The first 200 lines.
Aduh, duh, duh.
Duh, sepertinya memang tak bisa, ya.
Padahal kukira tadi dia bisa mendakinya.
Aduh, duh, duh.
Eh, Denki, tak hanya harus fokus.
Kau pun juga harus merasa kalau tak dilakukan akan merepotkan.
Merepotkan?
Dengan chakra,
kau bisa gunakan energi spiritual dan energi fisikmu secara bersamaan.
Kalau rasanya sudah enak...
Biarkan mengalir dengan sendirinya dan pusatkan pada kakimu.
Sisanya tinggal bagaimana kau menstabilkannya.
Perhatikan juga titik chakra
lalu perhatikan jaringan chakra yang hubungkan semuanya.
Kalau mau lebih mudah, tirukan saja gayaku.
Tapi, gayamu itu tak efektif.
Yang penting itu dalamnya, tahu.
Dalamnya.
Kalau di dalamnya sudah efektif...
"Syuut," kau bisa gabungkan chakra seperti bunyi itu.
Sudah kubilang, begini!
Stabilkan saja.
Kalau sudah tepat cara menggunakannya, akan mudah, kok.
Yang efektif, lo!
Kalau pikiranmu tenang, pasti bisa, kok.
Ya!
Meski kalian semua bilang begitu, aku tetap tak mengerti, tahu!
Oi, apa kau tak merasa kalau kau terlalu gugup?
Karena aku baru pertama kali ini tak bisa lulus ujian.
Aku selalu selesaikan tugas sekolah dengan baik.
Langsung ke intinya, ya.
Ka-Kalau aku gagal dalam ujian ini,
aku harus mengulang sama seperti Iwabe!
Aku tak boleh biarkan hal itu terjadi!
Oh, Iwabe.
Ya, kalau mendaki saja tak bisa, tak ada gunanya kita bicara, 'kan?
Dari tadi kalian ributkan masalah ujian.
Tapi, ujian itu hal terpenting, lo.
Ujian memang tak menentukan seberapa hebat orang itu.
Itu karena...
Ah, Denki,
ini adalah salahmu.
Benar, kalau kau tak berkata begitu tentang Iwabe, takkan jadi begini, 'kan?
Oi, aku bicara tentang-
Aku tak mau kalau sampai tinggal kelas.
Itu pasti sangat memalukan.
Benar, 'kan?
kejar masa depan dari masa sekarang
mirai wo ima ni oinuite ashiato de egaita chijoue
bersama gambar tanah yang terlukis jejak kaki
beri dukungan pada mata itu
sono me ni yadose hikari to hi
dengan cahaya dan api
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bayangan mimpi yang tumpang tindih
kasaneta yume no kage mayoigao utsuru mado
jendela bayangkan wajah yang bingung
warna biru laut
uzoumuzou tobira no mukou no gunjou
yang bersinar di balik pintu itu
saat digenggam, itulah bayangan mimpi
tsukameba yume no kage kotae ha kaze no naka
jawabannya ada di embusan angin
sesuatu yang masih belum terlihat
kitto mada mienai mono
langkah kaki itu akan ikuti hari-hari yang berlalu
kawaita ashiato mo tadoreba osanaki hi
terlupakan hanya dengan pejamkan mata
mabataki mo wasurete
kejar masa depan bersama denganmu
mirai wo kimi to oinuite mitai no sa kono me de shinshou wo
kuingin lihat babak baru dengan mata ini
mengingat jalan penyerahan baton itu
Baton Road furikaeru to kimi dake no chijoue
gambar tanah hanya milikmu
meski sekarang adalah benih air mata
ima ha namida no tane datte sakasereba idai na denshouka
suatu saat kan mekar jadi bunga yang hebat
beri dukungan pada mata itu dengan cahaya dan api
sono me ni yadose hikari to hi
beri dukungan pada masa depanmu
yadose kimi no mirai
beri dukungan selama-lamanya
yadose itsumademo
Ancaman Kegagalan
Ancaman Kegagalan
Ancaman Kegagalan
Aku harus lulus!
Aku harus lulus!
Selama ini, aku melihatmu.
Tapi, sepertinya bahaya sekali, ya.
Aku akan temanimu berlatih panjat tembok!
Metal.
Kalau kau sampai terluka saat berlatih, itu pasti akan gawat!
Kenapa kita harus panjat tembok dalam ujian Ninjutsu?
Sepertinya dalam ujian tulis, kau tak punya kendala sama sekali,
tapi kalau panjat tembok, sepertinya cukup bahaya.
Meski ujian tertulisku berjalan lancar,
kalau aku gagal dalam ujian Ninjutsu, aku pasti takkan bisa lulus.
Aku yang sekarang tak mungkin-
Jangan!
Kelemahan itu dilarang!
Di saat seperti ini,
kau harus tetap berlatih sampai bisa melakukannya!
Yang harus kulakukan adalah berlatih keras,
agar aku tak gugup saat ujian yang sebenarnya!
Apa kau selalu berlatih seperti ini?
Benar!
Aku panjat tebing ini setiap pagi sebelum aku pergi ke akademi!
Di-Dia terlalu hebat.
Tidak, kalau aku tak berjuang keras,
mungkin aku benar- benar akan mengulang!
Denki!
Terima ka-
Siapa?
Dia terlihat tangguh!
Papa!
Papa?
Tunggu, ada apa ini?
Berlatih keras karena tak ahli dalam Ninjutsu...
Kau benar-benar nikmati masa mudamu!
Ah, maaf, aku hanya terlalu senang!
Kalau seperti itu, berlatihlah sebanyak mungkin!
Jangan takut akan kegagalan!
Aku yang akan awasimu!
Percuma, aku sama sekali tak bisa mengingatnya.
Oi, apa kau benar-benar serius melakukannya?
Diam, aku tahu!
Jelaskan sekali lagi!
Kelihatannya mengkhawatirkan, ya.
Ya, kita takkan bisa membantunya.
Sudah kubilang...
Boruto juga bukan guru yang baik, sih.
Seperti duar begitu, lalu cetar...
Kau hanya perlu fokus ke rumus yang itu.
Masalah ajari belajar orang, Denki-lah yang paling jago.
Tapi, setelah dia berkata seperti itu,
Iwabe pasti juga takkan mau bertemu Denki, 'kan?
Bodoh!
Ya, begitulah.
Kau masih sering gagal, ya.
Hari sudah mulai gelap, kita lanjutkan besok saja!
Baik!
Anu...
Tolong berikan aku saran
tentang ujian nanti!
Aku harus lulus dalam ujian kali ini.
Itu baru namanya semangat!
Bagus, itu baru namanya semangat masa muda.
Tapi, semangat masa muda adalah sesuatu yang lebih dari itu.
Ingat itu baik-baik.
Apa?
Sip!
Karena kau sudah berusaha keras, kuberikan hadiah spesial ini untukmu!
Kalau kau kenakan kostum ini, kemungkinan kau akan berhasil akan semakin besar!
Kostum ini akan tingkatkan aliran napasmu,
dan dibuat dengan teknologi ninja paling muktahir.
Kedap air, kedap api, dan dijual
hanya dengan pemesanan khusus!
Ah, terima kasih banyak.
Iwabe!
Kau masih gagal, ya?
Tapi, kali ini aku sudah bisa panjat lebih tinggi.
Tapi, aku masih belum berhasil.
No comments yet. Be the first to leave one.