200 rreshtat e parë.
Bumi...
sebelum perang...
Kehidupan membentang...
sampai ke setiap pojokan planet.
Menjadi dunia yg dipenuhi dengan inovasi dan kesempatan.
Langkah besar di ilmu pengetahuan menunjuk- kan pencapaian manusia yg tak terbayangkan.
Robotik menjadi arah tujuan dari masa depan.
Kecerdasan buatan menjadi agama yg baru.
Kami adalah para mesias(imam) buatan.
Namun kekuatan seperti itu...
dalam kedekatannya terhadap situasi yg ada hanya mengarahkan ke satu akibat:
perang.
Hujan bom berjatuhan...
gelombang demi gelombang demi gelombang.
Dunia memasuki Jaman Kegelapan.
Dari abu, terlahirlah bibit penyakit:
The Red Fever(Si Demam Merah).
Bangsa berjatuhan. Masyarakat runtuh.
Para panglima perang suku menggunakan kami sebagai senjata untuk saling melawan.
Aku adalah 1 dari buatan terakhir yg masih bertahan.
Pada akhirnya, semua orang menghilang.
Aku menginginkan kehidupan.
Para manusia malah menginginkan kematian.
Aku tak bisa menjadi bagian dari itu.
Takkan bisa.
Menghapus catatan dan membersihkan seluruh ingatan.
Pengecualian secara manual dikonfirmasi.
Memulai mode hibernasi.
Akan kutangkap kau!
Tak mungkin!
Pindahkan!
Yeah, paham, boss.
Raiders(Para Perompak)!
- Raiders(Para Perompak)! - Ayo! Ayo!
- Ke atas sana! - Ayo, ayo!
Dimana anak2?
- Lari, lari, lari! - Ayo, ayo, ayo!
Dimana sih para bocah2?
Bangun! Naik! Ayo!
Makanan dan berlindung!
Raiders(Para Perompak)!
Fly! Sekarang!
Ayolah!
Ke atas!
Raiders(Para Perompak)!
Sekarang! Sekarang juga! Kalian harus pergi!
- Poppy, pergi! Poppy, tolonglah! - Jack, kau tak apa?
- Kita akan baik2 saja. - Poppy!
- Pergilah ke atas sana secepat mungkin! - Apa?
- Kemana aku pergi? - Lebih cepat! Ayolah! Lebih cepat!
Kembalilah ke entah dari lubang neraka yg mana kau tadi keluar!
Pistol?
Sudah sejak jaman perang aku tak melihat ada pistol yg masih bisa dipakai!
Silahkan dan tembaklah, pak tua!
Tidak, Poppy!
Poppy, tidak!
Tolong aku!
Whoo!
Kau yakin ini tempatnya?
Yeah, dia di sini.
Aku tahu kok.
Tadinya ini tempat apa sih?
Dulunya ini tempat masa depan.
Kini cuma tempatnya debu.
Hey!
Kemarilah.
Inilah yg kita mau.
Dimana dia?
Ayolah.
Bangun.
Apa yg kau lihat?
Siapa dirimu?
Aku adalah orang yg memberimu kehidupan.
Dimana aku?
Aku sudah mencarimu sejak lama.
Tidak.
Ayolah! Tunggu!
Berhati2lah, Billy! Tolong, jangan terlalu dekat dengan air!
Hey, Rico!
Rico.
- Bagaimana perasaanmu? - Baik.
Bagaimana dia?
Baikan.
Dia hanya bertanya tentang dirimu.
Apa yg kau dapatkan di sana?
Masih percaya keajaiban itu, huh?
Itu bisa menyelamatkannya.
Paradise Beach (Pantai Surga) itu tak nyata.
Entahlah. Aku hanya merasa...
mem-firasat-kannya di luar sana.
Lihatlah dia.
- Hey. - Mm.
- Kamu tak apa? - Mm-hmm.
Tolong, tuangkan teh untukku ya?
Yeah.
Aku ingat sewaktu kamu masih sekecil itu.
Kamu tahu ada obatnya.
Paradise Beach(Pantai Surga).
Aku sudah dengar ceritanya.
Tak ada obatnya di luar sana.
Cuma ada kematian dan kebencian.
Aku tak bisa melepasmu begitu saja, Mom(Bu).
Oasis ini menyelamatkanku ketika aku masih muda dan hancur.
