The Desperate Hours

The Desperate Hours

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

The Desperate Hours 1955 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

bluray
1080
Publikuar më: 2022-09-25
Shkarkime: 54
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

- Aku yang ambil, sayang. - Suatu pagi aku akan tangkap anak itu.

Andai orang-orang bodoh tahu betapa aku benci mereka.

Apa yang mereka lakukan?

Hey, Ralphy!

Sampai jumpa, bu.

Aku pulangnya telat. Pertemuan anak pramuka.

Sampai jumpa... nenek sihir pengkhayal.

Sampai jumpa... anak menyebalkan.

Hey, Ralphy.

Namaku Ralph.

R-A-L-P-H.

Tak ada "y" di belakangnya.

Aku sudah lihat akta kelahiranku.

Sampai jumpa.

Ralph. Ralphy!

Ralphy, sepedamu!

Aku bisa terlambat masuk kelas.

Ralph...dieja R-A-L-P-H, menganggap dirinya sudah terlalu besar buat mencium ayahnya.

Berita mengejutkan lagi, Dan?

Mereka berlayar dengan cepat sekali akhir-akhir ini.

Hal selanjutnya yang kau tahu, Cindy bakal mengumumkan dirinya ingin menikah.

Benar.

Tapi dia belum melamarku.

Ha-ha!

Nantinya. Ha-ha!

Dan.

Dia masih anak-anak.

Meski dia tak terlihat seperti anak-anak?

Hmm?

Cindy.

Usahakan tidak bicarakan Chuck dengan ayahmu saat perjalanan masuk kerja.

Baiklah, bu.

Sayang, usahakan tidak bicarakan Chuck Wright dengan Cindy di mobil.

Kau tahu betapa mudah tersinggungnya dia semenjak dia jatuh cinta.

Jatuh cinta?

Ellie, gadis itu tak tahu banyak tentang cinta dibandingkan dengan Ralphy.

Semoga harinya menyenangkan, sayang.

Pelarian di pagi buta telah direncanakan dengan matang sekali oleh Glenn Griffin.

Dia, adiknya Hal, dan satu narapidana lainnya bernama Kobish...

secara brutal memukuli seorang penjaga lalu kabur tanpa menimbulkan kecurigaan.

Griffin jadi berita utama di sini empat tahun lalu pada saat perkelahian dengan senjata,

dia dengan sengaja menembak seorang polisi, lalu menyerah.

Selagi melakukan penangkapan, seorang Deputi Sherif yang marah, bernama Jesse Bard...

menghantamkan pistolnya ke wajah Griffin, mematahkan rahangnya.

Griffin bersumpah suatu hari dia akan balas dendam pada Bard, yang...

- Hai, Dutch. Ada kerabatmu di dalam sana? - Nah!

- Hai, Jesse. - Hai.

- Terlambat. - Tidur kebablasan.

Kontes kecantikan apa itu di luar sana?

Oh, itu acara rutin.

Penjara federal kebobolan di Terre Haute.

Bukan urusan kita.

Terpidana seumur hidup bernama Kobish. Dua bersaudara dengan nama Griffin.

Griffin? Kapan?

Tepat sebelum fajar.

Kenapa kau tak menghubungiku?

Menghubungimu? Untuk apa?

Dutch, sambungkan aku ke Letnan Fredericks, Polisi Negara Bagian.

- Ya, pak. - Rileks. Hanya sebuah kasusnya FBI.

Siapa orang ketiga ini, Kobish ini?

"Kobish, Samuel. Usia 44. Laki. Botak.

"6'3 kaki," 260 pound."

Dipenjara tiga kali dengan catatan yang membuatku tercengang.

Letnan Fredericks di telepon.

Fredericks, ini Bard. Apa yang kau dapat?

Tak ada. Aku ingin tahu kapan kau mulai beraksi.

Mereka langsung menghilang begitu mereka menghirup udara segar.

Kau sudah cek kekasihnya Griffin, Helen Miller?

Tentu sudah. Dia tinggalkan kota tiga minggu lalu. Tanpa jejak.

Dengar, Bard, kami sudah memblokade seluruh negara bagian.

Polisi kota sedang menggeledah semua gedung.

Kau tak tahu Griffin. Dia takkan di tempat yang menurutmu hendak kau periksa.

Tidak dengan blokade, tak ada yang bisa halangi penjahat itu dari kedatangannya kembali ke Indianapolis.

Bung, hentikanlah keluhanmu.

Kau mau Griffin? Sana tangkaplah sendiri.

Griffin?

- Dia orang yang... - Ya.

Dia orangnya.

Hey. Lihat yang itu.

Bagaimana yang ini, Glenn?

Ya.

Baiklah, aku datang.

Maaf mengganggumu, nyonya, tapi sepertinya aku tersesat.

Bisa kau menunjukkanku arah ke Toko Susu Bowden?

Tak ada toko susu di sekitar sini.

Tenangkan diri, nyonya.

Tenang, aku bilang. Tenang.

Kau berteriak, kemudian anak-anak pulang lalu menemukanmu dengan bersimbah darah.

Itu mending.

Kobish, ke atas.

Teleponnya mana?

Itu satu-satunya?

Sambungannya di atas.

Aman di belakang sini.

Hey, ada mobil besar di garasi. Kunci garasinya rusak.

Kunci mobilnya, nyonya.

- Kunci? Aku... - Nyonya, waktu aku bicara, jawab dan jawab cepat.

