The first 200 lines.
Aigoo.
= Episode 14 =-
Kenapa dia belum pulang juga?
Aku tak bisa menunggu lagi.
Won Deuk?
Aigoo, aigoo, Seja Jeoha!
Silakan hukum saya.
Saya tidak tahu kalau Anda Seja Jeoha.
Di mana dia?
Hong Shim.
Di mana dia?
Jangan mencarinya. Saya mohon.
Dia kehilangan ayahnya saat perebutan tahta.
Ayahnya dibunuh setelah dituduh melakukan konspirasi.
Seja akan melakukan apa pada putrinya pengkhianat?
Saya mohon, saya mohon...
Mohon lupakan Hong Shim.
Saya mohon, Seja Jeoha.
Aku harus menemuinya sekarang.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Sejabin ~
Yi Suh.
Benar. Kau Yoon Yi Suh.
Jeoha, nama itu...
bagaimana Anda bisa tahu?
Ini aku.
Palpun( dungu ).
Aku anak dungu yang tak membaca "Pelajaran Dasar",
Dengan ikat rambutmu, kau ikat tanganku yang terluka.
Kau suka salju apa guguran kelopak bunga?
Aku...
menyukaimu.
Aku akan menikahimu.
Aku selesai membaca "Pelajaran Dasar" dalam 10 hari.
Selamat. Palpun...
Kau jauh-jauh ke sini hanya untuk memamerkan hal itu?
Hentikan tindakan kalian!
Aku putra Pangeran Neungseon, Lee Yul!
Kenapa barang itu...
masih Anda simpan?
Seumur hidupku
aku merindukanmu.
Benar-benar...
dungu.
Kau benar, aku memang dungu.
Meskipun kau masih hidup,
meskipun kau ada di sisiku,
aku tidak tahu kalau itu kau.
Aku tidak menyadarinya hingga hari ini.
Ingatan Anda...
apa telah kembali semua?
Tidak.
Hanya ingatan mengenaimu.
Seperti sekarang ini, mungkin kita berpisah,
tapi aku akan...
segera mencarimu lagi.
Aigoo, Hyeongam Naeuri!
Ada apa?
Setelah bertengkar, Hong Shim pergi.
Lalu Seja Jeoha datang.
Bagaimana beliau bisa tahu kami menginap di sini?
Jeoha kemari?
Jantungku hampir copot.
Sebetulnya Hong Shim kemana?
Aku khawatir setengah mati!
Kita harus mencari putri Anda dulu.
Aku tidak tahu jalanan di Hanyang.
Biar aku yang mencarinya.
Terima kasih.
Hong Shim.
Apa semua...
baik-baik saja?
Aigoo.
Cepat ikut ayah.
Kita harus kemasi barang-barang dan pergi dari sini sekarang.
Dalam persembunyian, sekalian kita cari orabeonimu.
Kenapa ayah tiba-tiba begini?
Seja Jeoha kemari saat kau tidak ada.
Kalau beliau datang kemari lagi, kita akan dalam bahaya.
Cepat kemasi barang-barangmu.
Cepat.
Aku tak akan pergi.
Aku akan tetap di sini hingga kita temukan orabeoni.
Kau ini kenapa?
Abeoji, sebelumnya aku pernah cerita mengenai Palpun, kan?
Berkat dia,
orabeoni dan aku berhasil melarikan diri.
Iya, memangnya dia kenapa?
Dia...
Won Deuk.
Apa?
Palpun ternyata Jeoha.
Dia masih menyimpan ikat rambutku...
padahal aku sudah lupa.
Aduh, kenapa bisa begini?
Entah bagaimana kurasa kami ditakdirkan bertemu lagi.
Hong Shim, sadarlah.
Raja yang sekarang ini,
menuduh ayahmu sebagai pemberontak dan membunuhnya demi jadi raja.
Waktu itu kau bisa saja terbunuh.
Makanya seumur hidup kau hidup dalam persembunyian.
Tapi hal itu bukan salah Jeoha.
Semua itu karena keserakahan orang dewasa.
Tak akan ada yang berubah.
Aku tahu.
Tetap saja dia penyelamatku,
aku hanya ingin merindukannya.
Setidaknya kita di sini, di Hanyang,
kalau bisa aku ingin bertemu dia.
Menyimpannya di hatiku, bukanlah dosa.
Ayah lakukan ini bukan karena membencinya.
Kalau dia yangban ayah tak akan seperti ini.
Dia Seja. Putra raja.
Ayah menghentikanmu karena ada alasannya.
Ayah mengkhawatirkanmu.
Aku... lebih mengkhawatirkan
dia di istana melebihi kekhawatiranku pada diri sendiri.
Semua kejadian ini sangat aneh.
Jwasang Daegam menyuruh saya...
mengawasi tiap gerak-gerik Anda
dan melaporkannya.
Pengawal dan dayang-dayangku juga begitu?
Iya.
Mereka melayaniku,
tapi bukan orang-orangku?
Mereka bersikap seolah bekerja untukku,
padahal aslinya mereka memata-mataiku.
Jwasang Daegam mengkhawatirkan keselamatan Anda lebih dari siapapun.
Jaga-jaga ada ancaman untuk Paduka...
Tidak mungkin.
Menyingkirkan barang-barangku
tidak ada kaitannya dengan keselamatanku.
Apa sebetulnya tujuannya?
Apa yang diperintahkan padamu?
Tidak bisa saya katakan.
Tugasmu sebagai kasim
adalah melayani aku dan abamama.
Rakyat membayar pajak dan hal itu untuk gajimu.
Tapi kau bukan melayaniku tapi melayani orang lain?
Itu pemberontakan.
Jwasang Daegam tidak ingin ingatan Paduka kembali.
Saya tak bisa apa-apa karena beliau mengancam keluarga saya.
Bunuh saja saya.
Akan lebih baik mati di tangan Paduka.
Toh kalau saya ketahuan seperti ini, dan Jwasang Daegam mengetahuinya
beliau tak akan membiarkan saya dan keluarga saya hidup.
Kau harus melakukan tugasmu.
Aku akan lakukan tugasku.
Sarungkan pedangmu.
Bukan berarti aku memaafkanmu.
Kau dipecat.
Anda tidak bisa membiarkan mereka di sisi Anda.
Aku tak bisa membuat orang mati karena hal itu.
Jeoha...
Istana...
tempat yang amat sunyi.
Kau tidak ingat saat kita ke sini beberapa waktu lalu?
Saat itu salju turun.
Saya belum dapat jawaban dari Anda.
Mama, Anda mengandung dengan...
Iya, benar.
Kau mau melarikan diri denganku?
Kau sama sekali tak berubah sedikitpun.
Jangan khawatir.
Bayi ini bukan bayimu.
Mama.
Mama.
Apa yang akan Anda lakukan kalau Jwasang tahu mengenai hal ini?
Aku mengandung, jadi ayah tak mungkin membunuhku.
Aku tidak takut dikurung di istana.
Istana...
toh sudah seperti penjara bagiku.
Tandunya sengaja saya minta agak menjauh.
Anda harus berjalan lumayan lama.
Malam ini, saya harus melayani Jeoha.
Saya ingin bicara dengan beliau, tolong tinggalkan kami.
Baik.
Maafkan saya.
No comments yet. Be the first to leave one.