The first 200 lines.
Astaga! Bapak sudah tiba!
- Selamat siang, Pak. - Selamat siang!
- Semuanya siap? - Ya...hampir.
Tampaknya muka anda berminyak, perlu dibersihkan sedikit.
Oh! Aku sibuk seharian. Mengenai perjalananku.
Penerbangan anda jam 8.30, kan? - Ya. - Kapan anda kembali?
Aku belum memesan tiket pulang. Tapi akan tiba dalam 10 atau 12 hari.
Hari ini ulang tahun pernikahan kami yang ke-25.
Dan dia ada di sana. Itulah sebabnya aku ke sana.
Baru saja diomongin!
Halo? Ya, kami baru saja mulai.
Ini hanya satu episode. Kita akan bahas sisanya setelah aku kembali.
- Pak, teh? - Terima kasih.
Tidak, tidak... Aku tidak mempersiapkannya sebelumnya.
Semua kasus itu masih segar dalam ingatanku.
Baiklah. Aku akan meneleponmu saat aku sampai di bandara.
Biarkan aku mulai.
Pak, segalanya berjalan lebih baik dari yang kita harapkan.
Setelah episode ke-5, kita mencapai hampir 2,5 juta penayangan.
Bagus sekali. Sekarang kau menjadikan aku pendongeng?
Tapi ini bukan cerita. Ini kejahatan nyata.
Itulah sebabnya orang-orang menonton dengan tulus.
Mereka bilang di kolom komentar.
Ada juga beberapa ancaman. Kau memperhatikannya?
- Anda baca juga? - Bukan aku...istriku.
Aku tak tahu kasus apa yang Anda siapakan untuk hari ini.
Jika Anda tidak menganggapnya sebagai sok pintar
- Sebenarnya aku punya satu permintaan. - Silakan.
- Tolong percepat prosesnya. - Oke. - Katakan.
Pak...bisa ceritakan tentang kasus Cheppanamthotta hari ini?
- Bukan yang itu. - Pak, kumhon.
- Aku tidak siap hari ini. - Dari segi penonton
kasus itu berpotensi tinggi.
Itulah yang membuatmu pusing. Apa manfaatnya bagiku?
Pak...
Meski aku orangnya lugas
Aku tahu kasus itu juga membuat Anda tampak suram.
- Bagaimana kau tahu? - Diberitahu Hemanthh.
Kalau begitu, biarkan dia yang cerita.
Astaga, Pak... mohon jangan tersinggung.
Aku hanya bertanya...itu saja...dan itulah mengapa aku menyebutnya permintaan.
Jika Anda ingin membersihkan nama anda
tak ada ruang yang lebih baik selain saluran ini.
Itu saja.
Kapanpun Anda siap.
- Dengar... - Pak?
Aku tidak pandai menutup-nutupi sesuatu.
Jika aku bicara mengikuti alur
sebelum episode ditayangkan
bisa aku melihatnya sekali?
Aku perlu memotong beberapa bagian.
Sama sekali tidak ada masalah, Pak... Aku akan mengurusnya.
Terima kasih, Pak.
Halo...Aku Udayabhanu.
Aku pensiun dengan sukarela dari Kepolisian Kerala sebagai DySP.
Aku menyoroti fakta ini karena
tentang sifat khusus kasus yang aku bicarakan hari ini.
Ini adalah kisah dua pria yang bertugas di kantor polisi yang sama
tetapi dalam pangkat yang berbeda - dua polisi.
Sebenarnya bukan cerita... berkas kasus di mana aku juga terlibat.
KETUA
(Orang-orang berbicara di latar belakang)
Aku tak dapat berbuat apa pun sampai CI tiba.
- Selamat pagi. - Selamat pagi. Aku Karthik.
- Aku SI. - Selamat datang, Pak.
- Sekharan? - Ya? - Dia SI yang baru.
