200 rreshtat e parë.
Oh! Semua orang yang tak pernah ingin kutemui lagi,
berada dalam satu ruangan.
Jadi, katakan padaku kenapa kita berada disini lagi?
Um...
Uh...
Baiklah
Karena mimpi takkan pernah mati.
Baiklah, uh...
uh, kutubuku seharusnya
menjadi keren sekarang, bukan?
- Yeah. - Yeah, mungkin, kau tahu.
Coba kita lihat bila sudah jadi kakek-kakek
Yeah.
Oops. Maaf.
Ayolah, teman,
bukankah kita sedikit terlalu tua untuk itu sekarang?
Terlalu tua untuk apa...
tepatnya?
Um...
Terlalu tua untuk jatuh kembali pada
hirarki sosial usang yang menghukum prestasi
dan imbalan yang biasa-biasa saja.
Oh.
Kedengarannya seperti penghinaan.
- Kupikir - Um...
- Whoa, itu... - Tidak, jangan.
- Jangan - ...pelatih hidupku, jadi..
- Okay. Ooh. - Ayolah.
Wow.
Kelihatan sepertinya hanya kau dan aku.
Yeah, kau tahu.
Itu dan punyamu yang sangat kecil, weensy, kecil...
Hey, jadi akhirnya... apa yang kau lakukan setelah lulus SMA?
Aku bergabung dengan Pasukan Khusus.
Meraih gelar CPA-ku diatas UU GI.
Seharusnya kau memeriksanya.
Akan kutendang bokongmu.
Yeah, semoga beruntung.
Um... maksudmu hari ini, bukan?
Whoa.
Tidak. Hey.
Hey, hey, hey.
Hey.
Hey...
Hey, hey. Hey.
Oh.
Oh, tidak, tidak, tidak.
Oh.
Tolong hubungi 911!
Hubungi 911!
== subs by elderman == Translated by Mois
Oh.
Apa yang dilakukan Torres disini?
Aku tak tahu.
Dia dan Quinn belum secara resmi mulai
- sampai hari Senin. - Hey, Torres.
- Hey, ada apa? - Hey, kau tahu, uh...
kau tahu ini Jumat malam, bukan?
Yeah, aku tahu.
Hanya tak begitu yakin bagaimana
dengan cara kerja di belakang meja ini, jadi, uh...
akan kuletakkan saja beberapa barang lebih cepat.
Dimulai dengan foto dirimu.
Yeah.
Ini adalah pengingat.
Dari...?
Sesuatu yang ingin aku ingat.
Hmm.
Okay, kami harus pergi.
- Sampai ketemu hari Senin. - Oh, kalian sudah...
- telat untuk pergantian kelas atau apa? - Uh, tidak, Gibbs terkenal..
dengan datang tepat sebelum akhir pekan dimulai
dan berkata...
Ambil peralatanmu.
- Itu adalah ilustrasi yang tepat, boss? - Ada yang tewas di Quantico.
Okay.
Apa kau ikut?
Aku bukan pria seperti
kelompok mahasiswa.
James Bruno.
Lulus dari SMA Puller15 tahun yang lalu.
Hampir tidak lulus, dari apa yang kudengar.
Ayahnya ditempatkan
- pada pool motor di pangkalan. - Jadi, apa menurutmu?
- Pembunuhan disengaja? - Yeah. Mungkin.
Jethro Gibbs tidak suka melakukannya.
Itu sebabnya ini pekerjaan yang cocok untuknya.
Terima kasih telah meneleponku.
Aku siap untuk mulai.
- Mulailah. - Okay.
Baiklah, apa yang kulewatkan?
Jaketmu.
Okay.
Oh, aku tidak tahu, dia terlihat baik-baik saja.
- Baik-baik saja - Siapa dia?
Oh, Itu adalah Agen Torres.
Oh, bagus.
Siapa kau?
A-Agen Quinn.
Sumpah, Aku hampir tidak menyentuhnya.
Maksudku, aku hanya melakukan lemparan terkendali,
jadi dia akan berpikir dua kali untuk menyentuhku.
Jadi, apa yang memulai perkelahian?
Tidak ada apa-apa.
Dia hanya orang seperti itu.
