The first 200 lines.
Jadi, begitulah kisah kakekku. Sendirian. Terluka.
Ketakutan. Di ruang angkasa.
Cara dia bertahan sampai krunya kembali untuk menyelamatkannya
hanyalah dengan menanam sayuran
di kotorannya sendiri.
Baiklah, Kevin.
Cukup sampai situ.
Ibu sulit memercayai ini cerita sungguhan.
Bu Westenfeldt, entah kenapa Ibu berpikir...
Yah, karena itu plot The Martian .
Ayolah. Cukup, Kevin.
Memang dari mana mereka dapat ide itu?
PERSEMBAHAN NETFLIX
Astaga.
Clancy?
Kepalamu tak apa-apa?
Hei, Travis. Ya. Aku baik-baik saja.
Aku adakan pesta malam ini.
Orang tuaku keluar kota. Kau harus datang. Ini...
- Beri nomormu, agar aku bisa... - Aku tak punya nomor.
- Kau tak punya nomor? - Ya, aku tak punya ponsel.
Ibuku tak izinkan.
Menurutnya media sosial itu tempat pembunuh berantai
dan departemen penerimaan kampus yang cari info tentangmu.
Itu...
Itu sangat aneh.
Ya.
- Hei, Trav. - Hei, Emma.
Pestamu pasti akan luar biasa seru.
Bukankah kau harus ikut latihan band di sana?
Tak perlu pedulikan mereka. Mereka menyebalkan.
Sampai nanti malam.
Louisa, terima kasih. Permainan biolanya bagus.
Baik, Semuanya, latihan selesai.
Baiklah. Dah, Semua.
- Bagus, Clancy. - Terima kasih.
Sudah selesaikan rekaman audisimu?
Belum.
"Belum?" Clancy, tenggat waktu pendaftaran dua minggu lagi.
Aku tahu. Sudah kurekam semalam, tapi kuhapus,
karena di akhir, nadaku salah, dan nada tinggiku menjadi datar. Aku...
Hei, dengar. Buat rekaman akhir pekan ini. Berikan padaku di hari Senin.
Itu saja. Kau pasti bisa.
- Baik. - Baik. Kau pasti bisa.
Kelas anak-anak. Mau latihan? Baik.
Kau terlihat hebat. Ya, tak kusangka kita akan bertemu di sini. Kau tampak garang.
Gerakan bagus, Pecundang.
- Bagus, Kawan. - Ini hanya bercanda.
- Mau ke mana? Ayolah. - Pergilah.
Jangan pergi. Kembali.
Mau ke mana? Ayolah. Tunjukkan satu gerakan lagi.
Aku tahu kalian di sana. Hanya bercanda.
Kau akan terkenal, Nak.
- Semua baik-baik saja? - Ya. Semua baik.
VOLUNTER MAKAN SIANG
Baik. Lanjutkan makan siangnya, oke?
Kalian bertiga, tunggu dulu.
Kalian kelas delapan.
Kalian pikir boleh ganggu anak kecil?
Memangnya kau mau apa?
Astaga. Baiklah.
Pertama, aku akan cari tahu orang tuamu.
Dan tempat tinggal mereka.
Lalu suatu malam,
saat kalian tidur, kubuat lubang kecil di rem mereka.
Jadi, awalnya kalian punya rem, tapi kemudian,
kalian akan menabrak tanda berhenti
dan kemudian ditabrak mobil sampai hancur dan tak bisa dikenali.
Aduh! Makan siang berakhir.
Jangan terlambat masuk kelas.
Kawan, tunggu!
- Hei, Ayah! - Hei!
Hei, Kawan! Untung ini hari Jumat!
- Bagaimana sekolah? - Baik.
- Ada hal menarik? - Tidak.
Oke.
Kenapa Ayah membawa jari aneh itu ke sekolah?
Tidak, Ayah tak membawanya ke sekolah, oke?
Ada cadangan di mobil.
- Itu lebih aneh. - Kevin. Bisa beri tahu kakakmu
bahwa koki pastri membutuhkan jari yang kuat?
Untuk aduk adonan. Lihat ototnya.
Ya, lihatlah. Ayah ninja jari.
- Halo! Apa kabar, Keluarga Finch? - Hai.
Terima kasih tumpangannya, Pak Finch.
Kau anggota keluarga, Mim.
Jangan muntah! Tutup pintu.
Semua sudah lengkap. Ayo jalan, Ayah.
Tentu, tapi Ayah tak boleh menyalip, Kev.
Ayah, mendiamkan mobil begini buruk bagi lingkungan.
Kau mau buang air besar?
Ayah, apa? Tidak!
Tidak, hanya tanya. Ayah tahu kau benci ke sekolah, dan...
Ingat tahun lalu
kau menahannya lima hari,
saat akhirnya kau buang, itu sangat...
Hentikan! Ayah membuatku malu!
Malu? Kau yang membuat malu, saat...
Hei!
- Pak Finch... - Hei, Bu W.
Tahu apa yang baru kusadari? Bu W dan Bu Westenfeldt
punya suku kata yang sama. Jadi, memanggilmu Bu W,
tak menghemat waktu. Lucu, ya?
