200 rreshtat e parë.
- Celeste! Hey, Celeste! - Ya?
Di kapal uap yang baru saja sampai, ada yang ingin datang ke darat.
Aku dapat perintah dari kepala penjaga penjara...
aku harus menunggu di sini jika para penjaga ingin mencari di sepanjang darat.
Ada tiga narapidana kabur semalam.
Lakukan yang kubilang. Kau dalam masa pembebasan bersyarat. Pengawas.
Kau tak lebih baik dari narapidana, meski kau diizinkan untuk datang dan pergi.
Satu kata dariku, lalu kembalilah kau ke penjara, makanya lakukan yang kubilang.
Baiklah, baiklah.
Hey, tiga tahanan yang kabur semalam...
mereka berbahaya, kau sudah dengar?
Ya. Mereka berusaha membunuh penjaga.
Berusaha? Dia tidak meninggal?
Aku pasti kehilangan kekuatanku.
Itu makanan penjara. Jangan khawatir, kau bakal sehat kembali secepatnya.
Bila kita tak ketangkap lebih dulu. Ini sebuah pelarian...
Berbaring di sini dengan pemandangan jelas, dan dengan pakaian penjara.
Siapa yang bakal perhatikan tiga lagi yang bebas di antara 1.200 narapidana yang dibebaskan bersyarat?
Kita sama seperti mereka, mereka sama seperti kita. Siapa yang bakal perhatikan tiga lagi?
Jauhkan ular itu dariku.
Tolong. Dia bakal mendengarmu. Adolphe ini sensitif.
- Kau akan buat dia gelisah, Jules. - Aku buat dia gelisah?
- Bagaimanapun juga, dia harus makan. - Aku lapar juga, tahu.
Mari pergi mencuri sesuatu.
Albert! Ini bukan Paris.
Hanya sedikit meremas.
Kita bisa diciduk sama seperti kau memandangnya.
Mereka tidak datang mengejar kita.
Mereka kehilangan baunya saat hujan. Bagaimanapun juga, kita melakukan dengan baik.
Yang kita butuhkan sekarang itu kesempatan untuk keluar ke kapal itu di pelabuhan...
kemudian balik ke Paris.
- Kau suka ide itu? - Ya.
- Ini untukmu. - Terima kasih.
Bisa kalian tunjukkan aku dewan kesehatan?
Terima kasih.
Kau turun dari kapal itu di pelabuhan?
Petugas medis. Penyakit melanda kapal. Kami harus dikarantina.
Itu bakal memberikan waktu buat penumpang baru menaiki kapal?
- Kau lebih tepatnya seorang petugas? - Aku lebih tepatnya seorang narapidana.
Kalian bertiga narapidana? Bajingan?
Aku bajingan. Ini para pembunuh.
Ya, sebaiknya aku melanjutkan urusanku.
Hujannya sudah berhenti. Dewan kesehatan. Sangat...
- Arah situ. - Terima kasih.
Apa yang kau dapat?
Lima franc. Generasi baru tak tahu perkembangan.
"Sindikat perusahaan barang dagangan Felix Ducotel, Cayenne."
Ducotel.
- Ducotel. - Itu toko umum.
- Oh, si terkenal Ducotel, yang memberikan kredit? - Ya.
- Tak ada uang di dalamnya. - Tunggu sebentar.
Tunggu sebentar. Kenapa kita tak antarkan ini ke Ducotel sendiri?
Dia mungkin memberikan sedikit sesuatu buat kesusahan kita.
Kalau tidak, kita bakal curi sedikit sesuatu buat kesusahan kita.
Joseph.
Sebentar. Sebentar.
Selamat sore. Apa yang bisa kubantu untuk kalian?
Oh, maaf. Kupikir kalian pelanggan.
- Surat untukmu. - Oh, terima kasih.
Bisa aku beri kalian sesuatu buat kesusahan kalian?
- Cerutu, barangkali? - Tak ada uang?
Bisnis...
Atapmu, bocor.
Aku tahu, dan musim hujan baru saja dimulai.
- Kau harusnya membetulkannya. - Itu...
Aku ada ide, ide bagus sekali. Orang-orang ini lagi cari pekerjaan.
- Siapa, kita? - “Bekerja seperti yang kita lakukan di...
Kau bakal punya atap terbaik di Cayenne, kami bakal memperbaikinya.
Dan mungkin membersihkan toko sedikit.
