The first 200 lines.
TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA
Halo.
Nafasmu tersengal-sengal.
Cuma mimpi buruk.
Yakin kau baik saja?
Kau ingin aku pergi?
Tidak, tetap di sini. Aku keluar mencari udara segar.
Kau sadar sepatumu berbeda satu sama lain, kan?
Yang satu sedikit lebih baru dari yang lain.
Ada yang lain?
Terima kasih atas kunjungannya.
Apa yang barusan kaulakukan?
Bagaimana kau bisa di atas situ?
Tegarlah, Kawan-kawan. Kita terus. Ayo.
Salah satu dari kita harus terus maju./ Oh, ya?
Beberapa dari kita sudah melakukannya. Hai, Dory.
Hei, Tommy. Hei, Dan!
Terlihat bagus.
Trims, Trev.
Maksudku pada banyaknya wanita di sini, Bodoh.
Kenapa mereka semua jatuh cinta padaku?/ Tepat, kenapa bisa?
Mendekat, Tuan-tuan.
Astaga, cantiknya.
Lihat senyumnya?/ Ya, mirip iklan odol.
Gigi terputih yang pernah kutemui.
Lebih cepat! Lebih cepat! Hantam keras!
Tumit! Bagus! Baiklah, Jensen.
Kerja keras akan membawa hasil. Begitu caranya.
Bagus, Kyle.
Bagus sekali.
Siapa lagi yang mau unjuk kehebatan hari ini?
Baiklah, Millman. Bagus.
Kencangkan. Turunkan bahumu. Tetap kencang.
Bagus, bagus.
Ada yang ingin kutunjukkan, Coach./ Simpan tenagamu. Jangan bicara.
Bagus.
Millman. Millman!
Maaf, Coach.
Percuma minta maaf.
Aku bisa melakukannya.
Sedang kuusahakan.
Kemari!
Di dunia ini tak ada yang bisa melakukannya.
Kau hebat, Danny. Terbaik yang pernah kulihat.
Peringkatmu akan lebih tinggi dari tahun lalu,
dan kau bisa lolos semua klasifikasi jika...
kau tak bunuh diri terlebih dahulu.
Tommy, giliranmu.
Apa yang sedang ia usahakan?
Tiga salto berturut-turut sebelum ia turun.
Ada yang pernah melakukannya?/ Tak ada.
Itu sebabnya ia berusaha melakukannya.
Mengira itu bisa membuatnya menguasai gelang-gelang.
Hanya saja, Middleman bisa merobek persendian lengannya.
Kualifikasi selanjutnya tinggal enam minggu lagi,
dan kalian tahu apa pendapatku.
Jangan kira ini akan terwujud
hanya karena kalian tampan dan bisa berdiri dengan tangan.
Kalian kira aku bercanda?
Aku punya rekaman para pesaing yang harus kalian simak lagi.
Ada yang bisa kubantu?
Katakan bagaimana kau melakukannya.
Kau suka segala hal terjawab.
Bukan begitu?
Apa kabar malam ini?
Dengar.
Tinggi atap itu setidaknya 10, atau 12 kaki.
Tak ada manusia yang bisa melompat lebih dari empat-lima kaki.
Aku tahu itu. Aku pesenam.
Olahraga pria tersulit di dunia. Banyak yang tak tahu.
Para Spartan di masa Yunani Kuno adalah pesenam juga.
Mereka melompati banteng.
Melatih pasukan elit mereka dengan cara itu.
Kau tahu itu?
Aku tahu dari yang kau kira./ Kau mengira lebih dari kau tahu.
Tapi pengetahuan tak sama dengan kebijaksanaan.
Ya? Apa bedanya?
Kau tahu cara membersihkan kaca mobil, kan?/ Ya.
Kebijaksanaan adalah melakukannya.
Aku berlatih tujuh hari seminggu, 50 minggu dalam setahun.
Kenapa sebanyak itu?/ Kau serius?
Aku kian dekat menuju kualifikasi./ Kualifikasi untuk apa?
Kau menyaksikan Olimpiade?/ Tidak.
Terima kasih atas kunjungannya.
Meski aku hebat,
aku harus berusaha keras untuk bisa memenuhi syarat.
Banyak yang harus kauketahui sebelum bisa memahami apa yang kausaksikan.
Silakan, tanyai aku. Tanyakan sesuatu.
Tanya apa saja.
Kau bahagia?
Katamu ku boleh tanya apa saja.
Apa hubungannya dengan bahagia?
Segalanya.
Ayahku kaya raya,
sekolahku tak bermasalah, nilaiku A.