- Halo Pak. - Halo. - Anda berasal dari mana, Pak?
Aku dari Iroor dekat sini.
Baiklah...mungkin sebaiknya anda segera berganti ke seragammu.
CI akan segera hadir.
- Begitu. Di mana ruang ganti? - Ikut aku, Pak.
- Akan kutunjukkan padamu. - Pergilah bersamanya, Pak.
Pak, aku Harris. Aku sudah kenal Anda sebelumnya.
- Oh? - Ayahku adalah Penulis... untuk stasiun Cheruvassery.
Anda kenal dia... Majeed.
Aku di sana sekitar tiga bulan.
Aku pikir putra Majeed adalah seorang SI.
Itu saudaraku...Farris.
- Dia sekarang menjadi SI Thiroor. - Oh.
Ini ruang ganti? - Ya. - Baiklah, aku ganti dulu lalu bergabung.
- Ada apa? - Pak, kami mendapat jaminan untuk Shan Micheal.
Bisa segera bebaskan dia? Aku ada janji lain.
Dia mengirim pesan kepada para wanita dan menipu mereka hingga kehilangan uang.
Kau tak malu mendapatkan jaminan untuk orang seperti itu?
Dia pasti akan masuk penjara. Kecuali kau menyelesaikan sengketa uang.
Tunggu sebentar. Aku beri dia pajaran dulu.
- Pak. - Ya? - CI sudah tiba.
Baiklah. Aku akan habiskan kopi ini dulu.
Dia pasti tahu anda di sini. Sebaiknya temui dia sebelum dia memanggil.
- Kenapa kau tegang? - Ya ampun! Bukan tegang.
Aku...bukan seorang narapidana.
Aku SI. Oke?
- Dan siapa namamu, Pak? - Pak Raghu.
- Baiklah, Pak Raghu... Mari. - Baiklah.
Itu mereka, Pak. Ya, itu mereka.
Kau tak perlu menunggu. Aku akan melepaskannya saat aku menginginkannya.
Anda boleh pergi sekarang.
- Pak. - Ya?
- Ini jabatan baruku sebagai SI. - Oke.
DySP telah menelepon.
- Sudah berapa lama Anda bertugas? - Satu setengah tahun.
Dan berapa banyak transfer?
Ini yang ke-5, Pak.
Kau takkan tinggal lama di mana pun! Caramu menjalankan...
Kau ada hubungan dengan PT Usha?
Dan...tahu apa masalahmu?
Masalahnya ada pada sifatku, Pak.
Aku tak dapat mengubah karakterku, bukan?
Sepertinya kita harus membuat ulang sifatmu!
Maka masalahnya akan teratasi dengan sendirinya.
- Itulah sebabnya mereka mengirimmu kepadaku. - Pak, aku...
Bukan karena korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan aku dijauhi.
- Karena aku tak tertarik pada semua itu. - Begitu.
Jadi itu yang kita semua lakukan?
Sebenarnya, apa masalahmu? Apa karena bahasamu yang fasih?
- Jawab aku. - Bukan itu, Pak.
Itu balasanku.
Terkadang kau perlu belajar untuk tetap diam.
Setidaknya di hadapan atasanmu. Setelah itu, ga bakal ditranfer lagi.
Dan kau bisa belajar. Ada orang yang lebih pintar darimu
di Departemen. Tak seorang pun dari mereka yang berkeliaran sepertimu.
Bagaimana pun...kami akan mengusahakannya.
- Sampaikan ini kepada Penulis. - Siap.
Haris...
Pak, aku Venu.
Aku tak sengaja mendengarmu. Kau hanya perlu bersikap bijaksana padanya.
Dia tidak merepotkan. Hanya saja sedikit pemarah.
SI di hadapanmu...Shereef
hampir tak punya waktu sebentar untuk duduk. Tapi Anda tahu bagaimana keadaannya, Pak.
Dia orang yang suka ikut campur!