Tapi aku tak bisa membayar kalian.
Hanya berada di toko cantik di tengah barang-barang cantik ini...
itu pembayaran yang cukup. Lebih dari cukup.
Ya. Paku, palu, terpal, kau punya alat-alat itu?
Paku di sini, dan di sini perkakas, alat-alat, dan...
- Permisi. - Naik ke tangga itu.
Kalian orang tahu cara membetulkan atap?
Ahlinya. Biarkan musim hujan datang, kau bakal kering kerontang.
Dan benar-benar bersih.
Di sebelah kiri. Di atas jendela ini.
Itu kapal kita.
Besok dia bakal punya tiga lagi penumpang.
Ya, tapi bagaimana dengan dokumen, kartu identitas, paspor?
Tinggal beri aku pulpen dan beberapa jam...
lalu aku akan buatkan kalian paspor yang akan bawa kalian ke bulan.
Pemalsuan bukanlah hobi bagiku. Itu sebuah seni.
Kita mungkin dapat masalah masalah, tahu. Pemalsuan itu ilegal.
Semua yang kita butuhkan itu tepat di bawah sana.
Begitu sudah gelap, kita bakal berusaha sendiri-sendiri.
Orang tua itu mungkin keberatan.
Bila dia menghalangi kita, itu bakal benar-benar terlalu buruk untuknya.
Kita bakal turuni atapnya lalu memotong lehernya buat kado Natal.
Itu jenis tindakan yang bisa buat kalian berhenti mempercayai sinterklas.
Sungguh, Felix, aku tak memahamimu.
Aku sudah bilang 100 kali jangan biarkan narapidana berkeliaran di toko.
- Mereka merampok habis dirimu, sedang kau biarkan mereka. - Apakah itu masalah?
Satu lagi kerugian atas nilainya itu seperti sakit kepala pada orang yang tenggelam.
Hampir tak mungkin ketahuan, kecuali buat dia.
Kau hendak menyelesaikan pernyataan akhir tahunnya?
- Aku sudah habiskan semua uangnya. - Tunggu sampai dia dengar itu.
Dia harus memahami bisnis pada tahun pertama...
itu selalu persoalan naik dan turun.
Andre Trochard hanya percaya naik. Bila kau kehilangan posisi ini...
Dia bakal mengerti, Amelie, dia tak mungkin memberhentikanku.
- Lagian, kami kerabat. - Sepupu. Hanya sepupu.
Itu akan lebih baik bila kami saudara kandung, tentu saja...
tapi aku berani mengatakan itu sudah terlambat bahkan untuk itu.
Felix, Felix, kau takkan pernah berubah.
Semua yang kita punya, rumah kita,
- semuanya kepunyaan Andre. - Satu-satunya hal baik tentang tempat tinggal mengerikan ini...
itu kita 3.000 jauhnya dari Andre Trochard.
Amelie, aku tak memintamu untuk menyukainya...
tapi waktu aku bangkrut di Paris, siapa yang bayar setiap sen hutangku?
Dia. Lalu siapa yang ambil alih bisnismu darimu sebagai ganti atas kebaikan hatinya?
Dia memberiku kesempatan untuk menjalankan perusahaan ini.
Dan terus mengancam memecatmu bila bisnis tak bertambah baik.
- Aku bersyukur aku bukan kakaknya. - Aku tak bermaksud untuk mengomel atau menyakitimu.
Wanita itu sangat cantik. Sangat.
Aku rasa aku bakal memikirkan tentang dia sebelum aku tidur malam ini.
Bila ada orang yang memikirkan tentang dia, itu adalah aku.
Tentu saja dia milikmu. Maafkan aku, aku tak tahu kau tertarik.
Hanya karena aku jadi begitu kesal dengan Sarah Bernhardt.
- Ada orang di atap! - Huh?
Bagaimana?
Oh, oh, ya, ya, aku lupa memberitahumu.
Itu para narapidana yang sudah aku ceritakan. Mereka lagi membetulkan atap.
Aku akan bilang satu hal buat para bajingan, mereka memberimu pekerjaan harian yang jujur.
Selamat Natal!
Ada orang di sini?
Ah, Madam Parole. Selamat Natal.
Selamat Natal, bila kau menyebut itu begitu, ketika itu 105 In The Shade.
Aku tak bisa lama-lama.
- Aku hanya mampir buat sebotol minuman buat Ernest, tahu. - Oh, begitu.
