The first 200 lines.
Lebah Ganteng - Delonje - Billyonaire - Piscesti josephermlase - Ichangagah - Sansanxaverius
Kau jalan kaki ke sini ?
Bagus. Balikkan.
Kakinya.
Bungkusnya.
Aku masih harus ke pasar.
Jam berapa ? / 10.
10 pas ? / Mm-hm.
Aku harus jemput anakku. Di mana Tony ?
Tony dan aku pulang larut. Tapi dia pasti datang.
Bisa tangani ini ? / Ya.
Dia takkan menghancurkan daging ini. Aku juga.
Hei. Hei, hei, hei !
Ya, Chef. / Bangun.
Kritikus akan datang.
Kau pikir kenapa aku tidur di sini ?
Kita kerjakan supnya. Siapkan telurnya.
Siapkan juga steaknya. Kau masih mabuk ?
Tidak, aku baik saja Chef. / Baiklah.
Bantu Martin memotong babi. Kita punya babi.
Babi guling !
Hei, sobat. / Hei.
Pasang sabuk. Maaf Ayah telat.
Sudah biasa.
Kurasa kita tak punya waktu nonton hari ini.
Karena makananmu akan dikritik ?
Ya, bagaimana kau tahu ? / Ibu.
Apa kata Ibu ?
Katanya mungkin kau sedikit cemas.
Dia bilang aku cemas ? / Ya.
Ibu tak mengenal Ayah dengan baik, paham ?
Dia sering memperhatikanmu. / Oh, ya ?
Kau tahu yang disarankan Ibu pada Ayah ?
Apa ? / Ayah harus beli Truk Makanan.
Aku suka Truk Makanan. / Ayah tak suka.
Siapa yang tak suka Truk Makanan ?
Bisa bayangkan Ayah menyetir Truk Makanan? Ayah Chef.
Ayah kerja di restoran. / Ya.
Ayah harus ke pasar, membeli bahan.
Ya. Boleh aku ikut ?
Ayah akan menurunkanmu di restoran.
Ada Molly. / Tidak, aku mau ikut.
Janji tak minta apa - apa ? / Tidak.
Ini bukan mau beli makan, Ayah mau beli bahan makanan.
Aku tahu. / Ya, bagus.
Ada yang ungu dan putih ? / Hanya oranye.
Hanya oranye ? Baik, enam ikat saja.
Atau 8 yang kecil. / Ayah.
Tunggu. Lobak biasanya kupakai atasnya saja, ya ?
Kasih yang ukurannya sama. / Ayah.
Paham ? Enam ikat. Kita lihat yang lain.
Ayah. / Mau apa, Percy ?
Boleh minta Popcorn ? / Ayah sedang sibuk, ya ?
Kau takkan dapat Popcorn...
Kenapa bukan buah ? / Aku tak mau buah.
Kenapa kau minta Popcorn ? Kau tahu itu apa ?
Tidak. / Karbohidrat berlapis gula.
Lihat buah ini.
Bagus.
Kenapa malah minta Popcorn...
...padahal buah bagus ada di depanmu ?
kenapa tidak buah saja ?
Mereka mengirim peninjau hebat soal makanan...
...yang juga blogger besar soal makanan.
Tahu blogger makanan ? / Ya.
Orang yang menulis tentang makanan di internet.
Aku tahu.
Orang ini dan banyak lagi...,
...mareka tak suka pada orang seperti Ayah.
Mereka mau menyulitkanku karena masakanku bagus saat awal.
Mereka pembenci. / Benar.
Saat aku remaja, tak ada kata itu.
Tak ada kata pembenci.
Paling yang dikatakan cuma "iri"...
...yang tak bisa ditangkap maknanya.
Lihat penjual sosis ini. Pernah coba sosi Andouille ?
Tidak. Rasanya pedas.
Kau suka pedas ? / Tidak.
Tak terlalu pedas. Ayo.
Ini dari New Orleans. Pernah dengar New Orleans ?
Ya. / Sungguh ?
Bagian dari Amerika Serikat.
Bagian dari daerah Louisiana. Dibeli dari Napoleon.
Ya. Itu...
Maksud Ayah saat ini. Itu dulu.
1803. / Terserahlah.
Soal makanannya, budayanya, paham ?
Seperti sosis Andouille ini.
Beignet. Pernah dengar ? / Kita bisa dapat di sini.
Tak sama.
Jika bisa dapat di sini, itu bagus karena bisa mengingatkanmu...
...pada semua kenangan yang ada di sana.
Karena itu..., Itu sangat berbeda.
Kita harus ke sana nanti. / Pasti.
Sungguh ? / Ya.
Tidak sekarang.
Seperti... / Kapan ?
Entahlah. Ayah... Jadwal Ayah penuh.
Kritikus akan datang. / Setelah peninjauan ?
Ya, setelahnya. Itu bagus.
Bulan depan aku libur.
Bulan depan ? Ya. Bisa, bulan depan.
Keren. / Terserah. Jika kau...
Jika tak libur, Ayah akan izin pada Ibu.
Jika bukan bulan depan, bulan depannya lagi.