Kunci mobilnya.

Di atas kulkas, aku pikir.

- Ambil, Hal. Cek mobilnya. - Ya.

- Bawa mobilnya. Bawalah apa saja! - Kau tetap bersamaku, nyonya.

Tak ada siapa-siapa di rumah selain dia.

Wanita pintar.

- Kamar tidurnya berapa? - Tiga...

dan dua kamar mandi.

Sungguh rumah yang besar.

Tidak minum sudah delapan tahun.

Minumannya mana?

Ini, buat dirimu mendingan dengan cerutu nikmat ini sebagai gantinya.

Ke sanalah dan awasi baik-baik di luar dari sana. Itu semacam perpustakaan.

Mengurangi kedunguanmu.

Kasar dia, kan?

Mari lihat bagian rumah lainnya.

Tangga belakang.

Mobil besarnya sudah siap di gang menghadap luar, tapi tinggal sedikit bensinnya.

Tetaplah di pintu itu.

- Oh, Hal... - Apa?

Sekarang, nyonya, kau dan aku ada sebuah urusan.

Kemari.

Mereka harusnya melakukan sesuatu, Bard.

Kenapa kita baru dapatkan ini?

Ini Mr. Carson, FBI.

Bagaimana denganmu? Dikatakan mereka memukuli petani sebelum fajar.

- Kenapa kami baru dapatkan ini? - Mereka tinggalkan dia di gudang, pingsan, mencabut teleponnya,

kira-kira 15 menit lalu, dia jalan sempoyongan masuk toko peracangan...

untuk laporkan mobilnya dicuri. Bagaimana denganmu?

Sedan abu-abu butut. 1941.

Kau sudah siarkan di radio?

Untuk beritahu semua orang bodoh dan detektif amatiran informasi akan hal ini?

Kita bakal dibanjiri dengan petunjuk-petunjuk palsu.

Setelah itu kita bisa buru mereka semua. Setiap orang di antara mereka.

Bagaimana menurutmu, Carson?

Berdasarkan yang kupahami,

kau tahu orang bernama Griffin ini lebih dari yang lainnya di sini.

Bagaimana kalau kau ambil alih bagian ini? Aku akan mengikuti.

Oke.

Mari cari mobil itu.

Berikan deskripsinya di radio lalu minta mereka menyiarkannya lagi setiap setengah jam.

Hubungi kepolisian secepatnya bila kalian punya informasi mengenai mobil ini.

Ini stasiun radio WTLI, Indianapolis.

Kita sekarang kembali ke program rutin kita...

Kalian bayar asuransi ini tanggal 19?

Ya.

Ini saja uang yang kalian punya di rumah? Huh?

Suamiku selalu bilang terlalu banyak uang di...

Suamimu benar.

Tak pernah aman simpan terlalu banyak uang di sini.

Hentikan.

- Emosiku meluap-luap. - Ini, kunyah ini.

Sekarang... barangkali kau lupa.

Kalian berencana pergi ke suatu tempat malam ini?

Tidak. Tidak, aku sudah bilang padamu.

- Berapa kali aku... - Sebanyak seperti yang kubilang!

Kau yakin tak ada barang kecil yang kau lupakan,

seperti pistol di rumah, barangkali?

Kau harus sembunyikan itu dari bocah itu.

Kau mau aku biarkan Kobish geledah lantai atas untuk menemukannya?

Mendapati pistolnya di tangan Kobish, lalu jarinya gatal ingin menembakkannya.

Dia hanya punya otak separuh.

Aku tak ingin sama sekali ada yang terluka di sini.

Mungkin kau punya pandangan berbeda.

Oke. Kita biarkan dia mencarinya.

Tunggu.

Aku menunggu.

Rak atas lemari pakaianku.

Di kamarku. Di belakang kotak topi.

- Hal! - Ya, Glenn?

Kobish, jaga pintu belakang.

Ya?

Nyonya ada kado buatmu di atas lemari pakaiannya, di belakang kotak.

Sekarang, kira-kira kau bisa bicara di telepon tanpa tiba-tiba menangis?

Telepon.

Kau mau aku menelepon siapa?

Aku selalu menyukai wanita yang punya keberanian.

Itu adalah "siapa" yang akan kau telepon. Wanita kecil dengan keberanian sejati.

Sambungan jarak jauh. Tidak bicara macam-macam maka tak ada yang terluka.

Mr. James mau menelepon Mrs. James. Atlantic 6-3389.

Tidak, tidak, tidak, tidak. Kita jangan mencatatnya sama sekali.

Atlantic 6-3389.

Pittsburgh.

Pittsburgh, PA.

Operator,

aku mau panggilan langsung ke Pittsburgh, Pennsylvania.

Mrs. James.

Mr. James yang menelepon.

Atlantic 6...

3389.

3389.

Itu kau, sayang?

Jangan bicara sekarang. Dengar.

Pergilah kemari secepat mungkin.

- Indianapolis? - Ya. Ada masalah, hubungi lewat telepon.

Nomornya, Broad Ripple 8493.

Alamatnya 6459 North Preston.

- Jelas? - Ya.

Oke, sayang.

Aku menunggumu sekitar tengah malam.

- Hanya berhati-hatilah, mengerti? - Aku mengerti.

Ada klien, Dutch.

Kalian ada surat perintah?

More Indonesian subtitles for The Desperate Hours

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left