Alfred Hitchcock Presents

Alfred Hitchcock Presents

Shkarko Titrat Indonesian

Sezoni 1

Informacioni i lëshimit

Hitchcock Presents S01E17 The Older Sister DVDRip DD2 x264-HANDJOB
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
x264
TS
Publikuar më: 2020-12-30
Shkarkime: 49
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

196 rreshtat e parë.

Ini kapak.

Aku katakan ini buat informasi bagi di antara kalian yang punya tabung televisi...

mungkin mengalami rusak kepanasan.

Aku ingin menjangkau para penonton seluas mungkin.

Malam ini kami ada cerita berdasarkan salah satu kasus pembunuhan paling terkenal kami.

Cerita yang menggemparkan Fall River, Massachusetts, dan seluruh negara...

akhir-akhir ini pada abad terakhir.

Kejahatan ini dulu dan masih kejahatan yang mengejutkan.

Tapi semenjak itu benar-benar terjadi dan sebuah fakta terungkap...

kami merasa itu tak baik memperbaiki detail-detail...

untuk membuatnya pas buat orang yang mudah terkejut.

Lagu tema malam ini akan jadi lagu pendek yang sedikit familiar buat semua orang yang tahu.

"Lizzie Borden Mengambil kapak

"Lalu memberi Ibunya 40 pukulan

"Lalu waktu dia melihat Apa yang sudah dia perbuat

"Dia memberi Ayahnya 41"

Aku ambil resiko kali ini kalian bisa lihat kami tak...

mempersembahkan sebuah komedi romantis malam ini.

Akan tetapi, kami takkan membuat lagi film kejahatan. Kami berniat begitu...

tapi kesulitan pemilihan pemeran menghalangi.

Kami tak punya kendala memilih pemeran ibu dan ayah...

tapi kami selalu kehilangan mereka saat latihan.

Jadi sebagai gantinya, kami akan tunjukkan sebuah interpretasi...

yang agak berbeda dari cerita Lizzie Borden.

Itu bermula tepat satu tahun dari waktu pembunuhan.

Chyrus Collection

~ Lizzie Borden mengambil kapak, Memberi ibunya 40 pukulan ~

~ Lalu waktu dia melihat apa yang Sudah dia perbuat, memberi ayahnya 41 ~

~ Lizzie Borden mengambil Kapak, memberi ibu ~~

Itu hal jahat, jahat untuk dikatakan.

Kau pulanglah sekarang juga dan berhentilah mengganggu Nona Lizzie.

Anda bisa melewatkan kereta anda, Nona Emma. Anda sudah bawa semuanya, Nona Emma?

Koper kecilku, makan siangku...

dompetku, sarung tanganku. Payungku?

Aku ambilkan.

- Tiket anda, sekarang? - Aku ada itu, Margaret.

Maka bergegaslah. Dia bakal turun sebentar lagi.

- Sebaiknya pergilah tepat waktu. - Margaret...

bisa kau beritahu Nona Lizzie aku telah pergi ke Fairhaven?

Tidak, Nona Emma, aku tak mau di sini. Aku akan pergi juga.

Margaret.

Aku hanya tinggal selama ini demi kebaikan anda, Nona Emma.

- Aku tak sanggup tinggalkan anda sendiri bersamanya. - Aku tahu.

Tapi waktu aku balik dari liburanku...

Dia bakal punya pembantu lagi di dapur sebelum saat itu.

Bagaimana cara dia bisa dapat lagi?

Entahlah.

Aku hanya tahunya aku tak bisa tetap di sini lagi.

Aku bakal mengerjakan pekerjaanku sendiri...

dia bakal di sana, berdiri di sana...

hanya memandangku.

Dia tahu segala tindakan yang kita lakukan.

Itu lebih dari tubuh yang bisa berdiri.

Tak pernah ada pesta, tak ada tamu. Bahkan tak ada teman untuk mampir di malam hari.

Aku tahu.

Aku tak bisa tetap di sini lebih lama dari yang kau bisa.

Itulah kenapa aku akan pergi ke Fairhaven sementara waktu.

Itulah kenapa aku putuskan untuk pergi juga. Aku tak bisa tinggal di sini sendirian bersamanya.

Aku rasa kau benar, Margaret.

Jangan melewatkan kereta anda, Nona Emma.

