Death Name

Death Name

Download Indonesian Subtitle

Release info

Death Name 2026 TUBI WEB h264-NoRBiT
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
Published on: 2026-01-16
Downloads: 142
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saat kita merenungkan ketegangan saat ini...

Kita juga mengingat kembali momen penting 15 tahun lalu saat 1952.

Tahun itu di bulan Desember, Presiden Dwight D. Eisenhower...

...mengunjungi negara kita saat masa tersuram dari perang Korea.

Kehadiran serta komitmen beliau terhadap tujuan kita...

...serta janji dukungannya menjadi sinar harapan.

Kunjungan Eisenhower secara signifikan meningkatkan...

...moral dan tekad para prajurit dan warga sipil kita.

Menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat...

...terhadap pertahanan kita dan mengisyarakatkan pada dunia...

...bahwa kita tidak sendirian dalam pergelutan ini.

Hai. Halo.

Kau mau bergabung ke Himpunan Mahasiswa Korea?

Aku tidak begitu bisa Bahasa Korea.

Kau mungkin tidak menginginkan aku. Aku bukan orang Korea seperti itu.

- Jangan khawatir. - Apa maksudnya itu?

Hei, kau terlihat tersesat. Mau aku antar ke kelasmu?

Aku rasa aku tahu harus ke mana. Terima kasih.

Apa yang terjadi? Aku pikir kau bisa melakukannya.

Diamlah, bung.

n g e f i l m g a y

Pastikan kau berikan itu padanya sekitar pukul 3 sore ini.

Berikutnya.

Hai, Sophie Park.

Aku baru dipindahkan ke sini dari Kampus Komunitas Blue Ridge.

Aku ingin mendaftar untuk kelas persyaratan ilmu humaniora.

Baiklah. Oke, mari kita lihat.

Pilihan pertamamu, Sejarah Masa Lampau Amerika.

Mari kita lihat.

Maaf, kelihatannya itu sudah penuh.

Baiklah.

- Bagaimana dengan... - Aku akan terus terang.

Kau tidak akan bisa mengikuti semua yang ada di daftar ini...

...sebagai murid pindahan.

Hanya ini yang aku lihat tersisa dan akan cocok untuk jadwalmu.

Maaf, ini yang terbaik yang bisa aku lakukan.

Ada sesuatu di sini yang menarik perhatianmu?

Jadi, bagaimana orientasinya>

Kau merasa baik dengan sekolah barumu?

Itu bagus. Aku mencoba untuk membiasakan diri.

Kau sudah bertemu teman sekamarmu?

Belum. Siapa yang tahu?

Mungkin aku beruntung dan mendapatkan kamar sendirian.

Kau tetap akan kembali akhir pekan berikutnya...

...untuk mengambil sisa barangmu, bukan?

Apa ayah begitu tak sabar...

...untuk mengubah kamarku menjadi kantor?

Ya, hingga kami pindahkan inventaris ini,

Kita semua akan saling menginjak kaki di rumah ini.

Hei, ibu.

Kenapa kalian tak pernah ajarkan aku Bahasa Korea?

Itu dadakan. Ibu juga tak begitu fasih Bahasa Korea.

Nenekmu hanya bicara Bahasa Inggris pada ibu saat ibu tumbuh besar.

Apa itu sebabnya kalian tidak berikan aku nama Korea?

Itu sedikit lebih rumit.

Nenek mau kau hanya memiliki nama Amerika.

Kenapa?

Untuk memberimu kesempatan keberhasilan yang lebih baik.

Bahkan nenek mengganti namanya jadi Hannah saat imigrasi ke sini.

Siapa nama dia sebelumnya?

Itu siapa!

Kau harusnya tahu untuk tidak bicarakan ini!

Oke, oke, aku akan berhenti.

Aku sudah peringatkan kau. Aku pikir...

Sophie, ibu harus pergi. Oke?

- Ibu menyayangimu, dah. - Aku juga sayang Ibu.

...di masa lalu! Kau tidak mendengarkan!

Terjadi pertengkaran saat kau lahir.

Tapi ayahnya ayah memberimu nama Korea.

- Siapa namaku? - Jangan beritahu nenekmu.

Aku datang.

Ya. Astaga.

Bagus.

Kita harus minum.

Alkohol atau sesuatu?

Kau mau makan siang ayam goreng?

Sebenarnya, ya, aku mau.

Ayam goreng terdengar enak.

- Dia tidak diundang. - Kau yang traktir?

- Tidak. - Tidak, kau tak diundang.

- Kau mau pergi tanpa aku? - Permisi, teman-teman.

Terima kasih untuk gagasan itu.

- Hei, ingat aku? - Yo. Ya. Silakan duduk.

Tentu saja aku ingat. Bagaimana aku bisa lupa?

- Hei, aku Sophie. - Kwan.

- Tenanglah, bung. - Bisa kau duduk?

Aku Brian, dan seperti yang si bodoh ini sudah sebutkan, dia Kwan.

Dan kedengarannya kau sudah bertemu dengan Ari?

- Ari pacarmu. - Baik-baiklah.