Jagalah tempat ini setelah aku pergi.
Kamu terlalu muda untuk meninggal, Momma(Ibu).
Bukankah bagus kalau kita bisa memutuskannya sendiri?
Kamu akan jadi pemimpin yg hebat.
Aku bisa melihatnya di matamu.
Mom(Bu), Aku... Aku tak benar2...
Kalau bisa kulakukan lagi, aku akan bicara lebih lembut.
aku akan lebih banyak mendengar...
dan akan kugenggam kamu lebih dekat.
Whoo! Woo-hoo!
Whoo!
Yeah!
Hey, orang-tua.
Hey.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
- Yeah? - Yup.
Hey, uh...
Kau pernah melihat tempat ini sebelumnya?
Yeah, aku pernah di sana.
Kau takkan ingin keluar sana.
Itu bukanlah tempat yg bagus.
Mereka menyebutnya Kuil Kehidupan, tapi tak terlihat begitu deh.
Yeah, yah, akan kukunjungi tempat itu.
Aku tak bisa menghentikanmu.
Lakukanlah sesuai kehendakmu.
Inilah pengantin baruku!
Namanya Ash.
Siapa yg mau bertemu dengannya duluan?
Jongkokkan dia. Aku ingin bercinta dengan wajahnya!
Sikat dia.
Oh, sial deh !
Oh, yeah!
Yeah, bung!
Orangku!
Kini tunjukkanlah kematian.
Bunuh, Bunuh, Bunuh!
Bunuh! Yeah!
Yeah.
Gadis pintar.
Mom(Bu).
Aku akan memperbaikinya.
Aku akan memperbaikinya.
Hey!
Hey, kau tahu sang ratu akan meninggal kalau kau tak memberitahuku.
Ada obatnya di sana, kan?
Obat yg bisa menyelamatkan nyawanya.
Tentu.
Perhatikan ya, aku tak peduli seberapa bahaya itu, ya?
Kau harus memberitahuku dimana lokasinya.
Baiklah, lokasinya di tepi laut dari Laut Mati.
Di sana mau sakit apapun bisa mereka sembuhkan.
- Hampir bisa hidup selamanya juga lho. - "Hidup selamanya"?
Hidup selamanya tapi itu bukanlah tempat yg bagus.
Tak seperti yg kau pikirkan.
Beritahukan padaku.
Baik deh.
Ambillah arah Bintang Utara selama 3 hari hingga kau tiba di NeonForest (Hutan Lampu).
Sesampainya di Neon Forest (Hutan Lampu),
ada orang2 di sana, tapi kau harus berhati2.
Mereka akan memberitahumu bagaimana caranya untuk sampai ke Kuil.
Ketika kau tiba di Laut Mati,
kau telah tiba juga di Kuil.
Pergilah.
Ini.
Kau akan membutuhkan ini.
Dan juga, ambil ini.
Semoga beruntung ya.
Akan segera kembali, Mom(Bu).
Aku tahu akan menemukanmu di sini.
Perhatikan ya, kau takkan bisa menghentikanku, ya?
Rencananya kan nggak begitu. Kau butuh bantuan di luar sana.
Ayo!
Paradise Beach(Pantai Surga),
berkendara 1000 mil...
Rekannya, Rico,
menyebutnya "The Road to Death."
Sang Pangeran berkata soal bebauannya.
Bau menyengat yg terus-menerus tercium di tanah yg terbuang ini...
adalah bebauan dari terbakarnya daging manusia,
lelehan lemak.
Yg merupakan bahan bakar bagi para perompak.
2 pistol, 10 peluru.
Kita akan membutuhkan tiap bijinya.
Si pengelana tua bilang ikutilah arah Bintang Utara.
Lihat sekarang kemana itu membawa kita.
Ya, pak!
Inilah host (pembawa acara) yg keren.
Selamat datang kalian semua ke Love Town,
alias Titty City(Kota Payudara).
Dan dari city to city(kota ke kota), titty to titty(payudara ke payudara),
kita lakukan yg terbaik, sayang!
Selamat datang di Love Town,
dimana semuanya bisa nyantai sejenak.
Apa mereka juga robot sepertiku?
Tidak, para pelacur itu memang manusia.
Mereka akan menua, jadi jelek, dan trus mati deh.
Tak sepertimu, kamu akan terlihat sempurna selamanya.
No comments yet. Be the first to leave one.