200 rreshtat e parë.
Sebelumnya di NCIS...
- Itu mantan rekanmu? - Ya.
DNA cocok dengan jaringan yang Jimmy temukan di mayat.
BERKAS KARYAWAN
- Parker? - Wakil Direktur,
kau menuduh agenku sebagai pembunuh?
WAKIL DIREKTUR FBI
Melihat riwayat Parker dengan korban,
dia masuk daftar tersangka.
Pasangan yang manis.
Menurutmu mereka...
- Jelas tidak. - Lupakan saja.
Raven nekat mau meracuni setengah warga kota.
KODE 2 - BAHAYA HAYATI PERINGATAN
Kini tampaknya dia salahkan kau karena hentikan serangan.
Salahkan aku atas sesuatu.
Bunuh mantan partnerku dan mengambinghitamkan aku.
Departemen Kehakiman bilang kau setuju untuk menyerahkan Agen Parker.
Tas darurat ekstra dengan baju ganti
andai FBI mengawasi apartemenmu.
Semuanya, ini mantan istriku, Vivian.
Yakin mau melakukan ini?
Raven juga mengejarku.
Rencana besar apa pun darinya, aku jadi bagian dari itu.
APA KABAR?
SELESAI. AKU DAPATKAN DIA.
Yakin Parker ada di sana?
Parker dan Kolchak, Pak.
Berpakaian preman dan duduk di meja sebelah kiri.
Berdasarkan info anonim?
Lebih dari satu.
Beberapa panggilan melaporkan pria dan wanita sesuai deskripsi DPO.
DPO
Hebat. Dua hari kita sisir seluruh Pantai Timur Amerika
ternyata dia bersantai di restoran lokal biasanya.
Kau sebut apa itu, Agen?
Parker sudah gila? Bernyali? Bodoh?
Atau genius.
"Atau genius."
Kita masuk?
Biar aku saja. Kalian berdua, jaga pintu keluar.
Dari semua tempat makan di kota di seluruh dunia...
Hei, Sweeney.
Diner sangat jauh dari Casablanca.
Ya. Dan kau bisa jadi Bogart yang buruk.
Yang kalian lakukan ini adalah bantu dan sekongkol dengan buron.
Dan juga secara aktif mengganggu jalannya investigasi.
Baik. Tenang dulu, Sweeney.
Serius. Tak ada yang bantu atau sekongkol dengan siapa pun.
Sebenarnya, kau yang ganggu investigasi kami.
Kau bicara apa?
Kau bongkar penyamaran kami, Sweeney. Kami sedang kerjakan kasus.
Setidaknya, tadinya.
Jadi kau duduk di sana tak berkaitan dengan Parker,
pertemuan kita di sini adalah kebetulan yang luar biasa.
Sangat kebetulan untuk Aturan 39.
Karena kita semua di sini, dan kau bahas Parker...
Bisa kita bahas fakta bahwa kita semua tahu dia sedang dijebak?
Oleh siapa? Si Raven itu? Yang benar saja.
Aku akui nama itu cukup payah.
Tapi siapa pun dalangnya, mereka coba racuni separuh dari DC.
Belum lagi membunuh dua anggota kita.
Yang membuatnya terlalu sibuk buang waktu menjebak Parker.
Ya, tapi jika Raven jebak Parker, bisa kita tarik napas,
dan pertimbangkan apa motifnya?
Jadi, itu tujuan semua ini? Upaya tak tahu malu untuk ulur waktu?
Di mana mereka?
Leon.
Jangan bilang kau bagian dari lelucon ini.
Jangan ejek aku, Wayne. Saluran kami tampaknya menerima
panggilan anonim sama tentang Parker dan Kolchak sepertimu.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Panggilan pasti dari pihak ketiga.
Seperti... Raven?
Itu buktikan kita butuh lebih banyak waktu.
Cukup!
Gunakan waktu yang kalian butuhkan, Agen.
Mungkin loyalitas butakan kalian, tapi dari sisi FBI,
waktu Parker... sudah habis.
Saluran kita tidak sungguh terima telepon?
Permainan yang kalian mainkan berbahaya.
Ini kali terakhir aku bohong untuk selamatkan kalian.
- Direktur, kami bisa jelaskan. - Tidak perlu.
Aku hargai kau mau bantu Parker seperti aku,
tapi sengaja mengusik sarang lebah FBI bukan cara terbaik.
Peluang Sweeney mau dengarkan pendapat sangatlah kecil.
Atau peluang dia beri kita waktu.
Bagaimana dengan Parker? Kalian tahu di mana dia sekarang?
Tidak, Pak. Dia mengikuti rencana permainan.
Belum ada kabar sejak dia dan Vivian pergi dengan daftar kantor akuntan Kasie.
Coba cari tahu siapa tulis namanya di rekening lepas pantai.
Dan kalian tidak tahu cara hubungi dia?
Itu... Jangan jawab. Aku tidak mau tahu.
Tapi andai kalian dengar kabar darinya,
suruh dia lebih cepat.
Niat baik sangat berat.
McGee...
Aku kerjakan.
Baik, terima kasih, McGee.
