The first 200 lines.
Simbol ini berhubungan dengan kartel narkoba Nexus.
Torres menyamar di salah satu operasi D.C. itu.
Apa? Ada apa?
Penyamaranku terbongkar.
Di luar ruangan ini, satu-satunya orang
yang tahu kita punya agen yang menyamar ada di DOJ.
Maksudmu...
Laroche itu mata-mata?
Menteri Angkatan Laut merasa penting
untuk merekrut orang dari luar.
Bisa kau sebutkan siapa?
Wakil Direktur NCIS yang baru, Laroche.
Aku tak sabar bekerja sama dengan kalian.
Kau menguntitnya?
McGEE: Nggak, aku hanya mengawasinya.
Bagaimana semuanya, Flo?
Enak sekali, Sayang.
Seperti biasa.
Sekali lagi, aku minta maaf tak bisa memberimu
meja langgananmu.
Pria itu sudah di sini sejak pagi.
Oh, tidak apa-apa.
Tapi sepertinya dia membuatmu kesal.
Dia mengembalikan omeletnya dua kali.
Katanya kelihatan aneh
dan menolak membayarnya.
Syukurlah, dia akhirnya pergi.
Terima kasih banyak sudah datang.
Maaf kalau semuanya
tak sesuai seleramu.
Uh, permisi?!
Hei!
Kau serius?
Kau pakai meja ini selama tiga jam,
kau manfaatkan kopi gratis,
dan sekarang kau tak memberiku tip?
Kalau ada keadilan di dunia ini,
orang sepertimu pasti dipenjara.
Perlihatkan tanganmu!
Agen Federal! Angkat tangan!
Berlutut! Tiarap!
[overlapping shouting] Tiarap!
Ya Tuhan. AGEN: Tiarap sekarang!
Tiarap sekarang!
Tangan di belakang kepala.
Bawa dia. Bawa dia.
Kode Empat, 10-15 sudah diamankan.
Let's go!
Aku beri tip 30%, Sayang.
Aku tak mau cari masalah.
Makasih.
Direktur.
Dia orangnya?
Dia orangnya.
Namanya Paul Morton.
REACT menemukan pistol berperedam di ranselnya.
Kasie mengecek balistiknya. Cocok.
Jadi Morton
membunuh Letnan Komandan Ryan Willis.
Kenapa? Di sinilah jadi menarik.
Saat kami menggeledah kamar motel Morton,
kami menemukan senapan runduk,
uang tunai, beberapa paspor.
Kedengarannya seperti pembunuh bayaran.
Bukan sembarang pembunuh bayaran.
Kami juga menemukan ini.
Isinya penuh puisi.
Sebagian halamannya disobek.
Tunggu, maksudmu...?
Kita menangkap Si Penyair, Leon.
Luar biasa.
FBI mencurigai dia di balik
puluhan pembunuhan bayaran.
Ya, dia dapat nama itu karena selalu meninggalkan
puisi di TKP.
Dan Kasie memastikan puisi-puisi itu
disobek dari buku itu.
Tapi tak ada puisi pada Willis. Kenapa?
Akan kutambahkan itu ke daftar pertanyaan
untuk interogasi Morton.
Kuharap info anonimnya
juga ada di daftar itu.
Seminggu tanpa petunjuk?
Lalu, tiba-tiba, kita dapat surel
yang menyebut Morton pembunuhnya.
Praktis sekali.
Dan mencurigakan.
Siapa pun yang mengirim info itu mungkin tahu
nama klien yang menyewa Morton.
Tim Siber sedang melacak info itu,
tapi mereka menghadapi enkripsi yang rumit.
Untungnya...
McGee kenal seseorang.
Serius, kau tinggal di E-Tower?
Tahun pertama dan kedua.
Lalu aku bergabung dengan Alpha Delta Phi.
Oh, kalian anak-anak nakal.
Aku dulu Delta Gamma.
Oh, pantas saja, anak Delta Gamma itu
gadis-gadis pintar semua. Ya.
Tim, kau tahu wakil direktur kuliah di CMU?
Uh, aku tidak tahu.
