The first 200 lines.
SAAT-SAAT DI KAIRO
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Kenapa kau ke sini?
Aku mau menemui suamiku.
- Taksi! Taksi! - Tidak, terimakasih.
Banjarmasin, 25 Mei 2014.
Nyonya Juliette?
Oh.
Sayang sekali suamimu tertunda di Gaza.
Aku Tariq.
Petugas keamanan untuknya di PBB.
Oh, ya, tentu! Tariq.
Oh, senang akhirnya bisa bertemu denganmu.
Senang juga bertemu denganmu, bolehkah?
- Oh, terimakasih. - Terimakasih.
Mark bilang dia akan menghubungimu ketika kau sudah sampai di hotel.
- Bagaimana kabar Mark? - Mark baik saja. Silakan.
Aku mendengar banyak tentangmu.
Aku juga begitu. Lewat sini.
Tariq! Tariq!
Permisi.
Silakan.
Apa itu kau Yasmin?/ Ini tak mungkin.
Kau sudah besar./Alhamdulillah./ Alhamdulillah.
Hanan akan menikahi seorang pria Mesir. Kuputuskan untuk ikut dengannya.
Suamiku meninggal 1 tahun yang lalu. Semoga dia diterima di sisi Allah.
Semoga diterima.
Kami akan senang jika kau bisa datang ke pernikahan anakku di Alexandria. Kuharap istrimu juga bisa ikut.
Oh, maaf. Dia teman lamaku.
Dan dia putrinya. Ini Nyonya Juliette.
Aku bekerja untuk suaminya.
Untuk suaminya.
Juliette. Seperti di film Romeo & Juliette?
- Ya. - Cantik sekali.
- Terimakasih. - Aku Yasmin.
Oh, Yasmin. Nama yang indah.
- Terimakasih. - Kita diundang ke pernikahan anaknya.
Oh, baiklah. Terimakasih dan selamat.
Aku rindu padamu Tariq.
Kuharap kita akan bertemu lagi.
Aku takkan melupakanmu, sungguh.
- Salam. - Salam.
Terimakasih.
Tidak, aku tak pernah merokok
semenjak remaja.
- Apa kau keberatan jika aku... - Tidak.
Oh, tidak. Aku suka yang tadi.
- Kau suka musik Arab? - Tidak, tidak semuanya.
Dia Ummi Kultsum, ibunya Mesir.
Dia punya suara yang indah.
Ya.
Panasnya sangat menyengat.
Jam sekarang memang sedang panas-panasnya.
Sekarang bulan November.
Itulah yang pertama kali disadari para turis.
Kenapa masih mengeluh tentang cuaca jika wanitanya sanggup berpakaian seperti itu?
Mereka terbiasa berpakaian begitu.
Bagaimana, uh, pekerjaanmu?
Tentang majalah'kan?
Ya, lagi sibuk-sibuknya.
Selalu sibuk. Aku senang bisa kabur.
Menurutmu berapa lama kekacauan di kamp itu akan berakhir?
Aku tak tahu.
Tapi Mark baik saja.
Oh, selamat atas pensiunnya dirimu.
Terimakasih.
Apa kau rindu dengan PBB?
Tidak, aku mengambil alih kafe ayahku.
- Aku sudah mendengarnya. - Dia yang menyuruhku.
Ya, Mark bilang itu kopi terenak yang pernah dirasakannya.
Sebenarnya aku setuju dengannya.
Dia juga bilang keadaan sudah tak sama lagi tanpamu.
Dia orang baik.
Bagaimana kabar anakmu?
Mereka baik saja. Terimakasih.
Um, mereka pergi.
Keliling dunia.
Akhirnya.
Pasti menyenangkan punya banyak waktu sendirian.
Putraku sedang bulan madu
dan Emily baru saja wisuda.
Emily kesulitan mencari kerja.
- Apa keahliannya? - Menulis.
- Kenapa? - Bagaimana mungkin dia bisa bertahan?
Dia melakukan sesuatu yang disukainya.
Aku senang sekali
akhirnya bisa datang ke timur tengah.
Aku tak pernah mengerti kalimat "timur tengah". Tengah...
