200 rreshtat e parë.
Nicky! Nicky!
- Apa yang kau lakukan? - Hanya praktik, sayang.
Kau punya sedikit sayatan tenggorokan?
Sebaiknya kau lekas. Kita akan sampai San Francisco lima menit lagi.
Asta! Topi terbaikku untuk ke gereja hari Minggu!
Sayang, kau tak mau mengemas ini?
Bagaimana mereka bisa harapkan wanita masih punya misteri tersisa buat pria...
setelah tinggal di tempat seperti ini selama tiga hari, aku tak tahu.
Sayang, kau tak butuh misteri. Kau punya sesuatu yang jauh lebih baik, sesuatu yang lebih memikat.
- Apa? - Aku.
Kau!
Tenanglah. Kami sudah menikah.
Sayang, kau harus kemas-kemas.
Ya, itu benar. Benar, aku harus kemas-kemas, benar.
- Kau lagi kemas-kemas, sayang?' - Mm-hmm.
Ya, sayang, aku hanya mau menaruh pada tempatnya minuman ini.
Bila kau pecahkan itu, mereka bisa menuntutmu.
Oh, cantik, kau tahu aku akan rindukan ruangan kecil kita ini.
Meninggalkan sedikit kesan abadi didiriku.
- Sayang, maukah kau kemas-kemas ini?' - Ya.
Dengan senang hati, dengan senang hati.
Kau tahu, aku agak benci meninggalkan ini.
'Oh, jangan tinggalkan apa-apa.'
Kau...kau akan kenakan gaun ini, sayang?
'Tidak. Kau bisa masukkan itu.'
Oh, itu bagus. Itu bagus.
Hey. Hey, Nick Charles dalam gerbong ini?
- Dua gerbong belakang. - Baik.
Dua gerbong belakang.
- Halo, Nick! - Bagaimana kabarmu?
- Kau akan main detektif lagi?' - Itu yang kami ingin tahu.
Aku sudah selesai rasakan selama sisa hidup normalku.
Kau akan lanjut dengan kerjaan detektifmu, Nick?
Aku sudah pensiun, aku hanya akan urus uang istriku, makanya aku punya sesuatu di masa tuaku.
Kau bilang kau akan pensiun di New York tapi aku perhatikan kau ambil kasus Thin Man itu.
'Oh, Thin Man itu menakjubkan.' Mereka masih membicarakannya.
- Carikan kami Thin Man lainnya, Nick. - Oh, itu kasus besar, Nick.
Kau akan ambil kasus seperti itu, kan, Nick?'
Tidak, hanya ambil itu untuk menyenangkan istriku.
- Dia ingin sedikit kehebohan. - Aku rasa dia sudah dapatkan!'
Oh, itu mengagumkan. Dua orang berusaha membunuhnya.
Tapi dia takkan ambil lagi kasus.
Kalian bisa cetak itu.
Itu sayangku.
Halo, Harold.
Hai, Harold. Aku senang melihatmu.
Sampai jumpa, Nick! Sampai ketemu nanti!
- Oh, maaf, nyonya. - Halo, Fingers.
Wah, Nick, bagaimana kabarmu?
- Bagaimana bisnisnya? - Oh, aku sudah tinggalkan pekerjaan itu.
- Nick, Nick, lihat. Dompetku raib. - Oh, sayang, bukankah itu disayangkan?
Nora, aku mau kau tahu Fingers.
- Apa kabar? - Ini istriku.
- Istrimu! - Mm-hmm.'
- Aku tak tahu kau sudah menikah. - Oh, ya, ya, aku sudah menikah.
Nick, apa yang harus kulakukan? Aku tahu aku membawanya.
Oh, jangan khawatir, sayang. Itu bakal ditemukan. Ya, kan, Fingers?
Aku pastinya berharap begitu.
- Nick, aku senang sekali melihatmu. - Ya, ya.
Nick tua baik. Dan sudah menikah juga!
- Aku tak tahu kau sudah menikah. - Oh, ya, ya.
Aku senang aku tak sengaja jumpa denganmu.
Sampai jumpa, Mrs. Charles.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Fingers.
- Ayo, sayang. - Sayang, aku sungguh tak bisa pergi...