Apa rencanamu malam ini?

KSS mengadakan acara sosial jika kau mau singgah?

Kau harus datang. Itu sangat seru.

Akan aku pertimbangkan.

Selamat pagi, kelas. Aku Profesor Lee.

Dan aku tak sabar untuk mengenalmu semester ini.

Biar aku mengabsen sebentar,

Kemudian kita akan mulai pelajaran hari ini.

Amadou Dixon.

Caroline Kim.

Megan Lanoue.

Norman Lee.

Norman Lee?

Kwan. Itu Kwan.

Becky Mitchell?

- Fiona Paek? - Hadir.

Tapi sebenarnya, Profesor,

Bisa kau panggil aku dengan nama Korea-ku?

Itu Yoon-suh.

Tentu. Yoon-suh.

Sophie Park?

Hadir.

Sepanjang awal abad ke-20,

Korea mulai melakukan industrialisasi,

Namun mengalami kemunduran akibat pukulan ganda dari dua perang,

Perang Dunia II, dan tentu saja, Perang Korea yang menyusul.

Hei, Sophie, kau datang!

- Silakan ambil sendiri. - Baiklah.

Kau siap untuk tato inisiasimu?

Hentikanlah, bung. Itu hanya lelucon.

Kwan suka bermain-main dengan anggota baru.

Oke. Baiklah.

Tapi aku berhasil menipumu, bukan?

Kami punya banyak acara beberapa kali setahun,

Tiap semester.

Beberapa karaoke, KBBQ...

- Dan juga beberapa perpaduan. - Menarik.

Itu jauh lebih banyak dibanding aktivitas kami di kampus komunitas.

Sekolah lamamu kurang meriah?

Tidak, hanya kecil.

- Aku merasa jauh ketinggalan. - Sekarang kau salah satu dari kami.

Sini, biar aku tambahkan kau ke grup percakapan.

Jadi, kita akan bermain permainan minum atau apa?

- Tidak mungkin. - Oke.

Aku yang duluan, oke?

Aku tidak pernah...

Dipaksa untuk ikut kursus golf.

Apa-apaan? Bukan begitu cara bermainnya.

Minum, Brian!

Aku tidak pernah ikut kursus piano.

- Kau tak pernah kursus piano, Sophie? - Tidak.

Orang tuaku sadar dari sejak dini jika aku tak berbakat musik.

Kau beruntung. Guru pianoku sering memukulku dengan tongkat...

...jika posisi tanganku salah.

- Giliranmu, Ari. - Aku tidak pernah...

Tidur dengan gadis kulit putih.

Oke.

- Apa? - Jangan berasumsi.

Aku semua berbagai jenis orang.

Kau penuh kejutan.

Giliranmu.

Aku tidak pernah tidur dengan pria kulit putih.

Bisa kalian bantu aku terjemahkan sesuatu?

Ya, apa?

Itu nama Korea ku.

Bagaimana kau melafalkan itu?

Park Joo Hyun.

- Maaf soal itu. - Tidak apa.

- Biar aku yang ambilkan. - Bagus.

- Terima kasih. - Diamlah, Brian.

- Baiklah. Ini. - Terima kasih.

Jadi, aku penasaran.

Siapa gadis yang kau kencani? Atau tidur denganmu?

Baiklah. Sophie, kau tak harus...

Bagaimana denganmu?

Aku tidak bicara soal Christine.

Bagaimana jika kita tetap fokus pada permainannya saja?

Sophie! Aku merindukanmu!

Aku juga rindu nenek. Tapi ini baru dua minggu.

Serius?

Hanya dua minggu?

Rasanya seperti dua bulan.

- Masuklah. Makan malam sudah siap. - Oke.

Maaf, Soph.

Kami ingin melakukan sesuatu yang spesial untukmu malam ini,

Tapi bulan ini sedang sepi.

Tak apa. Ini tetap lebih baik dibanding aula makan.

Beritahu kami tentang sekolah barumu.

Bagaimana itu, Sophie?

Itu jauh lebih baik. Jauh lebih besar.

Itu lebih beragam. Lebih seru.

Lebih mahal.

Tolong operkan garamnya.

Ayah dan ibu bertemu saat kuliah.

Ingat seberapa banyak kita bersenang-senang dulu?

Jorok.

Sophie, bagaimana sekolah barumu?

Beritahu kami soal itu.

Ini, ibu, berikan tanganmu.

Kau mendapat teman baru?

Ya. Setidaknya aku rasa begitu.

- Sebenarnya, mereka orang Korea. - Bagus untukmu.

Hei, mungkin kau bisa sedikit belajar Bahasa Korea dari mereka.

- Gabriel. - Apa?

Aku rasa itu bukan hal buruk untuk Sophie belajar Bahasa Korea.

Itu lucu ayah menyebutkannya, karena aku mengikuti kelas ini.

Itu kelas sejarah, tapi tetap saja.

Aku bahkan pertimbangkan gunakan nama Korea ku sekarang.

Siapa bilang kau punya nama Korea?

Aku.

- Gabe. Serius? - Aku... Dia tertarik.

Death Name subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left