- Dia tak peduli. - Itu lucu bagiku.
Pak Finch, Kevin memberikan
presentasi lisan yang menarik saat kelas IPS tadi.
- Sungguh? - Tentang proyek sejarah keluarga,
dan Kevin mengatakan banyak hal menarik tentang keluargamu.
Baiklah...
Keluarga kalian akrobat keliling Rusia
lalu menjadi astronaut NASA
- yang dilatih untuk misi rahasia. - Itu...
Kevin cenderung hidup di dunia imajinasi,
- dan itu bagus... - Ya.
...kecuali jika harus mengorbankan kehidupan nyata.
Kecuali itu.
Jadi, kuberi dia waktu untuk mengulang proyeknya akhir pekan ini.
- Cukup adil. - Dia bisa presentasi hari Senin.
Kuhargai itu. Dia pergi begitu saja.
Baik. Pasang sabuk pengaman dengan benar.
- ...tambah saus ke piza. - Ya, Kevin.
- Hei, Sayang! - Hei, Semua.
Seharusnya kau melihatku. Aku hebat saat di mobil bersama tadi.
Kau raja mobil angkutan bersama.
Kau tahu? Ny. W. menceritakan hal menarik lagi soal Kevin tadi.
Kevin, kau mengarang cerita lagi?
- Apa makan siang hari ini? - Yah, seperti biasa.
Ada anak kelas delapan bermasalah dengan ponselnya, jadi aku...
Anak kelas delapan punya ponsel, dan aku tidak.
- Ayo. - Bisa bicarakan ini?
Kumohon. Aku butuh ponsel.
Hanya aku yang tak punya ponsel di kelas. Aku orang aneh.
Tak punya ponsel bukan berarti kau aneh.
Bukan aneh seperti "duduk dengan konselor saat makan siang
karena kau bau seperti keju," tapi…
Kau tahu, saat kami SMA, ada siswa pertukaran pelajar
yang bau seperti keju. Kami memanggilnya Frankie Fromage.
Ih, Ayah! Ibu!
- Dia suka. Frankie Fromage... - Fokus! Ponsel.
Sudah dibahas. Untuk apa punya ponsel?
Travis Schultz minta nomornya
untuk mengundangnya ke pesta. Tahu artinya?
Dia senior. Senior.
Tunggu, senior? Siapa... Apa... Travis siapa? Pesta apa?
Apa? Tidak. Pesta apa? Tak ada pesta...
- Maaf. - Orang tuanya ikut pesta?
- Astaga. Entahlah, Bu. - Kita bisa telepon orang tuanya.
Telepon orang tuanya. Semuanya.
Astaga. Jangan lakukan.
Jangan. Jangan telepon siapa pun. Itu memalukan.
Sayang, dengar,
aku tahu kau berpikir Ibu tak paham, tapi Ibu pernah remaja juga.
Ibu tahu sedikit tentang pesta.
- Sungguh? - Ya.
Ibu hanya cerita selalu habiskan waktu di perpustakaan.
Ya, pesta datang dan pergi,
tapi perpustakaan selalu ada untuk Ibu.
Kutipan penyair yang sudah mati.
- "Tak ada orang asing... - ...teman yang belum kenal."
William Butler Yeats.
Jika kau hafal kutipan itu, maka kau tak sering pergi ke pesta.
Tak ada orang tua, tak ada pesta.
Ayolah! Tak ada ibu orang lain yang peduli.
- Aku bukan ibu orang lain. - Tentu.
Ibu orang lain punya kesibukan sendiri.
Mereka tak cuma duduk, mencemaskan kegiatan putri mereka
dan hal seram yang bisa ada.
Astaga, itu menyedihkan!
Hei.
Jadi, Ibu menyedihkan?
Ya, menyedihkan.
Tahu apa lagi yang menyedihkan? Kau dihukum.
Ya, kau dihukum!
Dia membenciku.
Ayolah, Sayang...
Ibu menghancurkan hidupku, Mim.
Ya, Sayang. Ibumu gila.
Ibumu marah saat kau bilang mau ke Boston musim panas ini?
Kau belum bertanya, 'kan? Clancy, kau mau pergi atau tidak?
Ya. Tentu. Aku...
aku mungkin tak akan diterima.
Lokakarya Musim Panas Berklee adalah program musik bergengsi.
Ada banyak pelamar setiap tahun. Hanya sedikit yang diterima.
Clance!
Kau pemain selo terbaik yang pernah kutemui.
Baiklah.
Aku mungkin pemain selo terbaik di kota kecil kita di Cape Cod.
Tahu pendapatku?
Kau senang ibumu tak mengizinkanmu ke mana pun
atau lakukan apa pun, karena kau tak perlu ke sana.
Apa? Itu tidak benar.
Mim, dia dihukum. Saatnya pergi.
Bagus.
Buktikan.
Kita menyelinap ke pesta Travis malam ini.
- Mi... - Ya.
Pakai jin ketat dan kaus tanpa lengan merahmu.
- Aku menyayangimu. - Aku juga.
Diam, hentikan! Angus, tidak! Duduk!
Angus, ini! Duduk!
No comments yet. Be the first to leave one.