The first 200 lines.
Hentikan dia!
Tolong hentikan dia!
Brengsek!
Orang Belgia Keparat!
Persetan kau!
Bajingan! Dari mana saja kau? Aku dikejar-kejar.
Diam./ Injak pedal gasnya!
Tenanglah.
Bersama kantong pancing milikmu. Kau bahkan tak tahu cara berpakaian.
Itu sepatu atau panini?/ Sepatu, Bajingan.
Sepatu itu putih seperti pelacur.
Jangan dengarkan Bajingan itu!
Kau lihat jari ini? Kau melihatnya.
Hei, Matti! Aku rindu padamu, Kawan!
Hei Marwan, kau baik saja?
Hai, Kawan.
Kau baik saja?/ Ya.
Kau baik saja, Sindi?
Kalau ada uang, aku tertarik./ Tentu saja ada.
Tentu ada uangnya.
Wah, iPhone!
Nah, tampon untukmu!
Hei, jangan perlakukan aku seperti bocah.
Oh, ada kartu. Aku hebat!
Visa? Tak bisa dipakai./ Ada Mastercard, Kawan.
Sial, kau hebat kali ini.
Polisi.
Cepat. Ambil ini, sembunyikan.
Ayo pergi./ Cepatlah.
Sampai nanti.
Sial, ada Mina. Kau harus tenang.
Nassim, Marwan.
Apa ada masalah, Mina?
Kalian tak sekolah hari ini?/ Tidak, hari ini libur.
Hebat sekali sekolahmu. Andai saja aku bisa libur.
Mina, pekerjaanmu ini tak berguna.
Aku punya keluhan hari ini, sebuah tas dicuri dari mobil.
Tahu soal ini?/ Kau tahu soal ini?
Tidak. Kau?/ Kami tak tahu, Mina.
Orang asing lagi?/ Ya.
Dasar Jalang./ Apa katamu?
Ayo./ Aku mengawasi kalian.
Hei, Gadis Tangguh!
Masalahmu apa?/ Tak ada.
Aku bertanya dan kau malah menyolot.
Jangan ganggu dia./ Tidak, tapi...
Dia tak bicara padamu.
Biarkan saja dia.
Tapi dia bisa memilih pria yang dia sukai.
Kau mau santing, Dik?
Kabar Bibi Augustine baik saja?
Ya.
Bayinya bergerak!
Beritahu dia agar tenang atau kutiduri Ibunya.
Atau pelacur lain!/ Aku tak peduli.
Kawan, ayo.
Anak baru, carikan minuman keran untuk kami.
Ya, minumannya di sana.
Berhenti!
Hei, jangan kasar dengan saudaraku!
Aku benci polisi.
Lepaskan aku./ Jangan dorong aku, Bung.
Brengsek.
Duduk dan hentikan ocehanmu./ Enyah saja kau rasis!
Kau, ikut aku.
Berbahasa Perancis./ Diam!
Jadi, katakan...
Kenapa kau mencuri botolnya?
Marie-Evelyne, kenapa kau mencuri botolnya?
Brengsek kau!
Aku haus./ Kau haus.
Dan kau tak mampu membayarnya?
Marie-Evelyne?
Tidak.
Kau tahu, Pak...
Ibuku di penjara, begitu juga saudaraku.
Ayahku juga, dan saudariku...
...bahkan bibiku...
Masa kecilku suram.
Coba tebak?
Ibumu yang di penjara akan segera menjemputmu.
Kau bisa menunggunya keluar dari penjara.
Kau menatapku?/ Ya.
Karena pakaianmu.
Haruskah kupakai burka?
Dengar, Pelacur Kecil.
Pikirmu aku tak paham bahasa Belanda? Banci.
Pelacur./ Bangsat.
Kenapa kau kemari?/ Bukan urusanmu.
Bagaimana denganmu?
Kutemukan Mastercard. Mereka tak percaya padaku.
Kau beli sepatu Nike dengan mastercard?
Tidak, aku menemukannya. Tapi di kaki seseorang.
Kau beruntung.
Dengan muka bodoh sepertiku? Tentu saja beruntung.
Oh tidak, jangan dia./ Hai, Marwan. Lama tak jumpa.
Kapan kau akan dewasa?
Kau tak mau dewasa?
Kenapa kau berpikir itu ulah kami?
Seseorang melihatmu./ Persetan kau.
Bagus sekali. Kami akan beritahu orang tuamu dan lihat saja nanti.
Apa katanya?
