The first 200 lines.
Namaku Yuzuriha Maimai, duduk di kelas 1 SMA!
Banyak yang bilang namaku tidak umum.
Aku pecahin lagi...
Ya, sudah 'lah.
Indah seperti kaleidoskop.
Namun, hari ini mampir ke pemandian umum.
Air hangat selalu menantikanku.
Selamat siang!
Pemandian wanita...
Susu rasa buah nikmat juga menungguku setelah selesai mandi.
Mari mandi dulu!
Demikian, lah.
Aku kenalkan anggota baru.
Hah?
Franchouchou nomor tujuh alias Sapta, ayo tepuk tangan.
Tepuk tangan!
Kami belum paham...
Masa kagak paham, sih? Gampang kali!
Pak Kotaro ke pemandian umum karena kamar mandi rusak, 'kan?
Dalam selimut ini ada manusia?
Dia anggota baru, statusnya sudah jelas 'kan?!
Berarti dia sudah mati?
Kalian juga penasaran, kan?
Jelas saja!
Jangan cemas!
Pokoknya akan kuatur supaya dia juga jadi zombi!
Berarti sudah mati, dong...
Dia dipungut dari mana?
Eh, apa katanya? Dia bilang apa barusan?
Bukan dipungut dari mana,
tapi seakan dituntun bertemu dengannya.
Oleh siapa?
Mana gue tahu!
Kali aja sama dewa-dewa penunggu Kuil Saga atau Kuil Kotohira!?
Kacamata, kau ini...
Aku enggak ngapa-ngapain...
Bukan eke pelakunya!
Labil banget, sih?
Terus, kok bisa mati—
Dibilang bukan salahku!
Bisa gerak!
Mana mungkin mayat bisa bergerak!
Lah, itu gerak, Jeng!
Orang mati tidak bisa gerak lagi!
Kamu sudah mati, 'kan?
Eh? Aku sudah mati?
Kenapa tidak kamu pastikan?
Bawa siswi SMA hidup begini namanya tindakan kriminal, lo.
Ketahuan kalau kita ini zombi, ya.
Ya iyalah, habisnya kepalamu copot dan mental jauh.
Yang penting jangan sampai dia tahu kita Franchou—
Anda Eka dari Franchouchou, 'kan?
Hah—
Pantas seperti kenal, aku sering lihat dia saat kita pentas.
Cewek kacamata yang selalu menonton kita!
Tuh, 'kan!
Saya penggemar berat Kak Eka!
Tidak kusangka Franchouchou ternyata zombi...
Yah, ketahuan...
Masa-masa begini memang selalu datang tiba-tiba.
Sekarang bagaimana?
Mau bagaimana lagi.
Kita harus bunuh dia.
Eh?
Tapi tentu saja tidak boleh begitu.
Ah, tenang saja.
Kalian cuma pucat dan penuh luka.
Biasanya kalian tidak kelihatan seperti zombi!
Kalian selalu tampil manis dan anggun di atas panggung.
Itu dipermak dulu, ya?
Kok langsung nerima, sih?
Mungkin zombi tidak menakutkan?
Sakura, kamu pernah ditembak.
Oh, iya.
Mengenai perihal zombi, saya mohon...
Ya?
Jangan beri tahu siapa-siapa! Tolong banget!
Ayo, semuanya ikutan!
Aha!
Bagaimana kalau aku bergabung dengan Franchouchou?
– Eh? – Hah?
Aku ingin jadi bagian rahasia kalian.
Maksudnya 'gimana?
Berani sekali.
Saya mohon!
Yakin?
Kamu mikir dulu atau enggak, sih?
Jangan pasrah 'gitu!
Hore!
Terima kasih! Aku akan berjuang sekuat tenaga!
Namaku Yuzuriha Maimai, bukan nama palsu.
Panggil saja Maimai.
Maimai?
Lucu, deh. Kayak siput.
Karena ada jam malam,
jadi aku akan datang lagi besok. Sampai nanti!
Berarti dia akan datang rutin?
Boleh begitu, nih?
Maimai, ayo ke Frozen Tapioca.
Maaf, aku lewat dulu.
Hari ini enggak ada rapat panitia festival sekolah, 'kan?
Bukan, bukan. Bukan-Bauer.
Maimai sang penunggu Frozen Tapioca menolak?
