Up the River

Up the River

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

Up the River 1930 1080p WEBRip x264-RARBG
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

webrip
web
x264
BRip
1080
Publikuar më: 2021-03-08
Shkarkime: 37
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Penjara Negara Bagian di Selatan.

Perhatikan mobil ini. Sedang geng menjanjikanku limosin dengan...

- Ini tak seberapa menurutmu, kan? - Diam, goblok.

Kita belum terbebas dari bahaya. 10 mil ke kota. Selamat tinggal.

Aku harap aku tak pernah melihatmu lagi.

- Aku benci penjara negara ini. - Aku benci semua penjara.

- Makanannya tak enak. - Ya. Dengar. Lain waktu, aku akan...

Takkan ada lain waktu. Tidak bagiku.

- Tidak? Apa yang akan kau lakukan buat hidup? - Aku akan membuka peternakan ayam.

Kau bisa memulai dengan 100 telur,

dan dengan memelihara ayam betinanya, pada akhir tahun kau bakal punya 10,000 telur.

- Ya? Dengar. Keluarlah untuk perbaiki itu. - Ada apa?

- Kupikir kita mengalami ban kempes. - Ban kempes?

Ini keberuntungan buatmu. Aku tak lihat ada ban kempes.

Tidak? Belilah cermin!

Hey!

Teman-teman, kita bakal mendengar dari Saudara Dan...

pernah tersesat dalam lautan dosa...

namun sekarang terselamatkan di daratan kasih sayang.

- Terpujilah! Terpujilah! Terpujilah! - Terpujilah. Terpujilah.

Teman-teman, kalian takkan mengira dengan memperhatikanku sekarang, aku pernah sejahat seperti kalian.

Tapi, betul, sesungguhnya, tak ada pendosa di tengah kalian yang tak boleh aku sebut "saudara."

Kalian tahu bagaimana aku tersesat dalam kejahatan dan dosa? Teman-teman yang buruk.

Tapi aku menyadari kesalahan jalanku. Aku menyadari kejahatan tak bermanfaat.

Dan sekarang aku bahagia dalam cahaya dan cinta seluruh dunia.

Terpujilah! Terpujilah!

Ya, bahkan orang bejat yang menjerumuskanku dalam dosa...

bahkan dia aku menyayangi dan memaafkan.

Dan ingatlah, "saudara-saudara," kejahatan tak bermanfaat.

Tidak, pak. Kejahatan tak bermanfaat.

Dan sesungguhnya, aku bilang ke kalian...

bahkan orang bej...brengsek...yang menjerumuskanku dalam dosa...

bahkan dia aku menyayangi dan memaafkan.

Dan ada serangan balasan yang bakal terjadi...

apa...pada semua pendosa yang tahu tak ada belas kasihan.

Ada hukuman setimpal buat semuanya. Dan ada "petir" datang dari langit...

menyambar kepala kalian, tak diduga.

Dan sesungguhnya aku bilang ke kalian,

konsekuensi atas kejahatan itu sebuah pukulan di rahang, dasar brengsek!

Kenapa kalian menangkapku? Dia orang yang melakukannya!

Bensonatta~

Penjara di Barat Tengah.

24, 26...

28, 30, 32...

34, 36, 38, 40, 42.

Tangkapan lagi?

- Halo, Al. Tangkapan lagi? - Hai, Joe. Ya. - Dapat tangkapan lagi buat kalian.

- Oh, perhatikan wajah orang itu. - Perhatikan muka itu!

Perhatikan mereka.

Hey, ada pemain pikolo di antara kalian ini?

Tidak, pak. Tapi aku bisa main saksofon.

Jadi karena itu kau di sini.

Selama tiga bulan,

aku sudah berusaha cari pemain pikolo, dan yang mereka kirimkan kemari itu saksofon.

Hanya banyak orang tak berguna. Itu saja.

Oh, sekarang itu memalukan.

Apa yang kalian lakukan, nak, merampok bank ibu kalian?

Anak-anak malang. Bagaimana menurut kalian itu?

- Bukankah itu hal yang amat memalukan? - Caci makilah anak ini.

