200 rreshtat e parë.
Putrimu ke sini, Mr. Wynant.
Mr. Wynant.
Mr. Wynant!
Kau tak punya lagi akal sehat daripada teriak-teriak seperti itu?
Maafkan aku, tapi...
Dua minggu kerjaan jadi sia-sia!
Tapi aku hanya ingin bilang...
Aku tak peduli apa yang kau mau bilang padaku.
Bawa barang-barangmu! Keluar! Kau sudah berakhir! Keluar!
- Keluar! - Aku akan pergi. Hal baik aku akan pergi.
Tak ada kedamaian. Tak ada ketenangan.
Semua orang menggangguku.
- Boleh aku masuk? Kau sudah bilang? - Aku tak dapat kesempatan.
- Yah! - Kenapa tak ada yang bilang kau ke sini?
Oh, maafkan aku mengganggu kerjaan ayah, sayang,
tapi ini benar-benar penting.
Bagaimana kabar anda?
- Apa, anak muda lainnya? - Ini yang sama.
Sudah yang sama selama tiga bulan.
- Maafkan aku. Bagaimana kabarmu? - Apa kabar?
Sekarang perhatikan baik-baik dia, yah.
Berusahalah ingat dia karena...
dia akan jadi menantu ayah.
Wah!
- Bila itu tak masalah buat anda, pak. - Dan kalau tidak?
Dia tetap akan jadi menantumu.
Kau tahu betapa banyak yang harus kami katakan.
Tapi, yah, ini sebenarnya yang aku ingin bicarakan denganmu.
Keberatan bila aku lihat-lihat sekitar?
Tidak. Silakan.
Oh, Tom, tunjukkan ini... Kau mau ke mana?
- Pulang. - Pulang? - Aku sudah dipecat.
- Siapa yang memecatmu? - Kau.
Aku sudah bilang, lupakan. Lupakan!
- Bisa kau tunjukkan ini orang sekitar? - Ya. Tepat sebelah sini, tuan. - Terima kasih.
- Yah, ibu merencanakan pernikahan gereja besar. - Ya, dia akan.
Aku benci semua kehebohan ini,
tapi aku bersedia dengan satu syarat.
Ayah ke sana untuk menyerahkanku secara gratis, sayang.
- Apa yang akan ibumu katakan soal itu? - Ini pernikahanku, kan?
Ya, tapi tidakkah ini jadi memalukan...
- mendapati kami semua ke sana, ibumu, ayah, ayah tirimu? - Oh, dia bisa tetap di rumah.
Tolong, ayah, mau, kan?
- Bila kau pikir itu akan baik saja. - Oh, ayah menyayangiku. - Sekarang, tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Kapan itu jadinya? Ayah mau tinggalkan kota malam ini.
- Ayah mau ke mana? - Itu rahasia. Ayah bahkan tak bisa bilang, sayangku.
- Ayah ada ide penting untuk dikerjakan. - Apa itu? Penemuan baru?
Ya. Ayah tak mau seseorang mencurinya dari ayah.
Oh, tapi kami merencanakan untuk menikah tepat setelah Natal.
- Ayah akan pulang sebelum Natal. - Itu janji?
- Itu janji yang takkan ayah lupakan. - Baiklah.
Mana MacCaulay? Ini waktunya ayah berangkat.
- Oh, bagaimana adikmu? - Oh, dia baik.
Ayah ingin menemuinya. Kenapa kau tak bawa dia kemari?
Ayah tahu bagaimana itu, yah. Dia agak dalam kendali ibu.
Ya, ayah tahu, ayah tahu.
Ayah takkan merindukan sangat. Dia sinting.
Seperti kita semua?
Hey, pemuda ini...
- Dia sudah bertemu seluruh keluarga? - Ya, dan dia tetap ingin menikahiku.
- Dia pria pemberani. - Ya.
Terima kasih banyak, pak.
- Anda pastinya punya pabrik menarik ini. - Bukankah aku sudah bilang?
- Aku tak tahu anda menciptakan proses peleburan, Mr. Wynant. - Ya. - Lihat, ini logam pertama yang sudah dibuat.
