The first 200 lines.
Ibu harap gadis baru yang dikencani Woo Suk tahun ini
berperilaku baik sepertimu.
Kamu tidak berubah pikiran?
Ya.
Kalian menikah di tengah sorotan, dan kini bercerai.
Hal yang kamu mau sebagai tunjangan hanya hotel yang hampir bangkrut.
Ibu senang mendengarnya, tapi itu juga terlihat aneh.
Kedengarannya kamu seperti berkata akan memutus hubungan dengan kami.
Kotraknya menyatakan aku harus menghadiri
semua acara keluarga yang Ibu minta.
Jadi, pernyataan seperti itu tidak akan ada gunanya.
Itu kesalahpahaman.
Kalau begitu, ibu bersyukur.
Ibu yakin kamu sudah teliti membaca kontraknya. Apa ada pertanyaan?
Aku ingin tahu apa maksud Ibu dengan "jika terjadi kemalangan"
dalam Pasal 3, Ayat 4.
Persis seperti tulisannya.
Artinya kamu harus jaga martabatmu bahkan setelah bercerai
dan tidak boleh melakukan apa pun yang bisa merusak reputasi keluarga.
Kamu mengerti?
"Cha Soo Hyun"
"Episode 3"
Jangan repot menyapa.
Suasana hati ibu jelas sedang buruk.
Ibu mau teh yang biasa diminum?
Ibu ingin air dingin. Amarah membakar isi hati ibu.
Pasal 3, Ayat 4. Bagian yang kamu periksa
berulang kali itu.
Maksud Ibu, bagian mengenai kejadian malang tersebut?
Ya, kejadian malang tersebut.
Omong kosong apa…
Dahulu kamu anggota keluarga kami.
Jadi, berani sekali kamu terlibat dalam skandal seperti itu
dengan pria muda di dalamnya?
Aku berusaha keras berbicara dengan baik, tapi itu tidak mudah.
Kamu paham apa yang sudah kamu lakukan?
Ini bukan kejadian malang.
Aku berutang terhadapnya dan kami makan bersama.
"Hotel Donghwa, Resume"
Aku tidak pernah melakukan hal yang memalukan.
Fakta bahwa Cha Soo Hyun, menantu dari Taegyeong,
terlibat dalam gosip penuh skandal seperti itu
sudah merupakan hal yang memalukan.
Aku bukan lagi anggota keluarga Taegyeong.
Ibu tidak punya alasan untuk bersikap seperti ini.
Aku berpikir kenapa kamu bersikap begitu kekanak-kanakan,
tapi kurasa itu karena kamu salah mengerti.
Kalian mungkin bercerai,
tapi jangan salah berpikir hal itu memutus hubungan keluarga kita.
Ibu yakin kamu lebih tahu daripada ibu,
bagaimana ayahmu berhasil menjadi seperti saat ini.
Kamu akan tetap menjadi anggota Taegyeong, bahkan setelah tiada.
Begitu menginjakkan kaki ke keluarga kami,
kamu akan selamanya menjadi keluarga kami. Ingatlah itu.
Jangan bertingkah.
Kamu mempekerjakan dia hanya karena penampilannya?
Ibu berlebihan.
Ibu membiarkanmu dapat perusahaan agar bisa menjaga martabat.
Mari akhiri saja di sini. Nanti hanya akan bertambah parah.
Pecat dia.
Bu.
"Pasal 3, Ayat 4. Jika terjadi hal buruk apa pun,
Cha Soo Hyun akan kehilangan segala haknya."
Pikirkan baik-baik apa saja yang termasuk dalam hak tersebut.
Kenapa kamu memintaku keluar?
Kamulah orangnya, bukan?
Aku bicara soal foto Bu Cha dan pria itu.
Kamu pria dalam foto tersebut, bukan?
Kamu hebat.
Kamu sering memakai pakaian itu.
Aku sangat penasaran.
Apa sebenarnya hubunganmu dengan Bu Cha?
Aku tidak sengaja bertemu dengannya di Kuba.
- Kamu bertemu dengannya di sana? - Aku sedikit membantunya.
Seseorang mencuri semua barangnya, jadi, dia tidak punya uang.
Selain itu, dahulu aku tidak tahu akan bekerja di Hotel Donghwa.
Itu saja.
Tapi aku masih belum mengerti.
Itu tidak menjelaskan kenapa kalian akhirnya makan ramyeon bersama
di area peristirahatan itu.
Kisahnya panjang untuk dijelaskan.
Semua terjadi dengan begitu alami.
Semua yang kamu baca di artikel berita itu salah.
Kalau begitu, kenapa kamu terlihat sangat khawatir?
Karena aku memang khawatir.
Siapa yang kamu khawatirkan? Dirimu sendiri?
Bukan, tapi Bu Cha.
Aku ingin tahu apakah dia baik-baik saja.
Seumur hidupnya, dia terus dalam sorotan,
jadi, dia akan melupakannya. Dia akan baik-baik saja.
Kamu harus khawatirkan dirimu sendiri.
Kamulah yang akan stres begitu semua tahu siapa kamu sebenarnya.
Kamu memang yang terbaik, sahabatku.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Berani sekali dia menghindariku setelah membuat masalah besar.
Dasar berengsek.
