200 rreshtat e parë.
Ini kisah Halloween tentang Brooklyn, di mana apa saja bisa terjadi_ _
dan itu selalu begitu.
Pada 3 sore di hari khusus ini, inilah yang sedang terjadi~
Aku bakal hantam kepalamu, dasar pemabuk besar! Gelandangan!
Meleset! Kau berhenti!
Selagi di waktu yang sama di seberang sungai di Amerika ada percintaan yang belum pasti.
Elmer, ini dia.
- Aku tahu kau bakal menemukannya. - Bung, aku bisa yakin habiskan minuman.
Aku ingin tahu apa siapa saja orang penting jadi menikah hari ini.
Kelihatan seperti orang tolol menikah setiap hari.
Ayo.
Hey, orang dengan kacamata.
Sekarang dia bersembunyi dari apa?
- Hey, bukankah itu Mortimer Brewster? - Mortimer Brewster, pengkritik dramatis?
Tidak, itu bukan dia. Tapi apa berita eksklusifnya ini jadinya!
Orang yang menulis Bibel Perjaka akhirnya menikahkan dirinya sendiri.
Tidak, itu sulit dipercaya.
Ayo, mari jepret walikota dengan helm pemadam kebakaran barunya lalu pulang.
Hey, mari tetap di sini, cari tahu siapa orang itu.'
Dua per dua, mereka datang dan pergi, hip-hip-hiyay.
Selamat pagi, anak-anak. Namamu, tolong?
- Elaine Harper. - Bicara sedikit lebih keras.
Elaine Harper.
Terima kasih. Namamu?
- Mortimer Brewster. - Bagaimana?
Mortimer Brewster.
Bicara yang keras, nak. Tak ada untuk ditakutkan.
Tidak, tidak, tidak. Hanya...
Dengar, aku...
Dengar, aku mau meneruskan penyamaran ini.
Cinta dia? Tentu saja kau cinta dia. Kau akan menikahinya, kan?
Tidak, kau tak mengerti. Kemari. Kemari.
Kau tahu, aku tak mau ini jadi diketahui sementara waktu.
Aku Mortimer Brewster.
Kau siapa?
Mortimer Brew...
Itu dia!
Sekarang, Mr. Brewster!
Mr. Brewster!
Sekarang, dengar, kau tak...
Sampai jumpa, sayang.
Kau tak mengerti? Bagaimana bisa aku menikahimu? Aku, simbol keperjakaan!
Aku mencibir di setiap adegan percintaan dan setiap drama. Aku tulis empat juta kata menentang pernikahan!
Bukan hanya nikah, melainkan putrinya menteri,
dan bukan hanya putrinya menteri, melainkan gadis dari Brooklyn.
Sekarang perhatikan dirimu. Perhatikan bagaimana penampilanmu!
Apa benda aneh yang kau punya di sini?
Ini pin yang aku pinjam dari bibimu.
Kau tahu apa yang mereka bilang, Mortimer, sesuatu dipinjam dan sesuatu...
Ya, ya, ya, aku tahu ucapan umum itu. Sesuatu dipinjam dan sesuatu sedih. Lama, baru.
Beras dan sepatu tua. Membawamu di atas ambang pintu.
Air terjun Niagara. Segala omong kosong menggelikan yang aku candakan selama bertahun-tahun.
Inikah buat apa aku datang? Aku tak bisa meneruskan ini. Aku tak mau menikahimu dan begitulah.
- Ya, Mortimer. - Apa maksudmu, ya, Mortimer?
Kau tak tersinggung? Kau tak hendak menangis? Kau tak hendak melakukan kehebohan?
- Tidak, Mortimer. - Tidak. Dan jangan, tidak, Mortimerku juga!
Kau tak tahu, pernikahan itu keyakinan tak rasional! Itu...itu kuno. Itu...aku...aku...
Ayo. Ayo.
Dan sekarang, balik ke salah satu distrik perumahan Brooklyn paling menawan~~
~~ Mulai dari sini kalian harus mengatasinya sendiri.
PEMAKAMAN INI DIDIRIKAN PADA APRIL, 1654
O'Hara, jangan jadi brengsek. Kau sepertinya tak sadar, aku berikan padamu ronda terindah, terbaik di Brooklyn.
Sekarang perhatikan gereja tua itu. Dan rumah-rumah tua itu.
George Washington pernah tidur di sini?
Tentu saja dia iya. Seluruh lingkungan ini hanya bau karena atmosfer.
- Dan perhatikan rumah tua itu di sana. - Pemilik aslinya masih tinggal di sana?