Tiga macam bijih... Emas, perak, tembaga.
- Bukankah ini menarik? - Oh, ayah, ini masih mengganggu ayah?
- Hanya saat cuaca buruk. - Ini bukan cuaca buruk sekarang.
- Maka sebaiknya kau pulang sebelum itu terjadi. - Baiklah.
Sampai jumpa, sayang, dan jangan lupa 30 Desember.
- Sampai jumpa, nak. - Sampai jumpa.
Jaga baik-baik Dorothy.
Tunjukkan dia ada hal seperti pernikahan yang bahagia.
- Aku usahakan yang terbaik, Mr. Wynant. - Ya.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, sayang.
Ini sudah diputuskan?
Bagus! Hey, kenapa ibumu menceraikannya? Kupikir dia baik sekali.
- Sepertinya ayah punya sekretaris. - Oh! Aku akan mengerjakan pengetikanku sendiri.
Ooh! Barometernya ayah baik. Ini ada taksi.
Halo, Mr. MacCaulay.
- Bagaimana kabarmu? Ini, gunakan ini. - Tidak, tidak. Kami hendak naiki taksimu.
Ayahmu masih di dalam?
Ya. Dia sudah menunggumu.
- Dia bilang dia mau ke mana? - Tak mau bilang.
- Sampai jumpa, nona Wynant. - Sampai jumpa.
Ini kembalianmu, bos.
Kau tak mau berkendara pelan, makanya kau tak dapat tip.
Tak masalah, kekasih. Aku sudah dapat bagaimanapun juga.
- Oh, Mr. Wynant. - Halo. Kau sudah ambilkan uangku?
- Aku sungguh berharap kau bilang kau mau ke mana. - Aku takkan bilang siapa-siapa.
- Seandainya sejumlah urusan muncul. - Itulah sebenarnya kenapa aku mau pergi.
- Ini 100, 200, 300... - Oh, sini. Lupakan.
- Aku harap kau menghitungnya. Ada $1,000 di sana. - Aku percaya kau.
Tak ada lagi yang bisa aku bantu untukmu?
- Kau sudah beli tiketmu? - Belum.
Biar aku belikan itu.
Ya, kau bisa belikan itu. Kau bisa belikanku tiket ke...
Tidak, kau jangan.
Terima kasih dan selamat tinggal.
Apa yang harus aku lakukan bila sesuatu muncul?
Selesaikan sendiri. Buat apa aku harus punya pengacara?
- Julia ikut denganmu? - Tidak.
Bagaimana kalau kau butuh lagi uang?
Aku sudah tinggalkan instruksi ke Julia. Dia akan dapatkan darimu.
- Sampai jumpa. - Kau tak bilang apa-apa.
Aku tak tahu kau mau ke mana,
aku tak tahu kapan kau akan kembali, atau...
aku tak tahu bagaimana cara menghubungimu bila suatu urusan muncul!
- Halo, Tanner. - Mr. Wynant.
Putriku mau menikah, Tanner.
Anak muda baik. Dia baru saja bawa dia kemari.
Wah, selamat.
Aku akan kasih dia kado pernikahan.
Berpikir sebaiknya aku kasih sekarang sebelum aku melupakannya.
Aku bisa berikan itu di perjalanan...
Ini aneh.
Di mana obligasi itu?
Obligasi, pak?
Aku tahu aku menaruhnya di sana.
Mungkin nona Wolf membawanya, pak.
Ya.
Mungkin dia iya.
- Joe? - Ya? - Kau suka minumanmu bagaimana?
Tanpa campuran.
Kalian wanita jelas menerima banyak siksaan.
- Kau di tempat yang salah, sobat. - Iyakah?
- Apa yang ada di pikiranmu? Apa maumu? - Itu siapa, Joe?
Itu yang ingin aku tahu.
- Kami hanya minum sedikit minuman. - Ya, juga aku lihat.
- Sampai nanti, Joe. - Maaf aku tak tahu aku bicara dengan sang kekasih.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Joe.
Siapa itu orang?
Dia bukan siapa-siapa, hanya pemuda yang dulu aku kenal.
Kupikir kau akan tinggalkan teman semacam itu.