- Ayo, kita jangan mau memalukan dia. - Kau bicara apa?
Dia maling dompet. Pikirkan perasaannya.
- Berarti, dia pasti sudah mengambilnya. - Sampai jumpa, Fingers!
- 'Sampai jumpa, Nick!' - Ini, sayang.
Sayang, kau sangat tahu orang-orang paling baik.
- Halo, Nick! - Halo, Bill!
Hey, kau bisa mulai mengirimkan lagi!
Dan semua tong-tong besar!
Halo, Nick! Kau habis dari mana saja?
- Bagaimana kabar kalian, anak-anak? - Kau habis dari mana saja, Nick?
Aku sudah pergi jauh sepanjang hidupku?
- Kau sudah lihat anak itu? - Tidak. Di mana dia?
- Dia akan adakan kemunculan kembali Jumat malam. - Ya?
Hey, Screwy, ini Nick Charles!
- Halo, Mr. Charles! - Halo, Nick!
- Bagaimana kabarmu, nak? Apa kabar? - Tak pernah lebih baik! Tak pernah lebih baik!
Hey, sekarang aku tahu aku tak bisa kalah! Kau datang untuk melihatku bertanding?
Mrs. Charles takkan pernah berpikir melewatkan salah satu pertandinganmu.
- Mrs. Charles?! - Ya.
Kau pernah lihat aku bertanding? Kau dapat kepuasan, kalau begitu!
Aku akan sikat habis orang itu...
bila aku tak buat dia berdarah di ronde pertama.
Kau akan buat dia berdarah? Ya.
Maaf, Mrs. Charles.
Bila kakiku bakal benar-benar bertahan, aku akan bunuh orang itu. Aku akan tumbangkan...
Itu bagus, pendek. Kau bakal mampuskan dia pastinya.
Kasih dia pelajaran, huh?!
- Tentu! - Oke, Harold!
Oh, halo, Nora!
Oh, halo.
Itu siapa?
Oh, kau takkan tahu mereka, sayang.
Mereka orang terhormat.
Bukankah ini indah?
Pulang. Begitu damai. Begitu tenang.
Bila ada yang bangunkanku selama seminggu, aku bakal minta polisi ke mereka.
Oh, Malam Tahun Baru di rumah.
Atau akankah kau tahu ini Tahun Baru?
Aku tahu.
- Oh. Oh, kau punya ide, huh? - Ide yang sangat jelas.
Aku takut begitu.
Aku akan kunci pintu, sumbat bel, potong telepon, lalu merangkak ke ranjang selama sebulan.
Oh, Nora, kau wanita favoritku.
Ini, aku akan di ranjang tengah malam, jadi Selamat Tahun Baru.
Selamat Tahun Baru.
Hey. Masuk, masuk. Mana topi dan jas kalian.
Buat diri kalian serasa di rumah.
Ini rumah kita jelas.
Mari ke dalam. Orang itu bilang itu jelas.
Ya.
Hey, barnya tepat di sini.
- Ke sana sendiri. - Terima kasih.
- Oke. - Apa perayaannya?
Kami lagi adakan pesta kejutan buat Nick dan Nora.
- Oh, Nick dan Nora. - Kalian tak tahu Nick dan Nora?
- Tidak. - Heh!
Tidak pula aku.
Itu takkan mengganggu kesenanganku.
Ini Tahun Baru. Jadi bagaimana menurut kalian?
Sana masuk, berpura-puralah. Itu sesuatu yang mudah.
- Terima kasih. - Oh.
Sana masuk lalu ambillah Napoleon brandy itu sebelum semuanya habis.
Sekarang, dengar, mari bersama-sama terhadap ini.'
Ini diharuskan jadi pesta kejutan.
- Aku sudah bersikap terkejut. - Perhatikan kami, lumayan, huh?
Oh, tidak, tidak sama sekali.
Hai? Ada yang baik ke kalian di sini?
- Tidak. - Huh! Aku bilang apa?
Boleh aku minta dansa ini?
Bila aku dalam kebakaran di lantai tiga, akankah kau selamatkan aku?
Terlambat buatmu untuk diselamatkan, cantik.
Tidak, aku serius. Bagaimana kau akan melakukannya?
Aku tinggal angkat kau lalu menaruhmu tepat di sana.
