Wild Indian

Wild Indian

Download Indonesian Subtitle

Release info

Wild Indian 2021 WEBRip HDRip
A Commentary by subber.id

Tags

hdrip
webrip
web
HDRip
BRip
HD
Published on: 2021-09-06
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Main bersama RECEH88 dan menangkan ratusan juta rupiah!

Dahulu, ada pria Ojibwe, yang agak sakit dan mengembara ke Barat.

Kita telah menempuh perjalanan jauh.

Ibu...

1980, Makwa

Tunggu.

Tunggu.

Kurasa kau tak jatuh.

Dan tidak berkelahi.

Orang tuamu bekerja?

Ayahku mekanik.

Dan ibumu?

Mereka sering minum alkohol?

Aku tidak tahu.

Tidak ada yang akan terjadi padamu jika kau memberitahuku.

Percayalah, aku tidak ingin kau dapat masalah.

Kami semua bangga dengan usahamu

di sini di kelasmu.

Sangat bagus.

Aku hanya perlu tahu apa yang terjadi denganmu.

Cuma itu?

Boleh aku masuk kelas sekarang?

Makwa, duduklah.

Darimana memarmu itu?

Aku berlari dan jatuh.

Boleh aku pergi sekarang?

Bisa diam? / Itu salahmu.

Makwa, aku tidak ingin kau di rumah.

Ayo.

Makwa, aku tidak ingin kau di rumah.

Ayo!

Kenapa dia selalu melakukan ini?

Makwa, pergi.

Sebentar.

Dia takut.

Makwa!

Baiklah. Tarik napas kali ini.

Itu dihitung?

Tidak. Sini.

Kau harus lebih rileks saat menarik pelatuknya.

Kau agak gelisah.

Mungkin bergeser saat kau meremasnya.

Mana aku peduli, Kawan?

Kau dengar dia kencan dengan Alyse?

Alyse dari kota?

Mereka berpegangan tangan kemarin.

Dia dua tahun lebih muda.

Pria baik, kurasa.

Itu ayahmu? / Aku tidak tahu. Cepat.

Kau jalang!

Kenapa kau ingin melakukan itu?

Jangan memukulku.

Hei.

Makwa?

Ini aku.

Makwa.

Qabil mengorbankan sebagian dari dirinya.

Tapi tidak ada yang layak untuk Tuhan.

Dan dia ditolak.

Dan dia tidak hanya menderita yang tidak perlu,

tapi dia menyiksa mereka yang tidak bersalah.

Kenapa Tuhan lebih memilih pengorbanan Habil daripada Qabil?

Ada yang tahu?

Karena roh yang tersiksa

adalah pengorbanan yang tidak layak di hadapan Tuhan.

Bukan berarti Habil membawa penderitaan

di atas Bumi.

Sifat manusia

adalah menderita bahkan dengan pengorbanan layak.

Tapi kebencian dan keengganan untuk menerima tanggung jawab

akan membawa momok

penderitaan yang tidak perlu ada.

Itu akan menyebar seperti wabah dan membawa neraka ke bumi.

Ini kisah bagaimana kebencian

dibawa ke atas Bumi.

Bukan kebetulan jika cerita berikutnya adalah, "banjir".

Hei, Sayang.

Apa yang kau lakukan?

Keluar dari sini.

Pernah bertanya-tanya apa yang ada di luar sana?

Yang ada di kota?

Itu kota yang miskin.

Kita bisa punya apapun yang kita inginkan.

Rumah besar, mobil cepat.

Kurasa tidak seperti itu cara kerjanya, Makwa.

Memang seperti itu.

Mari pergi dari sini.

Tidak ada yang akan menemukan kita.

Kita tidak melihat apa-apa dari tadi.

Mari kita ke jalan.

Aku tidak ingin pulang.

Aku tidak sanggup lagi.

Ayo.

Makwa?

Itu membuatku takut.

Itu James?

Aku tidak tahu.

Kurasa begitu.

Tedo?

Teddo, tunggu!

Jangan tinggalkan aku di sini.

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Bisa menolongku?

Kau bisa kembali.

Kau bisa beritahu ibu dan ayahmu.

Tapi aku akan masuk penjara selamanya.

Kita berdua akan mendapat masalah.

Itu senjata ayahmu.

Dia mungkin akan dapat masalah juga.

Kau tidak ingin itu.

Ibu dan ayahmu menunggu adikmu lahir.

Mereka perlu mengkhawatirkan itu.

Ini harus disingkirkan.

Jangan sampai ada orang lain yang tahu.

Apa yang akan kau lakukan?

Mungkin dia tinggal di hutan.

Seperti penebang kayu.

Mungkin berpakaian kulit rusa.

Dan berburu dengan tulang.

Atau mungkin beruang menangkapnya.

Bisa diam?

Maaf.

Main bersama RECEH88 dan menangkan ratusan juta rupiah!

Otakmu bisa rusak karena menonton itu.

Berpikiran salah.

Matikan.

Makwa.

Matikan.

Makwa!

Dengar, sialan.

Apa kataku padamu?

Apa kataku padamu?

Apa yang kau lakukan?

Makwa!

Bagus. Tekuk lututmu.

Seorang wanita atasanku bisa dipecat kapan saja.

Bukan rahasia lagi otaknya tak beres.

Tinggal menunggu panggilan itu.

Kau tahu maksudku?

Ya.

Sempurna.

Bagaimana liburmu?

Bermain golf.

Bagus. Bagaimana pukulanmu?

74.

Dengar, kami bersiap untuk menyelesaikan angka Velo.

Aku belum dengar kabar dari audit...

Tunggu. Aku belum bisa berpikir sendiri.

Bisa minta pendapatmu?

Ya, tentu. Apa saja.

Sebagai teman. Jangan menghakimi.

Tentu.

Tentu.

Ya. Kita teman.

Ini terlalu panjang?

Aku tidak tahu.

Bagaimana rasanya?

Rasanya panjang.

Potong saja.

Ini ciri khasku di sini.

Ya, kau benar.

Itu sesuai.

Tepat. / Ya.

Tapi ini terlalu panjang?

Aku...

Sepertinya panjangnya cocok untuk gaya rambut itu.

Entahlah.

Jadi batas waktu Velo adalah hari Senin.

Aku meminta Morgan dan Vic mengerjakannya,

tapi mereka kerja dari rumah. Mereka agak ketinggalan.

Kurasa aku akan memangkasnya.

Baik.

Obrolan yang bagus.

Ya, itu bagus.

Kau tahu apa ini? Kurasa aku tahu.

Ayah pulang.

Kau sudah datang. Di mana pengasuhnya?

Dia pergi jam lima. Mau makan malam.

Ya.

Ayah mengabaikanmu hari ini, ya?

Sapa putramu, Michael.

Hei, Francis.

Jadi aku berpikir untuk mengambil cuti kerja.

Agar bisa lebih sering bersama Francis.

Untuk berapa lama?

Aku tidak tahu. Sampai dia sekolah.

Ibu yang tinggal di rumah? Itu yang kau inginkan?

PSDM sangat membosankan.

Kau tahu itu sangat membosankan.

Dan aku ingin menjadi ibu yang baik.

Aku ingin tinggal di rumah dengan anakku.

Aku tak menyarankan ini.

Kau pikir PSDM membosankan?

Michael.

Aku hamil.

Sejak kapan?

Beberapa minggu.

Oh.

Cuma itu yang bisa kau katakan, "Oh"?

Tidak.

More Indonesian subtitles for Wild Indian

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left