– Jangan bilang ada calon hubungan asmara? – Ceritain!
Sejenis asmara, sih. Kayak sekak raja & benteng sekaligus.
Selamat pagi! Maimai sudah datang!
Kamu serius ingin jadi idol?
Dua-rius!
Bukan karena merasa bisa memeras kami?
Sama sekali bukan!
Baiklah.
Kalau begitu, apa kamu punya pengalaman menari?
Sama sekali tidak, masih nol besar.
Tapi aku sudah menghafal semua lagu dan tarian kalian.
Masa? Hebat betul.
5, 4, 3, 2, 1.
1, 2, 3, 4...
5, 6, 7, 8...
'Kok bisa jadi 'gitu?
Di kepala sih sempurna, tapi badan belum bisa mengikuti.
Sakura, kita dapat teman seru.
Maimai bisa mengikuti enggak, ya...
Sekali lagi, ya.
Aduh!
Aduh, duh...
– Sekali lagi. – Adaw!
– Sekali lagi. – Aw!
– Sekali lagi. – Aduu!
Hari ini cukup sekian saja.
Tolong lanjutkan saja!
Aku ingin segera jadi bagian Franchouchou!
Nanti ulangi sendiri yang sudah dilatih tadi.
Baik, aku akan datang lagi besok!
Itu...
Itu, kamu...
'Kok ada warnanya?
Sakura! Lihat! Ada warnanya!
Keren!
Oyajitchi masih ada, ya.
Masih, kok. Itu model ultah kedua puluh.
Masih bisa muncul, toh?
Sini aku bunuh!
Kamu sudah latihan banyak, ya.
Tapi masih belum apa-apa.
Ai juga bilang kamu punya nyali.
Aku ingin diakui secepatnya.
Sejak kapan Maimai jadi penggemar Franchouchou?
Sebenarnya aku kecewa berat pada Saga.
Eh?
Soalnya Saga sebenarnya punya potensi.
Ya?
Tapi tidak ada yang tahu.
Mungkin sudah jadi citra Saga.
Seandainya Saga punya citra penduduk makmur menggantikan Fukuoka,
orang-orang pasti bisa peduli pada Saga.
Berarti bukan Saga, dong.
Waktu itu aku baca Sagazine...
Idol di Saga? Mana mungkin!
Tapi setelah tahu kalian akan pentas akhir tahun lalu...
Aku?
Pentasnya luar biasa!
'Gimana, nih...
Aku tidak bisa ungkapkan.
Tapi melihat kalian bisa bernyanyi dan berkilau begitu...
Aku semakin ingin bisa seperti kalian.
Ingin bisa menjalani hidup seperti kalian di Saga.
Sama sepertiku...
Tapi Ekimae bencana banget.
Eh?
Suasananya berat sekali di sana.
Belum pernah aku merasa ingin menyuarakan diri keras-keras waktu itu.
Tapi setelah Saga Arena, aku jadi yakin Franchouchou memang hebat.
Zombi pun tidak masalah, tidak kalah dari manusia.
Tanpa pakai dandanan pun tidak ada bedanya.
Aku lebih terkejut melihat kalian mampu tampil seperti itu.
Mungkin aku belum bisa ikut sejauh itu.
Tapi akan kulakukan segala yang aku bisa sebagai anggota Franchouchou!
Ya.
Ayo berjuang sama-sama.
Baik!
Gaswat banget 'ga nih?!
Sudah diskusi bersama tapi enggak ada usulan menarik?!
Masa tahun ini kontes Tsubo Samurai lagi?
Jangan menyerah dulu!
Kita pernah menampilkan semua acara tidak bermutu ini!
Keluarkan saja gagasan sekonyol apa pun—
Aha!
Pentas di festival sekolah?
Kalau kalian terkenal di antara anak sekolah,
Franchouchou akan dapat dukungan dari penggemar baru!
Mantap! Chouchou! Mantap! Chouchou!
Mantap! Chouchou!
Di SMA, ya...
Kayaknya seru!
Aku juga tertarik.
Pak Kotaro?
Udah 'ga lucu, minta dibunuh juga?
Selama ini penonton kalian memang tidak jelas.
Jadi ini kesempatan bagus mengincar penggemar yang jadi masa depan Saga.
Maimai mau diapakan?
No comments yet. Be the first to leave one.