The first 197 lines.
Terinspirasi dari kejadian sebenarnya
Ah!
OK!
OK.
Kita aman.
Bagaimana menurutmu tentang dramanya?
Yaa......
Aku suka design programnya. Designnya...
Oh tidak!
Tidak, aku serius.
Ini benar-benar merupakan karya seni yang sesungguhnya.
Aku yakin program ini di design oleh seorang wanita yg berbakat, pintar, cantik
yang memiliki selera tinggi terhadap pria.
Cepat! Kita sudah hampir sampai.
Tidak, aku tidak bisa buru-buru!
Oh tidak!
Aku tidak sabar ingin melepaskan sepatu ini dan menceburkan diri ke dalam bak mandi!
Aku suka jika kau memakai sepatu berhak.
Kau belum cukup memakainya!
Aku yakin kau akan melihatnya lagi lain kali...
tahun depan!
Ya Tuhan!
Kita dirampok.
Uh!
Apa?
Perhiasan nenekku.
Oh!
Mundur!
- Serahkan dompetmu! - Tenanglah, ya?
Dan tas mu!
Serahkan!
- Cincin itu juga. - Ini adalah cincin pertunanganku.
Kau ingin menyerahkannya kepadaku atau aku yang mengambilnya darimu!
Berikan saja padanya, Jess.
Kau mengikutiku, aku akan menembak!
Ya Tuhan!
Tidak apa-apa, tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Ya Tuhan
Itu cuma barang-barang, ok?
Pada titik ini, kita telah melakukan segala yang kita mampu.
Evan?
Hey, Tyler! Terima kasih kerana telah datang, teman.
Aku tau ini bukan bidangmu.
Tentu, kalian baik-baik saja?
Ya, begitulah.
Hanya sedikit tergoncang.
Ya, tentu saja.
Apakah kau telah menyampaikan laporanmu kepada petugas?
Ya, dan dia baru saja pergi.
Apakah salah seorang dari kalian melihat wajah perampok itu?
Dia hanyalah orang rendahan yang tak jelas.
Ya, orang yang seperti itu banyak di lingkungan ini.
Kami akan pergi ke Kantor polisi besok pagi untuk membuat sketsa wajahnya.
Tunjukkan padaku dari mana dia masuk?
Ya. Ya, ikuti aku.
Bagaimana sebenarnya peluang untuk menangkap orang ini
dan mendapatkan kembali cincin pertunanganku?
Itu..itu..sulit hendak dikatakan.
Tyler.
Aku tidak ingin kau terlalu berharap, Jess.
Apakah kau ingin...
Ya, ayo kita pergi.
Jess?
Apa yang kau lakukan?
Pindah.
Baiklah, biar aku angkat yang ini. Biar aku saja.
Aku bisa... Tidak bisa! Tidak bisa!
- Oh! Whoa! - Tidak bisa! tidak bisa!
Tuhan!
Kau baik-baik saja?
Ya!
- OK. - Biar aku saja.
Hei, Sayang! Ceers!
Tidak!
Ayolah, senyum!
Lihatlah rambutku! kau tampak...
Kau tampak cantik.
Yay!
- OK! OK! - OK.
- Kita selesai! - Kita selesai!
Yaaa, kita berhasil.
Ya, kita berhasil.
Aku hanya berharap kita mampu membiayainya.
Kita akan baik-baik saja.
aku akan menangani lebih banyak lagi klien.
Itu pastinya akan membantu.
Pikirkan berapa banyak uang yang dapat kita hemat
jika barang-barang kita tidak dicuri.
Photo?
Tentu!
Baiklah.
Apa yang harus kita lakukan dengan perekat ini...
Mungkin kau bisa berikan ke wanita lain
Siapa tahu
Kau pengertian banget
Nggak juga
- .. - Awww
Ssst..sst
Kau dengar itu?
Aku tak mendengar apa-apa..
Beneran...
Tidak sepakat...?
Sebenarnya aku dengar sedikit..
Siapa itu?
Entahlah
Hai!
Hai!
Namaku Simon.
Aku tinggal disebelah rumah,
dan aku ingin memperkenalkan diriku
dan menawarkan sedikit penyambutan ke lingkungan ini.
