Hurry Up Tomorrow

Hurry Up Tomorrow

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hurry Up Tomorrow 2025 WEB-DL x265 6CH-Pahe in
A Commentary by subber.id

Tags

other
Published on: 2025-06-06
Downloads: 221
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tidak tahu apa kau ingat semalam...

Dan semua ucapanmu itu. Tapi aku sudah selesai.

Aku meninggalkanmu.

Dan aku dulu mengira kalau kau orang baik.

Tapi kini kutahu itu tak benar.

Orang baik takkan melakukan hal itu kepada seseorang yang mereka cintai.

Dan kau keluarkan sisi terburukku. Dan kau menghancurkanku.

Dan kau membuatku merasa sangat kerdil.

Dan kau menyedihkan!

Dan ibumu akan malu jika tahu caramu memperlakukanku.

Dan kau tidak peduli pada siapapun kecuali dirimu.

Dan karena itu kau pantas berakhir sendirian.

Cantik. Bagaimana perasaan kita?

Kita baik-baik saja? Ya?

Ayo... / Ya.

Ayo, cepat.

Yang cepat, kurang dari 60. / Bagus!

Ayo.

Baik, Tuan-tuan, lebih cepat.

Astaga, aku terlihat tampan?

Ya, sobat.

Baik, ayo.

Waktunya habis. Ayo.

Ayo. Keluar dari sini.

Kau tahu kebiasaannya.

Mari tingkatkan energi itu.

Pukul aku di tempat yang sakit.

Ayo, Sayang.

Ayo, Sayang.

Kau dengar itu?

Itu untukmu.

Hei! Dengar.

Ingat, itu untukmu.

Mari raih itu.

Mari raih itu.

Mari raih itu.

Ayo.

Mau lewat.

Ya.

Ayo, Sobat.

Ini kau, Sayang.

Ini kau. Semua tentangmu!

Hei! Ini kau!

Ya!

Nyanyikan!

Ayo.

Sial!

Apa-apaan!

Hei, dengar. Simpan dulu ponsel itu.

Ayo.

Kau akan mendorongnya menjauh.

Dia tidak akan membalas pesanmu sama sekali.

Lalu kau akan mengerang padaku.

Lalu kau akan berkata, "bisa telpon dia sekali lagi?

Cukup.

Ayo kita pergi.

Kita akan melambat sedikit malam ini.

Aku tak ingin terlalu kacau karena suaraku.

Besok ada dokter spesialis yang akan memeriksa tenggorokanmu.

Suara malaikat.

Orang suci atau malaikat.

Nanti tumpah!

Ya, lakukan!

Kita hidup selamanya. / Selamanya, Sobat.

Itu yang kumaksud.

Kita hidup selamanya. / Maksudku... Hei!

Ya Tuhan!

Ya Tuhan.

Ayo!

Hei, Lee!

Ayo!

Ayo!

Hei, bangun.

Baik. Kucium semuanya.

Aku suka saat kita semua melakukan ini, seperti burrito.

Hei, Aby!

Abe, buka!

Ayo!

Hei, Abe.

Semua ucapanmu itu. Tapi aku sudah selesai.

Aku meninggalkanmu.

Dan aku dulu mengira kalau kau orang baik.

Tapi kini kutahu itu tak benar.

Orang baik tidak akan melakukan itu kepada seseorang yang mereka cintai.

Dan kau keluarkan sisi terburukku. Dan kau menghancurkanku.

Dan kau membuatku merasa begitu kerdil.

Dan kau menyedihkan.

Dan ibumu akan malu andai tahu caramu memperlakukanku.

Dan kau tidak peduli pada siapapun kecuali dirimu.

Dan karena itu kau pantas berakhir sendirian.

Tidak ada nodul vokal.

Sulit untuk mendiagnosis tanpa mendapatkan pembacaan visual.

Tapi dari ceritamu sepertinya MTD.

Disfonia ketegangan otot.

Otot-otot di sekitar laring menjadi sangat tegang

sampai kotak suara tidak bekerja secara efisien.