Ini kejutan Natal setiap tahunku buat si malang Ernest.
Dia selalu memberiku sekotak biskuit.
Dia memakannya, tentu saja, sedang aku minum minumannya.
Aku ambilkan kau sebotol.
Aku sudah perhatikan para pekerja di atap waktu aku masuk.
Para narapidana, aku lihat. Sangat baik dan begitu murah.
Tentu saja kau harus hati-hati, kan?
Bukan untuk jadi maling atau penjahat kelamin?
Pembunuh itu yang terbaik, aku pikir. Mereka begitu sopan.
Aku ambilkan kau minumannya.
Akankah kau? Aku sangat apresiasi itu begitu sangat. Terima kasih.
Joseph, boleh aku memimpikan tentang dia?
Banyak untuk dimimpikan.
Milikku! Sepenuhnya milikku.
Minumannya, madam. Cordezio.
Kau harusnya punya seorang narapidana untuk membantumu di toko, seperti Octaveku.
Dia orang yang sempurna!
Tentu saja, dia bicara dengan dirinya banyak hal...
tapi dia begitu bersih, begitu rapi, dan begitu mahir.
Kau harusnya lihat dia mengasah pisau. Dia benar-benar ahli.
- Dihutang saja. - Tentang tagihanmu, madam Parole.
Oh, tagihanku, tentu saja. Aku harus lihat tagihanku beberapa hari ini.
Tepat setelah hari libur.
Mengingatkanku akan putri menawanmu, Isabelle.
Sungguh kasihan dia belum menikah.
Selamat Natal.
Sampai jumpa.
Kau dengar yang dia bilang tentang Isabelle?
- Hmm? Siapa? - Putri kita, Isabelle.
Kau tak lupa kita punya putri?
Putri? Maksudmu Isabelle?
Madam Parole menyampaikan perkataan tentang Isabelle?
Tentang dia yang belum menikah.
Dia baru 18.
18, aku sudah menikahimu setahun, sedang Isabelle sudah dalam proses lahir.
Sekarang Isabelle 18 dan di mana Isabellenya?
Kau membingungkanku. Isabelle menghilang?
Tidak. Dia di gereja. Oh, kau tak pernah mendengarkanku.
Amelie, Amelie, jangan kesal.
Amelie, jangan biarkan kita cari lagi masalah.
Jangan sewot. Itu membuatku sangat tak bahagia.
Kau tahu betapa sedihnya aku ketika aku tak bahagia.
Istri macam apa aku ini bila aku tak khawatir?
Semuanya terjadi saat ini juga.
Malangnya Isabelle, toko, tak ada penjualan tunai seharian, dan Natal juga.
- Malangnya Isabelle? - Ya, dia jatuh cinta dengan Paul.
Keponakannya? Itu tidak mungkin. Mereka tak bertemu satu sama lain sudah setahun.
Itu berlangsung sebelum kita meninggalkan Paris.
Kupikir dia bakal melupakannya sekarang, tapi tidak.
- Lihat. Setiap halaman buku hariannya, betapa besar dia mencintainya. - Hmm? Oh, kau...
kau membaca pemikiran pribadinya?
Buat apa menurutmu aku berikan dia buku harian? Kancingmu lepas.
Jadi dia mencintai Paul. Terus kenapa?
Menurutmu sepupumu bakal mengizinkan keponakannya menikahi putri kita?
Kenapa tidak? Keluargaku sama baiknya seperti dia.
Sesungguhnya, itu keluarga yang sama, sekarang aku terpikirkan.
Kau tak tahu Andre sebaik sepertiku.
Baginya, pernikahan itu persoalan bisnis, seperti yang lainnya.
Kau beri dia sedikit yang kau bisa dan dapatkan sebanyak mungkin.
Dan aku tak punya apa-apa untuk diberikan. Itukah?
Hanya cinta, dan tak membelikan apa-apa.
Kau benar. Malangnya Isabelle, dan malangnya Amelie juga.
Aku tidak membicarakan tentang diriku. Aku takkan menukarmu demi apa saja.
Bila aku berpikir Isabelle bakal menikahi seseorang sepertimu, aku takkan khawatir.
Satu-satunya hal yang pernah aku lakukan yang aku bangga, itu menikahimu.
Dan aku tak tahu bagaimana aku mengupayakan itu.
Itu ideku. Aku mencintaimu, ingat?
Aku ingat semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.