Wow! Terima kasih banyak!
Oh, namaku Evan,
dan ini tunanganku, Jessica.
Hai!
Aku ...Oh!
Mempesona!
Oh, sepertinya kau berasal dari daerah yang mewah!
Tidak, uh, berkerja. Aku mengajar di universitas.
Keren! Kau mengajar apa?
Pelajaran pria.
Aku... sungguh..uh, aku mohon maaf.
Aku kira kau bercanda.
Teknisnya, ini mengacu pada sebagai "Pria dan Kejantanan."
Aku merasa tidak banyak yang dapat diketahui dari mata pelajaran itu.
Jess hanya bercanda.
Kau memiliki petasaan kecil ditanganmu, Evan!
Ya, kau bisa mengatakannya begitu!
Taukah kau? Maafkan aku.
Tadi aku sangat tidak sopan sekali,
dan kau sangat baik sekali telah membawakan minuman ini untuk kami.
Terima kasih banyak. Kami sangat meghargainya.
Maukah kau, uh...
Apakah kau ingin masuk dan menikmati minuman ini bersama kami?
Hanya butuh satu menit bagi ku menemukan gelas winenya.
Aku ingin sekali, tapi ada beberapa laporan yang harus ku periksa,
dan aku kira kalian masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Bila dapurnya telah selesai,
kami akan mengundangmu makan malam.
Tentu sekali!
- Aku tunggu undanganmu. - Bagus.
- Selamat sore! - Malam!
Cara hebat untuk menunjukkan kesan pertama, Jess!
Aw, ayolah! itu hanya becanda!
Wow! Ini merupakan botol indah sekali.
Yaa, jelas sekali dia seorang pria yang berkelas.
- Oh! - Seperti aku.
Hai... ini dia
pagi pertama bagimu
Terimakasih
Untuk apa..?
Semua ini..aku tahu pindah bukanlah pilihan utamamu
Jangan lakukan
Saya pergi dulu.. biar sedikit macet
Sungguh tidak apa-apa kalau mobil kupakai?
Ya, aku masih tinggal..... kerja di rumah
- makan malam sudah siap saat kau pulang - wow... saya sudah dirumah
Aku mencintaimu
Aku mencintaimu juga..
"We believe in good design"
Hei, Oscar!
Hei, J! Bagaimana kehidupanmu di daerah pinggiran?
Hebat!
Selamat untuk mu, teman!
Aku rasa aku tidak bisa bertahan jika aku tidak berjalan jauh
ke kedai kopi atau toko pizza.
- Ya, aku mengerti, terima kasih. - Jadi, dengarkan.
Ada sesuatu yang menarik dalam kasus Sierra Marshall
Aku ingin menjelaskan kepadamu secepatnya.
Tidak, tidak. Aku harus benar-benar fokus pada pekerjaan.
Baiklah, kau akan melewatkannya!
Ini menarik sekali!
Ok!
Istirahat sejenak tidak akan rugi, iya kan? Apa yang kau miliki?
Baiklah, jadi, kau ingat bagaimana tersangka awalnya
adalah abang ipar, ya?
Dia ada alibi, benar?
Itulah yang dilaporkan media,
tapi coba tebak siapa yang menerima laporan polisinya?
Cerita Tuan Goody Two-Shoes ada kelemahannya.
- Oh ya? - Mm-hmm!
Ah!
Ya, aku tau apa maksudmu,
tapi siapa yang akan diketahuinya yang memiliki akses ke lab forensik?
Siapa yang mengatakan dia butuh mengetahui seseorang?
Jess! apakah perangkat ini masih hidup? Aku disini!
Kita telah membahasnya sepanjang hari. Aku harus pergi!
Baiklah, nanti kita sambung lagi.
Ok.
Hei
Hei, sayang, bagaimana... bagaimana kabarnya?
Uh, brutal sekali!
Perjalanannya, perjalanannya kurang lebih macet sepanjang jalan.
Maafkan aku!
Aku berharap makan malamnya belum dingin. Aku kelaparan.
Tidak... tidak, karena aku belum lagi memulainya.
- Oh. - Maafkan aku!
No comments yet. Be the first to leave one.