Aku akan jadi Rapper terkenal dan dia akan membeli albumku.
Maka aku beruntung ngobrol bersamamu./ Tentu saja.
Sini nomor hapemu. Aku ingin menemuimu lagi.
Aku tak suka berkencan dengan orang Maroko.
Kami orang Afrika.
Jadi, kalau saudari atau sepupumu pulang bersama orang kulit hitam...
...kau tak keberatan?/ Itu beda.
Kau cewek, aku cowok.
Marie-Evelyne!
Kemari.
Ambil ini.
Apa yang kau perbuat?
Tak ada./ Ayo pergi.
Tuan Putri, tunggu.
Sudah berapa lama kau bolos?/ Ibu...
Apa itu baju karnaval?
Tidak, itu untuk lakon.
Lakon? Itu bukan lakon, itu sirkus wanita kulit hitam.
Proyek intergrasi di Belanda.
Memangnya Ibu boleh kerja? Orang Belanda itu sampah.
Marie-Evelyne, cukup.
Tapi Ibu bergelar kedokteran! Aku mungkin bertemu seseorang.
Pria kulit hitam bergelar seperti Ibu.
Aku tak mau menghabiskan waktuku untuk bersekolah.
Inilah gelar kita, kulit hitam kita, akan selalu begitu.
Dengan kelakuanmu itu, pastinya begitu.
Setidaknya Ibu berusaha.
Sebaiknya kau jauhi sepupumu dan teman berandalannya.
Mereka temanku. Mereka menghormatiku.
Menghormatimu? Kau saja tak menghormati dirimu.
Itukah yang membuatmu begini?/ Enyah saja.
Kepolisian Ixelles, buka pintunya!
Kepolisian lxelles!/ Sembunyikan barangnya.
Ternyata Don!
Bajingan, jangan bercanda.
Apa kabar?
Di mana bosnya?
Hai, bro.
Kami simpan barangnya karena kau. Polisi apanya!
Bebas secepat ini? Kau menghajar sipir?
Jaga ucapanmu, Bung.
Kau, apa kabar?/ Baik.
Mama Justelle.
Mama Justelle. Aku datang!
Kau sehat? Apa kabar?
Ada gadis-gadis di sini.
Siapa gadis itu?/ Dia sepupuku.
Sepupumu cantik, Bung./ Terima kasih, tapi jangan sentuh dia.
Apa maksudmu?
Apa dia serius?
Semua gadis di geng ikuti aturan, oke?
Notorious, pengecualian untuk sepupumu...
...untuk saat ini.
Dengar, Keparat.
Saudaramu menanggung semua kesalahanmu.
Jika kulihat wajahmu di jalanan lagi, berharaplah jangan sampai terjadi.
Oke?/ Kau menjijikkan.
Marwan.
Tak apa, Bu.
Jadi, kau berbangga diri?
Pikirmu kau dan saudaramu benar?
Di jalan yang benar? Sepertimu?
Aku bukan orang Belgia, Ayah.
Di mana saudaramu?
Aku ditahan selama 3 bulan.
Mereka menemukan ganjaku.
Aku bisa apa tanpamu?
Jangan risau, 3 bulan berlalu dengan cepat.
Oke.
3 bulan di penjara./ Itu terlalu lama.
Polisi ini, mereka akan menghajar kita.
Semua itu karena kita orang Maroko!/ Sial, kau bahkan bukan orang Maroko!
Diam, Marwan, Brengsek
Kau baik saja?
Kau lebih baik darinya./ Ya?
Aku, contohnya./ Ya.
3 bulan, aku tak paham. Cuma karena ganja.
Itu terlalu lama./ Jangan risau.
Itu cuma sebentar.
Ayo pergi.
Hai, kau! Kau baik saja?
Kau baik saja?/ Ya.
Siapa namamu?/ Doris.
Doris, aku suka namamu.
Dengan melihatmu, aku merasakan sesuatu di antara kita.
Gombal.
Kau cantik sekali, sungguh.
Kau juga cantik./ Diam. Singkirkan tanganmu.
Diam, Pelacur Jelek.
Jaga ucapanmu.
Aku suka wanita berkepribadian./ Kau ingin pribadi?
Alonzo!
Alonzo.
Ada masalah?/ Aku? Tidak.
Bangun./ Apa?
Jangan bicara padanya./ Aku bersikap sopan.
Kubilang jangan bicara padanya.
Kenapa?/ Dia pacarku.
No comments yet. Be the first to leave one.