The first 200 lines.
- Apa kalian siap? - Ya.
Ok, ayo.
Selamat ulang tahun..
Selamat ulang tahun..
Selamat ulang tahun Ayah..
Selamat ulang tahun.
- Hip hip.. - Hore!
Cantik.
Terimakasih.
Ayo, anak-anak kita harus berangkat.
- Dah sayang. - Dah ayah.
Dengan Schneider.
- Selamat ulang tahun. - Ya, terimakasih.
Apa anak-anak sudah menyanyi untukmu?/ Ya.
Dengar, ada masalah disini.
Sudah kuduga, kau tak mungkin menelpon hanya untuk mengucapkan ulang tahun.
Ini penting.
- Aku tidak bisa sekarang. - Ini harus dilakukan hari ini.
Mintalah pada Kraus kalau begitu. Dia juga bagus.
Kraus sedang di luar negeri. Jam 9, kau harus di sini.
Apa kau masih di sana?
- Ya, aku disini. - Jam 9.
- Kau mau pergi? - Mertens telpon. Penting.
Kau bilang kau akan membantuku./ Aku tahu.
Kapan kau akan pulang?/ Tidak tahu.
Karin membatalkannya.
- Aku tak masalah. - Aku juga.
Aku akan kembali secepatnya.
Tak bisakah kita lakukan ini besok?/ Tidak.
- Apakah sepenting itu? - Ya.
Apa masalahnya?
Ramon Bax, seorang penulis.
Dia disini, di danau. Di sebuah pondok kayu. Dia sendirian.
- Dekati rumah itu dari depan. - Kenapa tidak besok saja?
Besok dia sudah pergi./ Aku harus membantu Lucy saat makan malam.
- Kau akan pulang sebelum sore. - Aku tak mau melakukannya.
Ini hari sabtu, hari baik untuk melakukan pekerjaan ini.
Apa hubungannya hari Sabtu dengan ini?
Sabtu itu hari keberuntungan. Kau tak tahu?
Aku tetap tak mau.
Schneider, ini penting. Ini bukan balas dendam.
Ini pencegahan.
Ramon Bax adalah seorang pembunuh anak-anak.
Ramon.
Si kecil Ramon..
Sarapanmu sudah siap.
- Hari apa ini? - Sabtu.
Jam berapa sekarang?
9.15.
- Sial! - Ada apa?
Maaf sayang, mandi trus ganti baju sana. Kau harus pergi sekarang.
- Pergi? - Putriku akan datang.
Dia tak boleh melihatmu.
- Dan kau baru bilang sekarang? - Aku sering lupa.
Nadine!
Nadine!
Kau mau mandi sebersih apa?
- Aku sedih. - Sedih? Kenapa?
- Aku pikir kita serius. - Memang.
- Buktikan. - Bagaimana?
- Kenalkan aku pada putrimu. - Tidak sekarang.
- Kau malu karenaku. - Tidak, tapi jarang bertemu dia.
Siapa lebih penting aku atau putrimu?
Tentu saja kau. Tapi aku dan putriku punya kenangan.
Hapus kenanganmu kalo gitu. Seperti saat kau habis nonton bokep.
Cepatlah berpakaian.
- Tiba-tiba, aku tak penting lagi? - Hitungan sepuluh kau harus pergi. 1..2..
Dengan apa aku pulang?
Brengsek!
Ada dinama?
Aku di stasiun-pompa. Sedang diblokir.
Aku menunggu teknisi.
- Jadi, butuh waktu lama. - Ya, maaf. Jangan menungguku.
- Jangan khawatirkan aku. - Sampai ketemu lagi.
Dah, sayang.
Francisca.
- Sudah lama disini? - 15 menit.
Pintu depan dikunci.
- Kenap gak pake telpon. - Sudah, ayah pake earphone.
Bagaimana kabarmu?/ Baik.
- Dan kau? - Baik.
- Apa ini sudah setahun? - Kirakira begitu.
- Teh? - Ya, tentu.
Dimana kau?
Kenapa kau telpon? Ini tak seperti biasanya.
- Dimana kau? - Lagi di jalan.
Berapa jauh dari target?
Gak tahu. Aku di sisi lain danau, di semak.
Kabari aku saat kau sudah lihat target.
Ibu bilang kau menulis.
Benar.
Kau menulis novel?/ Ya.
- Tentang apa? - Sama seperti novel lain.
Nasib, cinta..
- Siapa yang mengunjungi ayah? - Kenapa?
Aku ada meeting.
- Dengan siapa? - Seorang editor.
- Editor? - Ya, editor.
- Editor pake skirt? - Ya.
- Pake coke dan ganja juga. - Ya, biar seru.
Masih? Apa ayah masih perlu ini?
Hentikan, Francisca.
Kadang-kadang aku ngganja dan ngerokok. Kau makan muesli, aku gak komen tuh!
- Muesli itu baik untukmu. - Kurasa tidak.
Muesli bikin ayah depresi. Muesli itu untuk kambing.
- Bisakah kita hentikan ini yah? - Kita? Kau yang nyolot.
Belum 10 menit disini dan kau sudah ngatur ayahmu.
