The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Awan bergerak dari arah barat.
Salju turun di pusat kota.
Di pagi hari ini.
Beberapa orang tidak mempermasalahkan itu.
Semoga hari ini baik-baik saja.
Satu lagi cerita...
Saya sudah terbang ke semua daerah.
Ibu.
Ibu.
Halo.
Ada yang bisa dibantu?
Bukan aku.
Tapi isteriku.
Harusnya istri anda yang datang.
Aku ingin tahu dulu.
Ah Young.
Kenapa...
Tidak tahu.
Kau suka?
Kau ikut ujian masuk sekolah, kan?
Iya...
menyeramkan.
Semoga berhasil.
Berisik.
Irinya...
Aku juga mau memakai uang pasanganku.
Membeli kopi.
Makanya nikah.
Gampang kalau ngomong.
Aku tahu sangat sulit mencari kerja.
Atau nikah.
Bukankah itu Pak Kim?
Benarkah?
Ibu.
Ya, ibu kesana...
Ibu.
Buka mulutnya.
Bagus, Ah Young.
Itu ayah.
Ayah.
Cepat mandinya.
Uh uh.
Aku mau mandikannya.
Makasih.
Kau belum makan, kan?
Ayah datang.
Ayah akan memandikanmu.
Ya.
Biar aku saja.
Tak apa, Oppa.
Ayo.
Kenapa pergelangan tanganmu?
Karena terlalu banyak gerak.
Kau tahu yang menyedihkannya...
Dokter tanya nasikan dimasak pakai rice cooker.
Bajukan dicuci pakai mesin cuci.
Kenapa bisa tergilir? Nanya aku begitu.
Makan makan.
Apa kerjaan karyawan kantor jadi mudah...
karena barang elektronik?
Benarkan.
Segalanya buatku sedih belakangan ini.
Begitu aneh. Ini.
Itu tidak aneh.
Kenapa harus sedih karena omongan orang?
Sini.
Mau pergi liburan?
Bukan ke rumahku atau ke rumahmu.
Kau mau ke rumah peristirahatan?
Aku juga capek belakangan ini.
Apa kau yang jadi ibu?
Yang jadi ibu itu aku, bukan dirimu.
Bukan soal liburan begitu.
Aku benar-benar capek.
Menyetir sampai ke Busan.
Pulang malam.
Baguslah sekarang kau mengatakannya.
Apa?
Makanya kubilang waktu baru nikah.
Tiap kali ulang tahun orang tuaku,
Tiap kali liburan, pasti akan melelahkan.
Kau bilang wajar dua atau tiga kali setahun.
Aku harus bagaimana?
Aku tetap saja berkata begini.
Aku pergi waktu hamil?
Bahkan kau tidak pergi.
Siapa yang digosipin?
Bisa kau menyalahkan anakmu?
Mereka menyalahkanku.
Ibu.
Hari ini adalah hari pertama Liburan Musim Semi.
Jalanan akan padat.
Tapi kondisi jalan lebih baik dari tahun lalu.
Liburan panjang akan berlangsung 5 hari, sehingga arus lalu lintas akan terpecah.
Jalan tol terkendali di musim semi ini.
Setelah menyelesaikan ini, buatkan pangsitnya.
Ya.
Kenapa begitu banyak?
Mau usaha pangsit.
Siapa yang akan menghabiskannya?
Kenapa denganmu...
Berisik aja.
Belakangan ini, jajanan liburan banyak dijual.
Rasanya enak juga.
Makan bersama keluarga sekali setahun.
Kenapa harus beli jajanan?
Bukan gitu, aku takut ibu terpengaruh.
Kau mengkhawatirkan ibu.
Banyak piring kotor.
Biar aku saja.
Udah sana.
Menantuku punya suami yang baik.
Ibu, aku sudah biasa di rumah.
Aku tidak bilang apapun.
Kubilang anakku baik dan tidak bilang apapun tentangmu.
Bukan begitu.
Ibu, harusnya punya anak lagi.
Biar punya menantu lain.
Ayah, entah apa yang dilakukannya? Kurang digas?
Harusnya di gas terus.
Apa anakku gila?
Kau senang bertemu paman?
Kenapa kalian berdua hari ini?
Ibu.
Kenapa kau belum tidur?
Aku kebangun.
Ibu, mau masak bayamnya?
Ya.
Ah, ada yang mau ibu beri padamu.
Ibu tidak tahu suka atau tidak.
Apa ini, Bu?
Cantiknya, Bu.
Kau suka coraknya?
Ibu mengantre membelinya.
Makasih.
Ini teman Ah Young, Bolubu.
Panas?
Jangan gitu.
Kakek, lihat ini.
Sudah kering dan dikemas.
Cepat selesaikan itu.
Iya, duluan sana.
Ibu mertua, kami datang.
Masuk masuk.
Nenek.
Nenek.
Aku beli sesuatu tadi.
Aku beli sesuatu tadi.
Kau sudah lama datang.
Cepat masuk.
Kalian tidak pulang, kan.
Kenapa beli sebanyak ini?
Inikan temu keluarga?
Ah Young Ah Young.
Lihat ini. Lihat ini.
Lucunya.
Kapan kau membelinya?
Baru dibeli.
Apa lagi ya...
Ini cantik.
Lucunya.
Anak perempuan yang terbaik.
Ya ya.
Cantiknya.
Kita senangkan.
Bibi beli banyak baju cantik.
Dia masih lucu.
Tentu saja, dia lucu.
Ibu, kau tahu.
Kau masih yang terbaik.
Kau pasti sangat capek hari ini.
Ya, begitulah.
Oh ya, bawakan kuenya.
Bawa sumpit, sendok dan guntingnya juga.
Ibu, aku bisa ambil sendiri.
Kau tamuku.
Ji Young, kalau capek, istirahatlah.
Bu, bagus, kan?
Ya, bagus.
Oh putriku, putri kecilku.
Cucuku sangat lucu.
Kau pantas jadi cucuku.
Cantik-cantik.
Bu, jujur, kau lebih merindukanku atau Da Hyung?
Apa maksudmu?
Ya, kan.
Aku tahu...
Ibu mertua.
Kalau mau aku istirahat, izinkan aku pulang.
Harusnya gitu, kan?
Ibuku mau melihat putrinya bahagia di musim liburan ini, benarkan?
Aku juga mau melihat putriku.
Apa yang dikatakannya?
Karena putrimu sudah datang.
Serahkan putriku.
Kau...
Ibu harus mengurus menantu ibu yang lain.
Keluargaku diabaikan.
Ah Young, kenapa kau?
No comments yet. Be the first to leave one.