Aku punya teman-teman hebat, bentuk tubuhku bagus,
dan hanya tidur sendirian jika aku benar-benar menginginkannya.
Lalu kenapa kau tak bisa tidur di malam hari?
Kemarin kau kemari pukul 3 dini hari. Malam ini terulang lagi.
Itu dua malam berturut-turut.
Memangnya kau ini filsuf Quickie Mart atau semacamnya?
Kau butuh filsafat?
Tidak, terima kasih, Socrates. Cukup di sekolah saja.
Pertanyaan terakhir.
Jika gagal masuk tim Olimpiade, apa yang akan kaulakukan?
Jika aku apa?
Kau pasti sudah memikirkannya.
Kau bicara apa?
Masalahnya apa?
Entah, untuk apa aku kemari.
Kau orang aneh. Aku tak butuh ditakut-takuti olehmu.
Tiga belas.
Empat belas.
Kau sudah mulai payah, Middleman.
Lima belas.
Enam belas.
Hai, Cantik./ Jadi begini caramu bersenang-senang?
Tuju belas.
Delapan belas.
Aku merasa, mungkinkah kau dan Dory bercinta di suatu malam?
Ayo, Dan-o. Kau bisa.
Sembilan belas.
Dia bilang begitu?/ Benarkah itu?
Kita mestinya berteman.
Apa maksudnya?
Maksudnya, kau bajingan yang perlakukan teman seperti kotoran.
Ambil birku.
Ambil birku!
Hei! Hei! Hei!
Ayolah, Teman-teman.
Dan, ada apa denganmu?
Teman sepertimu tak ada yang lebih brengsek, Dan-o?
Tenang./ Kau ingin berkelahi dengan Tommy?
Pikirnya siapa dia?/ Ia kesal padamu, paham? Benar begitu?
Kupikir Dory cuma kisah lama. Oke?
Jadi, maaf saja jika ia mendatangi rumahku.
Kenapa, Dan?
Sadarlah. Dory adalah pacar Tommy.
Kukira mereka sudah putus!
Lanjutkan saja pestamu.
Baik, kulanjutkan.
Hei.
Kau mau?
Kau menggemaskan.
Astaga!
Susie, kau tak apa?
Ya.
Maaf.
Ada apa?
Tak bisa tidur lagi?
Apa pendapatmu jika aku selalu melihat sepatu itu dalam mimpiku?
Menurutku, mungkin kau masih tertidur.
Kau bisa jalani seluruh hidup tanpa tersadar.
Hei, Socrates.
Jika kau tahu begitu banyak,
kenapa kau bekerja di SPBU?
Ini tempat pelayanan. Kami menawarkan layanan.
Tak ada yang lebih mulia.
Dibanding mengisi bensin?/ Melayani sesama.
Apa kabar malam ini?
Gaya Jepang, ya?
Jadi kau mengenal Socrates?
Begitu kau memanggil dia?
Ia pasti menyukainya.
Kau makan di sini dengannya tiap malam?
Sebenarnya, yang satu untukmu.
Rupanya kau sudah bertemu Joy.
Hai, Buddha besar./ Hai, Buddha kecil.
Joy, ini Dan.
Kami sudah bertemu.
Socrates./ Socrates.
Selamat makan.
Kau tampak lapar.
Joy yang membuat itu?
Ia tinggal di sekitar sini?
Ada hubungan darah denganmu?/ Tanyalah yang lebih penting.
Apa?
Pelan-pelan. Rasakan makanannya.
Kau banyak sekali aturan.
Bukan aturan. Tapi berdasarkan pengalaman hidup.
Itu sebabnya menurutku cara makanmu jorok.
Siapa peduli?/ Kau yang peduli.
Itu perbedaan antara kita, Dan.
Kau berlatih senam. Aku berlatih segalanya.
Jika aku pelatihmu, dilarang makan daging.
Serius?/ Tak boleh.
Mungkin bisa kuatasi.
Tak boleh ada TV, alkohol, narkoba dan seks.
Syukurlah kau bukan pelatihku.
Jadi, pola makan dan latihanmu yang membentuk kemampuanmu?
Tentu.
Berapa lama kau bisa berdiri seperti ini?
Tentukan.
Lima menit. Di atas meja./ Baik.
Jika kau banyak bergerak,
maka aku akan memanggilmu Jack malam ini.
Jack?/ Kependekan dari jackass .
Jam berapa sekarang?
Jam berapa sekarang?
Jam berapa...
No comments yet. Be the first to leave one.