Tengah apanya?
Kairo.
Tengah Kairo.
- Ini paspormu. - Terimakasih.
Dan kuncimu.
Ada pesan untukku?
Tidak, kurasa tak ada.
Oh, ada satu amplop untukmu.
Oh.
Semuanya baik saja.
Jika perlu bantuan, hubungi aku.
Bagaimana cara mengucapkan terimakasih dalam bahasa Arab?
Shukran. (Terimakasih).
Shukran.
Tak perlu waktu lama untuk membiasakannya.
Halo?
Oh, Mark!
Di mana kau? Hai.
Tidak.
Oh, aku baik saja.
Oh, aku tak bisa mendengarmu.
Um, berapa lama menurutmu?
Huh?
Kau sedang apa, hmmm?
Oh, Tariq baik sekali.
Ya, kupikir dia lebih tua dariku.
Kami menemui seorang wanita bernama Yasmin?
Oh, sungguh?
Kupikir juga begitu. Ya.
Tidak, aku tak bisa.
Aku tak tahan diam di dalam lebih lama. Aku bisa gila.
Kau mengenalku.
Oh, kita punya acara kedutaanmu.
Apa kau akan kembali?
Aku tak tahan lagi dengan para istri bos minyak.
Oh, kuharap juga begitu.
Oh... Aku merindukanmu.
Ya, aku menyayangimu.
Halo?
Halo?
Internet sedang bermasalah. Silakan gunakan internet di toko sebelah.
Keluarga besar!
Tidak. Cuma rekan bekerja.
Shukran.
Kau cantik sekali.
Tidurlah denganku.
Oh! Maafkan aku.
Oh tidak. Tak apa.
Tak apa.
- Aku tak tahu. - Tak apa.
Tak apa. Apa... apa kau punya jam?
Kau tahu jam berapa sekarang?
Jam? Jam 2 siang.
Permisi.
Um...
Maaf mengganggumu.
Tidak. Tidak sama sekali. Ini Nyonya Juliette.
Halo. Halo.
Kopi? Teh? Jus?
Tidak, terimakasih.
Rokok?
Aku bisa gila.
Apa ada masalah?
Uh...
Tidak, aku... aku tak apa... aku...
Kau tahu, Mark memperingatkanku untuk tak berjalan sendirian.
Orang-orang terus mengikutiku.
- Kau wanita yang cantik. - Hmm...
Sudah setahun sejak, uh,
pria dewasa, pemuda, sudah...
Menurutmu itu sulit dipercaya?
Kau mau kuantar ke piramid?
Oh, aku dan Mark
sudah berjanji untuk ke sana bersama.
Tentu. Tentu.
Ayo kita jalan-jalan.
Ok.
- Dah. - Lewat sini.
Kenapa mereka melihatku?
Kafe ini untuk pria.
- Bagaimana dengan wanitanya? - Oh, mereka punya kafe tersendiri.
Tak ada yang memberitahuku.
Tidak, santai saja.
Benar.
Aku suka pakaianmu.
Ini galabia.
Terimakasih.
Piramidnya menakjubkan, bukan?
Aku berjanji pada Mark,
suamiku, kami akan ke sana bersama.
Mark Laroche?
Sayang sekali.
Kenapa?
Mungkin dia akan masih di sana selama seminggu.
Seminggu pun tetap akan kutunggu.
Aku Kathryn.
- Juliette. - Nama yang bagus.
Terimakasih.
Juliette! Kami mencarimu ke mana-mana!
- Halo. - Apa kabar?
Kau terlihat cantik sekali. Kairo cocok denganmu.
Terimakasih. Terimakasih.
Uh, maafkan aku.
Di sana sedang kacau. Mark tak bisa pergi.
- Dia tak apa? - Ya, dia tak apa.
Sampai jumpa lagi di makan siang besok.
- Sampai jumpa. - Dah.
Sudah 6 bulan aku di sini
dan sering sekali melihat hal begituan.
Suamimu bekerja di PBB?
Masih pacar.
Ini seperti mimpi buruk saja.
No comments yet. Be the first to leave one.