Aku, uh, beberapa tahun di atasnya,
jadi, sayangnya, kami tak pernah bertemu.
Sayang sekali.
Aku ingin terus
mengobrol soal Tartan, tapi aku telat.
Delilah, senang bertemu denganmu.
Aku senang melihat NCIS
mau menerima bantuan dari luar.
Kalau kau butuh apa pun, kau tahu di mana mencariku.
Terima kasih, Gabe.
Maaf, "Gabe"?
Apa?
the guy gets under my skin.
Oh.
Kau mau aku memanggilnya "Laroche"?
Aku punya beberapa nama lain yang bisa kau pakai untuknya.
Oke, aku hanya datang untuk menyapa
sebelum ke Tim Siber untuk membantu melacak info anonim itu.
Oke, Sayang, dengar, aku minta maaf, ya?
Aku minta maaf, hanya saja...
orang itu membuatku jengkel.
Oh, karena kau sering membicarakannya,
aku mulai berpikir dia benar-benar merasukimu.
Tim.
Ayolah, dia, dia baik.
Sayang, itu hanya akting.
Kau tak percaya padaku? Lihat apa yang kutemukan
di bawah mejaku minggu lalu.
Apa yang kulihat ini? Itu permen mint.
Oke, itu permen mint merek Cool Beans.
Itu mereknya Laroche.
Lalu?
Dia ada di mejaku.
Mengerti? Dia memata-mataiku.
Cium ini, oke? Cium!
Oke, nggak.
Tim, sudah, berapa, enam bulan sejak kau gagal mendapatkan
jabatan wakil direktur dari Gabe?
Tidakkah kau pikir sudah waktunya untuk melupakannya?
Ini bukan soal jabatan, oke?
Ini soal dia menyembunyikan banyak hal dari tim.
Dia bermain politik dengan kasus kita.
Kalau begitu, bicaralah padanya soal itu.
Hadapi dia.
Atau...
lupakan saja.
Karena ini, ini tak membantu sama sekali.
McGee? Hei...
Oh, hei, Delilah.
Aku senang sekali kau ada di sini.
Ya, tak masalah. Ada apa?
Aku baru berhasil membuka ponsel Si Penyair.
Kau tahu siapa yang menyewanya?
Tidak, tapi aku tahu
kenapa dia duduk di kafe itu.
Dan itu bukan karena kopinya.
Penyair menggunakan kata-kata, kan?
Mungkin dia bukan penyair hebat.
Tapi kau tahu apa persamaannya dengan para penyair?
Dia tak punya uang.
Oh, benar juga.
Karena uang bayaranmu untuk membunuh
Letnan Komandan Willis...
tak ada gunanya bagimu sekarang.
Kau hanya punya satu kartu sekarang.
Beri tahu kami siapa yang membayarmu untuk membunuhnya.
Ayolah, Paul, buatlah pilihan yang cerdas.
Satu-satunya pilihan. Beri tahu kami siapa klienmu.
Kepala Bintara Ian Garza
tinggal di seberang kafe tempat kami menangkap Morton.
Ponsel Morton penuh dengan foto-foto ini.
Buang-buang waktu.
Garza adalah target Morton berikutnya.
Kami menemukan Garza di NSF Dahlgren.
Polisi pangkalan sedang mengantarnya ke sini sekarang.
Bagus. Masalahnya,
hanya kita yang bicara.
Morton tak mau membocorkan kliennya.
Kenapa kau melindungi mereka?
Hah?
Kau mau tahu bagaimana kami menemukanmu?
Info anonim.
Karena seseorang mengkhianatimu...
"Aku punya janji temu dengan Maut."
Permisi?
"Aku punya janji temu dengan Maut
"di sebuah barikade yang diperebutkan
"saat Musim Semi kembali dan naungan berdesir
"dan bunga apel memenuhi udara.
Aku punya janji temu dengan Maut."
Itu puisi?
Ya.
Alan Seeger.
Dia menulisnya sebelum meninggal.
"Bisa jadi dia akan menggenggam tanganku."
Apa-apaan ini?
"Dan menuntunku ke negerinya yang kelam
"Dan menutup mataku
No comments yet. Be the first to leave one.