Ini pertama kalinya aku melihatnya selama bertahun-tahun.
Aku tak mau dia berpikir aku sangat sombong padanya.
Kau tahu bagaimana yang kurasa akan hal semacam itu.
Jangan khawatir. Kau takkan lihat dia lagi.
Katakan padaku, kau berubah pikiran soal bepergian?
Tidak. Aku hanya kembali sebentar.
Aku mau ambil obligasi itu.
Obligasi?
- Obligasi apa? - Obligasi pemerintah,
yang kau ambil dari brankas kantor.
Oh, oh, ya.
- Kau bilang untuk jual itu sudah lama. - Aku tak pernah bilang untuk jual itu.
- Aku beli itu buat putriku. - Tapi kau tak ingat...
Sekarang, dengar, Julia,
kau mengharapkan terlalu banyak atas kelalaianku.
Kau sudah ambil sedikit di sini dan di sana selama beberapa waktu tanpa aku bilang sesuatu soal itu,
tapi ini $50,000.
- Kau sadar kau menuduhku... - Tak ada lagi yang punya kombinasi atas brankas itu.
Kau mengambilnya. Apa yang sudah kau perbuat terhadap itu?
Bagaimana bila aku memang mengambilnya?
- Aku muak dan kesal melihatmu berikan ribuan dolar pada keluargamu, - Itu urusanku.
menafkahi sekumpulan pemalas yang tak peduli sama sekali terhadapmu,
istri yang menceraikanmu itu pertama kalinya kau membuat kesalahan.
Tak ada yang bakal menolongmu, sedang aku sudah berikan seluruh hidupku kepadamu.
Bila kau mampus besok, ke mana aku kira-kira?
Di luar jadi gelandangan.
Pastinya aku yang ambil obligasi itu. Siapa yang punya hak lebih baik?
- Aku minta uang itu sekarang juga, atau aku serahkan kau ke kepolisian. - Silakan saja.
Mereka bakal sangat kasar padamu...karena catatanmu.
Itu hal bagus dikatakan padaku setelah apa yang sudah aku alami denganmu.
Halo. Berikan aku...
Bagaimana?
Baiklah. Aku berikan padamu.
- 25,000...itu saja yang kupunya. - Kau akan kembalikan setiap sennya.
Aku tak bisa. Aku tak punya.
- Apa yang kau perbuat terhadap sisanya? - Aku tak pernah memilikinya.
Berarti ada seseorang di sini bersamamu. Siapa itu? Siapa itu?
Aku yang angkat itu.
Halo.
Halo. Halo!
Halo!
Kau tak perlu memberitahuku.
Aku punya ide bagus sekali.
Apa yang hendak kau lakukan?
Sayang, berhentilah khawatirkan ayahmu. Dia bakal ditemukan pastinya.
Ya, tapi, Tommy, hari ini Malam Natal.
Dia hanya lupa.
- Kau tahu bagaimana dia lupa semuanya. - Tidak. Dia tak pernah lupa janji denganku.
Aku khawatir, Tommy.
- Aku tahu sesuatu telah terjadi padanya. - Apa yang bisa terjadi padanya, sayang?
- Sekarang, bisa kau berhenti khawatir? - Oke.
Kalian lihat, hal penting itu ritme. Kalian harus selalu punya ritme dalam kocokan kalian.
Sekarang, Manhattan kalian kocok dengan tempo fox-trot,
Bronx dengan tempo two-step.
Dry Martini kalian selalu kocok dengan tempo waltz.
Oh!
- Ada apa? - Sebentar saja.
Sekarang, asal kalian tahu, masih ada lagi tren modern dalam...
Biarkan aku minum...terima kasih.
Orang-orang tertentu...
- Halo. - Halo.
Gelas lagi.
- Bagaimana kabarmu? - Kau tahu, kita sangat kenal satu sama lain.
Tentu saja kita iya. Kita kenal satu sama lain sudah bertahun-tahun.
Bukankah kau Nick Charles?
- Ya. - Kau tak ingat aku. Aku Dorothy Wynant.
- Bukan si kurus kering sedikit agak... - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.