengan melihatnya dalam bola kristal.
Telegram Stebbins punya maksud di dalamnya.
Stebbins membuatku mual. Mereka semua membuatku mual.
Eropa sedang bergejolak, dan aku bisa kirimkan pegawai luar negeriku...
ini kabar yang menggelikan.
- Aku ingin fakta, Mr. Bradley! - Contohnya?
Segala macam fakta.
Pasti ada sesuatu yang terjadi di Eropa selain sebuah penderitaan.
Kenapa tak kau coba menugaskan aku kembali, Mr. Powers?
Kau menulis sebuah buku tentang ekonomi atau apa...
The Twilight of Feudalism.
Ya. Buku itu disambut dengan baik.
Tidak bagiku. Aku tak ingin segala hal tentang perekonomian...
yang baik atau suatu pemikiran dalam telegram kita.
Aku ingin reporter, orang yang tak tahu bedanya...
antara "isme" dengan kanguru.
Seorang yang handal, reporter kriminal yang sebenarnya... itulah yang Globe butuhkan.
Itulah yang Eropa butuhkan.
Ada suatu rencana kejahatan dalam benua itu.
Tunggu sebentar.
Aku ada ide yang terlintas.
Siapa yang menelusuri perampokan daftar gaji minggu kemarin?
Oh, maksudmu Johnny Jones.
Dia yang menyerang polisi itu kan? Saat sedang bertugas?
Ya, ada perbincangan di departemen surat kabar untuk memecatnya.
Menyerang seorang polisi, eh?
Kedengarannya cocok untuk Eropa.
Bawa Mr. Jones kemari sekarang juga.
Mr. Powers ingin menemuimu, Mr. Jones.
- Benarkah, huh? - Sebaiknya kau menghadap sekarang juga.
- Ada urusan apa? - Itu bukan urusanku.
Sampaikan padanya untuk menghela nafasnya. Sampaikan padanya aku mengundurkan diri.
- Aku disuruh untuk membawamu ke sana. - Baiklah.
Tunggu hingga aku membuka ini.
Mana Mr. Jones? Aku sudah bilang padamu untuk membawanya kemari!
- Kau Mr. Jones? - Ya.
Duduklah.
Keberatan aku ajukan pertanyaan yang bersifat pribadi?
- Tidak. - Kau sudah menikah?
- Belum beruntung. - Lajang, eh?
- Pernah berada di Eropa? - Belum.
Bagaimana pendapatmu tentang krisis di Eropa belakangan ini, Mr. Jones?
Krisis apa?
Aku lebih memilih mencegah peperangan.
Oh, itu.
Jujur saja, Mr. Powers, aku tidak terlalu banyak mengetahuinya.
Kau tak mengikuti perkembangan berita luar negeri kita?
Sekarang, dengar, Mr. Powers, bila kau mau memecatku, kau bisa kesampingkan pemberitaan tentangku itu.
Tak masalah bagiku. Aku bisa dapatkan pekerjaan di surat kabar lainnya di kota ini.
- Selamat tinggal. - Tunggu sebentar.
- Tak ada yang memecatmu. - Huh?
Bagaimana jika kau meliput berita yang menggemparkan dunia hari ini?
Berikan aku biaya peliputannya, aku akan liput apa saja.
Aku akan beri biaya peliputannya.
- Baiklah, berita tentang apa? - Eropa.
Aku sebenarnya tak punya kemampuan, tapi aku bisa mengulasnya.
Tidak, aku suka dirimu saat ini, Mr. Jones.
Yang Eropa butuhkan adalah sesuatu yang baru, pemikiran yang terabaikan.
- Koresponden luar negeri, huh? - Bukan. Reporter.
Aku tak mau korespondensi. Aku ingin berita.
Kau pikir bisa menggali suatu berita di Eropa?
- Aku senang sekali untuk mencobanya, pak. - Inilah yang kumaksud.
Mr. Van Meer, ketika ditanyai oleh rekan kami, Mr. Stebbins...
menolak untuk membuka mulutnya.
120 pesan telegram untuk mengungkap fakta...
Van Meer tak menyampaikan apa-apa.
Kau tahu dampak yang dia perbuat? Membuat pembaca kita frustasi.
Siapa itu Van Meer?