Aku di penjara sudah 40 tahun...

dan orang-orang goblok yang dikirimkan kemari jadi buruk dan semakin buruk.

Ini akan jadi hari pembibitan.

Mereka malah tak izinkan anak-anak semacam ini di sini pada masaku.

Bagaimana mereka mencegah mereka? Melarang masuk mereka?

Kalian tahu bagaimana mereka memanggil Big Pete pada eraku?

- Apa? - Banci.

Ya, ada orang-orang pada hari-hari itu...

orang-orang dengan jarum di dada mereka, orang-orang seperti aku sendiri.

Ayo ke sana untuk main bisbol.

Hanya satu minggu sebelum pertandingan besar, dan mereka harus ke sana memberi grasi pelemparnya.

Itu politik. Begitulah adanya...politik.

- Ada yang posisinya lebih tinggi tak mau kami menang. - Kau tahu itu siapa?

Gubernur.

Jessell!

Ternyata ini Morris kecil. Jadi kau di sini!

Ya, aku di sini. Dan kau di sini juga, tempat semestinya kau berada.

Kau salah memahamiku, nak.

Aku kehilangan lebih banyak uang pada kuda itu dibanding dirimu.

Benarkah, Jessell? Kau kehilangan posisimu, uang, dan teman?

Dan ibu? Dia meninggal di persidanganku. Kau membunuhnya.

- Jika itu bukan karenamu... - Diam, dasar babi kecil.

- Kau maling sudah lama sebelum aku mengenalmu. - Itu bohong! Tarik kembali!

Sini, hentikan! Hentikan! Sana. Enyahlah!

Jangan lakukan itu. Ayo. Jangan begitu emosi.

Aku tak bisa menahannya. Bagaimana yang keluargamu rasa?

Mereka tak tahu.

Aku ganti namaku. Mereka mengira aku di China.

- Bagaimana kau melakukan itu? - Aku punya teman di sana.

Mereka mengirimkan surat-suratku ke rumah dan menelegram orang tuaku sekali sebulan.

Sampai ketemu nanti. Aku kerjanya di kantor sana.

Ada banyak orang baru yang masuk. Kau tahu, rekan-rekan, tahanan.

Ayo, nak. Cerialah, bocah.

Ayo, kalian. Ayo.

Baiklah, Pop. Kenapa buru-buru?

- Aku punya banyak waktu. 30 tahun. - Tidak, hanya 20 untukku.

Hey, menurutmu mereka bakal keberatan kalau aku ikutan?

- Bisa kau main bisbol? - Tentu.

Sana, cepatlah ke sana, kalau begitu. Pop bakal memberimu ciuman. Lekaslah.

Dan ini halaman prianya.

Kau tak takut di sini bersama semua orang menakutkan ini?

Oh, sayang, tidak. Mereka hanya seperti anak kecil bagiku.

Sebenarnya, terhadap semua pekerja sosial itu.

Perhatikan.

Oh, apa kabar, Mrs. Massey?

- Apa kabar? - Sungguh senang melihatmu lagi.

Aku merindukanmu Kamis kemarin.

Ada sejumlah teman dari kota. Orang-orangnya menawan.

Mereka sangat kecewa tak bertemu denganmu.

Sampai jumpa. Sampai ketemu lagi.

- Kalian lihat? - Dan dia siapa?

Jenius elektrik. Penyadap.

Hai, Dooley.

Pencekik terkenal.

Sekarang kita ke ruangan sosial. Kalian lihat? Itu tepat di sebelah sana.

Jangan takut.

Dia hanya lagi menghibur Jean kecil...

putrinya sipir.

Jean, bilang halo ke teman-temanku.

- Apa kabar? - Apa kabar, sayang?

Kau punya ciuman buat Mrs. Massey?

- Ya, Mrs. Massey. Aku sudah kasihkan ke Rex. - Anjing?

Mari ke ruangan sosial.

- Oke, berikutnya apa, Eddie? - Coba yang ini, Jean.

Bagus, Eddie.

- Aku bisa lakukan itu! - Tidak, kau tak bisa.

Bagus!