Itu tidak terdengar baik.
Gampangnya.
Mereka coba beri kita waktu dengan Sweeney,
tapi malah buat dia murka.
Kau pria beruntung, Park.
Sungguh? Itu kesimpulanmu?
Itu pujian bagimu.
Mendapatkan tim baru yang bersedia berkorban untukmu
untuk hal seperti ini.
Itu bukan karena aku. Tapi karena mereka.
Mereka grup yang spesial.
Kau beruntung punya mereka.
Oke, baik, aku beruntung.
Aku juga bersyukur punya teman-teman yang bisa aku percaya.
Akhirnya.
Katakan kau sudah temukan.
TIDAK ADA KAITAN ATAU TRANSFER KE HOLLANDER BANK & TRUST
Andai aku bisa.
Tidak ada kaitan antara rekening lepas pantai palsu ini
yang atas namamu dengan Prudhomme Financial Group.
Aku mau mandi.
Sisi positifnya, sudah dua nama kantor dari daftar Kasie
yang sudah kita eliminasi dalam dua hari.
Kurang sembilan nama lagi.
Kita pasti bisa.
Apa itu?
Aduh.
Laptop beri peringatan untuk memperbarui firewall.
Aku butuh kau menjaganya.
Sisakan air panasnya, Kolonel.
Tidak perlu janji. Aku perlu dinginkan kepalaku sebentar.
JANGAN MENGULUR WAKTU. BAWA DIA KEPADAKU!
AKU BUTUH JAMINAN.
TAK ADA JAMINAN. PERRYVILLE DINER PUKUL 10.00 BESOK
KAMI AKAN KE SANA.
Harus apa jika temui tembok buntu? Kembali ke titik awal.
Bukan temui tembok buntu. Hanya menggoresnya.
Baik, kita kesampingkan ide buruk kemarin
mulai tinjau detail yang kita punya tentang Raven sejak hari pertama
- dia mulai tunjukkan diri. - Tidak sia-sia.
Aku dan Jimmy hanya lakukan itu dua hari terakhir.
- Hanya lakukan itu? - Mencari apa pun
yang mungkin kita lewatkan.
Hanya itu yang kalian lakukan?
Andai bisa bilang kami temukan hal baru tapi...
- Sungguh? - Baik, Rekan-rekan.
Kupikir kita terlalu fokus ke siapa jati diri Raven
bukannya alasan kenapa dia mengincar Parker.
Tak mungkin hanya balas dendam. Dia bisa saja bunuh Parker sekarang.
Namun, dia malah hancurkan reputasinya.
Itu hasil akhirnya, bukan? Reputasi Parker hancur.
Itu akan untungkan siapa?
Itu dia. Jika bisa tahu siapa yang diuntungkan
dari kejatuhan Parker...
Itu bisa arahkan kita ke si Burung Jelek itu.
Ya, kini harus cari tahu cara mengetahui hal itu.
Kita pasti bisa mengetahuinya.
Mulai dengan riwayat FBI Parker?
Rumah baru lagi buat pomato-mu?
Tidak terlalu subur di baki barang bukti.
Dan kau tanya aku, Polly malang masih syok
sejak kau dan Jess hancurkan rumah pertamanya.
Ya. Sekali lagi, Kasie, itu hal aneh.
Aku berbalik cepat, lalu aku tak tahu Agen Knight
sedang lewat.
Ya. Jujur saja, aku yang sedang syok
dan buat diriku sibuk agar tidak memikirkan Raven
masih ada di luar sana.
Ya, aku sendiri agak kacau belakangan.
Yang aku rasakan... tidak terlalu tenang.
Suara ping atau bip pelan di sini hadirkan kembali semua
kenangan buruk kuncitara.
Oke, kita tak boleh kenang lagi hari itu, oke?
Bukan gangguan stres pascatrauma, tapi tetap saja.
Ya, Tuhan.
Apa?
Kasie, ganti nada deringmu.
Ya, aku sudah berencana.
Tanpa nama penelepon. Bagaimana jika ini dia?
- Dia siapa? - Si Raven.
Itu bukan Raven. Kase, aku... Tenangkan diri.
Aku yakin itu hanya...
- Halo? Ya? - Jimmy?
Kupikir aku telepon Kasie.
Ya, benar. Tunggu.
Ya. Dia di sini.
Dengar, waktuku sempit.
Aku harus percayai kalian tidak memberi tahu tim.
Tidak beri tahu apa?
Aku baru kirimi kau nomor telepon, Kasie.
Tolong kau lacak secepatnya.
- Dari mana nomor itu? - Ponsel sekali pakai seseorang.
Seseorang?
Jangan cemaskan itu, cari tahu mereka kirim pesan ke siapa.
Baik. Bukannya melacak nomor adalah keahlian McGee?
Benar, tapi aku belum siap McGee atau para atasan
tahu hal yang kupikirkan.
Dan apa yang kau pikirkan?
Semoga aku salah. Kirim pesan saat tahu namanya. Harus pergi.
Hei, telepon siapa?
Berkabar dengan tim.
No comments yet. Be the first to leave one.