Dari apa yang kau katakan, Venu... Kurasa kami berdua kembar!
Sekharan adalah Penulis kita. Temui dia dan balik bekerja. - Oke.
Di stasiun ini, beberapa orang mendukung CI Jayashankar
sementara yang lain melihatnya sebagai musuh.
Ketika aku berbicara tentang berkas kasus ini
Aku juga harus memberitahumu tentang
dua insiden lainnya yang terjadi beberapa tahun lalu.
Astaga! Emangnya para aktris memakai riasan bahkan di malam hari?
Itu juga di rumahmu sendiri?
Baumu harum sekali, Rose sayang!
Baumu atau parfummu?
Suamiku bersikap kasar saat mabuk.
Aku lapor ke polisi.
Dia sekarang kembali bekerja.
Dan akan memakan waktu enam bulan sebelum dia kembali.
Sampai saat itu...kau bermaksud menggangguku?
Astaga!
Rose...kau tidak tahu
apa arti kau bagiku!
Aku tahu itu hanya keserakahan belaka.
Tapi ketika aku berpikir berapa banyak orang yang menontonmu di TV dan
hasrat padamu, itu membuatku gila!
Ketika kau menelepon, aku memintamu untuk datang
karena aku ingin mengakhirinya hari ini.
Aku mengerti...lanjutkan sekarang. Ambil dua gelas
dan es batu. Mari kita tingkatkan suasananya.
- Duduklah. - Oke.
Hei! Rose! Tunggu sebentar. Apa?
- Apa itu? - Itu hanya...
sebelum minum...aku ingin... dalam kesadaranku sepenuhnya...sekali...
Jadi...kau pasti punya
rencana untuk malam ini, bukan?
Aku bisa memberimu uang sesekali.
- Bagaimana kalau...sedikit untuk kita juga? - Apa?
Aku sudah memperingatkanmu dua kali.
- Kau bisa mengubur seragammu sekarang. - Pak...Pak...tidak...
- Jangan, Pak! - Jalan! - Jangan, Pak.
- Aku bilang, jalan! - Pak, kumohon! Ampuni kali ini.
- Demi anak-anakku...ini takkan terjadi lagi!
Itu tidak akan terjadi lagi...Pak... Aku sudah mengabdi selama 14 tahun!
Bagiku, ini sungguh memalukan.
- Lepaskan aku, lepaskan aku, Pak! - Hentikan, brengsek!
Kau punya istri! Apa kau tidak malu melakukan ini dan memohon?
Raghu mendapat skorsing enam bulan atas hal itu.
Dia baru saja bergabung kembali dengan dinas.
Pada saat itulah terjadi insiden kedua
Aku sebutkan, terjadi dalam kehidupan Jayashankar.
- Sampai jumpa malam nanti. - Baiklah, sayang.
- Selamat pagi! - Selamat pagi! Kau tiba lebih awal hari ini?
Ya ampun! Sunitha! Hei! Chandra!
Ayo! Ada apa!
Seseorang tolong bantu!
Penyerangnya adalah preman bayaran bernama Joshi.
Pernyataan itu mengatakan bahwa dia secara tak sengaja memukul orang yang salah.
Dia ditangkap.
Butuh waktu hampir dua setengah tahun
agar Sunitha bisa berjalan lagi.
Dan kembali ke kehidupan normalnya.
Sekarang mari kita kembali ke berkas kasus utama.
Sudah tiga bulan sejak Karthik bergabung dengan stasiun Cheppanamthotta
sebagai SI.
Pak...ini...
Pak, ada orang di dalam sel bernama Manu Das.
Dia mengaku pernah bersekolah denganmu.
Dia bertanya apakah dia bisa bertemu denganmu.
- Manu Das? -Ya.
Siapa lagi itu?
Manu Das?
Hei! Apa yang terjadi, kawan?
Itu percobaan pembunuhan, Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.