The first 200 lines.
Alih Bahasa oleh Tusuk_Gigi
~~ Dilarang menghapus credit yang ada ~~
HIGHWAY FAMILY
Datang padaku.
Datang padaku.
Eun-yi, berikan tasmu.
Tunggu. Punyaku dulu.
Eun-yi duluan. Satu dua tiga.
Pejuang.
Ji-sook, berikan tasmu.
Injak punggungku.
- Ayah datang. - Ayah, pegang tanganku.
Permisi.
Halo.
- Ya? - Maaf, tapi…
Aku mengunjungi ibu mertuaku,...
...dan aku kehilangan dompetku di perhentian ini.
Atau mungkin seseorang mencurinya.
Jadi? Mengapa kau memberi tahu kami hal itu?
Keluargaku harus pulang,...
...tapi kami kehabisan bensin.
Bisakah kau meminjamkanku 20.000 won,...
Aku akan mengirimimu uang secepatnya setelah aku sampai di rumah.
Maaf, tapi aku tidak punya uang tunai.
Ayah, kapan kita akan pulang?
Aku ingin pulang ke rumah.
Ayah bilang tunggu di mobil. Kenapa kau keluar?
- 20.000 won? - Iya.
Kau menggunakan pembayaran seluler, bukan?
Oh tidak. Waktu yang buruk.
Layar HP-ku baru saja retak.
Teruslah mencari.
- Beri kami waktu sebentar. - Tentu.
- Kau pasti lapar. - Aku.
- Kau bilang 20.000 won, kan? - Benar.
- Ini. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Jika kau memberiku nomor rekeningmu,...
Aku akan mengirimkan uang setelah aku sampai di rumah.
Aku lebih suka tidak memberikan nomor rekeningku.
Ini kartu namaku. Bayar aku lewat pembayaran seluler.
Tentu. Baiklah.
Katakan terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Semoga harimu menyenangkan. - Semoga harimu menyenangkan. Terima kasih.
- Enak? - Enak.
Ini enak?
Pelan - pelan.
- Ini kembaliannya. - Oke.
7.400 won.
Ini enak.
Aku ingin makan satu lagi.
Maukah ayah membelikanku yang lain?
Hei, berkemah seperti ini adalah kebahagiaan.
- Bisa aku bantu? - Apa?
- Eun-yi, ayo masukkan tasmu ke dalam. - Ayo lakukan bersama.
Hentikan.
Oke.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Semuanya akan berhasil entah bagaimana.
Yang benar saja.
Astaga. Hentikan.
Ibu, apa yang kau makan?
Apa? Aku tidak makan apapun.
- Kenapa kau tidak tidur? - Punggungku sakit.
Punggungmu akan sakit jika kau yakin itu sakit.
Tidak ada salahnya jika kau percaya itu tidak sakit, mengerti?
Eun-yi, aku lapar.
Percayalah kau tidak lapar, dan kau tidak akan lapar.
Eun-yi.
Makan ini.
Permisi.
Permisi. Kau tidak boleh tidur di sini.
Bangun.
Robohkan tendamu.
- Sialan. - Robohkan.
Sialan.
Ada apa?
Robohkan ini dalam lima menit, atau aku akan melakukannya.
Baiklah.
Aku mengerti, silahkan lanjutkan urusanmu.
Tolong cepat robohkan.
Dia pergi.
Tidak apa-apa. Kembali tidur. Dia pergi.
Bisakah kita kembali tidur?
Ya. Tidur.
- Tidak mau. - Tiup.
Maaf. Bisa tolong pindahkan ini?
Baiklah, ayo makan.
Terima kasih Yesus dan Buddha karena mengizinkan kami makan lagi hari ini.
- Ini. - Terlihat enak.
Ini, Eun-yi.
Jika kau melihatnya seperti ini, kau bisa mengetahui apakah mereka baik atau tidak.
Ayah bisa langsung tahu jika ayah melihat.
Aku tidak mengerti. Apa maksud ayah?
Apa yang ayah katakan adalah...
...kita perlu mendekati seseorang yang terlihat baik.
- Apakah ayah kepanasan? - Apa? Tidak.
Ini adalah serangga kecil.
Anak baik. Tutup matamu.
Lagi.
Cerdas, lihat!
Aku tidak punya uang tunai.