Ini yang tak bisa kau lakukan. Berjalan dengan telingamu, Jean.

Tidak. Tentu saja tidak!

Aku memegangnya.

Lihat sebelah sini, tolong.

Terus senyum sekarang.

Senyum besar, St. Louis.

Baiklah, senyum sama pengacaramu, St. Louis.

Ayo. Geser sana, Marvin.

- Terima kasih! - Terima kasih.

Ayo, kawan. Maju. Orang dengan kamera, maju.

Lewat sini. Nomor satu, sebelah sini, tolong.

- Nomor dua, tepat di sini. - Halo, Sophie.

- Nomor tiga... - Halo, Kitty. Senang melihatmu kembali lagi.

Biar kuingat. Aku tak melihatmu kira-kira sebulan, kan?

Aku tahu.

Ayo. Aku akan mengurus kalian berdua sendiri.

Cantik. Astaga, kalian...aku akan cek dua gadis ini secara langsung.

Bagaimana jadinya?

Semuanya baik. Kami ada burung baru di tempat ini.

Mockingbirdnya bernyanyinya sama persis.

- Nama? - Judith Fields.

- Umur? - 21.

- Pelanggaran pertamamu? - Pertama kalinya mereka menangkapku.

- Penipuan? - Aku bilang kekayaan.

Lalu mereka mengganjarmu tiga tahun karena itu?

Setelah aku selesai memberitahukan kekayaan, aku...

merekomendasikan beberapa saham minyak.

Berarti kau bekerja sama seseorang?

- Broker. - Kau tahu apa yang kau lakukan?

- Tentu saja. - Terus, kenapa?

Itu menyenangkan! Aku selalu ingin bepergian.

Kau tahu, kami tak pernah ke kota yang sama dua kali. Oh, kau tak mungkin mengerti.

Oh, ya, aku mengerti. Aku merasakan hal yang sama.

- Aku pernah pergi ke China. - China?

- Aku akan suka itu. - Kau tahu...

kami ada pekerjaan di sana...tiga di antara kami laki lalu...kemudian ini datang.

Dan kau meninggalkan itu demi bekerja di sini?

Tidak, kau tak mengerti.

Aku tak bekerja di sini. Aku semestinya di sini.

- Narapidana? - Ya.

Tapi kami menyebut diri kami tahanan.

- Itu berat. Kau tak menunjukkannya. - Tidak pula denganmu.

Katakan padaku, apa... apa yang kau lakukan?

Berkelahi, tepat sebelum kapalnya berlayar.

- Anak-anak lainnya... - Sungguh sebuah kesialan.

Menikah?

Belum.

Bertunangan?

- Hey, itu ada di kartu? - Oh, tidak.

Kau masuk karena apa?

Mengutil. Aku dijebak!

Tentu. Kita semua dijebak.

- Kau kenapa? - Meludah di sungai.

Astaga, aku tak tahu mereka bisa menangkap kalian karena itu.

Kau bilang ke Mrs. Massey itu karena kedipan ke seorang polisi.

- Karena tidak mengedip pada seorang polisi. - Makhluk mengerikan!

Setidaknya dia tak menakuti-nakuti mereka dengan pemerasan.

Itu diperlukan aku menunggu di sini bersama yang lainnya?

Hentikan ocehannya! Kita semua ditahan dan di sinilah kita, di "Cansky."

- Dia siapa? - Edith La Verne.

- Aku tak mengerti apa yang para pria lihat pada dirinya. - Oh, itukah kesukaannya maling?

- Si pemeras. - Pemeras?

Manis, kau dulunya di sirkus?

Aku sungguh minta maaf karena mereka. Sungguh, aku...

Dan ini wanita-wanitanya!

Ayo, kalian.

Ya, pak.

Hey, jangan ada yang lain selain wanita yang diizinkan di sini.

Ya, makanya aku mengerti. Kami ingin bertemu sipir sebentar.

St. Louis!

Oke, anak-anak.

Hey, sobat, sobat, sipirnya mana?

Oh, kau ada tamu.

Bukan penjara yang buruk.

Up the River subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Up the River

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left