- Anda sedang apa disini? - Aku mengintai burung.
Anda tak boleh disini. Ini area terlarang.
Van putih itu miliik anda?/ Ya.
Jika anda ikuti jalan, anda akan sampai di area aman.
Aku tak pernah melihat anda disini.
Aku belum pernah kesini.
Dan?
Kau bilang dia sendirian. Tapi dia bersama wanita sedang menangis.
Wanita menangis?
Ya, wanita yang lagi nangis.
- Muda atau tua? - Bodo amat, apa peduliku?
Kau tak memberi info yang tepat. Dan kau tak bilang ini area dilindungi.
Area dilindungi? Apa bedanya?
Aku diusir sama Petugas.
Apa itu jadi masalah?/ Aku harus mengulang dari awal lagi.
Apa maksudmu dari awal lagi?
Aku menyamar dan petugas sudah liat aku pake samaran kek gini.
Menyamar? Kau menyamar?
Ya, menyamar. Apa kau akan pura2 tak tahu?
Aku selalu menyamar di pekerjaan ini.
- Kau menyamar jadi apa? - Jadi orang lain pokoknya.
Dan kurasa petugas dah nulis nomer mobilku.
Jadi aku perlu menyamar lagi, dan mobil lain lagi.
Itu artinya mobilku sendiri!
Ini jengkelin banget Mertens!
Jangan telpon lagi!
Akan kulakukan dengan caraku!
Tapi wanita itu harus pergi. Kalo tidak, takkan kulanjutkan.
Sialan!
Aku sedang emosi yah.
Semuanya serba kacau tahun lalu. Semau yang kumau gagal.
Kau sudah bicara dengan Kato?
Cato?. Kenapa aku butuh Cato?
- Pertama, dia saudarimu. - Apa yang kuinginkan dari Cato?
Dia mendapat yang dia mau tanpa melakukan apa-apa.
Itulah mengapa kau harus hubungi dia. Kau keras kepala.
Kau merencanakan segala sesuatu. Sedangkan Cato mengalir begitu saja. Itulah rahasianya, sayang.
- Ngapain ayah bawa-bawa Cato? - Sudah kubilang. Cato bisa membantumu.
Tapi Cato tak ada disini, lihat kan? Ayah yang ada. Ayah harus membantuku.
Kau ayahku.
Kita belum selesai gadis. Kau gak bilang apa maumu.
Datang dan marah2 padaku.
Apa aneh aku marah?
Apa salah?
Itu pertanyaanku.
Seberapa sering aku memukulimu? 20 kali?
Katakan saja 25.
Sudah 2 tahun. Apa bgitu susahnya?
Tapi apa yang kau lakukan masuk di exchange? Kita takkan bicara itu.
Aku mengeluarkanmu dari tai (kesusahan).
Keluar dari 100% tai murni.
Jangan takut.
Aku ingin kau keluar dan gak teriak..
..dan jangan nangis, aku ingin kau bilang: "Maaf, Bolek."
Sana pergi.
Akan kupegang tanganmu dan kuberi kecupan lalu kita pergi.
Pergi ke dia, cium dan tinggalkan gedung ini.
Aku gak mau mencarimu, Gina.
- Dia akan memukulku. - Aku rasa tidak.
Jika kau tak keluar, aku akan pergi.
Jika dia berbuat sesuatu, aku akan bertindak.
- Dia punya pistol. - Selamanya sayang!
Sana.
Datanglah ke pelukanku Gina.
Ah, disana kau.
Apa kau berencana menetap disana?
- Apa yang akan kau lakukan? - Akan kuberi kau kecupan.
Aku gak tahu, Bolek./ Aku beri kau kesempatan, kau buatku rugi.
Ayo sayang. Aku ada acara lain hari ini.
Hukum datang dengan tepat, tidakkah kau pikir?
Semua ini merepotkan, kau tahu?
- Kenapa kau lari kesini? - Aku mampu membuka pintunya.
Siapa keparat ini?
Teman./ Maksudmu Germomu.
Apa yang kalian lakukan disini?/ Bukan apa-apa.
AKu bahkan tak tahu kota apa ini./ Darimana asalmu?
Dari Culemborg./ Itu beberapa jam perjalanan dari sini.
Jadi kau berjam-jam di mobil dan tak tahu kau kemana?
Dia akan menemui teman bisnisnya. Aku hanya menemaninya.
Kau hanya menemaninya?
Kami bertengkar. Aku keluar mobil saat di lampu merah.
Dimana mobilnya?
Kenapa kau gak ngerokok saja?
Itu akan menenangkanmu.
Seperti pengobatan./ Aku butuh sidikit waktu untuk tenang.
Ayah ngerti, tapi kalo kau mau baikan, kau harus tenang dulu.
Hashish bikin aku paranoid.
Itu cuma barang biasa, ganja pertemanan.
Tidak, makasih yah.
Akan kucoba 2 barang lagi. Mogadon, si obat penenang.
Gak mau.
Itu pil tidur. Membuatmu gendut. Kau ingin anakmu gendut?
- Rohypnol kalo gitu. - Itu juga pil tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.