Tapi akan Ayah coba. / Sudah. Ibu mengizinkan.
Kau sudah bertanya ? / Mm-hm.
Dapat dari mana ponsel ? Bagaimana kau punya ?
Semua anak seusiamu punya ponsel ?
Yo, Popeye, beri saus, ya ?
Daging siapa ini ? Aku harus awasi ini juga ?
Jika ketemu, bersiaplah, karena orang ganteng akan datang.
Sampai di mana ? Katakan. Bagaimana ?
Sedang dimasak. Babinya habis, dagingnya baik saja.
Persediaan dimasak. Maksudnya berkurang.
Bagus. Malam ini malam penting. Kalian tahu ada apa ?
Ya ? Baik, beritahu aku jika dia datang.
Aku ingin orang di meja lainnya senang.
Suruh masuk temanmu. Bilang aku yang bayar.
Gelasnya tak lurus. Jangan taruh di sana.
Jangan sampai aku yang keluarkan. Terima kasih.
Oh, Chef. / Aku punya barang bagus.
Kau lihat ini, Martin ? / Lihat itu. Itu bagus.
Wortel kecil. / Aku bawa kari siap pakai...
Paham. Paham. / Carl.
Jangan sekarang, tolong.
Dari mana kau dapat tomat segar ini ?
Ada Riva. / Kau paham ? Ayo...
Apa yang dilakukan Riva di sini ?
Entah. Dia kembali ke sini.
Kubuatkan dia espresso, kuulur waktu 5 menit.
Kau harus menemuinya.
Tahan 5 menit. Biar kusuruh pegawai bekerja. Tolong.
Ya, baik. Sudah kuduga dia akan kembali.
Ya, terima kasih.
Bagaimana caramu agar si gila itu tak kembali ?
Kau harus punya rencana. / Ini mau dijadikan acar ?
Ya, jadikan acar. Kuingin...
Carl ada ? / Ya.
Hei, Carl !
Carl.
Kau berencana mengubah menu ?
Ya, aku tak bisa bahas sekarang. Tolong...
Kau tahu banyak antrian. / Ya.
Itu sebabnya menunya harus sempurna.
Bisa kubantu merencanakannya. / Aku tak bisa sekarang.
Beri kami 5 menit, akan kutunjukkan menunya padamu.
Ini pernah kulakukan. Aku bisa memandumu.
Aku tak butuh panduan. Aku butuh ruang.
Paham ?
Terima kasih.
Bisa tinggalkan kami anak - anak ?
Hah ?
Kuminta kalian pergi, kalian harus izin pada Carl ?
Semuanya, tomen cinco. Istirahat.
Kau tak apa ? / Bisa kutangani. Pergilah.
Ambillah kopi.
Kita luruskan ini. / Ya.
Jangan bicara pada stafku seperti itu. Aku yang bicara.
Sisi pembatas itu milikmu, sisi ini milikku.
Itu kesepakatan saat kau mempekerjakanku.
Bisakah kau dengarkan aku sebentar ?
Carl, aku punya ide. Terkadang ideku berhasil.
Aku tak peduli jika majalah bilang kau calon koki besar.
Faktanya, kau bekerja padaku, di restoranku, ya ?
Aku punya Chef sebelummu di dapur ini.
Pasti ada Chef setelahmu, ya ? / Ya, pembahasan bagus.
Biarkan aku kembali bekerja. / Kau tahu yang akan datang.
Kita akan dilihat kritikus paling penting kota ini.
Ya. Aku tahu. / Blognya dijual ke AOL...
...10 juta dolar. / Benar.
Kau tahu itu ? / Ya, aku tahu.
Ya. / Dia masalah besar.
Makanya akan kubuat menu enak. / Mau buat menu enak ?
Kubuatkan dia makanan enak. / Ya. Kalau begitu...
Tempat kita ada jadi kreatif membosankan.
Membosankan ? / Kratif membosankan.
Kau tahu kita lebih baik dari semua tempat di daerah sini ?
Aku bukan membahas soal penghasilan kita...,
Aku bicara soal kekreatifan. Makanan yang kita sajikan.
Kita menyajikan makanan yang sama 5 tahun.
Ingat saat kau coba merubah menu ?
Kau bicara soal jeroanku ? Itu maksudmu ?
Ya. Saat kau sok berkreasi pada menu, orang tak suka.
Tak ada satupun yang memesan jeroanmu.
Tolong dengarkan aku.
Kuhabiskan uang untuk merombak peralatanmu...,
...apapun itu, meja itu.
Perlengkapan masak. / Benar.
Tak semua Chef dapat. Tahu kenapa kau dapat ?
Kuhargai itu. / Kau tahu kenapa ?
Karena kau layak.
Kau tak tahu itu. Tapi aku tahu.
Kau layak mendapatkannya.
Bijaklah untuk malam ini saja.
Jika kau beli tiket Rolling Stones...
...dan Jagger tak memuaskan, bagaimana perasaanmu ?
Akankah kau senang ?
Tidak. / Tidak !
Kau pasti ingin meratakan tempat itu.
No comments yet. Be the first to leave one.