Dia masih bisa tampil?

Jika kau ingin sembuh, kau harus beristirahat.

Sesederhana itu.

Sebagian besar bersifat psikologis.

Ada sejumlah faktor, tapi sebagian besar karena stres.

Kau perlu istirahat sebanyak mungkin.

Persetan acara TV itu.

Bajingan sialan.

Kau mencoba akting, gagal.

Fokuslah yang paling kau kuasai.

Aku mencintaimu. Kau tahu itu.

Tapi kau perlu santai.

Aku akan membuatkanmu ramuan enak, Sayang.

Ayo.

Ayo.

Hei, ada apa?

Seseorang meninggalkan komentar buruk di TikTok?

Apa yang terjadi? / Ke mana arah pembicaraanmu?

Kenapa kau melakukan itu?

Itu tidak keren,

Itu tidak keren.

Hei, bicara padaku.

Apa yang terjadi? Serius, dia meneleponmu?

Kau tidak pernah bicara dengannya di telepon.

Sudah kuduga. / Sudah bicara dengannya

lewat telepon? / Cuma itu yang kau pedulikan.

Sudah bicara lewat telepon?

Makhluk obsesif menyebalkan.

Aku perlu kau meneleponnya.

Aku takkan menelepon siapapun. Kau sudah dengar ucapan dokter.

Lee, hubungi dia. / Kau dengar kata dokter.

Di otak, kawan.

Dengar kata dokter.

Kau sedang stres.

Kau obsesif. / Kumohon.

Lee, satu panggilan.

Satu panggilan.

Aku tidak butuh ceramah.

Hubungi saja dia.

Terima kasih. / Satu-satunya.

Tentu.

Tinggalkan pesan untuk... / Hei, ayolah.

Hei. Kemari.

Maaf.

Bukan ingin membentakmu.

Aku benci melihatmu begini.

Hei. Ayolah.

Ini bagus. / Ya.

Ini bagus. / Ya.

Ayolah. Kau mulai menangis, aku akan mulai menangis.

Kau akan memengaruhiku. / Ya. Kita baik-baik saja.

Benar? / Benar.

Sial.

Perempuan, benar?

Kau baik-baik saja?

Tenang.

Tenang.

Panggilanmu telah diteruskan ke sistem pesan suara otomatis.

Tidak tersedia.

Setelah nada, rekam pesanmu.

Kenapa kau tidak meneleponku?

Kenapa kau tak balas pesanku?

Kau mau menyerah?

Begitu saja?

Aku bahkan tak ingat ucapanku.

Baik?

Aku tahu...

Aku tahu aku punya masalah.

Tapi kau tidak perlu terus-terusan mengingatkanku aku tak sempurna.

Sedang kuusahakan.

Aku perlu kau menjawab telepon.

Dan kau menyebut ibuku.

Ibuku akan memaafkanku.

Dia takkan meninggalkanku.

Aku tak bisa sendirian lagi.

Aku hancur tanpamu.

Beri saja aku pertanda.

Satu pertanda dan aku pulang.

Izinkan aku pulang.

Ada beberapa orang dari label.

Mereka ingin bertemu.

Tidak.

Apa yang terjadi?

Aku tidak tampil.

Cabut saja kabelnya.

Aku takkan cabut kabelnya.

Cabut saja kabelnya. Baik, Lee?

Aku sudah selesai. / Apa?

Aku sudah selesai malam ini.

Apa yang terjadi?

Katakan saja. Jalang itu. Aku mengerti sekarang.

Tidak, karena suaraku.

Dengarkan dokter... / Aku tak bisa bernyanyi.

Sinkronisasi bibir! / Aku tak bisa bernyanyi!

Untuk siapa kau bekerja?

Aku, 'kan?

Baik.

Itu saja diriku?

Ya. Pergilah.

Dengarkan itu.

Kau mendengarnya?

Itu untukmu.

Malam demi malam, mereka kemari untukmu.

Dengar.

More Indonesian subtitles for Hurry Up Tomorrow

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left