Kepala Editor, ini aku.
Terima kasih untuk artikelnya.
Untung saja aku menyerahkan penulisannya ke reporter sejati.
Ternyata hasilnya lebih menarik dari yang kurencanakan.
Berkat kamu, aku juga bisa melakukan tugasku dengan baik.
Kami akan terus membeli ruang iklan di koranmu.
Ini bukan apa-apa. Kita hanya saling membantu.
Mari berbincang lagi lain kali.
Selamat datang.
Bagaimana keadaan di Hotel Donghwa?
Bu Cha belum membuat pernyataan untuk menjelaskan kondisinya.
Para staf berpikir itu hanya gosip.
Dia memperlakukan staf dengan baik dan akrab dengan mereka,
jadi, itu tidak menyebabkan gangguan apa pun.
Dia juga memenangi penawaran untuk membangun cabang di Kuba.
Posisi Bu Cha tidak akan goyah
hanya karena sebuah artikel.
Menurutmu, dia akan mudah meninggalkan posisinya?
Aku harus siapkan semua satu per satu agar dia berhenti.
Dia gadis yang pintar,
jadi, aku tahu dia tidak akan bersikap keras kepala.
Sudah saatnya dia beristirahat.
Dia harus berada di rumah dan membantu mendukung Woo Suk.
Bukan ide bagus jika dia terlalu lama bekerja di luar.
Ini tidak akan lama, Pak Choi.
Aku yakin kamu cocok
untuk mengurus Hotel Donghwa.
Aku sangat tersanjung.
"Presdir Cha Soo Hyun Pergi Berkencan di Area Peristirahatan"
"Dia cantik dan kaya, jadi mudah baginya mendekati pria lebih muda"
Manusia bisa begitu kejam.
- Bu Cha ada di dalam? - Tidak, Bu. Dia tidak ada di dalam.
Aku tahu dia ada di dalam. Minggir.
Bu.
Anda tidak boleh masuk begitu saja, Bu.
Menurutmu, mengabaikan teleponku dan mengunci pintu akan membantu?
Menutup mata tidak akan membuatnya hilang.
Ibu bisa saja bersikap seolah tidak terjadi apa pun.
Kenapa Ibu datang kemari?
Ini terlalu besar untuk bersikap seolah tidak terjadi apa pun.
Aku menjadi muak karena sering mengulang perkataan.
- Dia hanya seorang kenalan. - Ibu sudah mengurus semuanya.
Semua akan baik-baik saja?
Soo Hyun tidak berhak berkata semua aman atau tidak.
Dialah yang membuat kekacauan ini.
Dia harus berterima kasih karena kamu membantu membereskannya.
Kalau begitu, aku akan buat pria bernama Kim Jin Hyuk itu
menjadi penguntit.
Apakah Ibu monster?
Dia baik hati dan tulus. Kenapa Ibu membuatnya menjadi penguntit?
- Apakah ibu monster? - Kamulah yang monster, bukan ibu.
Jika mengelola bisnisnya dengan baik,
ibu mertuamu akan menerimamu kembali.
Kenapa kamu membuat kekacauan ini?
Menerima siapa? Kenapa Ibu…
Ibu mohon, hiduplah dengan tenang.
Kenapa kamu melakukan ini,
selagi kita bicara soal kalian akan kembali bersama?
Siapa yang akan kembali bersama?
Ibu sudah berbincang dengan ibu mertuamu,
jadi, temuilah suamimu dan minta maaf padanya.
Tidak penting seberapa baiknya dia.
Dia pasti sangat tersinggung.
Kamu dengar ibu, bukan?
Ibu permisi.
Sekali saja cukup.
Aku dijual dengan tangan Ibu sendiri.
Sekali saja cukup. Tidak akan kulakukan lagi.
Kamu tidak memikirkan ayahmu?
Dia harus mengakhiri kariernya sebagai delegasi partai.
Kamu tidak kasihan pada ayahmu?
Impiannya adalah masuk Rumah Biru.
Tidak, itu impian Ibu.
Rumah Biru
bukan tempat yang bisa sembarang dimasuki sesuai keinginan.
Kamu harus diizinkan masuk.
Ibu akan membantunya masuk,
jadi, berhenti membuat masalah dan siapkan dirimu
untuk kembali bersama suamimu.
Dia tidak bisa masuk Rumah Biru tanpa Taegyeong.
Halo, Pak Park. Aku ada di depan kantornya.
Ya, aku melihat hasil editannya.
Ya.
Aku akan segera laporkan padamu begitu masuk.
Baiklah.
Kantor Presdir ada di lantai 11.
Satu, dua, tiga, empat…
Tidak, sekali lagi.
Satu, dua, tiga, empat, lima,
enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh,
sebelas.
Bu Cha, jangan baca semua komentar itu.
Cerialah.
Bagaimana pendapatmu?
Ini enak. Maaf sudah mengganggumu di masa sibuk.
Ini sama sekali bukan masalah.
Silakan bersantai.
Aku harus mengemudi.
Bagaimana dengan Pak Nam?
Beberapa hari ini dia terus pulang larut.
Sayang sekali. Kamu tidak bisa minum.
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Itu menarik.
Kamu lebih tenar dari artis.
No comments yet. Be the first to leave one.