Sekarang, jangan mengejek soal Brewster bersaudari.
Mereka dua wanita tua terhormat, termanis yang pernah jalan di bumi.
Mereka aduhai.
Mereka seperti...mereka seperti daun mawar diremas.
Daun mawar diremas?
Hey, para gadis tua itu pasti agak miskin, huh?
Oh, tidak. Ayah mereka meninggalkan mereka harta benda buat hidup.
Dan jangan kau panggil mereka gadis juga.
Brophy, Letnan di sana?
Kalau mereka kaya raya, buat apa mereka menyewa kamar?
Mereka tak menyewa kamar. Tapi kau bisa meyakini bila ada yang datang mencari kamar...
mereka takkan pergi tanpa makanan enak dan kemungkinan beberapa dolar di saku mereka.
Itu hanya cara mereka memperoleh orang untuk berbuat baik.
Oh, Pendeta Harper, aku sungguh berharap kau tak menyetujui Mortimer hanya karena dia pengkritik dramatis...
dan membawa putrimu ke teater setiap malam.
Itu bukan begitu banyak aku tak menyetujui dia jadi pengkritik...
tapi tak ada orang, tak ada orang dengan sikap telah dinyatakan ini soal pernikahan...
harus membawa putri orang ke tempat mana saja...kapan saja.
Aku pasti ketularan pilek.
Bukan, sayang. Itu Pendeta Harper yang bersin. Terberkati dirimu.
Kita harus jangan marah dengan Mortimer.
Dia begitu amat cinta dengannya. Dan kakak Martha dan aku juga bahagia akan itu.
Dia biasanya datang mengunjungi kami hanya sesekali, dan sekarang,
sekarang dia di Brooklyn enam malam seminggu!
Ingat sekarang, perhatikan bahasamu.
Tapi, Sersan, kau tahu aku bukan orang suka mengolok-olok.
Kau bakal terkejut apa yang akan mereka anggap mengolok-olok.
Oh, bisa aku permisi?
Tidak, tidak, Teddy, sayang. Terima kasih. Aku yang akan ke sana.
- Oh! Langsung masuk, Mr. Brophy. - Nona Abby, kami datang buat mainannya.
- Oh, ya. - Sekarang, ini petugas O'Hara. Dia akan ambil alih rondaku.
- Apa kabar, nona Abby? - Selamat datang di lingkungan kami, Mr. O'Hara. - Terima kasih.
Saudara-saudara, apa kabar yang kalian bawakan padaku?
Kolonel, kami tak ada untuk dilaporkan.
Oh, tidak, sepenuhnya tak ada untuk dilaporkan.
Bagus sekali!
Terima kasih, saudara-saudara. Istirahat di tempat, grak.
Kalian tahu Pendeta Dr. Harper dari gereja sebelah?
- Tidak. - Tentu. Halo, Pendeta.
Ini petugas O'Hara, orang baru dalam ronda.
Apa kabar, pak? Senang mengenalmu.
Mainannya di kursi di atas sini, dekat pintu perpustakaan.
Oh. Teddy, bisa kau lekas ke atas untuk bawakan angkatan darat dan angkatan lautmu dari kamarnya bibi Martha?
Itu semua sudah dikemas.
Itu kerjaan baik sekali yang kalian lakukan, memperbaiki mainan yang sudah dibuang untuk anak-anak di kamp.
Serang!
Oh, itu memberi kami sesuatu untuk dilakukan selagi kami duduk-duduk di stasiun.
Kalian jadi bosan untuk main kartu.
- Oh, jadi ini mainannya? - Bagaimana Mrs. Brophy?
Oh, dia mendingan, terima kasih. Tapi sedikit lemah, masih.
Aku ambilkan sedikit kaldu daging sapi buatmu untuk dibawakan padanya.
Oh, Nona Abby, tolong jangan repot-repot. Kau sudah berbuat begitu banyak.
Oh, hentikan omong kosongnya! Aku takkan lama.
Saudara-saudara, bila aku tahu apa kebaikan murni dan kemurahan hati sepenuhnya...
itu karena aku kenal Brewster bersaudari.
Sekarang, Teddy, kau janji kau takkan melakukan itu lagi.
Tapi aku harus menyerukan pertemuan kabinet untuk mendapatkan pelepasan suplai-suplai itu.
Sekarang jangan lakukan itu lagi. Kau mendengarku?
Dia biasa melakukan itu di tengah malam...
dan para tetangga terlibat pertengkaran denganku. Mereka sedikit takut dengannya.
Dengar, Sersan, aku janji takkan mengolok-olok, tapi apa sebenarnya...