Aku masih ada setengah jam. Dan lagian, ada pembantu lagi segera setelahnya.

Aku tahu anda, jangan lewatkan dua-duanya.

Selamat siang.

- Nona Lizzie Borden ada? - Nona Borden keluar.

Halo. Nona Borden?

Bukan, kau jangan masuk. Kami jangan menemui siapa-siapa.

Tentu saja aku akan masuk.

- Aku akan pergi, Nona Emma. - Margaret, jangan pergi sekarang!

Jadi di sinilah tempat kejadian perkaranya.

Dan inilah gambar yang jadi banyak sekali perhatian di persidangan, hmm?

Aku terkejut kau tak menggantinya.

Itu pasti mendatangkan kembali kenangan-kenangan sangat tak menyenangkan.

Aku perhatikan kau telah membersihkannya.

Kau Nona Lizzie Borden, aku menduga. Aku harus akui kau tak persis seperti yang aku duga.

Aku bukan Nona Lizzie.

Aku Emma.

Oh, adiknya?

Mari diingat-ingat, itu sudah setahun sejak ibu...

- dan ayahmu itu... - Ibu tiri dan ayahku. - Itu hal sama.

Aku melewatkan persidangan kakakmu. Dia wanita mengejutkan, mereka bilang padaku.

Kakakku dibebaskan. Dan kami tak pernah bicarakan hal itu.

Tentu saja kalian tidak. Tapi publik tertarik, tahu.

Sekarang, aku mewakili Sacramento Record.

- Kau salah satu reporter itu? - Benar.

Dan aku di sini untuk mengumpulkan beberapa kesan buat surat kabarku.

"Second Street dikunjungi kembali." Segala hal semacam itu, tahu.

Lizzie tersayang benci reporter.

Dia tak mau bicara dengan kalian untuk saat ini.

Hey, bukankah ini sebongkah emas?

Ya.

Paman Morse membawa ini kembali dari ladang emas.

Sekarang bukankah ini sebuah kebetulan?

Aku sendiri dari ladang emas yang sama itu.

Pamanmu Morse orang tua yang sifatnya aneh, sekitar 60-an, mungkin?

- Dengan kumis terkulai dan... - Itu kedengarannya seperti dia.

Kau kenal Paman Morse?

Kenal dia baik di Sacramento. Mari berjabat tangan, Nona Emma.

- Apa kabar, Nona... - Nell Cutts, panggil saja aku Nell.

Kau tahu, wawancara bersama Nona Lizzie Borden...

12 bulan setelahnya mungkin jadi benar-benar menarik.

Lizzie tersayang takkan pernah menemui kalian. Dia benci reporter.

Kau harus perkenankanku pergi sekarang.

Katakan padaku, Nona Emma, itu benar pada pembunuhan pagi hari itu...

sarapannya terdiri dari pisang, kue kering, dan sup kambing dingin?

Aku tak tahu.

Aku tak di sini. Aku di Fairhaven.

Sup kambing dingin pada Agustus. Tak heran seseorang melakukan pembunuhan.

Nona Emma, sekarang katakan padaku, bagaimana rasanya makan makanan tiga kali sehari...

bersama wanita yang seorang pembunuh...

Yang diadili karena pembunuhan?

Aku harus pergi dari sini.

Itulah kenapa aku mau pergi ke Fairhaven sementara waktu.

- Oh, Tuhan, aku jangan melewatkan pukul 3:37. - Kau takkan melewatkannya.

Aku rasa tinggal bersama Nona Lizzie pasti jadi sangat berusaha untuk berani.

Dia bisa dengar semua yang kita katakan.

Kamarnya tepat di atas sana.

Ya, tapi dia tak di kamarnya pada pembunuhan pagi hari yang terjadi itu, kan?

Dia di lumbung lagi makan pir, demikian dia mengatakan.

Ya, itu benar.

- Dia benar di luar sana. - Sekarang, biarkan aku jadikan ini jelas di benakku.

Mrs. Borden ditemukan di atas, kan?

- Benar. - Dan tak ada orang di rumah pada saat itu selain pembantu.

Dia pergi ke mana? Aku ingin dapat pernyataan darinya juga.

Itu bukan Margaret. Kami ada wanita lain waktu itu.

Tapi dia meninggalkan kami waktu itu terjadi. Mereka semua meninggalkan kami.