Dia selalu memulai sesuatu.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Uh, aku tak pernah melihatnya
sejak SMA.
15 tahun
Tampaknya tidak ada yang berubah.
Masa-masa remaja
penuh dengan bahaya.
Cortex depan
bertanggungjawab pada peraturan diri.
Berkembang secara bertahap selama masa remaja.
Sayangnya, pada beberapa orang dewasa,
tidak pernah muncul.
Kau tidak berbicara mengenai seseorang
yang khusus, bukan, Doctor? Karena aku hanya
meletuskan bubble wrap untuk melihat apakah masih...
Korbannya, Mr. Palmer.
Aku mengacu pada korban.
Bagaimana dengan dia?
Aku tidak melihat sesuatu yang jelas,
tapi air liur yang berlebihan ini menunjukkan adanya
semacam racun yang bekerja.
Boss, kita punya masalah.
Apa yang kau dapat, McGee?
Sudah berbicara dengan salah satu saksi mata.
Mereka melihat Bruno datang lebih cepat,
dan meletakkan sesuatu di dalam salah satu loker ini,
dan bukan buku matematika.
Berdiri jauh-jauh.
Yeah.
Kurasa orang ini punya masalah.
Jadi, tombol ini bergerak maju,
yang ini bergerak mundur,
dan ini adalah tombol “Oops, Bagaimana bisa sampai disana?”.
Apa?
Kami menekannya saat Gibbs
meminta yang mustahil
untuk mengalihkannya.
Sudah dimuat dengan foto-foto mantan istrinya,
atau Jimmy Palmer sedang membuat turducken, sesuatu seperti itu.
Dan kau pikir dia tidak tahu apa yang kau lakukan?
Dia bagus tapi tidak sebagus itu.
Baiklah, Jim Bruno.
Ayo kita mulai.
Jim Bruno, terlahir James.
Meninggalkan rumah setelah SMA, tak pernah kembali.
Yeah, dia mendapatkan pekerjaan
untuk mengajar seni keterampilan pada sebuah sekolah komunitas.
Berakhir setelah divonis bersalah karena perampokan.
Salah tombol.
Oops.
Bruno tak pernah membayar pajak,
tak pernah memilih,
dan tidak memiliki alamat rumah saat ini yang bisa kita cari.
Yeah, doktermu mengkonfirmasi bahwa
dia diracun sampai mati.
Apa kita yakin bahan peledak itu miliknya?
- Sekarang iya. - Sebuah kamera pengamat pangkalan
menunjukkan dia merakit sebuah bom di dalam mobilnya.
Tim gegana telah mengirimkannya ke Abby.
Katanya bahan peledak itu cukup
untuk sampai ke tingkat yang mematikan.
Bruno akan berakhir dengan membunuh
seluruh lulusan SMA-nya itu.
McGee dan Quinn.
- Berkas dari SMA nya. - Laksanakan.
Bishop dan Torres, bicaralah dengan guru-gurunya.
Lihat siapa yang mengingatnya.
- Uh... - Yeah?
Meja mana tempatku bekerja?
Disini. Meja lamaku.
Meletakkan bayi di sudut?
Disanalah tempat kau duduk saat menjadi probie.
- Sejak kapan kau duduk? - Oh.
Uh...
Kita berlima sekarang disini.
Harus ada...
pengaturan ulang beberapa hal.
Kau coba melakukan apa yang kau bisa untuk anak-anak ini,
sensitif terhadap kebutuhan mereka tapi hanya beberapa dari mereka,
diluar jangkauan, kau tahu?
Hey! Hey!
Jangan tarik poster itu begitu saja!
Cabutlah perekatnya dari dinding!
Bodoh.
Maaf, sampai mana kita tadi?
Kau baru saja memberitahu kami
betapa sensitifnya kau.
Hey, aku melakukan apa yang bisa untuk anak itu.
Di tahun terakhir mereka, aku menghabiskan delapan minggu berturut-turut
di detensi hari Sabtu bersamanya, mencoba memecutnya untuk berubah.
Tidak ada pengaruhnya.
Selalu menyebabkan keributan.
Melakukan kontak akhir-akhir ini?
Tidak...
No comments yet. Be the first to leave one.