Jika kau bisa meminjamkanku hanya 20.000 won …
Kau tinggal di mana?
Aku tinggal…
Di Masan.
Benarkah? Di Masan mana?
Di Hakjeong-dong.
Apakah kau mengenal Masan dengan baik?
Kau tidak bisa sampai kesana dengan 20.000 won.
- Ya, kami bisa. - Dimana mobilmu?
Mobil kami? Di sana.
Biarkan aku melihat KTP-mu.
Aku tidak membawa KTP-ku. Aku kehilangan dompetku.
Aku tidak punya uang tunai. Maaf.
Tunggu. Pak.
Jika kau mau meminjamkanku sedikit, aku bisa mengirimimu uang.
- Aku pergi. Minta ke orang lain. - Tolong bantu aku.
Hei, nak.
Jangan minum air itu.
Permisi. Halo.
Ya?
Masalahnya adalah aku kehilangan dompetku.
Bisakah kau meminjamkanku 20.000 won?
Maaf, tapi aku sibuk.
Bisakah kau membantu kami?
Kami mengunjungi ibu mertuaku,...
...dan seseorang pasti telah mencuri dompetku.
Aku tidak bisa menemukannya di mana pun.
Kau tinggal di mana?
- Yeongcheon. - Di Gyeongbuk?
Kau tahu Yeongcheon?
Aku tinggal di sana sebentar ketika kecil.
Senang bertemu denganmu.
Kita dari kampung halaman yang sama.
Astaga. Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Anak-anak belum makan sepanjang hari.
Aku seharusnya lebih berhati-hati. Aku minta maaf.
- Terima kasih banyak. - Terima kasih.
Tunggu.
Tidak apa-apa. Ambillah.
Tidak bu. Tidak apa-apa.
20.000 won cukup untuk bensin agar kami bisa pulang.
Aku akan mengirimimu uang segera setelah aku sampai di rumah.
Tidak apa-apa. Ambil.
Kau tidak perlu memberi kami begitu banyak uang.
Kau bilang anak-anak belum makan sepanjang hari.
Tidak apa-apa. Ambillah.
Ambillah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Pergilah makan. Aku akan pergi.
- Terima kasih. - Tentu.
Ada apa?
Kau tidak memberiku nomor rekening anda.
- Tidak apa-apa. - Tidak. Kumohon.
Nomor rekeningku ada di belakang.
- Terima kasih! Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih.
- Selamat tinggal. - Semoga harimu menyenangkan.
Selamat tinggal!
Sepertinya lalat menyukaimu.
Minggir.
Aku bilang kepadamu untuk melakukan ini kemarin.
Minggir.
Tunggu.
Hukum negara ini ...
Pak, bukankah kau seorang PNS?
Bukankah seharusnya seorang PNS bekerja untuk warga negara?
Kami hanya warga tak berdosa yang beristirahat di tempat peristirahatan ini.
- Hukum apa yang kami langgar? - Aku akan memberitahumu hukum apa.
Undang-undang Promosi Pariwisata, Pasal 3, Ayat 1.
Karena kau melanggarnya,...
Aku akan merobohkan pondasi yang dipasang secara ilegal.
- Baik, aku akan merobohkannya. - Yang benar saja!
Aku bilang untuk merobohkannya kemarin!
Kau seharusnya mendengarkan saat aku bersikap baik!
Ada orang di sini.
Kalian semuanya, kan?
Aku akan merobohkan ini, mengerti?
Yang benar saja! Jangan sentuh itu!
Jangan sentuh itu!
- Apa yang salah denganmu? - Lepaskan aku!
Apa yang salah denganmu?
- Pak, lepaskan. - Dasar brengsek!
Astaga.
Apa yang salah denganmu? Apakah kau baru saja mendorongku?
Aku menelepon polisi. Diam disitu.
Apa? Kapan aku mendorongmu?
Astaga. Itu rusak.
- Di mana ponselku? - Sial! Minggir!
Sialan! Itu rusak!
Apa yang kita lakukan?
Apakah itu benar-benar rusak?
Jangan memelototiku seperti itu.
- Itu rusak karena dia mendorongku! - Kau yang merusaknya.
Hei, kenapa kau menangis?
Tidak apa-apa. Ayah akan memperbaikinya.
Tidak apa-apa. Jangan menangis.
Itu terlihat…
No comments yet. Be the first to leave one.