Itu tak penting.

Sekarang, pembantu dengar ayahmu di pintu depan. Dia ke sana untuk membiarkan dia masuk.

Tapi pintunya dikunci rangkap tiga.

Tak ada yang bisa masuk dalam keadaan begitu.

Pembantu membuka pintunya, dan sementara itu di atas...

si pembunuh merasa puas sekali terhadap korban pertama.

Pembantu keluar ke pasar. Ayahmu masuk...

dia mengunci pintunya setelah dia keluar lalu rileks di sofa...

tak tahu istrinya tergeletak tewas di atas.

Jangan.

Si pembunuh menuruni tangga...

melihat dia sendirian, lagi tidur.

Dia mendekati diam-diam orang tua itu dari belakang dengan kapak...

- lalu menghantamkannya. - Hentikan!

Hentikan! Tolong jangan!

Itu Nona Lizzie, kan? Iya, kan?

Bukan, bukan! Itu tak mungkin. Dia di luar di lumbung.

Ya. Hanya berada di sana dengan tenang makan pir?

Sekarang bagaimana bisa orang dari luar melakukannya? Pintu itu dikunci...

tapi dia bisa lihat pintu samping.

Bagaimana bisa mereka kabur tepat di depan mata Nona Lizzie...

meski Nona Lizzie memberitahukan yang sebenarnya? Itu dia, Nona Emma?

Aku sudah bilang, aku tak tahu. Aku tak di sini. Aku di Fairhaven.

Fairhaven. Keretaku. Kau harus perkenankanku pergi sekarang.

Bagaimana dengan anak kucingnya, Nona Emma?

Oh, Tuhan.

Anak kucingnya ditemukan tewas di gudang bawah tanah.

Itu dibunuh dengan kapak juga.

Anak kucingnya itu yang paling kejam.

Aku menangis selama seminggu.

Itu menyebabkan neuralgiaku kambuh lagi.

Tapi Lizzie tak menangis.

Sedang itu anak kucingnya.

Nona Emma, kau harus maafkanku, tapi aku harus ajukan pertanyaan ini.

Adakah riwayat penyakit jiwa dalam keluargamu?

Pastinya tidak.

Itu hal pertama yang mulai mereka tanyakan.

Utamanya soal Paman Morse.

Oh, ya, dia tiba demi sebuah kunjungan pada hari sebelum pembunuhan, kan?

Ya, benar.

Dan polisi tak ramah padanya.

Mereka terus bertanya ke orang-orang apa dia secara mental kurang sehat.

Paman Morse sama warasnya sepertiku.

Di mana dia pada pembunuhan pagi hari itu?

Berkunjung di sekitar.

Lizzie itu satu-satunya yang tak punya alibi, makanya mereka menangkapnya.

- Tapi dia dibebaskan. - Aku tahu.

Tak mengerti kenapa mereka membebaskan dia, akan tetapi.

Itu simpel. Kau berkata pada dirimu ada noda darah di mana-mana.

Siapa pun yang melakukannya bakal ada noda darah juga.

Tapi semua orang lihat Lizzie tak lebih dari 10 menit dari tempat kejadian perkara sedang...

dia tak ada bercak darah di dirinya.

Mungkin dia menggunakan celemek, salah satu celemek panjang besar itu.

Mereka tak pernah menemukannya.

Mereka tak pernah menemukan kapaknya juga, kan?

Tidak.

Aku sering bertanya-tanya di mana kapak itu.

Itu cukup mudah sembunyikan salah satu di antaranya di rumahmu sendiri.

- Tapi mereka sudah geledah rumahnya. - Ya?

Mereka mengangkat karpetnya?

- Ya, sudah. - Bagaimana dengan cerobongnya?

Mereka membuka pipanya?

Tentu saja tidak. Kami tak bisa biarkan mereka acak-acak rumah.

Aku akan acak-acak.

Anak mengerikan itu.

~ Lizzie Borden Mengambil kapak ~

- ~ Memberi ibunya 40 pukulan...~~ - Lizzie Borden mengambil kapak...

Kau sudah dibilangi jangan pernah main di sini.

Dan memberi ibunya 40 pukulan.

Emma, kau tahu kita jangan menemui siapa-siapa.

Tapi, Lizzie, ini beda.

Alfred Hitchcock Presents subtitles in other languages

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left