Sekarang kalian selamatkan aku! Kalian turunkan dia lalu kalian selamatkan aku.
Aku di lantai tiga juga!
- Hey, aku yakin kalian tak bisa lakukan ini!' - Lihat aku. Ini dia.
- Oh. - Lumayan.
Waktu aku pilih si dungu ini, dia tak tahu sama sekali.'
Aku ajari semua yang dia tahu.
Hey. Tunjukkan kuncian lengan baru yang kuajarkan.
Oke!
Sekarang tunjukkan kuncian kepala itu! Ini bakal membunuhmu.
Sekarang, dengar, tunjukkan bagaimana kau lemparkan mereka keluar di lorong.
"Halo, Nick. Halo, Nora.
"Selamat datang di rumah.
Kami persembahkan pesta kejutan kecil ini buat..."
Kalian tak boleh masuk dapur! Kami sibuk!
- Hey, di mana aku taruh es ini? - Oh, letakkan di bawah dan jangan ganggu!
Taruh itu di wastafel lalu pecahkan.
- Mana minyaknya? - Sudah tak ada lagi!
- Di mana kalian inginkan ini? - Sebelah sini, nak! Tepat di sini!
Habis itu datang lagi dari toko bawa minyak zaitun!
Oh, roti panggangku!
- Oh, aku yang urus itu. - Tinggalkan itu!
Oh, Mr. Charles! Mr. Charles! Apa kabar?
Halo, Mr. Charles. Aku senang melihatmu.
Bagaimana kabarmu, Mr. Charles?
Bagaimana kabarmu, Nick?
- Oh, kau kelihatan baik sekali! - Kami lihat fotomu di surat kabar.
Mereka bilang kau lakukan pekerjaan bagus di New York, Mr. Charles.
Aku rasa mereka bakal takut setengah mati bila ada lagi pembunuhan kembali di sana.
Aku takut turun ke gudang sejak saat itu!
Oh, jangan kau khawatir, Rose. Bila ada yang membunuhmu, aku tangkap mereka.
Oh, Mr. Charles, jangan bicara seperti itu.
Bagaimana menurutmu pesta yang mereka adakan untuk kalian?
Terlihat seperti kami yang mengadakannya.
Itu begitu, sekarang. Sesuatu yang lucu.
- Permisi, madam, aku angkat teleponnya. - Itu kemungkinan Bibi Katherinemu, Mrs. Charles.
Dia menelepon beberapa kali. Dia ingin kau datang untuk makan malam.
Sampai jumpa, Mrs. Charles, Sampai ketemu tahun depan.
Dia mengharapkanmu juga, Mr. Charles.
- Aku? - Ya. - Pasti ada sedikit kesalahan.
- Dia tak mungkin menginginkanmu. - Tidak.
Apa alasan yang akan kusampaikan?
Bilang aku kehilangan kancing kolar di New York dan kita harus ke sana mencarinya.
Ini sepupu anda, Mrs. Landis, madam.
Oh, syukurlah itu bukan Bibi Katherine.
Sana, terimalah, sekarang.
Jangan khawatir.
Aku takkan lakukan itu lagi bila kau punya dua kali banyaknya uang.
Halo, Selma.
Nora, aku hanya ingin memastikan kau akan datang malam ini.
Oh, tapi kau sungguh harus datang. Aku dalam masalah mengerikan. Tolong!
Tidak, aku tak bisa beritahu sekarang, tapi kau harus datang.
- Aku sudah putus asa! - 'Selma!'
- Siapa yang kau hubungi? - Nora.
- Oh, aku sudah bilang! - Aku tak bisa menahannya, aku...
Ada sejumlah pil di tasku. Minumlah.
- Oh, tidak, Bibi Katherine, sungguh, aku baik. - Minum atau aku hubungi Dr. Kammer!
Bagaimana kabarmu, Nora?
Ini Bibi Katherine. Oh, ho-ho.
Oh, kau harusnya tahu Selma cukup baik tak menaruh perhatian pada itu.
Kau tahu, ini Malam Tahun Baru, Bibi Katherine.
- Si tua menjengkelkan? - Diam!
Maaf, Bibi Katherine, aku lagi bicara dengan anjing.
No comments yet. Be the first to leave one.