Pesan kunci terhadap keadaan di Eropa saat ini.
Dengar, Jones. Bila Van Meer pegang sesuatu yang penting...
atas persoalan negaranya dalam tiga bulan ke depan...
itu berarti ada kemungkinan perdamaian di Eropa.
Bila kita tahu apa yang dia pikirkan, kita bakal tahu di mana Eropa berpijak.
- Orang Jerman, huh? - Bukan. Petinggi Belanda.
Salah seorang dari penandatangan pakta perjanjian Belanda dengan Belgia.
Sekarang, ini tugas pertamamu.
Aku ingin kau bicara dengannya, cari tahu apa yang ada di pakta perjanjian itu...
dan apa yang dia pikir yang akan terjadi...fakta.
- Van Meer, huh? - Benar.
- Ada lagi yang lain? - Tak ada.
Bagaimana dengan Hitler?
Tidakkah kau pikir ide yang bagus mengorek keterangan terhadapnya? Dia pasti punya sesuatu yang ada di benaknya.
Ya?
Mr. Stephen Fisher ingin bertemu dengan anda, Mr. Powers.
Bilang padanya untuk masuk. Pernah dengar tentang Stephen Fisher?
- Aku tak yakin dia sosok yang harus aku dekati. - Dialah yang harus didekati mulai sekarang.
Dia pimpinan organisasi perdamaian universal, sangat dekat dengan Van Meer.
Mereka berdua bertugas untuk mencegah Eropa bergejolak.
- Apa kabar, Mr. Fisher? - Apa kabar?
- Senang kau datang kemari. Duduklah. - Terima kasih.
Mr. Fisher, Mr. Jones, koresponden luar negeri baru kami.
- Aku ingin kalian saling mengenal. - Apa kabar, Mr. Jones?
"Jones"... Aku tak suka nama itu.
Itu bisa menyulitkanmu, anak muda.
Sekarang, tunggu sebentar.
Aku ada satu nama di sini.
Ya. "Haverstock." "Huntley Haverstock."
- Kedengarannya orang penting, tidakkah kau pikir begitu, Mr. Fisher? - Oh, ya. Juga sangat gagah.
Kedengarannya lebih baik dari Richard Harding Davis.
Kau punya nama orang itu. Ada apa dengannya?
Kami tak bisa menggunakannya.
Itu nama seorang koresponden terbaik kami 40 tahun yang lalu.
Bicaralah, anak muda. Kau tak keberatan jadi Huntley Haverstock, kan?
Apalah arti sebuah nama, pak.
Kedengarannya seperti pembaptisan nama
untuk seorang koresponden surat kabar Amerika.
Haruskah kita tuangkan botol sampanye untuknya?
Tuangkan di atas kepalaku untuk melihat apa aku masih sadar dan "Huntley Haverstock."
Kalau begitu, Mr. Haverstock, sebaiknya kau mulai bersiap-siap.
Ada banyak yang harus kau urusi... paspor, foto, visa...
- Biayanya. - Aku segera kirimkan pemberitahuan ke kasir.
Kuharap kau bisa selesaikan artikel untuk hari minggumu.
Aku sudah selesaikan ketiga-tiganya.
- Sampai ketemu di London, Mr. Haverstock. - Ya, tentu saja.
Terima kasih, Mr. Powers. Terima kasih atas semuanya.
Selain Huntley Haverstock.
Perhatikan penampilanku ini, ibu.
Bagaimana penampilanku? Keren?
Jangan kenakan dengan menutupi sebelah matamu. Membuatmu terlihat seperti bandit.
Ibu, ibu berpikir orang selalu mengenakan topi mereka dengan menutupi sebelah matanya. Biarkan dia kenakan sesuai yang dia mau.
Dia harus kenakan topi itu begitu dia sampai ke London. Mereka menyebutnya topi Pedora di sana.
Topi fedora, paman Bjorn.
Bobby, masukkan topi ini ke dalam kopor untuk paman John.
- Biar aku coba mengenakannya. - Tidak, aku dulu.
- Sekarang dia jadi koresponden perang tetap. - Tanpa perang.
Dia akan dapatkan berita perangnya.
Mereka jebloskan seorang pembual di sana.