Apa yang terjadi di sini?
- Oh, dia benar-benar tak berbahaya. - Dia pikir dia Teddy Roosevelt.
- Terus kenapa? Ada banyak orang lebih buruk yang dia bisa pikir dia begitu. - Ya?
Benar.
Aku akan buat catatan untuk itu. Dia karakter yang sangat menarik.
Bukankan ini disayangkan, Bapa...
Bukankah ini disayangkan, Pendeta, keluarga baik seperti ini harus menetaskan orang gila?
Oh! Sekarang, bukankah ini menyenangkan!
- Selamat sore, Nona Brewster. - Apa kabar, Mr. Brophy?
- Selamat sore, Nona Brewster. - Pendeta Harper, apa kabar?
Nona Martha, ini petugas O'Hara. Dia akan ambil alih tugasku.
Apa kabar, nyonya?
- Aku senang mengenalmu! - Terima kasih.
- Oh! - Martha, kau kembali.
Ini kaldu buat Mrs. Brophy. Pastikan enak dan panas.
Tentu saja aku akan, dan terima kasih banyak.
Angkatan darat dan angkatan laut siap buat aksi.
Oh, Kolonel, ini bagus sekali. Ini bakal buat banyak anak bahagia.
Ini apa? Oregon?
Oh, Teddy, sayang, taruh itu kembali.
- Tapi Oregon pergi ke Australia. - Sekarang, Teddy...
Tidak, ini pergi ke Australia.
- Ini cantik. Terima kasih banyak. - Oh, bukan apa-apa.
- Anak-anak bakal senang sekali. - Sekarang, sama-sama.
- Sampai jumpa. - Selamat tinggal, Kolonel.
Hey, Sersan.
Huh? Oh, ya.
Bubar jalan!
- Sampai jumpa dan terima kasih. - Sampai jumpa! - Sama-sama. - Jumpa.
Hati-hati anak tangganya sekarang dengan mainan.
Selamat malam.
Anak muda, biarkan itu jadi pelajaran buatmu.
Sampai jumpa!
- Aku harus pergi. - Serang!
Serang benteng pertahanan!
- Benteng pertahanan? - Oh, tangganya selalu San Juan Hill.
- Oh...begitu. - Terberkati dirimu!
Kalian sudah coba yakinkan dia bukan Teddy Roosevelt?
- Oh, tidak! - Oh, dia begitu bahagia jadi Teddy Roosevelt.
Oh, kau ingat, Martha?
Pernah dulu kami berpikir bila dia jadi George Washington...
itu mungkin jadi sebuah perubahan untuknya dan kami menyarankannya.
Dan kau tahu apa yang terjadi?
Dia hanya tinggal dalam ranjangnya selama berhari-hari dan takkan jadi siapa-siapa.
Kalau dia bahagia, dan apa yang lebih penting, kalian bahagia...
Oh, kami hanya khawatir terhadap Teddy setelah kami tiada.
Ya, pastinya. Itu benar-benar masalah.
Tapi Mortimer sudah buat segala perencanaan buat Teddy...
untuk pergi ke Sanitarium Happy Dale setelah kami meninggal.
- Ide bagus sekali! Tempat sangat menyenangkan. - Ya.
Pendeta Harper sayang manis.
Kau tahu, Martha, aku sungguh yakin dia akan mulai lihat cahaya.
Aku yakin kita tak harus khawatir dengannya.
Dia takkan mengganggu terhadap rencana kita buat Mortimer dan Elaine.
- Oh, kau baru saja menyajikan teh? - Ya.
Dan makan malam akan jadi terlambat juga.
Terus kenapa?
Teddy!
Oh, Teddy, kabar baik buatmu.
Kau akan ke Panama untuk menggali pintu air lain buat terusan.
Dengan senang hati!
Itu bagus! Benar-benar bagus!
Aku akan persiapkan sekarang juga buat perjalanannya.
Serang!
Abby! Selagi aku keluar?
Ya, sayang. Aku sungguh tak sabar menunggumu.
Aku tak tahu kapan kau akan kembali, dan Pendeta Harper hendak datang.
- Oh, tapi sepenuhnya kau sendiri. - Oh, aku mengupayakannya dengan baik.
- Aku segera turun untuk melihatnya. - Tidak, tidak, sayang.
Tak ada waktu. Dan aku sepenuhnya sendirian.
- Jadi? - Martha...
Tinggal lihat di tempat duduk jendela.
- Oh, Elaine! - Halo, sayang!
No comments yet. Be the first to leave one.