Mari berharap demikian.
Ibu, bagaimana menurut ibu tentang dekorasi yang kami punya?
Ibu akan gantungkan tirai pintu itu, ibu pindahkan sofa itu ke tengah.
Sayang sekali kalian tak punya tungku perapian terbuka.
Bila ibu berbicara kepada kapten, dia akan sediakan semuanya.
Semuanya turun, kapalnya akan mendarat!
Semuanya turun...
Sudahlah, ibu.
Namamu Jones? Namaku Stebbins, koresponden London untuk surat kabar Globe.
Ya, Mr. Powers bilang padaku kau bakal kemari. Senang lihat kau datang. Tak perlu mengingatkanku.
- Aku kehilangan namaku sejak awal penugasan ini. - Aku juga bisa ucapkan namamu yang lain...
Huntley Tavers... feld...
Aku bisa ucapkan kemarin, tapi aku punya kejadian yang berat dengan anak itu kemarin malam.
- Aku tetap memanggilmu Jones, bila kau tak keberatan. - Jones tak masalah bagiku.
Lekas pergi dari sini. Keramaian ini membuatku gugup.
Kesehatanku tak begitu baik pagi ini.
Kau tenanglah dulu. Aku akan mengikutimu.
Porter, bawa barang-barangnya, jangan sampai terlalu jauh dariku.
Baik, tuan.
Bagaimana kalau minum setelah melakukan perjalanan kereta yang lama?
Kedengarannya seperti ide yang bagus sekali.
Mungkin aku tak cukup membantu, tapi aku di sini sudah 25 tahun...
25 tahun jadi koresponden London untuk Globe, dan mereka belum pernah memergokiku.
Bagaimana caramu mengatasinya?
Telegram balasanmu dari pemerintah...
mengisyaratkan bahwa itu dari "Koresponden London kami."
- Pesan apa? - Scotch dan soda.
- Nona? Oh, nona? - Sebentar, tuan.
Oh, nona, tolong...
Scotch dan soda dan segelas susu.
- "Segelas susu"? - Aku menjauhi alkohol.
Aku pergi ke dokter hari ini tentang kegelisahan yang aku alami...
Dia bilang harus menjauhi alkohol selama sebulan atau seperangkat organ yang baru.
Aku tak sanggup mengusahakan organ yang baru.
Jika saja aku tahu kau sedang berhenti minum, aku bisa melewatinya tanpa minuman ini...
namun selama ada di sini...
Sehat selalu.
- Enak? - Seperti scotch dan soda biasanya.
Itulah yang kumaksud.
Jangan kira apa yang kulakukan ini sama sewaktu aku masih bayi. Ada racun di dalamnya.
Bicara masalah racun, aku ada pil...
Oh, ini ada telegram baru diterima dari New York.
Mereka suka kirim telegram dari New York. Membuat mereka berpikir kau sedang bekerja untuk mereka.
Ada undangan makan siang untuk orang belanda Van Meer besok.
Kurasa itu gadis incaranmu.
Ini diselenggarakan oleh kelompok perdamaian universal. Organisasi Fisher itu, kan?
Entahlah. Aku tak begitu mengikuti organisasi semacam itu.
New York menghendakinya, Aku kirim. Itu rahasia seorang koresponden.
Dilakukan selama 25 tahun.
25 tahun, aku tak pernah minum susu.
- Selamat pagi. Bagaimana hasil menjauhi alkoholnya? - Lihatlah.
Jemariku bergetar sejak pagi tadi.
Oh...Aku dalam perjalanan menuju pertemuan makan siang Van Meer.
Aku ada makan siang dengan orang yang bernama Clark. Dia itu wartawan Internasional...
Ternyata kau di sini, sayang. Aku tak tahu apa aku harus menemuimu di sini atau di atas.
Sampai jumpa, Stebbins.
Sampai jumpa, Nona, Clark.
Siapa yang dia panggil "Clark"? Dia sedang kesal.
Oh, dia reporter Amerika yang baru.
Selamat pagi, Mr. Van Meer.
Maaf, pak. Anda Mr. Van Meer?
Itu namaku, ya.
Namaku Haverstock. Kau tak tahu tentangku. Aku orang Amerika.
No comments yet. Be the first to leave one.